<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397</id><updated>2011-11-26T16:59:33.386-08:00</updated><category term='Syaikh Abdul Qadir al Jilani'/><category term='Rasulullah Saww'/><category term='Kitab Ar Rasul'/><category term='Al Qur&apos;an'/><category term='Imam Ja&apos;far as Shadiq'/><category term='Hadits'/><category term='Foto-Foto'/><category term='Cinta Ilahiyyah'/><category term='Imam Ali bin Abi Thalib'/><category term='Al Ghazali'/><category term='Ahlulbait'/><category term='Persatuan Islam'/><category term='Wali Allah'/><category term='Sains Dan Iptek'/><category term='Adab Spiritual'/><category term='Kisah Sufi'/><category term='Imam Hussain'/><category term='Syaikh Junaid al Baghdadi'/><category term='Tokoh Sufi'/><category term='Maulana Syaikh Ghauts Hasan'/><category term='Ajaran Sufi'/><category term='Fatwa Tasawuf'/><category term='Imam Mahdi'/><title type='text'>Jalan Cinta Hasan wa Husein</title><subtitle type='html'>“Yaa Allah, sesungguhnya aku memohon cinta Mu, cinta orang-orang yang mencintai Mu, dan amal yang dapat membuatku memperoleh cinta Mu. Yaa Allah jadikanlah cintaku kepada Mu melebihi cinta terhadap diriku sendiri, keluargaku, dan melebihi cintanya orang yang kehausan terhadap air yang dingin.”
(HR. Tirmidzi)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>213</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-6259940403917947755</id><published>2011-01-22T07:00:00.000-08:00</published><updated>2011-01-22T07:01:23.650-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Hussain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>Peristiwa-peristiwa alam saat dan sesudah Imam Husein (as) terbunuh</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://tafsirtematis.wordpress.com/2009/01/02/peristiwa-peristiwa-alam-saat-dan-sesudah-imam-husein-as-terbunuh/" rel="bookmark" title="Peristiwa-peristiwa alam saat dan sesudah Imam Husein (as) terbunuh"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;      &lt;div class="postinfo"&gt; Posted on &lt;span class="postdate"&gt;January 2, 2009&lt;/span&gt; by Syamsuri Rifai    &lt;/div&gt;             &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam Sunan Al-Baihaqi 3: 337, hadis ke 6352:&lt;br /&gt;Abu Qubail berkata: “Ketika Al-Husein bin Ali (as) terbunuh, terjadi  gerhana matahari dan semua bintang nampak di siang hari, sehingga kami  mengira hal itu terjadi demikian.” (juga dalam  Majma’ Az-Zawaid 9:  197).&lt;span id="more-240"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam Tahdzib At-Tahdzib 2: 354, hadis ke 615:&lt;br /&gt;Khalaf bin Khalifah berkata: “Ketika Al-Husein (as) terbunuh, langit menghitam dan bintang-bintang nampak di siang hari.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam Ash-Shawa’iq Al-Muhriqah, Ibnu hajar: 116, hadis ke 30:&lt;br /&gt;“Terjadi gerhana matahari sehingga bintang-bintang nampak di siang hari, manusia mengira bahwa kiamat akan segera terjadi.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam Dzakhair Al-‘Uqba, halaman 145:&lt;br /&gt;Ummu Salim berkata: “Ketika Al-Husein (as) terbunuh, turun hujan seperti darah ke rumah-rumah kami…”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ummu Salamah berkata: “Ketika Al-Husein (as) terbunuh turun hujan darah kepada kami.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam tafsir Ibnu Jarir 25: 740, hadis ke 31120, tentang firman Allah:&lt;br /&gt;“Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka” (Ad-Dukhkhan: 29): As-Sudi  berkata: “Ketika Husein bin Ali (as) terbunuh, langit menangisinya,  tangisannya adalah kemerah-merahannya.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam tafsir Ad-Durrul Mantsur, Jalaluddin As-Suyuthi, tentang firman Allah:&lt;br /&gt;“Rasa kasih sayang yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian, dan ia  adalah seorang yang bertakwa,” (Maryam: 13): Qurrah berkata: “Langit  tidak pernah menangisi siapapun kecuali Yahya bin Zakariya dan Husein  bin Ali (as), dan tangisannya adalah kemerah-merahannya.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam tafsir Ad-Durrul Mantsur, Jalaluddin As-Suyuthi,  tentang surat Ad-Dukhkhan, 29:&lt;br /&gt;Ibrahim berkata: “Langit tidak pernah menangis sejak dunia diciptakan  kecuali atas dua orang. Tahukah kamu tangisan langit? Ia menjawab:  Tidak. Tangisan langit adalah berwarna kemerah-merahan dan nampak  seperti asap. Sungguh ketikaYahya bin Zakiya (as) terbunuh langit  memerah dan meneteskan darah, dan sungguh ketika Al-Husein (as) terbunuh  langit memerah. Zaid bin Ziyad berkata: “Ketika Al-Husein (as) terbunuh  ufuk-ufuk langit memerah selama empat bulan.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam Hilyatul Awliya’, Abu Na’im, 2: 276, hadis ke 193:&lt;br /&gt;Dari Hisyam dari Muhammad, ia berkata: Tidakkah kamu melihat ufuk-ufuk  langit berwarna kemerahan-merahan saat Al-Husein (as) terbunuh…”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Riwayat-riwayat ini dan yang semakna juga terdapat dalam kitab:&lt;br /&gt;1. Kanzul Ummal, Al-Muttaqi, jilid 7 halaman 111, hadis ke 37.&lt;br /&gt;2. Majmaj Az-Zawaid, Al-Haitsami, jilid 9 halaman 197. Jamil bin Zaid  berkata: “Ketika Al-Husein (as) terbunuh langit memerah.” Aku berkata:  Mana bukti yang kamu katakan itu? Ia menjawab: “Sungguh pendusta itu  adalah munafik, karena sesungguhnya langit itu memerah saat Al-Husein  (as) terbunuh.” Riwayat ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani.&lt;br /&gt;3. Majma’ Az-Zawaid, Al-Haitsami, jilid 1 halaman 196.&lt;br /&gt;4. Ash-Shawa’iq Al-Muhriqah, Ibnu Hajar, halaman 116, hadis ke 30.&lt;br /&gt;5. Tahdzib At-Thahdzib, Ibnu Hajar, jilid 2 halaman 354, hadis ke 615.&lt;br /&gt;6. Dzakhair Al-‘Uqba, halaman 145.&lt;br /&gt;7. Faydh Al-Qadir Al-Mannawi, jilid 1 halaman 240.&lt;/p&gt; Wassalam&lt;br /&gt;Syamsuri Rifai&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-6259940403917947755?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/6259940403917947755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2011/01/peristiwa-peristiwa-alam-saat-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/6259940403917947755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/6259940403917947755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2011/01/peristiwa-peristiwa-alam-saat-dan.html' title='Peristiwa-peristiwa alam saat dan sesudah Imam Husein (as) terbunuh'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-2524960461828148059</id><published>2009-10-18T17:45:00.000-07:00</published><updated>2009-10-18T17:52:02.595-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><title type='text'>Yang Mati Lebih Tajam Pendengarannya daripada yang Hidup</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;"Apakah orang-orang yang di alam kubur mampu mendengar ucapan salam orang yang berziarah kepada mereka padahal dalam al Quran (Ar Rum: 52) “Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar….”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Jawab :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan di dalam kitab Tafsir Ahkam, Imam Al Qurtubi menguraikan bahwa ayat “Fainnaka laa tusmi’ul mautaa…” (maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar….” adalah berkaitan dengan peristiwa pertanyaan sahabat Umar bin Khattab saat Rasulullah saw memanggil tiga orang pemimpin kafir Qurays dalam perang Badar yang telah meninggal bebarapa hari.&lt;br /&gt;Saat itu Rasulullah saw ditanya oleh Umar bin Khattab ra:&lt;br /&gt;يا رسول الله تناديهم بعد ثلاث وهل يسمعون ؟ يقول الله إنك لا تسمع الموتى فقال : والذي نفسي بيده ما أنتم بأسمع منهم ولكنهم لا يطيقون أن يجيبوا&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ya Rasulullah, apakah engkau memanggil-manggil mereka yang telah meninggal tiga hari bisa mendengarkan panggilanmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam al quran: Innaka laa tusmi’ul mauta? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu dijawab oleh Rasulullah saw : “Demi Dzat yang jiwaku ada dalam kekuasaan-Nya, tidaklah engkau sanggup mendengar mereka, mereka lebih mendengar daripada kamu hanya saja mereka tidak mampu menjawab.” (HR. Muslim dari Imam Anas ra) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut hadits Shohihaini (Bukhari Muslim) Dari sanad yang berbeda-beda, Rasulullah saw pernah berbicara kepada orang-orang kafir yang gugur dalam perang badar saat mereka dibuang di sumur Quleb kemudian Rasulullah saw berdiri dan memanggil nama-nama mereka (ya fulan bin fulan 2x) “Apakah engkau telah mendapatkan janji dari Tuhanmu dengan benar, sedangkan saya telah mendapatkan janji yang benar pula dari Tuhanku.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam penjelasan kitab Tafsir Ibnu Katsir bahwa yang dipanggil oleh Rasulullah saw itu adalah: Abu Jahal bin Hisyam, Utbah bin Robi’ah dan Syaibah bin Robi’ah. Ketiganya itu adalah tokoh kafir Quraisy. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik. Dalam riwayat lain menyebutkan bahwa orang yang mati apalabila sudah dikuburkan dan orang yang menguburkan itu kembali pulang, dia mampu mendengar gesekan suara sendalnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Imam Al Qurtubi, orang yang sudah meninggal itu bukan berarti mereka tidak lenyap sama sekali juga tidak pula rusak hubungan dengan orang yang masih hidup. Tetapi yang meninggal itu hanya terputus hubungan antara ruh dan badan dan hanya berpindah dari alam dunia ke alam kubur. (Tafsir ahkam Juz 7: hal 326).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian apakah orang yang meninggal itu bisa mendengar orang yang masih hidup saat bersalam atau lainya cukup jelas keterangan ayat dan hadits pada peristiwa perang Badar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya lagi, kita bisa mengaji Kitab Ar Ruh karangan Ibnu Qoyyim Al Jauzi (Juz I halaman 5) yang menulis riwayat Ibnu Abdil Bar yang menyandarkan kepada ketetapan sabda Rasulullah saw: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;ما من مسلم يمر على قبر أخيه كان يعرفه في الدنيا فيسلم عليه إلا رد الله عليه روحه حتى يرد عليه السلام&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Orang-orang muslim yang melewati kuburan saudaranya yang dikenal saat hidupnya kemudian mengucapkan salam, maka Allah mengembalikan ruh saudaranya yang meninggal itu untuk menjawab salam temanya.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan menurut Ulama Salaf mereka telah ijma’ (sepakat) bahwa masalah orang yang mati mampu mengenal yang hidup pada saat ziarah bahkan mereka gembira atas dengan menziarahinya. Hal ini, kata Ibnu Qoyyim, merupakan riwayat atsar yang mutawatir Selengkapnya kata-kata Ibnu Qoyyim itu sebagai berikut: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;والسلف مجمعون على هذا وقد تواترت الآثار عنهم بأن الميت يعرف زيارة الحي له ويستبشر به&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ibnu Qoyyim mengutip ungkapan Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Abid biin Abidunya dalam kitab Kubur pada bab ma’rifatul mauta biziyaratil ahya. Menyebut hadits sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;عن عائشة رضى الله تعالى عنها قالت قال رسول الله ما من رجل يزور قبر أخيه ويجلس عنده إلا استأنس به ورد عليه حتى يقوم&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Arti bebasnya: Dari Aisyah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: “Siapa saja yang ziarah kubur saudaranya, kemudian duduk di sisi kuburnya maka menjadi tenanglah si mayit, dan Allah akan mengembalikan ruh saudaranya yang meninggal itu untuk menemaninya sampai selesai berziarah.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mayit menjawab salam siapa sajaOrang yang meninggal dunia, akan menjawab salam baik yang dikenal maupun yang tidak dikenalnya sebagaimana dalam sebuah riwayat hadits berikut: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;عن أبى هريرة رضى الله تعالى عنه قال إذا مر الرجل بقبر أخيه يعرفه فسلم عليه رد عليه السلام وعرفه وإذا مر بقبر لا يعرفه فسلم عليه رد عليه السلام&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari Abi Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: “Apalabila orang yang lewat kuburan saudaranya kemudian memberi salam, maka akan dibalas salam itu, dan dia mengenal siapa yang menyalami. Demikian juga mereka (para mayyit) akan menjawab salamnya orang-orang yang tidak kenal.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Waktu Ziarah yang baik&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Satu ketika, Seorang lelaki dari Keluarga ‘Ashim Al Jahdari bercerita bahwa dia melihat Ashim al Jahdari dalam mimpinya setelah beliau meninggal dua tahun. Lalu lelaki itu bertanya:&lt;br /&gt;“Bukankah Anda sudah meninggal?”&lt;br /&gt;“Betul!”&lt;br /&gt;“Lalu dimana sekarang?”&lt;br /&gt;“Demi Allah, saya ada di dalam taman Syurga. Saya juga bersama sahabat-sahabatku berkumpul setiap malam Jum’at hingga pagi harinya di tempat (kuburan) Bakar bin Abdullah al Muzanni. Kemudian kami saling bercerita.”&lt;br /&gt;“Apakah yang bertemu itu jasadnya saja atau ruhnya saja?”&lt;br /&gt;“Kalau jasad kami sudah hancur, jadi kami berkumpul dalam ruh”&lt;br /&gt;“Apakah Anda sekalian mengenal kalau kami itu berziarah kepada kalian?”&lt;br /&gt;“Benar!, kami mengetahui setiap sore Jum’at dan hari Sabtu hingga terbit matahari”&lt;br /&gt;“Kalau hari lainnya?”&lt;br /&gt;“Itulah fadilahnya hari Jum’at dan kemuliannya” (Cerita itu menurut Ibnu Qoyim bersumber dari Muhammad bin Husein dari Yahya bin Bustom Al Ashghor dari Masma’ dari Laki-laki keluarga Asyim Al Jahdari) Bahkan bukan sore Jum’at dan hari Sabtu saja, menurut riwayat Muhammad bin Husein dari Bakar bin Muhammad dari Hasan Al Qoshob berkata bahwa orang-orang yang meninggal para peziarah pada hari Jum’at dan hari sebelum dan setelahnya (Hari Kamis dan Sabtu). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bentuk Salam&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ucapaan salam yang disampaikan saat melewati makbaroh atau berziarah biasanya seperti yang banyak ditulis dalam kitab hadits yang sangat banyak adalah dengan ungkapan: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;ألسلام عليكم دار قوم مؤمنين وإنا ان شاء الله تعالى بكم لاحقون&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Semoga keselamatan atas kamu wahai kaum mu’minin yang ada di alam kubur, Insya Allah kami akan menyusul.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Orang yang meninggal dengan izin Allah akan mendengar salam orang yang masih hidup dan mampu menjawabnya. Bahkan pendengaran mereka lebih peka daripada yang hidup. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang yang memberi salam kepada ahli kubur baik yang dikenal maupun tidak dikenal, merekapun akan menjawab salam kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Para ahli kubur akan merasa tenang apabila ada saudaranya yang menziarahi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berziarah bagus dilakukan pada hari Kamis, Jum’at dan Sabtu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ucapan salam kepada ahli kubur yang tenar adalah ucapan: Assalamu ‘alaikum daara qoumin mu’mininina, wainna insya Allahu ta’alaa bikum laahikuum. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Materi ini, hasil kupasan dewan asatidz Buntet Pesantren di Jakarta.&lt;br /&gt;Sumber: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Tafsir Ahkam, Imam Al Qurthubi &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Tafsir Ibnu Katsir &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Ar Ruh, Imam Ibnu Qoyyim Al Jauzy&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://buntetpesantren.org/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=741&amp;amp;Itemid=45#easyform" target="_blank"&gt;http://buntetpesantren.org/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-2524960461828148059?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/2524960461828148059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/10/yang-mati-lebih-tajam-pendengarannya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/2524960461828148059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/2524960461828148059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/10/yang-mati-lebih-tajam-pendengarannya.html' title='Yang Mati Lebih Tajam Pendengarannya daripada yang Hidup'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-9183171434165506572</id><published>2009-10-08T04:13:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T04:31:22.584-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Ali bin Abi Thalib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>Sejarah Kitab Nahjul Balaghah Imam Ali</title><content type='html'>&lt;a name="1482572335633787375"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Posted by Adam &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a title="Edit Entri" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2761755726089306765&amp;amp;postID=1482572335633787375"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nahjul Balaghah merupakan kitab yang berisi kompilasi khotbah, surat, dan ucapan-ucapan Imam Ali bin Abi Thalib as yang penuh makna dan hikmah, yang dikumpulkan oleh Sayyid Radhi.Khotbah-khotbah Imam Ali as dinilai dan dihormati sedemikian tingginya di dunia Islam, sehingga hanya dalam waktu seabad setelah wafatnya, khotbah-khotbah itu telah diajarkan dan dibacakan sebagai kata terakhir di da&amp;shy;lam Filsafat Tauhid, sebagai ceramah-ceramah bagi pembangunan watak, sebagai sumber inspirasi yang luhur, sebagai khotbah-khotbah meyakinkan ke arah takwa, sebagai mercu penunjuk ke arah kebenaran dan keadilan, sebagai karya pujian yang menakjubkan tentang Nabi Muhammad (saw) dan Al-Quran al-Karim, sebagai pembicaraan yang meyakinkan tentang nilai-nilai spiritual Islam, sebagai diskusi-diskusi yang menakjubkan tentang sifat-sifat Tuhan, sebagai karya utama kesusastraan, dan sebagai model seni retorika dan keterampilan berbahasa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;ABAD PERTAMA &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut kitab biografi yang termasyhur, Rijal al-Kabir, orang pertama yang mengumpulkan khotbah-khotbah ini di dalam sebuah kitab adalah Zaid ibn Wahab Jahmi (w. 90 H.) yang dipandang sebagai perawi Hadis. Jadi, dalam masa 30 tahun setelah wafatnya Imam Ali dan selama abad per&amp;shy;tama Hijrah, khotbah-khotbah, surat serta ucapan-ucapannya telah dikumpulkan, dikutip, dan dipelihara.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;ABAD KE-2&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada abad ke-2, teladan Ibn Wahab Jahmi diikuti oleh : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(1) ’Abdul Hamid ibn Yahya (132 H.), seorang kaligrafis termasyhur pada masa Abbasiyyah, dan (2) Ibn al-&amp;shy;Muqaffa (142 H.) mengambil alih tugas pengumpulannya. Jahizh al-Utsmani mengatakan bahwa Ibn al-Muqaffa telah menelaah khotbah-khotbah itu de&amp;shy;ngan sangat cermat dan biasa mengatakan bahwa is telah memuaskan diri&amp;shy;nya dari sumber pokok iimu pengetahuan dan kebijaksanaan dan setiap hari ia mendapatkan inspirasi baru dari khotbah-khotbah Imam Ali ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(3) Ibn Nadim, da&amp;shy;lam kitab biografinya al-Fihrist, mengatakan bahwa Hisyam Ibn Sa’ad al-Kalbi (146 H.) juga telah mengumpulkan khotbah-khotbah ini. (al-Fihrist, lbn Na&amp;shy;dim, jil. 7, hlm. 251)Sejak abad itu dan seterusnya, abad demi abad, pars ulama, sejarawan dan ahli Hadis, membacakan khotbah-khotbah ini, mengutipnya dan membahas makna kata-kata Berta ungkapan yang digunakan Imam Ali, dan mengacunya bilamana mereka memerlukan rujukan tentang teologia, etika, Sunnah dan Al-Quran, atau tentang kesusastraan dan retorika.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;ABAD KE-3&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Dalam abad ketiga, ’Umar ibn Bahr al-Jahizh (w. 255 H.; 688 M.) mengutip banyak khotbah dari Nahjul Balaghah dalam kitabnya al-Sayan wa at-Tabyin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Ibn Qutaibah ad-Dainuri (w. 276 H.), dalam kitab-kitabnya ’Uyun al-Akhbar, dan Gharib al-Hadits mengutip banyak khotbah dan membahas pengertian dari banyak kata-kata dan ungkapan yang digunakan Imam Ali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Ibn Wadhih al-Ya’qubi (w. 278 H.) menuliskan banyak khotbah dan ucapan Imam Ali dalam kitab Tarikh-nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Hanifah ad-Dainuri (280 H.) dalam kitabnya, Akhbar ath-Thiwal mengutip banyak khotbah dan ucapan Imam Ali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Abul ’Abbas al-Mubarrad (286 H.), dalam bukunya Kitab al-Mubarrad, juga mengumpulkan banyak khotbah dan ucapan Imam Ali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;ABAD KE-4&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Sejarawan al-Thabari (310 H.) mencatat beberapa dari khotbah ini di dalam kitabnya Tarikh al-Kabir.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Al-Halabi (320 H.) telah mengutip khotbah-khotbah ini di dalam kitabnya Tuhfat al-’Uqul. Para penuiis yang berikut ini pun telah mengutip Khotbah-khotbah dan ucapan-ucapan dari Nahjul Balaghah ini secara besar-besaran di dalam kitab-kitab mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Ibn Warid (346 H.) dalam al-Mujtabni.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Ibn ’Abdi Rabbih (328 H.) dalam bukunya ‘Iqd al-Farid.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Siqat al-Islam Kulaini (329 H.) dalam al-Kafi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6. Ali ibn Muhammad ibn ’Abdullah al-Mada’ini (335 H.) mengumpulkan khotbah-khotbah, Surat-Surat dan ucapan-ucapan Imam Ali dalam kitabnya Yaquth al-Hamawi menyebutkan tentang kitab ini di dalam Mu’jam al-Udaba’, jilid 5, hlm. 313.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;7. Sejarawan Mas’udi (346 H.), dalam Muruj adz-Dzahab, telah mengutip beberapa dari Surat dan khotbah Imam Ali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;8. Abul Faraj al-Isfahani (356 H.) dalam al-Aghani.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;9. Abu Ali al-Qali (356 H.) dalam an-Nawadir.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;10. Syekh Shaduq (381 H.) dalam Kitab at-Tauhid, banyak mengutip khotbah, surat dan ucapan-ucapan ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;ABAD KE-5&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Syekh Mufid (421 H.) di dalam Kitab al-lrsyad, telah mengutip banyak khotbah, ucapan dan surat-surat Imam Ali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Sayyid Radhi (420 H.) telah menyusun kumpulan khotbah, ucapan dan surat-surat Imam Ali as dan diberi judul : Nahjul Balaghah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Syekh Tha’ifah Abu Ja’far Muhammad ibn Hasan at-Thusi (460 H.) yang hidup sezaman dengan Sayyid Radhi telah mengumpulkan beberapa dari khotbah ini jauh sebelum Sayyid Radhi melaksanakan karyanya.Yang dapat dikumpulkan Sayyid Radhi dalam Nahjul Balaghah tidak seluruh khotbah dan ucapan Imam Ali. Mas’udi (346 H.) dalam kitabnya yang terkenal, Muruj adz-Dzahab (jilid II, him 33, cetakan Mesir) mengatakan bahwa khotbah-khotbah Imam Ali saja, yang telah dipelihara oleh berbagai orang, berjumlah lebih dari 480 khotbah. Khotbah-khotbah ini diucapkan langsung tanpa persiapan. Orang-orang telah menyalinnya dan telah menyusunnya dalam bentuk kitab; mereka membacakannya dan mengutip bagian-bagiannya ke dalam kitab-kitab mereka.Nampaknya dari 480 khotbah itu sebagian telah hilang, dan yang dapat dliperoleh Sayyid Radhi hanya sekitar 245 khotbah. Di samping itu, ia juga telah mengumpulkan 75 pucuk surat dan lebih 200 ucapan. Hampir setiap khotbah, surat dan ucapan yang terkumpul di dalam Nahjul Balaghah terdapat di dalam kitab-kitab yang ditulis para penulis yang telah lama meninggal sebelum Sayyid Radhi dilahirkan, sedangkan sebagiannya lagi terdapat di dalam karya-karya para penulis yang walaupun sezaman dengannya namun lebih tua daripadanya dan telah menulis kitab-kitab mereka sebelum Nahjul Balaghah disusun. Sedemikian banyak kutipan para sarjana Muslim dan non Muslim, para ulama, filosof dan sejarawan yang memuji khotbah-khotbah, ucapan dan surat-surat Imam Ali as. Jika seluruh komentar sarjana itu dikumpulkan, maka semua itu akan menjadi sebuah buku yang terdiri dari ratusan halaman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara itu, di bawah ini hanya dicantumkan sebagian kecilnya saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Ibn Atsir (606 H.) sampai sekarang bukan saja diakui sebaga perawi hadis, tetapi juga seorang pakar besar tentang kata dan kosa kata. Kitabnya an-Nihayah wal Bidayah merupakan kitab sejarah dan makna kata-kata sulit dari Al-Quran dan Hadis. Di dalam kitabnya itu, ia membahas panjang lebar banyak perkataan, ungkapan dan kalimat-kalimat khotbah Imam Ali dari kitab Nahjul Balaghah. la mengatakan bahwa sejauh berkaitan dengan sisi komprehensifnya, kata-kata Imam Ali hanya di bawah Al-Quran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Allamah Syekh Kamaluddin ibn Muhammad Thalhah asy-Syafi’i (w. 652 H.), di dalam kitabnya yang terkenal Mathalib as-Sa’ul, menulis : “Sifat Imam Ali as yang ke-4 adalah kefasihan dan kemahirannya di dalam seni bahasa. Beliau menonjol sedemikian rupa di dalam keahlian ini sehingga tiada seorang pun yang dapat berharap akan sampai kecuali ke tingkat debu sepatunya. Orang yang telah mengkaji Nahjul Balaghah dapat membentuk suatu gagasan tentang kecanggihannya yang sangat tinggi di dalam bidang ini.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Ibn Abil Hadid (w. 655 H.) yang telah menulis sebuah kitab Syarh (komentar) berjilid-jilid tentang khotbah-khotbah itu, menulis: “Khotbah-khotbahnya, surat-surat dan ucapan-ucapannya begitu tinggi nilai sastra maupun kandungan maknanya, sehingga nilainya di atas kata-kata ucapan manusia biasa, dan hanya di bawah firman-firman Tuhan. Tiada yang dapat mengatasinya selain Al-Quran.” Pada bagian lain Ibn Abil Hadid mengatakan, “Kata-katanya adalah mukjizat Nabi Muhammad (saw). Ramalan-ramalannya menunjukkan bahwa pengetahuannya mengatasi manusia biasa.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Allamah Sa’aduddin Taftazani (791 H.) di dalam Syarh al-Maqasid mengatakan bahwa, “Ali mempunyai penguasaan tertinggi atas bahasa, etika dan ajaran agama, dan pada saat yang sama ia adalah seorang orator ulung; khotbah-khotbahnya yang terkumpul di dalam Nahjul Balaghah menjadi saksi atas kenyataan ini.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Allamah Ala’uddin al-Qusyaji (875 H.) dalam Syarh at-Tajrid menyatakan bahwa, “Kitab Nahjul Balaghah yang merupakan khotbah-khotbah dan makna yang terkandung di dalamnya membuktikan bahwa tiada sesuatu yang dapat mengatasinya, kecuali Al-Quran.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6. Syekh Muhammad Abduh (1323 H.) juga telah menulis sebuah Syarh Nahjul Balaghah. la termasuk di antara pemikir modern yang menyadarkan dunia modern akan keindahan ajaran-ajaran Islam. Kata pengantarnya tentang Syarh-nya sendiri itu patut memperoleh kajian cermatPada kata pengantarnya itu, Muhammad Abduh mengatakan bahwa setiap orang yang memahami bahasa Arab pastilah sependapat bahwa khotbah-khotbah dan ucapan-ucapan Ali hanya di bawah firman Allah dan sabda Nabi Muhammad Saw. Kata-kata Imam Ali sedemikian sarat makna dan mengandung gagasan-gagasan yang begitu besar, sehingga kitab Nahjul Balaghah ini harus dikaji dengan sangat cermat, diacu dan dikutip oleh para mahasiswa maupun guru. Guru besar dalam kesusastraan dan falsafah ini meyakinkan universitas-universitas di Kairo dan Beirut untuk memasukkan kitab Nahjul Balaghah di dalam kurikulum untuk studi tingkat atas tentang kesusatraan dan falsafah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;7. Penulis dan orator terkenal Syekh Musthafa al-Ghulayaini yang dipandang sebagai ahli Tafsir AI-Quran serta kesusastraan Arab, di dalam bukunya ’Arij az-Zahr, bab “Gaya Bahasa”, menulis: “Siapa yang dapat menulis lebih baik dari Ali. selain Nabi saw dan Allah SWT. Orang-orang yang hendak mengkaji standar-standar kesusastraan yang paling tinggi, haruslah mengkaji kitab Nahjul Balaghah. Kitab itu mengandung pengetahuan yang sedemikian dalam dan nasihat-nasihat yang sedemikian menakjubkan tentang masalah etika dan agama sehingga kajian yang rutin atasnya akan membuat orang menjadi bijaksana, saleh dan berpikiran luhur dan akan melatihnya menjadi orator kaliber besar.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;8. Al-Ustadz Muhammad Muhyiddin, guru besar bahasa Arab pada Universitas AI-Azhar, Kairo, mengatakan bahwa Nahjul Balaghah merupakan suatu koleksi karya Sayyidina Ali yang disusun Sayyid Radhi. la mengandung contoh-contoh bahasa yang murni, kefasihan yang mulia dan kebijaksanaan yang tinggi sehingga tiada seorang pun selain Ali yang dapat menghasilkan karya semacam itu, karena setelah Nabi Suci Saw, dialah orator terbesar, yang paling ahli tentang bahasa dan kesusastraan serta sumber kebijaksanaan terbesar dalam agama Islam. Dia filosof yang dari kata-katanya mengalir pengetahuan dan kebijaksanaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;9. AI-Ustadz ’Abdul Wahhab Hammudah, ahli kesusastraan dan hadis serta guru besar Universitas Fuad I di Kairo, dalam tahun 1951, menulis, “Kitab Nahjul Balaghah mengandung segala yang dapat dikatakan atau dituliskan para ulama besar, para guru besar etika, filosof, ilmuwan, ahli agama dan politisi. Kekuatan nasihat yang menakjubkan dan jalan yang luar biasa indah dalam menyajikan argumen serta kedalaman pandangan, membuktiKan bahwa Nahjul Balaghah merupakan karya suatu pikiran super seperti pikiran Ali.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;10. Abdul Masih al-Antaki, editor majalah Kristen al-Amran, Mesir, dalam kitabnya yang terkenal Syarh al-Qasha’id al-Auliya’ menulis, “Tak dapat disangkal bahwa Imam adalah Imam dari para khatib dan orator, dan ia adalah guru dan pemimpin para penulis dan filosof. Ada kebenaran di dalam penegasannya bahwa ucapan-ucapannya lebih tinggi dari ucapan siapa pun dan hanya lebih rendah dari firman Allah Yang Mahakuasa. Tiada diragukan bahwa dialah sumber penulis, pembicara, filosof, ulama dan penyair mengambil inspirasi, yang telah memperbaiki seni dan gaya bahasa mereka. Kumpulan karyanya dinamakan Nahjul Balaghah, yang patut sering-sering dibaca.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;11. Fuad Afram Al-Bustani, guru besar dalam kesusastraan Arab pada perguruan tinggi Quades Yusuf di Beirut adalah seorang penganut Katolik Romawi. la telah mengumpulkan sebuah kitab yang berisi karya-karya pilihan dari para filosof, ilmuwan, ahli agama, dan esayis. la memulai bukunya dengan kata-kata berikut: “Saya hendak memulai karya saya ini dengan pilihan-pilihan dari Nahjul Balaghah. Kitab itu merupakan karya seorang pemikir terbesar dunia….”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;12. Polos Salamah, seorang moralis Kristen, penulis, penyair, di dalam bukunya yang ternama, Awal al-Malhamah al-’Arabiyah (Al-Naser Press, Beirut) mengatakan, “Kitab Nahjul Balaghah yang terkenal merupakan karya yang membuat orang tersadarkan akan pemikiran-pemikiran besar Ali ibn Abi Thalib. Tiada kitab yang mengatasinya kecuali Qur’an. Di dalamnya anda akan mendapatkan mutiara pengetahuan terpenting dalam rantai-ranta indah, bunga-bunga bahasa yang membuat pikiran orang semerbak dengan bau harum dan menyenangkan tentang heroisme dan keluhuran, dan aliran bahasa murni yang lebih manis dan lebih sejuk dari sumber Kautsar, yang terus mengalir secara tetap dan menyegarkan pikiran pembaca.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-9183171434165506572?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/9183171434165506572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/10/sejarah-kitab-nahjul-balaghah-imam-ali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/9183171434165506572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/9183171434165506572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/10/sejarah-kitab-nahjul-balaghah-imam-ali.html' title='Sejarah Kitab Nahjul Balaghah Imam Ali'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-291407661311064165</id><published>2009-10-08T04:01:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T04:03:29.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah Saww'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>BUKTI TAWASUL NABI NUH KEPADA RASULULLAH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada bulan Juli 1951 sebuah tim yang terdiri dari ahli-ahli Rusia melakukan penelitian terhadap Lembah Kaat. Sepertinya mereka tertarik untuk menemukan sebuah tambang baru di daerah tersebut. Dalam penelitiannya mereka menemukan beberapa potong kayu di daerah tersebut berserakan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mereka kemudian mulai menggali tempat tersebut dengan tujuan untuk menemukan sesuatu yang berharga. Tetapi alangkah terkejutnya mereka ketika menemukan kumpulan potongan-potongan kayu tertimbun di situ. Salah seorang ahli yang ikut serta memperkirakan, setelah meneliti beberapa lapisanya, bahwa kayu-kayu tersebut bukanlah kayu yang biasa, dan menyimpan rahasia yang sangat besar di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengekskavasi tempat tersebut dengan penuh keingintahuan. Mereka menemukan cukup banyak potongan-potongan kayu di daerah penggalian tersebut, dan di samping itu mereka juga menemukan hal-hal lain yang sangat menarik. Mereka juga menemukan sepotong kayu panjang yang berbentuk persegi. Mereka sangatlah terkejut setelah mendapati bahwa potongan kayu yang berukuran 14 X 10 inchi tersebut ternyata kondisinya jauh lebih baik dibandingkan potongan-potongan kayu yang lain. Setelah waktu penelitian yang memakan waktu yang cukup lama, hingga akhir tahun 1952, mereka mengambil kesimpulan bahwa potongan kayu tersebut merupakan potongan dari bahtera Nabi Nuh a.s. yang terdampar di puncak Gunung Calff (Judy). Dan potongan (pelat) kayu tersebut, di mana terdapat beberapa ukiran dari huruf kuno, merupakan bagian dari bahtera tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah terbukti bahwa potongan kayu tersebut merupakan potongan kayu dari bahtera Nabi Nuh a.s., timbullah pertanyaan tentang kalimat apakah yang tertera di potongan kayu tersebut. Sebuah dewan yang terdiri dari kalangan pakar dibentuk oleh Pemerintah Rusia di bawah Departemen Riset mereka untuk mencaritahu makna dari tulisan tersebut. Dewan tersebut memulai kerjanya pada tanggal 27 Februari 1953.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berikut adalah nama-nama dari anggota dewan tersebut :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Prof. Solomon, Universitas Moskow&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Prof. Ifa Han Kheeno, Lu Lu Han College, China&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Mr. Mishaou Lu Farug, Pakar fosil&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Mr. Taumol Goru, Pengajar Cafezud College&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Prof. De Pakan, Institut Lenin&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6. Mr. M. Ahmad Colad, Asosiasi Riset Zitcomen&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;7. Mayor Cottor, Stalin College&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ketujuh orang pakar ini setelah menghabiskan waktu selama delapan bulan akhirnya dapat mengambil kesimpulan bahwa bahan kayu tersebut sama dengan bahan kayu yang digunakan untuk membangun bahtera Nabi Nuh a.s., dan bahwa Nabi Nuh a.s. telah meletakkan pelat kayu tersebut di kapalnya demi keselamatan dari bahtera tersebut dan untuk mendapatkan ridho Illahi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terletak di tengah-tengah dari pelat tersebut adalah sebuah gambar yang berbentuk telapak tangan dimana juga terukir beberapa kata dari bahasa Saamaani.Mr. N.F. Max, Pakar Bahasa Kuno, dari Mancester, Inggris telah menerjemahkan kalimat yang tertera di pelat tersebut menjadi&lt;em&gt;&lt;strong&gt;:"Ya Allah, penolongku! Jagalah tanganku dengan kebaikan dan bimbingan dari dzatMu Yang Suci, yaitu Muhammad, Ali, Fatima, Shabbar dan Shabbir. Karena mereka adalah yang teragung dan termulia. Dunia ini diciptakan untuk mereka maka tolonglah aku demi nama mereka."&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semuanya sangatlah terkejut setelah mengetahui arti tulisan tersebut. Terutama yang membikin mereka sangatlah bingung adalah kenapa pelat kayu tersebut setelah lewat beberapa abad tetap dalam keadaan utuh dan tidak rusak sedikitpun.Pelat kayu tersebut saat ini masih disimpan dengan rapih di Pusat Penelitian Fosil Moskow di Rusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika anda sekalian mempunyai waktu untuk mengunjungi Moskow, maka mampirlah di tempat tersebut, karena pelat kayu tersebut akan menguatkan keyakinan anda terhadap kedudukan Ahlul Bayt a.s.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan kalimat tersebut telah dipublikasikan antara lain di :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Weekly - Mirror, Inggris 28Desember 1953&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Star of Britain, London, Manchester 23 Januari 1954&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Manchester Sunlight, 23Januari 1954&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. London Weekly Mirror, 1Februari 1954&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Bathraf Najaf, Iraq 2 Februari 1954&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6. Al-Huda, Kairo 31 Maret 1954&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;7. Ellia - Light, Knowledge &amp;amp; Truth, Lahore 10 Juli 1969&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-291407661311064165?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/291407661311064165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/10/bukti-tawasul-nabi-nuh-kepada.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/291407661311064165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/291407661311064165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/10/bukti-tawasul-nabi-nuh-kepada.html' title='BUKTI TAWASUL NABI NUH KEPADA RASULULLAH'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-5952238833255068276</id><published>2009-10-07T21:16:00.001-07:00</published><updated>2009-10-07T21:19:08.169-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Persatuan Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>Habib Umar bin Hafidz Bicara tentang Syiah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/Ss1nx8qmtYI/AAAAAAAAAN8/y8UUQM6DWhg/s1600-h/editsmall.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390078436828427650" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/Ss1nx8qmtYI/AAAAAAAAAN8/y8UUQM6DWhg/s320/editsmall.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berbeda dengan apa yang disebutkan oleh albayyinat.net yang menyatakan bahwa Habib Umar bin Hafidz menyebut Syiah sebagai “sesat dan menyesatkan”, dalam pertemuan dengan habaib dan ustadz Syiah di Jakarta, Habib Umar mempunyai jawaban yang berbeda. Berikut transkrip pertemuan tersebut pada Februari 2008.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Habib Zen Umar bin Smith (Ketua Umum Rabithah Alawiyah Indonesia):&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas kedatangan saudara-saudara ikhwan semua. Maksud pertemuan kita ini, saya sengaja atas nama Rabithah dan atas nama saya secara pribadi menginginkan pertemuan ini dan sengaja meminta Habib Umar berada pada lingkungan kita untuk jalsah bersama-sama dan bisa sedikit banyak menyarankan segala sesuatu permasalahan yang sekarang menyelimuti kita saat ini. Di mana saat ini kita berada pada posisi yang, terutama Rabithah, menghadapi berbagai masalah yang ada di kalangan Bani Alawi atau Alawiyyin dan masing-masing mempunyai pendapat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagi kami sebenarnya perbedaan itu pasti akan ada di mana-mana karena biar bagaimana saudara sekandung pun bisa berbeda tetapi mudah-mudahan tidak menyebutkan perpecahan karena ini yang kita inginkan bahwa semua kita ini satu. Kita harus menghormati. Kita beda baik beda tetapi saling menghormati perbedaan masing-masing. Ini yang kita inginkan. Dalam kaitan ini sengaja saya harapkan kepada ikhwan yang ada di sini tafadhal karena ada Habib Umar, ada habaib yang lain kita bisa berdiskusi secara bebas, rileks.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fadhal kalau ada pertanyaan yang kami mintakan bahwa segala sesuatunya harus didasari dengan husnuzhan, ikhlas, dan tentunya dengan akhlak ini yang menjadi persyaratan bagi kita karena kalau kita bertanya, kita mengajukan suatu pendapat ada permasalahan di mana kita tidak bisa menghormati perbedaan akan sulit kita kembali kepada Tariqah Bani Alawi, Tariqah Alawiyah yang didasari dengan tentunya ‘ilm, amal, ikhlas, lalu wara’, lalu khauf. Hal ini menjadi dasar bagi kita semua.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah untuk itu saya persilahkan bagi saudara-saudara kita yang ada di sini tanpa canggung bertanya. Apabila kita sependapat, Alhamdulillah. Apabila kita tidak sependapat mari kita hormati perbedaan masing-masing. Ini yang kita harapkan jangan sekali-kali kita merasa yang paling benar sendiri karena kalau itu sudah menjadi permasalahan akan timbul permasalahan yang baru lagi. Kadang-kadang kita lupa bahwa kita menyelesaikan masalah tapi menimbulkan masalah baru. Nah ini yang terjadi. Tafadhal dan saya yakin karena kita semua berada pada dzuriyah Rasulullah saw, kita menjadi cucu Fatimah Az-Zahra pasti kita akan menonjolkan pada akhlak yang mulia dan saya tidak yakin di antara kita itu ada yang didasari dengan kedengkian, Insya Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di sini kita mulai tafadhal kalau ada pertanyaan. Di sini ada sudah beberapa yang apa namanya pertanyaan masuk tapi saya harapkan nanti ada pertanyaan yang akan diajukan dan kita minta bahwa permasalahan keluar dari tempat kita ini, Insya Allah. Kita tidak ada lagi ganjelan-ganjelan yang ada di hati, Insya Allah dan saya harapkan bahwa ini permintaaan saya sebagai ketua Rabithah Alawiyah dan juga sebagai shâhibul bait… Fadhal…&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ustadz Hasan Daliel Alaydrus:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bismillâhirrahmânirrahîm. Pecintamu Hasan bin Ahmad bin Husain Alaydrus. Hari ini kami sangat bergembira sekali, ceramahan antum (Habib Umar bin Hafidz), arahan-arahan antum, membuat gembira dan sejuk kami. Sayyidah Nisa’il Alamin, Fatimah binti Rasulillah ‘alaihâ salâmullâh dan keturunan Sayyidah Fatimah di Indonesia banyak sekali sebagaimana antum ketahui. Adalah sebuah realitas wahai Habib, bahwa keturunan Sayyidah Fatimah saat ini… dan mereka adalah saudara-saudara antum kami ingin tentu perkataan antum di dengar karena itu kami bertanya di depan saudara-saudara kita, agar apa? Agar tidak ada lagi sesuatu yang samar atau tidak jelas. Agar jelas, hari ini, sebelum kita keluar dari rumah kediaman Sayyid Zen bin Smith, sebelum kita berpisah dan kembali ke rumah kita masing-masing, masalah ini harus jelas terlebih dahulu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tentu kami mengharapkan dari antum bimbingan-bimbingan antum, perkataan dan fatwa antum, agar menjadi jelas. Kami ingin mencintai karena Allah Swt. Wahai Habib, kami menangisi perpecahan ini, kami sedih, kami malu kepada Allah, kepada Rasul… kami ingin… antum baru saja katakan bahwa ridha Allah, ridha Rasul saw akan turun dengan adanya jalinan hubungan antarsesama dan kami menginginkan hal itu. Akan tetapi ada suatu hal penting, di setiap majelis, di atas mimbar-mimbar yang diberkati, antum perlu selalu menyerukan persatuan ya Habib. Menyerukan persatuan barisan, khususnya diantara kita sesama Alawiyin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu ya Habib, berilah kami pengetahuan, semoga Allah menganugrahi Antum pengetahuan, kita menemukan sebuah realitas di masyarakat Alawiyyin saat ini, bahwa sebagian dari mereka bermazhab Syiah ya Habib. Saya adalah seorang bermazhab Syiah. Saya adalah salah seorang murid Almarhum Al-Habib Abdullah Syami’, khususnya saya berguru kepada Habib Hadi bin Ahmad Assegaf dan Syaikh Hadi bin Sa’id Jawwas. Mereka semua tahu bahwa saya seorang Syiah. Saya duduk bersama mereka. Mereka mencintai saya. Banyak dari saudara-saudara kita menyaksikan. Saya, Ustadz Othman Shihab, Ustadz Muhammad bin Alwi Bin Syaikh Abu Bakar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kami bermazhab Syiah, namun sangat disayangkan, kadang-kadang sebagian orang berkata: “Mereka orang Syiah meninggalkan turats datuk-datuk mereka dari kalangan habaib dan para wali di Hadramaut.” Tidak! Kami membaca ratib, doa-doa, munajat-munajat. Bahkan terkadang kami mengutip ucapan antum dalam Adh-Dhiya’al Lami’. Kami ingin membangkitkan semangat para Alawiyyin, maka kami mengutip ucapan Antum dalam Adh-Dhiya’al Lami’: “Demi Allah, tidak disebut sang kekasih oleh pecinta, melainkan ia dibuatnya mabuk kepayang. Manakah gerangan para pecinta yang bagi mereka mengerahkan segenap jiwa dan hal-hal berharga adalah sesuatu yang tidak berarti.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak meninggalkan Hadramaut. Akan tetapi, terus terang, pada kenyataannya kami katakan bahwa kami bermazhab Syiah. Kami menganut mazhab Imam Ja’far Ash-Shadiq ‘alaihissalâm. Kami menukil ilmu fikih, ushûluddîn, dan lain-lain, sebagaimana Antum singgung tadi. Karena itu, saya ingin bertanya kepada Antum, dengan segala takzim dan hormat saya: Apakah Syiah kafir atau tidak? Inilah pertanyaan saya ya Habib, agar apabila jawabannya keluar dari lisan Antum yang diberkahi, Insya Allah saudara-saudara akan mendengar, dan tidak akan lagi ada ketidakjelasan, dan InsyaAllah, besok saya akan mengunjungi Habib Naqib bin Syaikh Abu Bakar, dan besok saya… ringan bagi saya Insya Allah. Saya pergi mengucapkan salam dan duduk bersama Habib siapa saja… seluruhnya. Maka, karena itu, ya Habib, berilah kami pengetahuan, semoga Allah menganugrahi Antum pengetahuan, terima kasih untuk Antum.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Al-Habib Umar bin Hafidz:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberkati dan memberi taufikNya kepada anda dan kita semua. Apa yang anda sebutkan, pada ucapan anda, mengenai adanya tali hubungan (ittishal) dengan dengan Sayyid Abdullah Syami’ atau yang lainnya, semua itu insya Allah akan tetap berlangsung. Seperti Anda ketahui, bahwa di antara kewajiban seorang yang muttashil (menyambungkan diri) dengan seorang guru, atau siapa pun, begitu pula berkaitan dengan mazhab Imam Ja’far Ash-Shadiq, perlu anda ketahui bahwa tidak ada seorang pun dari syaikh-syaikh Anda, syaikh-syaikh dan datuk-datuk kita semua, yang keluar dari manhaj Sayyidina Ja’far Ash-Shadiq atau bertentangan dengannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan penukilan masalah-masalah yang bersifat fiqhiyyah, maka dalam hal ini terdapat banyak jalur (periwayatan) dan menjadi bahan diskusi di antara apara ulama. Terdapat banyak jalur dalam hal metode penukilannya. Maka jika kita telah mengetahui demikian , kita katakan bahwa Sayyidina Ali Al-Uraidhi ra adalah penggalan jiwa ayahandanya, seperti saudara (Imam) Musa Al-Khazim ra apa yang berada pada keduanya tidak ada yang keluar dari manhaj ayah mereka, Sayyidina Ash-Shadiq ra.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seperti Anda singgung dalam pembicaraan Anda, bahwa Anda berpegangan pada mazhab yang di pegang oleh mereka, kemudian, cabang-cabang ilmu fikih dalam syariat Islam sangat luas sekali, dan bukan masalah dalam mengambil satu dari sekian banyak cabang ilmu fikih, bahkan tak jarang ditemukan sebuah pendapat yang menjadi pegangan mazhab tertentu dan terdapat padanannya pada mazhab-mazhab lain yang populer di kalangan Ahlus Sunnah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu di tempat kami terdapat kelompok Zaidiah di Yaman. Zaidiah adalah salah sebuah firqah Syiah, mereka adalah firqah Syiah yang paling dekat dengan Ahlus Sunnah. Kelompok ini hidup selama ratusan tahun, di antara mereka dengan kalangan ulama dan masyarakat kita terjalin hubungan baik, kehidupan bertetangga yang baik, dan akhlak yang baik, diantara mereka juga terjalin hubungan surat-menyurat dan saling kunjung mengunjungi, dan lain sebagainya. Mereka hidup berdampingan, di masjid-masjid mereka, mereka shalat dengan selain mereka tanpa ada perselisihan, masalah atau pertentangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mereka memiliki banyak cabang dalam masalah fikih, bahkan sebagian mereka dinilai sebagai para penganut mazhab Hanafi karena banyaknya kesamaan dalam masalah-masalah fikih mereka dengan mazhab Imam Abu Hanifah. Padahal mereka bukan para penganut mazhab Hanafi. Terdapat banyak kesamaan pendapat di antara dua mazhab tersebut dan hal ini tidak masalah. Kalau hal ini Anda ketahui, maka jawaban atas pertanyaan Anda adalah bahwa kami tidak mengkafirkan suatu kelompok pun dari sekian banyak kelompok Islam kecuali yang secara terang-terangan menunjukkan pertentangan terhadap sebuah persoalan agama yang diketahui secara pasti, lalu mereka mengingkarinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kita tidak bisa menghukumi secara umum. Banyak dari pengikut Ahlus Sunnah yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang menyebabkan kekufuran, apabila salah seorang dari mereka mengerjakan sesuatu yang dapat menyebabkan kekufuran yang disepakati secara ijma’, disepakati dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam maka status “pengkafiran” ini untuk pelaku perbuatan penyebab kekufuran tersebut, bersifat umum. Adapun dalam menindak si pelaku secara khusus, itu adalah tugas walî amr. Sedangkan penyebutan status “kafir” tidak dilakukan dengan menyebutkan nama individu terkait. Namun dengan cara menyebutkan perbuatan penyebab kekufuran, dan keyakinan penyebab kekufuran, karena itu orang-orang seperti Anda yang berpendapat apa pun, misalnya Anda berkata, “Saya Syiah, saya pengikut Imam Ja’far Ash-Shadiq,” tidak boleh dikafirkan, dengan ucapan ini, pandangan ini, tidak bisa dikafirkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak yang diyakini orang-orang seperti Anda kecuali bahwa Anda mengagungkan Allah swt, mengagungkan rasulNya, mengagungkan Al-Quran, mengagungkan umumnya kaum mukminin dan kalangan khusus dari mereka, serta keinginan untuk mensucikan diri Anda dari berbagai bentuk cacian, laknat dan makian kepada yang kecil dan besar. Inilah yang diyakini dan diduga berada pada orang seperti Anda, dan dikenal pada Anda. Ini tentu tidak membuat Anda keluar dari maslak keislaman. Yakni seperti ucapan Anda, “Saya adalah seorang Syiah,” dari sini Anda tahu, bahwa kami, serta para ulama dan manusia-manusia terbaik umat ini, khususnya salaf shaleh kita dari Âl Abi Alawi, mereka adalah orang-orang yang paling jauh dari kebiasaan mengkafirkan, khususnya terhadap umat Islam, sampai seperti bunyi redaksi hadis Nabi saw, “Sampai kalian lihat mereka menunjukkan kekufuran secara benar-benar jelas.” Yakni tidak lagi perlu di takwil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, mereka mengatasi perkara ini (kekufuran seseorang yang benar-benar jelas) tidak dengan atau dengan mencaci dan memaki, tetapi dengan memintanya bertaubat, dan menjelaskan masalah kepadanya, jika ia tidak juga bertaubat maka di serahkan kepada walî amr. Penyelesaian masalah oleh mereka hanya sampai di sini saja. Inilah cara yang di tempuh oleh para salaf shaleh kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka, kami sedikit pun tidak membenarkan takfir (pengkafiran) yang merupakan budaya kaum Khawarij yang telah mengkafirkan para sahabat, mengkafirkan Sayyidina Ali dan para pengikutnya dan siapa saja yang bersamanya, meski demikian, Imam Ali tak mau mengkafirkan mereka. Maka kami bersama mazhab Imam Ali tersebut. Para sahabat bertanya, “Apakah mereka (kaum Khawarij) adalah orang-orang kafir?” Imam Ali menjawab, “Tidak , mereka lari dari kekufuran.” “Apakah mereka orang munafik?” tanya mereka lagi. “Tidak, orang-orang munafik tidak berzikir menyebut nama Allah, sedangkan mereka banyak berzikir menyebutNya.” “Lalu kami namakan apakah mereka?” tanya mereka. ”Mereka adalah saudara-saudara kita yang telah memerangi kita.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain Sayyidina Ali berkata, “Mereka telah ditimpa fitnah, maka mereka buta dan tuli…” Beliau tidak mau menyebut mereka kafir atau munafik. Maka manhaj Sayyidina Ali inilah yang juga merupakan manhaj Al-Faqih Al-Muqaddam, Sayyidina Assegaf, Sayyidina Al-Muhdhar, dan juga berarti manhaj kita semua. Inilah yang kita anut dan pegang teguh. Padahal, orang-orang Khawarij membawa pedang dan memerangi Imam Ali. Mereka telah memerangi manusia-manusia terbaik dari umat ini yang begitu jelas disaksikan keutamaan mereka oleh Al-Quran dengan sebutan as-sâbiqûn al-awwalûn; as-sâbiqûn al-awwalûn berada pada barisan pasuka Imam Ali. Kaum khawarij memerangi mereka, mereka mengangkat senjata mereka memerangi manusia-manusia terbaik umat ini. Namun Imam Ali tak mau mengkafirkan mereka, karena sifat wara’ dan ketakwaannya, serta karena keluasan ilmunya, dan beliaulah pintu masuk kota ilmu. Maka manhaj inilah yang kita gunakan, dan inilah manhaj para salaf kita, semoga Allah swt meridhai mereka semua.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang paling penting yang harus kita perhatikan banyak sekali dari kalangan putra-putri kita yang menjadi sasaran Kristenisasi dan target incaran orang-orang Nasrani. Seperti apa upaya Anda dalam menghadang gerakan ini? Wajib bagi Anda sekalian untuk memikirkan secara serius dalam menghadapi fitnah dan bencana besar ini, dimana putra-putri kita menjadi target Kristenisasi, di kepulauan manapun di kawasan Indonesia secara khusus. Kedua, sejumlah putra-putri kita biasa meninggalkan shalat-shalat fardhu, tidak mengerjakannya, ada juga yang menunda-nunda pelaksanaannya, tiga waktu, empat waktu, dan tidak mempedulikannya. Mereka shalat setelah lewat waktu-waktu shalat fardhu yang ditetapkan, di antara mereka ada juga yang tidak mengetahui kewajiban-kewajiban yang bersifat fardhu ‘ain, dan ada juga dari mereka yang saling memutuskan silaturahmi, pelanggaran-pelanggaran mereka itu berdampak pada siapa?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangkali, beberapa bencana yang turun di tengah-tengah kita, yang dialami beberapa saudara kita adalah peringatan dan sanksi atas kelalaian Anda sekalian terhadap kewajiban yang seharusnya Anda tunaikan. Karena Anda lalai, maka dampaknya kembali kepada Anda sekalian dengan lebih dahsyat. Maka, persoalan ini adalah di antara sekian banyak persoalan yang menuntut kerja sama dan kekompakan kita semua, demi melindungi putra-putri kita dari bahaya kekufuran dan melindungi mereka dari berbagai bentuk kemungkaran yang disepakati khususnya dalam lingkup kalangan dzurriyyah suci, kemudian untuk saudara-saudara kita yang lain. Ini adalah satu di antara sejumlah kewajiban utama yang patut menjadi bahan perhatian sejauh kemampuan kita sejauh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam menyikapi apa yang terjadi berupa munculnya sejumlah perbedaan pendapat, adalah menyikapi dengan bijaksana, dan memberikan bimbingan dengan rahmat dan kasih sayang, serta dengan berusaha untuk menjelaskan hakikat permasalahan semaksimal mungkin, merekatkan kembali perpecahan, dan meredam fitnah semampu kita. Inilah seharusnya sikap yang harus kita miliki. Marilah semaksimal mungkin kita berusaha agar jangan ada di antara kita pencaci, pemaki, pelaknat, dan yang sering mengkafir-kafirkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mengenai kapan hasilnya dapat kita wujudkan, apakah dalam satu-dua hari, satu bulan, atau satu tahun, hal itu sesuai kadar ketulusan kerja keras kita, Insya Allah hasilnya dapat kita wujudkan. Alhamdulillah, setiap individu dari kita sungguh jauh sekali dari keraguan Kitabullah atau Sunnah Rasul saw atau petunjuk para salaf saleh masing-masing dari Anda sekalian jauh sekali dari keraguan akan Kitab Tuhannya dan Sunnah Nabinya, serta ajaran salaf salehnya. Lalu bagaimana mungkin (salah seorang dari Anda) dapat diberi cap kafir, yang berarti keluarnya seseorang dari Islam, seperti ketika saya jawab pertanyaan Anda, karena takfir (pengkafiran) adalah sesuatu adalah sesuatu yang paling keji di alam wujud ini. Tidak ada yang paling keji melebihi takfir dan lebih buruk lagi adalah kemusyrikan, yakni mempersekutukan sesuatu bersama Allah. Inilah hal terburuk.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Transkrip © 2009 ejajufri&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-5952238833255068276?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/5952238833255068276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/10/habib-umar-bin-hafidz-bicara-tentang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/5952238833255068276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/5952238833255068276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/10/habib-umar-bin-hafidz-bicara-tentang.html' title='Habib Umar bin Hafidz Bicara tentang Syiah'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/Ss1nx8qmtYI/AAAAAAAAAN8/y8UUQM6DWhg/s72-c/editsmall.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-6539888568112515795</id><published>2009-10-07T21:10:00.000-07:00</published><updated>2009-10-07T21:15:27.198-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Persatuan Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>Nasihat Ahmad Deedat tentang Persatuan Islam</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/Ss1m37UoI9I/AAAAAAAAAN0/usvpnc80qYk/s1600-h/deedat_3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390077440035398610" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/Ss1m37UoI9I/AAAAAAAAAN0/usvpnc80qYk/s200/deedat_3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pidato ini disampaikan oleh Almarhum Syaikh Ahmad Deedat, dikenal sebagai ulama Ahlus Sunnah dari Afrika Selatan yang telah melakukan perjalanannya ke Republik Islam Iran pada tanggal 3 Maret 1982 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam Al-Quran Suci, Allah SWT berfirman: Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai (QS. At-Taubah : 33), walaupun Amerika Serikat, Russia dan seluruh adi daya tidak menyukainya. Janji Allah tidak bergantung oleh kekuatan para adi daya. Dalam pengertian luas, pergerakan Islam menjangkau seluruh umat. Dalam pengertian sempit, pergerakan Islam merepresentasikan bagian dari umat yang paling cepat dalam perjuangannya dalam menjadikan Islam sebagai jalan hidup. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun yang lalu tidak ada yang menyadari seorang pemimpin tunggal dalam pergerakan Islam. Hal itu menjadi pemandangan negatif yang menutupi wajah umat sebagai pergerakan sejarah menuju dekade akhir abad ke-14 Hijriah. Namun dunia tidak menyadari pergerakan Islam di Iran. Iran di bawah eks-Shah telah mencederai Islam. Iran berada dalam posisi lemah. Kita adalah Sunni dan ketidaksadaran kita pada masa itu sangat jelas, dan seketika revolusi Islam di Iran menjadi headline pada awal tahun 1978. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagian terbesar umat Islam yang menyebut diri mereka Sunni juga terlihat tidak menyadarinya. Propaganda Shah adalah dengan menyalahkan ulama Islam. Media Barat dan media Islam yang dimanipulasi Barat, serta rezim di negara-negara Islam menganggap kejadian di Iran sebagai hal kecil. Kita semua terlambat dalam menyadari realita yang baru di Iran. Di sana telah ada usaha yang sistematis untuk menodai Islam Iran. Media Barat dengan sengaja memberitakan kabar palsu tentang kejadian Revolusi Islam yang dipimpin Ayatullah Khomeini, pendiri dan pemimpin Republik Islam Iran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kampanye dalam menyerang Iran bukanlah hal baru. Dari awal, kepentingan pribadi telah membawa kepada kampanye tiada akhir dalam melawan Revolusi Islam Iran. Tamu pembicara kita malam ini, Syaikh Ahmad Deedat yang merupakan ulama terkemuka Islam, yang tidak perlu diperkenalkan lagi, baru saja kembali dari perjalanannya ke Iran, akan menceritakan kepada kita perjalanan pertamanya ke Iran. Saya panggilkan Syaikh Ahmad Deedat untuk berbicara kepada kalian. (Tepuk tangan). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Ahmad Deedat :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Aku berlindung dari godaan setan yang terkutuk. Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. Al-Quran yang suci menyebutkan: Dan jika kamu berpaling (dari Islam dan ketaatan kepada Allah), Dia akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (QS. Muhammad : 38). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bapak Pemimpin dan saudara-saudara,Ketika kita melihat dengan ragu keajaiban dari sebuah negara yang terlahir kembali. Keputusan Allah yang tidak dapat ditawar telah menemukan buktinya dalam kebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa yang disebutkan dalam ayat yang saya baca kepada Anda dari surah Muhammad. Bagian akhir dari ayat tersebut mengingatkan kita dan memperingatkan kita bahwa jika kalian berbalik dari kewajiban dan tanggung jawab, maka Dia akan menggantikan kalian dengan kaum/bangsa yang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pribahasa Urdu menggunakan kalimat indah ini ketika menggambarkan beberapa musibah yang terjadi di sebuah komunitas ketika berbicara tentang sebuah negara yang dapat menggantikan mereka. Sebenarnya ini adalah bahasa Quran. Dan ini benar-benar terjadi melalui sejarah yang berulang. Pertama Allah SWT memilih Yahudi Bani Israil sebagaimana yang Ia katakan dalam Quran Suci: Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini (QS. Al-Baqarah : 47). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemuliaan itu seharusnya mereka menjadi pembawa obor pengetahuan Tuhan untuk dunia. Ini merupakan kehormatan, ini merupakan hak istimewa dan ini merupakan yang pertama bagi kaum Yahudi. Tapi karena mereka tidak mematuhi kewajiban, seorang Yahudi di antara Yahudi pengikut Nabi Isa AS sebagaimana direkam di kitab Kristiani mengatakan kepada mereka: “Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.” (Bibel, Mattius 21: 43). Dan bangsa itu, yang akan bangkit adalah umat Islam. Hal itu diambil dari bangsa Yahudi dan diberikan kepada umat Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam kemudian, di antara mereka yang pertamanya adalah bangsa Arab, yang diberikan oleh Allah hak istimewa sebagai pembawa obor cahaya dan pengetahuan untuk dunia, namun karena mereka bersantai dan gagal membawa hasil, Allah mengganti mereka dengan bangsa lain. Dalam sejarah, kita mengingat orang Turki dan Mongol menghancurkan kerajaan Islam dan ketika mereka menerima Islam, mereka menjadi pembawa obor cahaya dan pengetahuan bagi dunia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Iqbal menggambarkan situasi ini dengan indah, “Wahai kalian orang Muslim, kalian tidak akan binasa jika Iran atau Arab binasa, bahwa kekuatan anggur tidak bergantung kemurnian botolnya. Botolnya adalah bangsa kita. Batasan kita dan kekuatan Islam tidak bergantung pada batasan geografi atau bangsa.” Inilah yang Allah kehendaki lagi, Dia memilih Yahudi lalu memilih Arab dan ketika mereka menjadi lemah, Dia memilih Turki dan ketika mereka menjadi lemah bangsa lain… dan seterusnya merupakan proses berlanjut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika kalian tidak mengerjakan kewajiban, Allah SWT akan memilih bangsa lain yang ingin. Di dunia saat ini ada ratusan juta lebih umat Muslim. Miliaran kalau kita ingin bangga! 90 persen dari satu miliar merupakan Sunni. Kita telah berhenti memberikan kebaikan maka Allah memilih sebuah bangsa yang kita anggap remeh. Bangsa Iran! Orang Syiah! Sejarah buruk menimpa saudara seiman kita di Iran di mana Shah menjadi raja… dan nama dia kebetulan saja Muhammad. Bayangkan, orang ini kebetulan bernama Muhammad dan dia bukan orang beriman. Sulit bagi kita untuk membayangkannya saat ini, tapi sekali saja pergi ke negara itu, mencari hingga detail dan lihat apa yang sedang terjadi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang Iran ini yang terlihat seperti shah (raja) sebenarnya hanyalah orang asing. Jika Hitler menaklukan bangsa ini dan menyerang mereka, kita dapat memahami. Jika Russia menaklukan rakyat itu, kita dapat mengerti. Tapi di sana ada orang Iran, berbahasa Persia, yang namanya adalah Muhammad. Tapi, lihatlah ke arah mana ia membungkuk. 16 tahun dia melarang shalat Jumat. 16 tahun! Kita telah menyamakan Iran dengan Shah dan Shah dengan Iran. Bagi kita mereka adalah istilah yang sama. Tapi jika Anda melihat lebih jauh, kita tahu bahwa Shah dan rakyat Iran terpisah. Mereka dalam realitasnya bagaikan orang asing satu sama lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tentang kunjungan dan kesan saya terhadap Iran. Saya mulai dengan tempat di mana saya merasakan keharuman persaudaraan rakyat Iran pertama kali terhadap kami. Kebetulan ini terjadi di Roma. Pertama saya yang merasakan dan kemudian beberapa teman saya merasakannya pula di bandara udara Roma. Kami sedang menunggu pesawat, dan kami mendapat sejumlah masalah dengan visa dan salah seorang dari kami bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini. Kemudian dia menuju kantor Iran Air dan mengatakan masalahnya kepada wanita muda yang mengenakan pakaian Islam lengkap dan tertutup. Sangat indah dengan melihatnya… yang saya maksud adalah ketika Anda melihat orang-orang dengan pakaian seperti itu mereka adalah orang-orang yang cantik. Jadi di sana ada seorang wanita dan kalian harus melihat bagaimana dia menangani masalah tersebut. Seseorang datang kepada kami dan mengatakan, “Tuan, jika Anda ingin melihat muslimah Iran yang sesungguhnya maka datanglah (ke Iran).” Saya dan beberapa orang pun pergi dan kami melihatnya. Itu adalah aroma pertama yang kami rasakan dari masyarakat Iran di Roma. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami mendarat di Iran, kami memilih hotel bintang lima yang dahulu sebelum Revolusi di kenal sebagai Hotel Hilton tapi sekarang bernama Hotel Istiqlal. Kemudian kami berkeliling tempat-tempat menarik dan saya akan menceritakan kepada Anda beberapa hal yang kami lihat dan saya akan menggambarkan perasaan kami. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika saya mengingat dengan benar, tempat pertama yang kami datangi adalah pemakaman Behesht Zahra. Behesht berarti “surga” dalam bahasa Persia dan Zahra adalah gelar dari Fathimah Az-Zahra (AS) yang merupakan puteri Nabi Muhammad (SAW). Zahra berarti cahaya. Jadi tempat ini disebut Surga yang Bercahaya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tiba di Iran, saya pernah membaca tentang pemakaman Behesht Zahra. Saya ingat ketika Imam Khomeini tiba di Teheran beliau berkunjung ke pemakaman. Saya berpikir, kenapa dia pergi ke pemakaman? Untuk berdoa? Ya! Untuk orang yang meninggal? Ya! Ketika Anda memikirkan pemakaman di sini, Afrika Selatan, Anda berpikir tentang jalan Brook dan Riverside. Anda tidak bisa membayangkan bahwa pemakaman ini luasnya berkilo-kilo. Anda tidak bisa membayangkannya. Ini adalah tanah terbuka di mana satu atau dua juta orang bisa ditampung. Orang berkumpul di sini karena ini adalah tempat termudah untuk meluapkan emosi dan beban spiritual karena di sana Anda memiliki syuhada. Ada 70.000 lebih syuhada dalam peristiwa Revolusi dan 100.000 luka-luka. Masyarakat tidak bersenjata dengan slogan “Allahu Akbar” sebagai senjata mereka telah menghancurkan kekuatan militer terbesar di Timur Tengah. Jadi kami pergi ke pemakaman ini dan terdapat lebih dari satu juta orang di sana. Laki-laki, perempuan dan anak-anak termasuk kami benar-benar terinspirasi oleh antusiasme dan perasaan saudara-saudari kami di sana. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat itu pertengahan musim dingin, dan lelaki perempuan dan anak-anak duduk di tanah yang dingin selama berjam-jam. Pertengahan musim dingin di bawah tanpa karpet atau kursi! Sebuah bangsa yang dapat menahan disiplin itu berjam-jam, dan Anda hanya dapat membayangkan takdir Allah (SWT) apa yang direncakan bagi mereka. Satu atau dua hari kemudian dalam program (kunjungan) saya, saya membaca pemakaman Behesht Zahra, lagi. Pertama kali kami pergi untuk ceramah, kami melihat kuburan orang-orang membaca puisi kesedihan dan doa dan saya pikir kunjungan kedua ini akan berlebihan. Tapi kenapa harus pergi dua kali? Saya telah melihat pemakaman ini. Tapi seluruh teman saya pergi dan saya pikir kalau semua orang pergi, ini tidak akan baik bagi saya untuk tetap di hotel bersantai ketika seluruh teman saya pergi dengan bus menuju pemakaman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya pergi dan saya menjadi bahagia. Kedua kalinya saya pergi itu ketika Kamis sore dan Kamis di Iran seperti Sabtu bagi kami. Puluhan ribu orang berada di pemakaman. Ini hal biasa. Seperti hari raya Ied. Puluhan ribu orang di sana, tidak lain kecuali untuk mengisi baterai spiritual mereka. Ini merupakan hal yang tidak akan terlupakan. (Kata-kata) “Putraku memberikan hidupnya bagi Islam” atau “Ayahku memberikan hidupnya untuk Islam” menunjukkan bahwa mereka memberikan hidup mereka untuk Islam. Dengan cara seperti ini, setiap Kamis merupakan suntikan spiritual dan pengingat bahwa mereka akan memberikan hidup mereka untuk Islam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terdapat semua balai kota yang dapat menampung 16.000 orang, dibandingkan dengan balai kota di Afrika Selatan, yaitu Good Hope Center di Capetown yang hanya 8.000 orang. Bangunan itu didirkan oleh Shah untuk menyombongkan “Mitos Aria”-nya. Dia membanggakan tidak hanya bahwa dia Shahanshah atau raja seluruh raja, tapi juga bahwa dia sebagai Aryamehr, cahaya orang-orang Aria. Inikah penyakit orang-orang Aria? Ingat bualan Hitler tentang menjadi Aria karena orang Jerman adalah orang Aria. Kemudian orang Hindu membual bahwa mereka orang Aria. Jika masyarakat saya, orang Gujarat, bukan muslim maka akan membual juga untuk menjadi Aria seperti mereka. Eks-Shah menyatakan diri sebagai cahaya orang-orang Aria dan membangun monumen ini sebagai penghormatan. Dia membangun monumen lainnya dengan menghabiskan jutaan untuk memperingati leluhurnya Cyrus Agung, seorang penyembah berhala, musyrik dan memboroskan kekayaan negara untuk kepentingannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1984 dia berencana mengadakan Olimpiade di Teheren untuk lebih menyombongkan egonya. Di balai kota ini kami melihat atletik, gimnastik, dan akrobatik. Sayangnya kami, muslim Afrika Selatan seperti orang yang berwatak lemah dan membuat kami seperti itu lebih jauh lagi. Pemuda kita tidak melakukan aktivitas seperti itu. Di sana dilakukan atletik, gimnastik, akrobatik yang kita tidak lakukan. Hal seperti itu bukan untuk kami. Yang melakukan jogging, Anda tahu, anak-anak muda yang ketika saya bertemu mereka saya berjabat tangan dengan mereka dan mereka seperti orang lemah. Hampir setiap pemuda yang Anda temui di Iran terlihat seperti atlet. Mereka melakukan olah raga yang biasa dan hal itu membuat kami senang karena mereka tidak membicarakan Iran. Mereka tidak bicara tentang Iran “Kami orang Iran, kami orang Aria” justru mereka berbicara tentang Islam, Islam dan Islam. Tidak ada satu pun wanita setengah telanjang, tidak ada satu pun. Jika Shah mempunyai caranya, jika dia masih hidup dan menjalankan rencananya, akan ada wanita setengah telanjang di sana yang setiap orang bisa melihat hingga puas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di Iran setiap hal berhubungan dengan Islam untuk memperkuat moral masyarakat, membangkitkan ribuan pria dan wanita. Kami tergetar, kami tergetar melihat anak-anak kami, kami merasa seperti mereka anak-anak kami, saudara saudari kami sendiri, dan kami benar-benar tergetar. Kami melihat hal itu sebagai hal yang anak-anak kami juga bisa lakukan. Kemudian kami pergi melewati parade militer dengan berbagai kelompok lelaki Iran dan tidak ada kekurangan kekuatan di sana. Anda tahu, beberapa orang ingin pergi dan menolong saudara seiman kita di Iran. Alhamdulillah di sana tidak ada kekurangan kekuatan; yang mereka inginkan hanya alat dan senjata. Jika bangsa Iran memiliki senjata militer seperti yang Israel miliki, seluruh Timur Tengah akan bebas dari intervensi asing dalam sekejap. Inilah bangsa yang bisa melakukannya. Semangat ada di sana, semangat jihad ada di sana pada setiap dan seluruh pria dan wanita di negara itu. Terlihat bahwa seluruh masyarakat terlibat dalam mempromosikan Islam. Kita berbicara tentang 20 juta orang yang mampu mewujudkannya. Jika mereka memiliki senjata dan materi, setiap wanita pria dan anak-anak akan pergi dan berjihad. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kami mengunjungi tawanan perang Irak. Sebagaimana yang Anda tahu perang ini dimulai oleh Irak dengan menyerang Iran. Seluruh negara dalam keadaan kacau. Irak merasa bahwa jika Yahudi dapat melakukannya ke bangsa Arab dalam waktu 6 hari, maka mereka bisa melakukannya kepada Iran dalam waktu 3 hari dan seluruh dunia berpikir dalam waktu satu minggu Iran akan hancur berkeping-keping. Tahukah Anda sudah berapa lama sekarang ini? Ini sudah setengah tahun dan bahkan lebih. Pada awalnya perbandingannya 20 : 1 dalam hal pasukan dan material, namun bangsa Iran membalikan posisi dan menjadikannya 1 : 3 bagi mereka. Dan mereka mampu memukul balik (Irak). Mereka memiliki kembali seluruh wilayah mereka dan sebuah bukit yang dinamai Allahu Akbar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya pergi ke Iran, DR. Kalim Siddiqui dari Inggris mengatakan kepada saya seraya bercanda, “Kalian memiliki separuh peluang untuk menjadi martir (syahid).” Itu hanyalah gurauan tapi hampir menjadi kenyataan. Ketika kami sedang keluar kota saat perang terjadi, terdapat sebuah lapangan penuh dengan tank. Para pemuda kami keluar dari bus dan mulai menaiki tank serta mengambil gambar untuk ditunjukkan orang-orang di rumah. Kemudian sebuah tank keluar dari lapangan untuk latihan uji coba dan tiba-tiba kami mendengar suara tembakan. Dari kejauhan kami melihat asap di beberapa tempat dan beberapa pemuda kami lari ketakutan dan berlindung di belakang bus. Ternyata kami berada dalam serangan dari orang-orang Irak. Di sana ledakan bom berada di sekeliling kami dan Allah (SWT) menyelematkan kami. Ingat bahwa Kalim telah mengatakan bahwa ada separuh peluang kami menjadi syahid, dan itu hampir menjadi peluang penuh. (Tawa dari penonton) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kami mengunjungi mereka yang terluka di perang dan tidak ada satupun yang mengeluh tentang apa yang terjadi pada mereka. Seorang lelaki telah diamputasi kakinya, dan tidak ada air mata. Saya tidak pernah melihat setetes air mata dari siapa pun, dan justru mereka bertanya apakah ada kemungkinan untuk kembali ke pertempuran. Penyesalan mereka bukan karena luka mereka tapi mengapa mereka tidak bisa kembali ke garis depan untuk berjuang dan menjad syahid. Inilah ambisi dari setiap Muslim di sana. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami mengunjungi tawanan perang, Iran telah menangkap 7.000 tawanan perang dan mereka terlihat sehat dengan pakaian dan makanan yang baik. Salah seorang teman saya tertarik untuk mencari tahu apa yang tawanan Irak rasakan tentang kondisi mereka. Setiap orang yang dia tanya menjawab bahwa mereka terjaga dengan baik. Lalu saya punya ide. Beberapa orang ada di sini selama setahun dan yang lainnya berbulan-bulan, saya ingin tahu ada berapa orang yang melakukan bunuh diri. Saya tanyakan ke setiap kelompok tawanan perang berapa orang yang melakukan bunuh diri. Mereka mengatakan tak satu pun. Tidak ada satu pun tawanan yang melakukan bunuh diri di antara 7800 tawanan perang. Dan jika kita melihat kepada apa yang disebut peradaban negara Barat di Afrika Selatan, 46 orang melakukan bunuh diri di tawanan kami hanya tahun ini. Mereka makan, berpakaian dengan baik dan memiliki sel sendiri tapi sejauh ini 46 orang melakukan bunuh diri. Jika orang-orang tidak diperlakukan dengan baik maka beberapa orang akan mencari jalan keluar termudah, tapi tidak ada seorang pun yang melakukan bunuh diri di antara 7800 tawanan perang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kami pergi mengunjungi Imam, Ayatullah Ruhullah Musawi Khomeini. Ada sekitar 40 orang dari kami menunggu Imam dan Imam datang dan berada sekitar sepuluh meter dari tempat saya. Saya melihat Imam. Dia menyampaikan ceramah kepada kami sekitar setengah jam, dan tidak ada apapun kecuali Quran. Orang ini seperti Quran yang terkomputerisasi. Pengaruh luar biasa yang dia miliki di setiap orang; kharismanya sungguh menakjubkan. Anda cukup melihat ke arahnya dan air mata mengalir di pipimu. Anda cukup melihatnya dan Anda akan menangis. Saya tidak pernah melihat orang tua yang lebih tampan darinya dalam hidupku; tidak foto, video atau televisi yang dapat menilai orang ini. Orang tua paling tampan yang pernah saya lihat dalam hidup saya adalah dia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada hal yang juga menarik tentang namanya. Pertama dia disebut Imam Khomeini. Kata “imam” bagi kita merupakan kata yang murah. Ke mana pun kita pergi ke suatu tempat kita bertanya siapa imam masjid di sana. Bagi Syiah hanya ada satu Imam di dunia dan itu adalah Dua Belas Imam. Mereka percaya pada konsep imamah dan imam merupakan pemimpin spiritual umat. Imam pertama menurut pemikiran ini adalah Hadhrat Ali (RA). Kemudian Imam Hasan sebagai imam kedua, Imam Husain ketiga seterusnya hingga imam kedua belas, Imam Muhammad yang hilang pada umur 5 tahun dan mereka menanti kedatangannya. Mereka menggunakan istilah “ghaibah” (occultation), sesuatu seperti tidur-spiritualnya Ashhabul Kahfi. Karena itu beliau dinantikan untuk kembali dan dia satu-satunya orang di dunia yang bisa disebut Imam. Kebanyakan ulama mereka disebut mullah, dan Ayatullah berarti Allamah dan Ayatullah Khomeini disebut Imam tidak mengurangi rasa hormat tapi mereka tetap menanti Imam sesungguhnya untuk muncul. Ruhullah merupakan nama yang diberikan ayahnya dan tahukah Anda artinya? Rûhullâh berarti “kalimat Tuhan” dan ini merupakan gelar Hadhrat Isa (AS) di dalam Al-Quran. Kemudian beliau adalah Ayatullah yang merupakan gelar lain dari Hadhrat Isa (AS) di dalam Al-Quran. Al-Musawi berasal dari keluarga Musa dan dari kota Khomein yang menjadi nama akhirnya yang menunjukkan asalnya… (Kerusakan audio pada menit 41:05) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi mereka masih menanti Mahdi, dan bukan Khomeini. Mereka ingin menciptakan kestabilan dan membuat persiapan untuk kemunculan Mahdi. Di dunia Sunni kita juga menunggu kedatangan Mahdi tapi kita ingin agar dia menciptakan kestabilan bagi kita, menjadikan kita pemilik dunia dan duduk di atas singgasana. Sampai situ kita hanya bisa menangani pertengkaran kecil kita. Apapun yang kita lakukan sekarang, hanya Imam Mahdi yang bisa membersihkan dunia bagi kita. Ini garis pikir Sunni. Khomeini di satu sisi mengatakan kepada pengikutnya bahwa kita harus membantu menyiapkan jalan sehingga ketika beliau (Imam Mahdi) datang segalanya sudah siap baginya untuk bertindak. Sementara kita, dunia Sunni, menunggu Imam Mahdi untuk bersusah payah membantu kita melepaskan diri dari kesulitan, sedang orang Syiah menyiapkan dunia untuk kemunculannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anda tahu terdapat banyak orang yang bersama kita dari seluruh dunia. Saya menemukan bermacam-macam orang sakit, sakit mental lebih tepatnya. Saya bertemu dengan orang alim dari Pakistan dan dia pikir bahwa ada yang salah dengan saudara Syiah kita. Anda melihat di Iran ketika seseorang berceramah dan nama Khomeini disebut, orang-orang berhenti dan mengucapkan shalawat (durood) kepada Nabi (SAW) tiga kali. Tapi ketika nama Muhammad (SAW) disebutkan mereka mengirim shalawat satu kali. Tapi orang alim dari Pakistan ini berkata, “Coba lihat orang-orang ini. Muslim jenis apa mereka itu. Ketika nama Muhammad (SAW) disebutkan mereka mengirim shalawat kepada Nabi (SAW) satu kali tapi ketika nama Khomeini disebutkan mereka mengirim shalawat kepada Khomeini tiga kali.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya berkata, “Apa yang mereka katakan? Apa yang mereka katakan sehingga Anda mengatakan ‘shalawat kepada Khomeini’?” Dia mengatakan, “Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa âli Muhammad (Keselamatan bagi Muhammad dan keluarga Muhammad).” Saya katakan, “Siapa Muhammad? Khomeini? Siapa yang bilang Khomeini sebagai Muhammad? Mereka shalawat kepada Muhammad dan Anda bilang kepada Khomeini?” Anda tahu? Inilah penyakit. Terdapat banyak orang terdidik (alim) tapi pikiran mereka penuh dengan buruk sangka. Mereka hanya mencari-cari kesalahan dan mencela. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Mâidah [5]: 54) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain adalah saudara Syiah ketika mereka shalat, mereka mempunyai sebuah tanah (turbah) sebagai tempat sujud. Dan dia (alim Pakistan) berkata, “Lihatlah apa yang mereka lakukan. Ini adalah syirik. Mereka menyembah lempengan tanah.” Saya berkata mengapa anda tidak bertanya kepada mereka kenapa mereka menaruh kening mereka di lempengan tanah dan pelajari alasan logis dibalik semua ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anda tahu, pengalaman pertama saya tentang hal ini terjadi saat di Washington D.C. Pelajar Iran di sana mengundang saya untuk memberikan ceramah di universitas tempat mereka belajar di Amerika. Pada saat itu, waktu untuk Isya dan kami shalat. Setiap orang diberikan lempengan tanah. Saya saat itu berpikir hal ini lucu, maka saya taruh di samping dan saya shalat dengan pelajar Iran. Setelah shalat saya ingin tahu tentang hal ini dan saya tanya mereka, “Mengapa Anda membawa potongan tanah di kantong ke mana pun Anda pergi?” Mereka berkata, “Kami harus sujud di atas bumi/tanah Allah dengan kening kami menyentuh tanah. Kami mengucapkan subhanna rabial a’la wa bihamdih tiga kali dengan kening kami menyentuh tanah.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi Syiah sesungguhnya ingin menyentuh bumi/tanah dengan kening mereka dan bukan kepada karpet buatan manusia. Mereka benar-benar ingin menunjukkan ekspresi berdoa/shalat dengan kening menyentuh bumi/tanah Allah. Anda lihat mereka tidak menyembah potongan tanah sebagaimana banyak orang berpikir salah. Ini merupakan sesuatu yang sering kita orang Sunni jadikan lelucon dan ejekan terhadap Syiah. Dalam perjalanan pulang saya dari Teheran di seberang gang pesawat, ada dua orang Syiah yang ketika waktu shalat datang salah seorang dari mereka mengambil lempengan tanah dari kantongnya dan Allâhu Akbar, melakukan shalat di tempat duduknya, dan ketika selesai ia memberikan ini (tanah tersebut—pent.) ke sebelahnya dan dia shalat. Hal ini terlihat seperti lelucon bagi kami. Ya kan? Di pesawat itu terdapat banyak kaum Sunni dan di antara mereka itu hanya seorang pemuda yang melakukan shalat, dan saya katakan kepada Anda bahwa pemuda itu bukan saya. Tapi kami menertawakan orang yang lain (Syiah—pent.). Dia duduk di sana dan melakukan hal yang lebih baik dari kami dan kami menertawakan mereka sambil duduk menghakimi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dia mungkin tidak sesopan atau sebaik kami di Afrika Selatan. Anda tahu kami muslim di Afrika Selatan sangat sopan dan baik dalam shalat kami. Orang Arab tidak cocok dengan kami, orang Iran tidak tidak cocok dengan kami, Amerika, Negro mereka semua tidak cocok dengan kami. Dengan orang Arab saat Anda membungkuk rukuk, orang di sebelah Anda mendorong Anda untuk membuat jarak (Tawa dari penonton). Siapa yang tahu saudara, mungkin ini benar, kita tidah tahu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anda tahu, di antara empat mazhab Sunni; Hanafi, Hanbali, Maliki dan Syafi’i, terdapat lebih dari dua ratus perbedaan dalam satu shalat. Tahukah Anda? Dua ratus. Tapi kita menerimanya sebagai hal benar. Syafi’i mengucapkan amin dengan keras dan kami mengucapkannya dengan pelan, mereka mengucapkan bismillah dengan keras kami mengucapkan pelan dan tidak ada masalah. Semasa kecil, ayah saya mengulang formula terkenal yang dia pelajari dari ayahnya: “Seluruh mazhab adalah sama-sama benar dan sebuah kebenaran bagi mereka berdasarkan hadis dan Quran.” Maka kita menerimanya. Ketika hal itu terjadi pada Syafi’i, Hanbali, Hanafi dan Maliki kita bersikap toleran tapi ketika hal itu terjadi pada Syiah, Anda lihat hal itu bukanlah formula yang kita pikirkan waktu kecil, maka keanehan kecil apapun yang ada antara kita dan mereka, kita tidak bisa bertoleransi dan menolaknya. Kita mengatakan hal itu karena kita terprogram untuk meyakini hanya empat (mazhab). Tapi kita menerima keanehan di antara yang empat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan kenapa Anda tidak bisa menerima saudara Syiah sebagai mazhab kelima? Hal yang mengherankan adalah dia (Syiah) mengatakan kepada Anda bahwa dia ingin bersatu dengan Anda. Dia tidak mengatakan tentang menjadi Syiah. Dia berteriak “Tidak ada Sunni atau Syiah, hanya ada satu hal, Islam.” Tapi kita mengatakan kepada mereka “Tidak, Anda berbeda. Anda Syiah”. Sikap seperti ini adalah penyakit dari setan yang ingin memecah kita. Bisakah Anda membayangkan, kita Sunni adalah 90% dari muslim dunia dan 10% adalah Syiah yang ingin menjadi rekan saudara satu iman tapi yang 90% ketakutan. Saya tidak mengerti mengapa Anda yang 90% menjadi ketakutan. Mereka yang seharusnya ketakutan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya Anda tahu perasaan yang mereka miliki untuk Anda. Saat shalat Jumat di Iran, terdapat satu juta orang. Anda harus melihat cara mereka melihat kepada Anda saat Anda berjalan, mereka sadar bahwa Anda orang asing dan tidak satu dari mereka yang air mata mereka akan mengalir di pipi mereka. Inilah perasaan yang mereka miliki untuk Anda, tapi Anda mengatakan tidak, Anda ingin mereka tetap di luar, takut kalau mereka mengeluarkan Anda (dari mazhab Anda—pent.). Anda hanya bisa keluar kalau ada hal yang lebih baik dari yang Anda miliki. Saya tidak tahu, mungkin di antara kalian berpikir saya seorang Syiah, tapi saya masih di sini bersama kalian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apa semua ketegangan Sunni – Syiah ini? Semuanya adalah politik. Semua permusuhan yang kita miliki sekarang adalah politik. Jika saudara Sunni di suatu tempat melakukan hal yang salah Anda mengatakan “Oh, orang itu tidak Islami, dia kafir”, tapi jika seorang Syiah melakukan hal yang salah Anda menyalahkan seluruh komunitas Syiah, seluruh negara bangsa yang berjumlah jutaan, dan mengatakan mereka semua sampah hanya karena satu orang Syiah berbuat tidak Islami. Pada saat yang sama, saat kita melihat dengan cara yang berbeda, jika salah seorang dari saudara Anda melakukan hal serius karena dia ayah atau paman Anda. Satu kelompok Sunni mengatakan kepada yang lain “Anda bukan Muslim”, kelompok Sunni lain mengatakan “Anda bukan Muslim, Anda kafir” lihat hal itu di sekeliling kita, dan kita bertengkar di antara sesama. Dan beberapa orang dari kita melakukan hal lucu (konyol). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya bertemu seseorang teman yang mengatakan kepada saya, “Kalau Anda pergi ke Newcastle, temua tuan fulan dan fulan dan Insya Allah segala hal akan diatur untukmu.” Lalu saya pergi ke orang itu dan seperti yang ia katakan kepada saya dia, saya diajak ke rumahnya untuk makan siang. Ketika saya duduk di meja makan saya melihat di dinding “burat”. Anda tahu apa itu “burat”? Sejenis binatang keledai dengan wajah seorang wanita yang bertujuan untuk memberikan tenaga listrik. Saya katakan kepadanya ini tidak benar. “Allah (SWT) menciptakan tenaga listrik, Anda tidak bisa menciptakannya dengan patung keledai berwajah wanita.” “Oh,” dan dia terlihat kecewa. Tapi dia seorang Sunni, dia saudara dan tetap saudara saya. Ketegangan Sunni – Syiah adalah pekerjaan setan untuk memecah belah kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Izinkan saya mengatakan sesuatu tentang Iran. Apa yang saya temukan adalah segala sesuatu berorientasi pada Islam. Seluruh negara diarahkan menuju Islam, dan mereka berbicara tidak lain hanya Al-Quran. Saya belum pernah memiliki pengalaman dengan orang Iran yang menyangkal saya ketika saya berbicara tentang Quran. Sebaliknya saudara seiman kita bangsa Arab, semakin sering Anda mengutip Quran maka mereka akan menyangkal Anda dengan Quran lagi. Mereka bangsa Arab, mereka mengira lebih tahu banyak tentang Al-Quran dari pada kita, tapi orang Iran terlihat searah dengan Al-Quran. Segala yang dia lakukan dan pikirkan adalah tentang Al-Quran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anda ingat Tabas, ketika orang Amerika meminta membebaskan para tawanan. Negara paling berkuasa dalam bidang kemajuan teknologi di muka bumi, negara yang dapat mendaratkan manusia di bulan dan mengembalikannya, negara yang mengatakan kepada Anda pada bagian mana dari bulan mereka akan mendaratkan dan membawanya kembali, mereka mengirim satelit ke Mars dan Jupiter. Sebuah negara yang memperingatkan Pakistan tentang gelombang pasang tragedi dan mereka tidak mengindahkan peringatan itu. Negara itu tidak bisa mendarat di Iran! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, mereka pergi ke sana dengan helikopter dan menghancurkan serta membunuh diri mereka sendiri. Bayangkan! Sebuah negara yang mendarat di bulan dan kembali lagi tapi tidak bisa mendarat di Iran. Dan rakyat Iran tidak berada dalam posisi untuk melakukan hal tertentu kepada mereka. Orang Amerika dapat pergi dan mengakhiri apa yang mereka inginkan. Saya datang dan melihat kedutaan Amerika dan Anda mengira itu bangunan yang besar, luas dan tepat berada di tengah Teheran. Mereka dapat dengan mudah pergi dan membawa keluar orang-orang mereka, meski mereka kehilangan beberapa orang. Mereka dapat meraih tujuan mereka. Hal itu sudah direncanakan dengan matang. Tapi tahukah Anda apa yang terjadi? Kegagalan dan mundurnya pasukan. Imam Khomeini telah mengatakan apa yang telah terjadi. Dia tidak mengatakan subhanallâh, tidak mengatakan alhamdulillâh, dan tahukah Anda apa yang dia katakan? Di mengutip Quran: “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara gajah?” (QS. Al-Fîl : 1) Itulah kalimat yang keluar darinya. Saya telah katakan kepada Anda bahwa dia Quran yang terkomputerisasi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anda tahu mereka namai apa helikopter besar tersebut? Jumbo helicopters, dan pesawat besar itu dinamai jumbo planes. Anda tahu arti jumbo dalam bahasa Swahili? Gajah! Itu bahasa Swahili. Dari situ mereka menamainya. Jadi helikopter itu berukuran gajah (besar) dan Imam berkata: “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara gajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?” (QS. Al-Fîl [105]: 1-2). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita masih ragu, dunia Muslim menjadi sangat skeptis. Kita tidak percaya Quran lagi. Kalian tidak benar-benar percaya pada Quran, bagi kebanyakan orang ini semua hanya untuk pertunjukan, untuk perasaan spiritual yang baik ketika Anda membaca Al-Quran. Tapi petunjuk yang Allah berikan, tidak ada orang yang terlihat peduli. Semoga Allah (SWT) menjadikan saudara seiman kita, pembawa obor dan cahaya petunjuk hari ini bagi dunia Islam. Inilah sebuah bangsa yang menjalankan tugasnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat Anda melihat mereka, kesungguhan ada pada mereka. Sebuah bangsa yang tidak takut. Saat Anda melihat mereka dengan semangat besar yang mereka miliki. Mereka tidak takut untuk mengatakan “Marg bar Amrika” (Kematian bagi Amerika)… Lalu mengatakan “Marg bar Shuravi” (Kematian bagi Uni Soviet). Bayangkan itu! (Tawa dari penonton), dan “Kematian bagi Israel”. Bisakah Anda bayangkan sebuah bangsa melakukan hal itu tanpa takut? Ini bukan semangat Islam yang ada pada kita, tapi bangsa Iran melakukannya dengan hati dan pikiran. Mereka tidak mengatakan, “Ini revolusi Iran” atau “Kami bangsa Iran.” Mereka berbicara tentang Islam, sebuah Revolusi Islam. Ini bukan Revolusi Iran tapi ini adalah Revolusi Islam. Inilah revolusi bagi Islam dan sedikit pertanyaan mengapa bangsa-bangsa di dunia tidak bisa menerima karena Islam yang tidak ingin mereka terima. Maka saudara saudari sekalian, saya telah mengambil banyak waktu berharga kalian. Dengan kata-kata ini, saya persilahkan Anda duduk dan bertanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-6539888568112515795?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/6539888568112515795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/10/nasihat-ahmad-deedat-tentang-persatuan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/6539888568112515795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/6539888568112515795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/10/nasihat-ahmad-deedat-tentang-persatuan.html' title='Nasihat Ahmad Deedat tentang Persatuan Islam'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/Ss1m37UoI9I/AAAAAAAAAN0/usvpnc80qYk/s72-c/deedat_3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-7844427405641124469</id><published>2009-10-07T21:02:00.000-07:00</published><updated>2009-10-07T21:10:31.614-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Persatuan Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>Habib Rizieq Shihab: “Hamas dan Hizbullah adalah Potret Persatuan Umat Islam”</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/Ss1lww1ZifI/AAAAAAAAANs/uxPrxlz0HOw/s1600-h/thumb-habib_ok.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390076217449351666" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 130px; CURSOR: hand; HEIGHT: 188px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/Ss1lww1ZifI/AAAAAAAAANs/uxPrxlz0HOw/s320/thumb-habib_ok.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebenarnya sudah cukup banyak blog atau situs yang menampilkan wawancara ini. Mengingat adanya pesan penting dan hikmah yang bisa diambil dari wawancara antara wartawan SYIAR dengan Habib Rizieq Shihab di rumahnya Gang Bethel ini, berikut ini saya kutipkan wawancara tersebut kembali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Apakah Anda punya model negara ideal yang menjalankan syariat Islam?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini telah bermunculan negara-negara Muslim yang menjalankan hukum Islam. Di samping punya kelebihan, mereka juga punya kekurangan. Contohnya adalah Iran. Setelah Shah Iran tumbang, Ayatulah Khomeini dan pengikutnya membentuk Republik Islam Iran. Terlepas dari perbedaan mazhab yang ada, kita juga jangan lupa bahwa model kepemimpinan Islam ini ‘kan juga terlihat di Sudan meskipun sudah diacak-acak kekuatan asing. Kalau lemah, niscaya Iran pun akan diacak-acak. Sebagaimana kita tahu, sejak memproklamasikan diri sebagai Republik Islam, Iran langsung diserang Irak, dan terjadilah Perang Teluk. Iran dikerubuti berbagai macam negara dan tekanan Barat juga tidak berkurang. Artinya, tidak ada satu pun negara Islam di dunia ini yang akan luput dari tekanan. Di Aljazair, partai Islam sudah menang pemilu tapi dikhianati.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan Syiah, Iran sudah menjadi contoh, meskipun ada perbedaan pendapat antara Khomeini dan Muhammad Jawad Mughniyah tentang konsep “wilâyatul fâqih” yang belum tuntas hingga saat ini. Polemik ini adalah salah satu wujud kekurangan Iran. Sedangkan dari segi sistem politik, Iran boleh dikatakan sudah menjadi percontohan. Kita berharap ke depan akan muncul negara-negara Islam lainnya yang bisa menjadi percontohan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kesan yang saya dapat dari kunjungan saya ke Iran. Sebagai Sunni Syafi’i, tentu kita punya pandangan sendiri tentang Syiah. Namun demikian, antara memandang Syiah dari jauh dengan memandang Syiah dari dekat itu beda. Dari jauh, Syiah itu begini dan begitu. Sedangkan bila dilihat dari dekat, ternyata tidak seperti itu. Setidaknya, kunjungan saya (ke Iran—red) itu akan melunturkan kebekuan. Tadinya mungkin kaku dan anti-dialog. Tapi setelah kunjungan itu, agak sedikit lebih cair dan terbuka. Yang kemarin tidak mau mendengar sekarang jadi mau mendengar. Yang kemarin mau menyerang kini mengajak dialog.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, sikap ini perlu dikembangkan. Sebetulnya banyak perbedaan Sunni-Syiah, baik dalam ushul maupun furu’. Tapi kita ingin menjawab dalam realita kehidupan sehari-hari, apakah betul tidak ada jalan untuk mendudukkan mereka bersama? Apakah betul tidak ada ruang dialog di antara mereka?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya lihat banyak sisi yang bisa didialogkan. Selama secara terang-terangan dan terbuka mencaci-maki Abu Bakar, Umar, dan Utsman, berarti orang-orang Syiah telah menutup pintu dialog. Mustahil ada Sunni yang mau diajak dialog kalau mendengar dari mulut Syiah sesuatu yang jelek tentang mereka. Orang Syiah mesti memahami kejiwaan dan perasaan sensitif Sunni sehingga tidak mencaci-maki atau menghina, apalagi mengkafirkan mereka. Begitu juga sebaliknya. Sunni tidak boleh menggeneralisasi bahwa semua Syiah itu kafir dan sesat. Kalau diambil, pasti sikap seperti ini akan menyakiti hati orang-orang Syiah. Ini juga akan menutup pintu dialog.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, persatuan yang saya pahami bukan soal sependapat atau tidak sependapat. Persatuan adalah masalah hati. Bila hatinya baik, berjiwa besar, mau menerima perbedaan, mau berdialog, tidak mencaci-maki, dan tidak menghina, setiap orang pasti bisa bersatu. Tapi kalau hatinya sudah busuk dan rusak, orang tidak akan pernah bisa (bersatu—red). Perbedaan kecil sedikit pun bisa menimbulkan permusuhan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan sekecil apa pun, bila disikapi dengan jiwa kerdil, dada sempit, sikap egois, dan mau menang sendiri, pasti akan mendatangkan perpecahan dan malapetaka. Apalagi kalau perbedaannya besar, wah sudah pasti hancur lebur. Sebaliknya, perbedaan sebesar apa pun, kalau disikapi dengan jiwa besar, dada lapang, sikap tafâhum, dan saling hormat, insya Allah tidak akan menimbulkan perpecahan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, persatuan ini adalah masalah hati. Kita tidak bisa memaksakan orang untuk sependapat. Mustahil. Sebab perbedaan pendapat adalah sunnatullah yang akan selalu ada di setiap tempat dan zaman.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bila Syiah mengkritik kepemimpinan Abu Bakar dengan cara ilmiah dan santun dan disertai dalil-dalil dan argumentasi yang baik, Sunni wajib menjawabnya. Kita pun mesti menjawab pertanyaan-pertanyaan orang kafir yang bertanya tentang akidah kita. Seperti Ahmad Deedat terhadap pertanyaan-pertanyaan orang kafir. Begitu juga sebaliknya. Nah, kedua belah pihak (Sunni-Syiah—red) harus menjawab dengan santun.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau Syiah, tanpa angin dan hujan, tiba-tiba mencaci Abu Bakar, itu sama saja ngajak perang. Kritik terhadap sahabat, yang bagi Ahlus Sunnah adalah tabu tetapi biasa bagi Syiah, hendaknya disampaikan dengan adab, ilmiah, akhlakul karimah, dan tidak emosional. Membangun hal seperti ini tidaklah mudah tetapi ini bisa menyatukan hati dan langkah dalam kalimatullah. Itu yang lebih penting.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pandangan Anda tentang Syiah di Indonesia?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;Kalau yang saya lihat selama ini, hubungan saya baik dengan kawan-kawan Syiah di Indonesia. Apa yang saya sampaikan ke Anda sekarang ini juga sudah saya sampaikan kepada mereka. Contohnya kepada Ustadz Hassan Daliel (Alaydrus), saya katakan, “Bib (habib—red), kenapa kita bisa jalan bareng? Karena saya belum pernah mendengar Anda mencaci-maki sahabat. Nah, ini perlu dijaga. Yang saya dengar kritik antum juga sopan. Tapi kalau suatu saat saya mengkafirkan Anda dan Anda maki-maki sahabat, kita bisa musuhan.”&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ini sebagai gambaran umum dari apa yang saya terima dari Ustadz Hassan Daliel, Ustadz Othman Shihab, Ustadz Agus Abubakar, Ustadz Husein Shahab, Ustadz Zein Alhadi, dan banyak lagi ustadz-ustadz Syiah yang tidak perlu saya sebutkan satu persatu. Saya belum pernah mendengar ungkapan jelek dari mulut-mulut mereka. Yang saya tahu mereka adil, berilmu, berakal, dan beradab. Mudah-mudahan hubungan ini bisa dipertahankan. Bahkan bukan hanya itu, saya berharap orang-orang seperti mereka mampu tampil ke depan mendorong orang-orang Syiah yang di bawah atau junior-junior mereka agar tidak mencaci-maki sahabat nabi. Sebab, ada satu saja Syiah yang mencaci-maki sahabat, nanti orang-orang Sunni yang tidak paham akan menggeneralisasi bahwa Syiah memang seperti itu. Orang awam ‘kan mudah menggeneralisasi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Iran dikenal sebagai negara yang paling banyak membantu perjuangan Hamas dan rakyat Palestina yang notabene Sunni. Apakah kenyataan ini tidak bisa dijadikan momentum persatuan Sunni-Syiah?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Iya, betul itu. Itu hal yang saya sangat catat. Waktu saya ke Iran kemarin, Khaled Mishal (Ketua Depatemen Politik Hamas—red) baru saja pulang dari Iran, tempat yang sama dengan yang kita datangi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hubungan Hamas dan Hizbullah yang saling topang dan bantu seharusnya menjadi potret bagi persatuan umat. Mereka tetap pada pendapatnya masing-masing. Tapi pada saat mempunyai musuh bersama yang bernama Israel dan Amerika, kekafiran dan kezaliman, Hamas-Hizbullah bisa duduk dan jalan bersama. Kita juga bisa melihat hubungan erat antara Hasan Nasrullah (Sekjen Hizbullah—red) yang Syiah dengan Fathi Yakan (tokoh Ikhwanul Muslimin di Lebanon) yang Sunni. Bahkan Nasrullah ngomong secara terbuka bahwa Fathi Yakan-lah yang pantas menggantikan Siniora. Inilah potret positif yang luar biasa di zaman modern ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, kita juga sedih bagaimana Syiah dan Sunni di Irak begitu gampang diadu domba. Ini jelas permainan pihak ketiga. Dia (pihak ketiga—red) meledakkan masjid Syiah dan menuding Sunni, dan kemudian meledakkan masjid Sunni dan menuding Syiah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap kita bisa mengembangkan potret Sunni-Syiah yang pertama. Potret yang kedua harus dihentikan segera. Sekarang di mana-mana semakin transparan adu dombanya, seperti di Irak dan Pakistan. Karena Syiah di Indonesia tidak besar, maka (adu domba itu—red) belum terasa. Tapi di beberapa tempat adu-domba ini jelas berhasil.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Syiah bukan barang baru di Indonesia. Menurut Sejarahwan, Syiah datang dari Gujarat dan Persia. Setidaknya budaya Persia cukup dikenal dalam tradisi keberagamaan di Indonesia. Apakah ini bisa jadi salah satu faktor pemersatu Sunni-Syiah?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Iya, itu bisa jadi faktor. Tapi, tetap faktor utamanya adalah masalah jiwa besar dan akhlak yang baik. Orang Syiah yang berilmu dan berakhlak tidak akan mungkin dari mulutnya keluar caci-maki kepada umat lain. Tidak ada. Saya kenal ulama-ulama Syiah yang berakhlak dan berilmu. Tidak ada keluar kata-kata kotor dari mulut mereka. Jadi, bila ada aktivis-aktivis Syiah yang mengeluarkan kata-kata kotor tentang sahabat, saya jadi heran, mereka itu ngikutin siapa?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, semua kembali ke hati, yang gambarannya bisa dilihat dari mulut. Bila mulutnya sudah penuh umpatan dan caci-maki, pasti hatinya sudah jelek. Kalau hatinya baik, dia bisa menghargai orang. Dia bisa mengetahui dan menahan ucapannya yang bisa menyinggung saudaranya. Bila ingin menyampaikan kebenaran, ia menyampaikannya dengan santun. Bahkan bila kita berhadapan dengan orang kafir, meski mungkin hatinya mencaci-maki Islam, yang menyampaikan kritiknya dengan sopan, kita mesti menjawabnya. Nabi dulu juga berdialog dengan orang musyrik, kafir, Nasrani, dan Yahudi. Itu contoh bagi kita.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana dengan fatwa MUI yang menyesatkan Syiah?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;Begini, kita tidak bisa menggeneralisasi semua Syiah sesat atau semua Syiah tidak sesat. Sebab orang Syiah pun merngakui bahwa di internal Syiah pun terdapat macam-macam golongan, dan di dalamnya ada pula yang sesat, yakni yang menuhankan Ali, meyakini Jibril salah menyampaikan risalah, dan Al-Quran yang seharusnya lebih tebal daripada sekarang. Itu ada dan diakui oleh Syiah mainstream. Dalam hal ini, yang dimaksudkan dengan fatwa MUI tadi adalah Syiah yang semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu disadari betul oleh Syiah adalah bahwa Ahlus Sunah punya sikap tegas soal sahabat. Bagi Sunni, siapa pun yang mencaci-maki dan apalagi mengkafirkan sahabat akan dikatakan sesat. Ini kunci. Oleh karena itu, untuk mengambil jalan tengah, Syiah harus menahan diri dari mencaci-maki dan mengkafirkan sahabat. Ajaklah Sunni berdialog, seperti yang dilakukan kelompok Zaidiah yang masih bagian dari Syiah. Kenapa Sunni dan Zaidiah bisa akrab? Bahkan, kitab-kitab Zaidiah, seperti Subulus Salâm dan Nailul Awthâr, dipakai di pondok-pondok (pesantren—red) Sunni.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, yang dikafirkan MUI tanpa ragu-ragu adalah Syiah yang mengkafirkan sahabat, yang meyakini Al-Quran berubah, atau yang menganggap Ali lebih afdhal daripada Muhammad. Sekarang tinggal Syiah Indonesia introspeksi diri, apakah mereka masuk ke dalam ciri-ciri yang disesatkan MUI? Kalau tidak masuk dalam kelompok tersebut, tidak perlu gerah dengan fatwa itu. Saya sendiri lebih suka MUI membuka dialog. Hendaknya MUI mengundang tokoh-tokoh Syiah Indonesia untuk klarifikasi seperti apakah Syiah mereka itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, saya berpendapat, kita tidak bisa mengeneralisasi Syiah. Sebab, Syiah itu macam-macam: ada yang moderat, konservatif, ekstrem, dan bahkan ada yang kafir. Bahkan, Muhammad Jawad Mughniyah (ulama Syiah Lebanon—red) dalam Al-Fiqhu ‘ala Al-Madzâhib Al-Khamsah mengatakan bahwa Syiah ghulat adalah kafir. Katanya, gara-gara ghulat, kami, Syiah Ja’fariah, yang moderat jadi tertuduh. Waktu di Qum, saya melihat aparat menggerebek majelis Syiah Alawiyah yang menuhankan Ali. Artinya, yang mengkafirkan Syiah ghulat bukan hanya MUI, bahkan ulama Syiah pun mengkafirkannya. Jadi kita perlu memahami konteks fatwa MUI tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah SYIAR Edisi Maulud 1428 H&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Catatan: Untuk melihat wawancara lengkap bisa di lihat di &lt;a href="http://satuislam.wordpress.com/2009/05/07/ustadz-habib-muhammad-rizieq-shihab-%e2%80%9cfatwa-mui-hanya-untuk-syiah-ghulat%e2%80%9d/" target="_blank"&gt;Satu Islam&lt;/a&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-7844427405641124469?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/7844427405641124469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/10/habib-rizieq-shihab-hamas-dan-hizbullah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/7844427405641124469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/7844427405641124469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/10/habib-rizieq-shihab-hamas-dan-hizbullah.html' title='Habib Rizieq Shihab: “Hamas dan Hizbullah adalah Potret Persatuan Umat Islam”'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/Ss1lww1ZifI/AAAAAAAAANs/uxPrxlz0HOw/s72-c/thumb-habib_ok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-1490762981303008535</id><published>2009-09-30T16:23:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T16:38:31.219-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>Kisah Nabi Khidir Dalam Kitab Allamah Ibnu Hajar al Asqalani</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dalam kitab Tafsir: .Bercerita kepadaku ayahku, yang didengarnya dari Abdul Aziz Al-Ausiy, dari Ali bin Abu Ali, dari Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Husain, dari ayahnya, katanya Ali bin Abi Talib berkata: .Ketika wafat Rasulullah SAW, datanglah ucapan takziah. Datang kepada mereka (keluarga Nabi SAW) orang yang memberi takziah. Mereka mendengar orang memberi takziah tetapi tidak melihat orangnya. Bunyi suara itu begini :&lt;br /&gt;.Assalamu Alaikum Ahlal Bait Warahmatullahi Wabarakatuh. Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Hanyasanya disempurnakan pahala kamu pada hari kiamat. Sesungguhnya dalam agama Allah ada pemberi takziah bagi setiap musibah, bagi Allah ada pengganti setiap ada yang binasa, begitu juga menemukan bagi setiap yang hilang. Kepada Allah-lah kamu berpegang dan kepada-Nya mengharap. Sesungguhnya orang yang diberi musibah adalah yang diberi ganjaran pahala..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Ja'far as Shadiq : .Bercerita kepadaku ayahku bahawa Ali bin Abi Talib ada berkata : .Tahukah kamu siapa ini? Ini adalah suara Nabi Khidir.. Berkata Muhammad bin Ja'far : .Adalah ayahku, yaitu Ja'far bin Muhammad, menyebutkan tentang riwayat dari ayahnya, dari datuknya, dari Imam Ali bin Abi Talib bahawa datang ke rumahnya satu rombongan kaum Quraisy kemudian dia berkata kepada mereka: .Maukah kamu aku ceritakan kepada kamu tentang Abul Qasim (Muhammad SAW)?. Kaum Quraisy itu menjawab: .Tentu saja mau..&lt;br /&gt;Imam Ali bin Abi Talib berkata: .Jibril Alaihis salam pernah berkata kepada Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;.Selamat sejahtera ke atas kamu wahai Ahmad. Inilah akhir watanku (negeriku) di bumi. Sesungguhnya hanya engkaulah hajatku di dunia.. Maka tatkala Rasulullah SAW wafat, datanglah orang yang memberi takziah, mereka mendengarnya tetapi tidak melihat orangnya. Orang yang memberi takziah itu berkata: .Selamat sejahtera ke atas kamu wahai ahli bait. Sesungguhnya pada agama Allah ada pemberi takziah setiap terjadi musibah, dan bagi Allah ada yang menggantikan setiap ada yang binasa. Maka kepada Allah-lah kamu berpegang dan kepada-Nya mengharap. Sesungguhnya orang yang diberi musibah adalah yang diberi ganjaran pahala.. Mendengar yang demikian Imam Ali bin Abi Talib berkata: .Tahukah kamu siapa yang datang itu? Itu adalah Khidir..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berkata Saif bin Amr At-Tamimi dalam kitabnya Ar-Riddah, yang diterimanya dari Said bin Abdullah, dari Ibnu Umar mengatakan: .Ketika wafat Rasulullah SAW, datanglah Abu Bakar ke rumah Rasulullah. Ketika beliau melihat jenazah Rasulullah SAW, beliau berkata: .Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun.. Kemudian beliau bersama sahabat-sahabat yang lain menyembahyangkan jenazah Rasulullah SAW. Pada waktu mereka menyembahyangkan jenazah Rasulullah SAW, mereka mendengar suara ajaib. Selesai solat dan mereka pun semuanya sudah diam, mereka mendengar suara orang di pintu mengatakan: .Selamat sejahtera ke atas kamu wahai Ahli Bait. Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Hanya saja disempurnakan pahala kamu pada hari kiamat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya pada agama Allah ada pengganti setiap ada yang binasa dan ada kelepasan dari segala yang menakutkan. Kepada Allah-lah kamu mengharap dan dengan-Nya berpegang. Orang yang diberi musibah akan diberi ganjaran. Dengarlah itu dan hentikan kamu menangis itu."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mereka melihat ke arah suara itu tetapi tidak melihat orangnya. Kerana sedihnya mereka&lt;br /&gt;menangis lagi. Tiba-tiba terdengar lagi suara yang lain mengatakan: .Wahai Ahli Bait, ingatlah kepada Allah dan pujilah Dia dalam segala hal, maka jadilah kamu golongan orang mukhlisin. Sesungguhnya dalam agama Allah ada pemberi takziah setiap terjadi musibah, dan ada pengganti setiap ada yang binasa. Maka kepada Allah-lah kamu berpegang dan kepada-Nya taat. Sesungguhnya orang yang diberi musibah adalah orang yang diberi pahala.. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mendengar yang demikian itu berkata Abu Bakar: .Ini adalah Khidir dan Ilyas. Mereka datang atas kematian Rasulullah SAW..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Abu Dunia, yang didengarnya dari Kamil bin Talhah, dari Ubad bin Abdul Samad, dari Anas bin Malik, mengatakan: .Sewaktu Rasulullah SAW meninggal dunia, berkumpullah sahabat-sahabat beliau di sekeliling jenazahnya menangisi kematian beliau. Tiba-tiba datang kepada mereka seorang lelaki yang bertubuh tinggi memakai kain panjang. Dia datang dari pintu dalam keadaan menangis. Lelaki itu menghadap kepada sahabat-sahabat dan berkata: .Sesungguhnya dalam agama Allah ada pemberi takziah setiap terjadi musibah, ada pengganti setiap ada yang hilang. Bersabarlah kamu kerana sesungguhnya orang yang diberi musibah itu akan diberi ganjaran..&lt;br /&gt;Kemudian lelaki itu pun menghilang daripada pandangan para sahabat. Abu Bakar berkata: .Datang ke sini lelaki yang memberi takziah.. Mereka memandang ke kiri dan kanan tetapi lelaki itu tidak nampak lagi. Abu Bakar berkata: .Barangkali yang datang itu adalah Khidir, saudara nabi kita. Beliau datang memberi takziah atas kematian Rasulullah SAW..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berkata Ibnu Syahin dalam kitabnya Al-Jana.iz: .Bercerita kepada kami Ibnu Abu Daud, dari Ahmad bin Amr, dari Ibnu Wahab, dari Muhammad bin Ajlan, dari Muhammad bin Mukandar, berkata: .Pernah pada suatu hari Umar bin Khattab menyembahyangkan jenazah, tiba-tiba beliau mendengar suara di belakangnya: janganlah mendahului dari kami mengerjakan solat jenazah ini. Tunggulah sudah sempurna dan cukup orang di belakang baru memulakan takbir.. Kemudian lelaki itu berkata lagi: .Kalau engkau siksa dia ya Allah, maka sesungguhnya dia telah durhaka kepada-Mu. Tetapi kalau Engkau mahu mengampuni dia, maka dia betul-betul mengharap keampunan dari-Mu..Umar bersama sahabat-sahabat yang lain sempat juga melihat lelaki itu. Tatkala mayat itu sudah dikuburkan, lelaki itu masih meratakan tanah itu sambil berkata: .Beruntunglah engkau wahai orang yang dikuburkan di sini..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-1490762981303008535?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/1490762981303008535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/09/kisah-nabi-khidir-dalam-kitab-allamah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/1490762981303008535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/1490762981303008535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/09/kisah-nabi-khidir-dalam-kitab-allamah.html' title='Kisah Nabi Khidir Dalam Kitab Allamah Ibnu Hajar al Asqalani'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-7555955546300059623</id><published>2009-05-04T18:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T18:42:44.886-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syaikh Abdul Qadir al Jilani'/><title type='text'>Penghalang Dirimu Dengan Allah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tidak ada yang dapat menghalangi kamu untuk mendapatkan keridhoan dan pertolongan langsung dari Allah, selain dari pada kebergantungan kamu kepada manusia dan tatacara penghidupan dan pendapatan kamu. Manusia menjadi penghalang bagi kamu untuk mencapai kehidupan yang diamalkan oleh Nabi, yaitu yang berkenaan dengan pendapatan. Selagi kamu masih mengharapkan hadiah dan keridhoan manusia serta meminta-minta kepada mereka, maka berarti kamu telah menyekutukan Allah dengan yang lain. Dengan demikian, kamu tidak akan dapat mencapai kehidupan yang telah diamalkan oleh Nabi, yaitu pendapatan secara halal dari dunia ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apabila kamu menjauhkan kehidupan kamu dengan manusia, dengan menyekutukan mereka dengan Allah, dengan bergantung kepada pendapatan kamu, dengan berpuas hati dengannya, dan dengan lupa kepada karunia Allah, maka berarti kamu telah bersikap seperti orang musyrik. Syirik di sini lebih halus daripada syirik yang terdahulu. Karenanya, Allah akan menghukum kamu dan menjauhkan kamu dari keridhoan-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apabila kamu telah keluar dari keadaan semacam ini dan membuang syirik jauh-jauh; melepaskan kebergantungan hati kamu kepada pendapatan kamu dan kepada daya dan upaya kamu; niscaya kamu akan melihat bahwa Allah-lah yang sebenarnya memberi kehidupan itu, menjadikan sebab dan akibat, memberi kekuatan untuk mencari pendapatan dan memberi kekuatan kepada segala yang baik; dan kamu mengetahui bahwa kehidupan itu berada di tangan-Nya, yang kadang-kadang dibawa-Nya kepada kamu melalui manusia dengan cara kamu meminta kepada mereka pada masa ujian dan perjuangan, atau melalui permohonanmu kepada-Nya, atau kadang-kadang melalui pemberian manusia, dan atau melalui karunia-Nya yang sedemikian rupa, sehingga kamu tidak melihat sebab dan cara datangnya; maka kamu menuju kepada Dia dan kembali ke hadirat-Nya Yang Maha Agung dan Maha Perkasa. Yang demikian itu jika Dia menyingkapkan tirai yang melindungi kamu dari keridhoan-Nya dan membuka pintu rizki dengan kehendak-Nya di dalam keadaan perlu, bersesuaian dengan keperluan kamu ketika itu, misalnya dokter yang menjadi sahabat bagi pasien. Inilah perlindungan dari Dia Yang Maha Mulia dan Maha Agung, untuk membersihkan kamu dari kecenderungan kepada yang lain selain Dia. Dan dengan itu, maka Dia meridhoi kamu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, apabila Dia telah mengosongkan hati kamu dari setiap tujuan, nafsu dan kehendak, maka Dia akan memenuhi hati kamu dengan tujuan dan kehendak-Nya semata-mata. Apabila Dia hendak memberikan bagianmu kepadamu dan bukan bagian orang lain, maka kamu pasti bisa mendapatkan bagian kamu itu dan Dia akan mengarahkanmu untuk mendapatkan bagian kamu itu, lalu bagian kamu itu akan sampai kepadamu pada saat-saat kamu memerlukannya. Kemudian, Dia akan memberi kekuatan kepada kamu untuk bersyukur kepada-Nya. Hal ini akan menambah keinginan kamu untuk menjauhkan diri dari orang banyak dan untuk mengosongkan hati kamu dari apa saja selain Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apabila ilmu dan kepercayaanmu telah bertambah kuat dan teguh, hati kamu telah lapang dan bercahaya, kamu bertambah dekat kepada Allah dan kamu telah pantas untuk memelihara rahasiarahasia-Nya, maka kamu akan diberi ilmu untuk mengetahui terlebih dahulu waktu bagian kamu itu akan sampai kepadamu. Dan ini adalah tanda bahwa kamu telah diberi kemuliaan dan keridhoan-Nya. Inilah karunia-Nya, kasih sayang-Nya, pengarahan dan bimbingan-Nya. Firman Allah, “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (QS 32:24) Dan firman-Nya pula, “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS 29:69) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman, “Dan takutlah kamu kepada Allah, dan Dia akan mengajar kamu. Kemudian akan diberi-Nya kamu kekuatan untuk mengawal alam dengan kebenaran yang terang, yang tidak ada kegelapan di dalamnya, dengan tanda-tanda yang nyata dan terang seperti terangnya matahari, dengan perkataan yang manis-manis yang lebih manis dari segala yang manis dan dengan wahyu yang sebenarnya, tanpa kegelapan apapun, dan bebas dari nafsu-nafsu kebinatangan dan dari hasutan setan yang dilaknat.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam kitabnya, “Wahai anak Adam, Aku-lah Tuhan. Tidak ada yang patut disembah selain Aku. Apabila Aku berkata kepada seuatu, “Jadilah !”, maka jadilah ia. Patuhlah&lt;br /&gt;kepada-ku, sehingga Aku jadikan kamu bila berkata kepada sesuatu “Jadilah !”, maka jadilah ia.”&lt;br /&gt;Yang semacam itu telah Dia lakukan kepada kebanyakan para Nabi dan para Wali serta orang-orang khusus yang diridhoi-Nya dari anak Adam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-7555955546300059623?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/7555955546300059623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/05/penghalang-dirimu-dengan-allah.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/7555955546300059623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/7555955546300059623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/05/penghalang-dirimu-dengan-allah.html' title='Penghalang Dirimu Dengan Allah'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-4949558853670490181</id><published>2009-03-12T19:26:00.001-07:00</published><updated>2009-03-12T19:29:18.336-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sains Dan Iptek'/><title type='text'>LUMBA-LUMBA, SANG ARSITEK KAPAL SELAM</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 70% permukaan bumi diliputi oleh air. Di kedalaman samudera, beragam makhluk berjumlah sangat besar hidup selaras satu sama lain. Salah satunya adalah sahabat kita, lumba-lumba.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lumba-lumba adalah makhluk laut paling cerdas, ramah dan suka menolong. Mereka memahami perintah dengan baik dan tahu cara mematuhinya. Tubuh mereka diciptakan dengan bentuk yang sungguh menakjubkan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Melihat Dengan Suara&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kita selalu melihat lumba-lumba di permukaan air. Tapi mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di kedalaman lautan; tempat yang menyulitkan untuk melihat sesama mereka dan mencari makan. Tapi, lumba-lumba dapat melihat lebih baik dalam gelapnya lautan daripada kemampuan kita melihat dalam terangnya cahaya. Lalu, bagaimanakah mereka dapat melakukan ini? Allah menciptakan lumba-lumba dengan sistemnya yang lengkap dan sempurna, yang memungkinkan mereka menemukan arah dengan merasakan getaran suara. Para ilmuwan menamakan sistem ini "ekolokasi". Bagaimana mereka dapat melakukannya? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lumba-lumba bernapas melalui lubang yang ada di atas kepalanya. Tepat di bawah lubang ini, terdapat kantung-kantung kecil berisi udara. Dengan mengalirkan udara melalui kantung-kantung ini, mereka menghasilkan suara bernada tinggi. Kantung udara ini berperan sebagai cermin akustik yang memfokuskan suara yang dihasilkan gumpalan kecil jaringan lemak yang berada tepat di bawah lubang pernapasan. Kemudian, suara ekolokasi ini dipancarkan ke arah sekitarnya secara terputus-putus. Suara lumba-lumba segera memantul kembali bila membentur benda apa pun. Lumba-lumba mendengarkan seksama pantulan suara ini. Gelombang suara ini ditangkap di bagian rahang bawahnya yang disebut "jendela akustik". Dari sini, informasi suara diteruskan ke telinga bagian tengah, dan akhirnya ke otak untuk diterjemahkan. Pantulan suara dari sekelilingnya memberi informasi rinci tentang jarak benda-benda dari mereka, berikut ukuran dan pergerakannya. Berkat perangkat ini, lumba-lumba dapat memindai wilayah yang luas; bahkan memetakan samudra. Inilah sistem sonar sempurna yang dengannya lumba-lumba memindai dasar laut layaknya alat pemindai elektronik.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sistem berteknologi tinggi yang terbuat dari daging dan tulang yang ditempatkan dalam tubuh seekor makhluk laut adalah bukti kehebatan dan kesempurnaan ciptaan Allah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kapal selam modern menemukan arah dengan menggunakan sonar. Lumba-lumba telah menggunakan teknologi jutaan tahun lebih awal dibandingkan manusia yang baru menemukannya di abad ke-20. Mustahil seekor binatang mampu memiliki sistem sedemikian menakjubkan atas kehendaknya sendiri. Sistem tak tertandingi pada lumba-lumba adalah bukti bahwa Allah telah menciptakan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sistem sonar frekuensi tinggi ini tidak hanya berfungsi mengindra benda-benda di lautan. Lumba-lumba juga menggunakannya untuk mencari makan. Lumba-lumba dalam suatu kelompok mengarahkan gelombang suara kuat ini pada sekelompok ikan. Dengan cara ini, mereka membuyarkan kawanan ikan dan dengan mudah menangkapnya. Ikan dilumpuhkan dengan senjata ini, dan turut menjadi mangsa mudah bagi burung-burung laut.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lumba-lumba juga menggunakan sistem sonar untuk berkomunikasi secara mengagumkan. Mereka mampu saling berkirim pesan meski terpisahkan oleh jarak lebih dari 220 km. Artinya, seekor lumba-lumba di selat Bosphorus dapat berkomunikasi dengan rekannya di selat Dardanela. Lumba-lumba paling sering berkomunikasi secara menakjubkan untuk menemukan pasangan dan saling mengingatkan akan bahaya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tidur Dengan Sebelah Mata dan Sebelah Otak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah menciptakan setiap makhluk dengan sistem penglihatan menakjubkan sesuai keperluannya. Manusia memiliki mata mengagumkan yang memungkinkan mereka melihat di daratan. Tapi di dalam air, penglihatannya sangat kabur. Alasannya, mata manusia tidak mampu fokus di dalam air. Sebagai jalan keluar, kita menggunakan kacamata renang yang membentuk kantung udara di sekeliling mata. Kita hanya mampu melihat jelas dengan bantuan kacamata ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sama halnya, manusia menggunakan kamera berteknologi tinggi untuk memotret di dalam air. Mata lumba-lumba layaknya kamera khusus yang memungkinkan mereka melihat jelas di bawah dan di atas permukaan air. Mereka memiliki lensa mata kenyal yang dapat mengembang dan mengerut sehingga mampu berfokus di bawah dan di atas permukaan air. Ini sangat diperlukan bagi lumba-lumba. Setiap kali muncul ke permukaan, lumba-lumba secara seksama memperhatikan pergerakan kawanan burung di sekitar mereka. Sebab, di tempat burung berkumpullah terdapat sekumpulan ikan. Lumba-lumba sangat tahu akan hal ini, dan memanfaatkannya untuk mencari mangsa dengan mudah. Desain istimewa mata lumba-lumba juga melindungi mata mereka dari air laut yang asin.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mata lumba-lumba memiliki ciri khusus lainnya: setiap mata dapat berfokus pada satu titik yang berbeda pada saat bersamaan. Karenanya, seekor lumba-lumba dapat melihat ke depan dengan satu mata untuk menentukan arah berenangnya sambil berjaga-jaga dari bahaya dengan mata yang lain. Bila perlu, lumba-lumba dapat menutup salah satu matanya dan mengisitirahatkan separuh otaknya. Selang beberapa lama, ia ganti melakukan hal yang sama pada mata dan separuh otaknya yang lain. Dengan cara ini, lumba-lumba tidak pernah tertidur penuh dan selalu terjaga dari bahaya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pendukung teori evolusi menyatakan, makhluk hidup dengan seluruh sistem sempurnanya muncul ke dunia dengan sendirinya tanpa sengaja diciptakan. Jika ini benar, maka sistem sonar dan perangkat penglihatan lumba-lumba yang canggih itu juga ada karena kebetulan, padahal tak seorang pun akan berkata bahwa sistem sonar elektronik atau kamera ada dengan sendirinya tanpa sengaja dibuat. Anggapan bahwa mata lumba-lumba yang berteknologi jauh melebihi kamera biasa, atau desain sistem sonarnya terbentuk secara kebetulan semata, sungguh tidak masuk akal. Keberadaan perangkat berteknologi maju pada tubuh seekor makhluk hidup menunjukkan kita pada satu kenyataan pasti: Allah menciptakan lumba-lumba dan memberi mereka keistimewaan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kulit Yang Bergerak Menggelombang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manusia berupaya membuat kapal laut yang tahan terhadap segala keadaan. Namun, ada satu lagi rintangan utama yang harus diatasi oleh kapal laut, yakni kuatnya gaya hambatan air. Semakin cepat kapal bergerak, semakin besar hambatan airnya. Karenanya, para insinyur hidrodinamika berusaha menjadikan hambatan ini sekecil mungkin ketika merancang kapal, perahu, dan kapal selam. Tenaga sangat besar pada motor pendorong kapal laut diperlukan guna mengimbangi gaya hambat ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lumba-lumba senang berenang dengan kecepatan tinggi. Tentunya, kapal laut dengan kecepatan seperti ini akan mengalami gaya hambat sangat kuat. Namun ini bukan masalah bagi lumba-lumba karena Allah, yang menciptakan mereka dari ketiadaan, telah menciptakan segala perangkat yang mereka perlukan. Tubuh dan kulitnya dirancang khusus untuk mengurangi hambatan air sebanyak mungkin.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saat lumba-lumba mulai berenang cepat, lapisan tipis air terbentuk di permukan kulit mereka. Lapisan tipis air ini dinamakan "lapisan penghalang". Kulit ini diciptakan dengan kelenturan yang memungkinkannya bergerak menggelombang ketika turbulensi terjadi. Kulit ini mencegah terjadinya gaya hambat air dengan bergerak menggelombang berlawanan arah dengan gerak turbulensi pada "lapisan penghalang". Hasilnya, gerakan renang yang cepat tanpa menimbulkan suara. Desain ini sungguh merupakan keajaiban teknik.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Setelah empat tahun penelitian, para insinyur Jerman yang menemukan desain kulit lumba-lumba, menirunya dan berhasil membuat lapisan luar kapal selam dengan sifat yang sama. Kapal selam yang dirancang menggunakan lapisan ini berhasil menaikkan 250 % kecepatannya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Rancangan menakjubkan yang berusaha ditiru oleh manusia ini mustahil ada begitu saja dengan sendirinya tanpa disengaja. Sistem sempurna tanpa cacat tersebut pastilah dibuat oleh suatu Kecerdasan Maha Tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sekali lagi, ini membuktikan kepada kita, Allah telah menciptakan lumba-lumba. Rancangan menakjubkan pada lumba-lumba hanyalah satu di antara contoh tak terhitung yang memperlihatkan kesempurnaan penciptaan. Dalam sebuah ayat Alquran, Allah mengungkapkan: &lt;em&gt;Untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah). (QS Qaaf [50]:8)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber : harunyahya.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-4949558853670490181?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/4949558853670490181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/lumba-lumba-sang-arsitek-kapal-selam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/4949558853670490181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/4949558853670490181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/lumba-lumba-sang-arsitek-kapal-selam.html' title='LUMBA-LUMBA, SANG ARSITEK KAPAL SELAM'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-5246093685314530382</id><published>2009-03-12T19:24:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T19:26:39.420-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sains Dan Iptek'/><title type='text'>JAUH LEBIH HEBAT DARI TANGAN ROBOT</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tangan kita, yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti mengaduk secangkir teh, membuka halaman surat kabar, atau menulis, telah dirancang sedemikian sempurna. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ciri terpenting tangan adalah kemamuannya bekerja sebaik-baiknya dalam beragam kegiatan. Dengan dilengkapi otot dan saraf yang sangat banyak, lengan membantu tangan kita memegang benda dengan erat atau longgar sesuai dengan keadaannya. Misalnya, tangan manusia yang terkepal dapat memukul dengan pukulan seberat 45 kg. Sebaliknya, melalui ibu jari dan jari telunjuk, tangan kita juga dapat merasakan sehelai kertas berketebalan sepersepuluh milimeter.&lt;br /&gt;Jelas, kedua tindakan ini sangat berbeda sifatnya. Yang satu memerlukan kepekaan, sedang yang lain memerlukan kekuatan besar. Namun, kita tak perlu sedetik pun memikirkan apa yang perlu kita lakukan saat kita akan mengambil sehelai kertas dengan kedua jari atau memukul dengan kepalan. Kita pun tak perlu memikirkan cara menyesuaikan kekuatan tangan kita bagi kedua tindakan ini. Kita tak pernah berkata, "Sekarang saya hendak memungut sehelai kertas. Saya akan menerapkan kekuatan sebesar 500 g. Sekarang saya akan mengangkat seember air. Saya akan menerapkan kekuatan sebesar 40 kg." Kita tidak pernah repot-repot memikirkannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alasannya adalah tangan manusia dirancang untuk melakukan semua tindakan ini secara bersamaan. Tangan diciptakan sekaligus dengan keseluruhan fungsi dan keseluruhan rancangan terkaitnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua jari tangan memiliki panjang, letak, dan kesesuaian yang pas satu sama lain. Contohnya, kekuatan kepalan yang dibentuk tangan dengan ibu jari normal itu lebih besar daripada kekuatan kepalan yang dibentuk tangan dengan ibu jari pendek. Ini karena, dengan panjang yang sesuai, ibu jari dapat menutupi jari-jari lainnya dan membantu menambah kekuatan dengan mendukung jari-jari yang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak seluk-beluk terperinci pada rancangan tangan: misalnya, tangan memiliki bagian-bagian pembentuk yang lebih kecil di samping otot dan saraf. Kuku pada ujung jari bukanlah hiasan sepele yang tidak memiliki kegunaan. Ketika memungut jarum dari lantai, kita menggunakan kuku maupun jari. Permukaan kasar pada ujung jari dan kuku membantu kita memungut benda kecil. Kuku memiliki peranan sangat penting dalam mengatur tekanan amat lemah yang dikerahkan jari pada benda yang dipegangnya. Keistimewaan khusus tangan lainnya adalah tangan tidak pernah kelelahan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tangan-tangan robot yang dihasilkan memiliki kekuatan yang sama dengan tangan manusia, tetapi tidak memiliki kepekaan sentuhan, kesempurnaan daya gerak, dan kemampuan melakukan beragam pekerjaan. Insinyur Hans J. Schneebeli yang merancang tangan robot, yang dikenal sebagai "Tangan Karlsruhe", menyatakan bahwa semakin lama dia membuat tangan robot, semakin dia mengagumi tangan manusia. Dia menambahkan bahwa masih perlu waktu lama sampai kita dapat membuat tangan robot yang mampu melakukan sejumlah kecil saja pekerjaan yang dapat dilakukan tangan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dunia kedokteran dan ilmu pengetahuan bersusah-payah berusaha membuat tangan tiruan. Sejauh ini, tangan-tangan robot yang dihasilkan memiliki kekuatan yang sama dengan tangan manusia, tetapi tidak memiliki kepekaan sentuhan, kesempurnaan daya gerak, dan kemampuan melakukan beragam pekerjaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak pakar setuju kita tidak bisa membuat tangan robot yang memiliki fungsi tangan lengkap. Insinyur Hans J. Schneebeli yang merancang tangan robot, yang dikenal sebagai "Tangan Karlsruhe", menyatakan bahwa semakin lama dia membuat tangan robot, semakin dia mengagumi tangan manusia. Dia menambahkan bahwa masih perlu waktu lama sampai kita dapat membuat tangan robot yang mampu melakukan sejumlah kecil saja pekerjaan yang dapat dilakukan tangan manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, tangan manusia bekerja bersama-sama dengan mata. Sinyal yang sampai ke mata diteruskan ke otak dan tangan bergerak menurut perintah yang diberikan otak. Tentu saja, ini berlangsung dalam waktu sangat singkat dan tidak diperlukan usaha khusus untuk melakukannya. Di lain pihak, tangan robot tidak dapat bergantung pada penglihatan dan sentuhan. Untuk setiap gerakan diperlukan perintah yang berbeda-beda. Selain itu, tangan robot tidak mampu melakukan bermacam fungsi. Contohnya, tangan robot untuk bermain piano tidak dapat memegang palu, dan tangan robot untuk memegang palu tidak dapat memegang telur tanpa memecahkannya. Beberapa tangan robot yang terakhir dibuat hanya mampu melakukan 2-3 gerakan bersamaan, tetapi ini masih sangat sederhana jika dibandingkan dengan kemampuan tangan manusia. Ketika Anda memikirkan kedua tangan yang bekerjasama secara selaras, kesempurnaan tangan ini akan lebih gamblang lagi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah merancang tangan sebagai alat tubuh khusus bagi manusia. Dengan segala bagiannya, tangan manusia memperlihatkan kesempurnaan dan keunikan mahakarya ciptaan Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber : harunyahya.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-5246093685314530382?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/5246093685314530382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/jauh-lebih-hebat-dari-tangan-robot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/5246093685314530382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/5246093685314530382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/jauh-lebih-hebat-dari-tangan-robot.html' title='JAUH LEBIH HEBAT DARI TANGAN ROBOT'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-6899409999438332739</id><published>2009-03-12T19:20:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T19:23:43.409-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sains Dan Iptek'/><title type='text'>UNTA : HEWAN YANG KHIDMAT KEPADA UMAT MANUSIA</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan? Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan."(QS. Al Ghasiyah: 17-21)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tidak diragukan lagi bahwa semua makhluk, dengan kemampuan mereka, menunjukkan kekuasaan dan pengetahuan tak terbatas dari Pencipta mereka. Allah mengungkapkan hal ini dalam berbagai ayat Al Quran, mengisyaratkan bahwa segala sesuatu yang Dia ciptakan sebenarnya adalah sebuah tanda, yaitu lambang dan peringatan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam surat Al-Ghasiyah ayat ke-17, Allah merujuk kepada hewan yang akan kita pelajari dan pikirkan dengan saksama, yaitu unta.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada bagian ini, kita akan mempelajari makhluk hidup yang ditunjukkan Allah dalam ungkapan Al Quran, "Tidakkah mereka memperhatikan unta; bagaimana mereka diciptakan?"&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Yang menjadikan unta "makhluk hidup istimewa" adalah struktur tubuhnya, yang tidak terpengaruh oleh kondisi alam paling keras sekalipun. Tubuhnya memiliki beberapa keistimewaan, yang memungkinkan unta bertahan hidup berhari-hari tanpa air dan makanan, dan mampu mengangkut beban ratusan kilogram selama berhari-hari. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ciri-ciri unta, yang akan kita pelajari secara terperinci pada halaman-halaman berikut, membuktikan bahwa hewan ini diciptakan khusus untuk kondisi iklim kering, dan bahwa ia disediakan untuk melayani manusia. Ini adalah tanda-tanda penciptaan yang nyata bagi orang-orang yang berakal. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa." (QS.Yunus: 6)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kepala Terlindung Dari Pasir:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bulu mata memiliki sistem pengaitan. Dalam keadaan bahaya, bulu ini secara otomatis menutup. Bulu mata yang saling berkait ini mencegah masuknya partikel debu ke mata.&lt;br /&gt;Hidung dan telinga ditutupi oleh bulu panjang agar terlindungi dari debu dan pasir.&lt;br /&gt;Lehernya yang panjang memungkinkan hewan ini mencapai dan memakan dedaunan yang berada 3 m di atas tanah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kaki Yang Cocok Dengan Semua Jenis Tanah:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kakinya memiliki dua jari kaki yang dihubungkan dengan bantalan elastis. Struktur ini, yang memungkinkan unta mencengkeram tanah dengan erat, terdiri dari empat bola berlemak. Ini sangat cocok untuk berbagai jenis kondisi tanah.Kuku melindungi kaki dari kemungkinan rusak akibat benturan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lututnya tertutup kapalan, yang terbentuk dari kulit sekeras dan setebal tanduk. Ketika hewan ini berbaring di pasir yang panas, struktur berkapalan ini melindunginya dari luka akibat permukaan tanah yang sangat panas. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Punuk Unta Sebagai Simpanan Makanan:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Punuk unta, yang berupa gundukan lemak, menyediakan sari makanan bagi hewan ini secara berkala ketika ia mengalami kesulitan makanan dan kelaparan. Dengan sistem ini, unta dapat hidup hingga tiga pekan tanpa air. Selama masa ini, unta kehilangan 33% berat badannya. Dalam kondisi yang sama, seorang manusia akan kehilangan 8% berat badannya dan meninggal dalam waktu 36 jam, dan kehilangan seluruh air dari tubuhnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bulu Tebal Yang Menyekat Panas:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bulu tebal ini terdiri atas rambut yang tebal dan kusut, yang tidak hanya melindungi tubuhnya dari kondisi cuaca dingin maupun panas, tetapi juga mengurangi kehilangan air dari tubuh. Unta Dromedari dapat memperlambat penguapan air dengan meningkatkan suhu tubuhnya sampai 41 C. Dengan cara ini, ia mencegah kehilangan air.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan bulu tebalnya, unta dapat bertahan hidup dengan suhu hingga 50 C di musim panas dan hingga -50 C di musim dingin.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Mereka Bahkan Dapat Memakan Duri:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Unta Dromedari dapat bertahan pada suhu -52 C, di wilayah-wilayah paling tinggi di Asia Tengah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Daya Tahan Luar Biasa Dari Lapar Dan Haus&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Unta dapat bertahan hidup tanpa makanan dan air selama delapan hari pada suhu 50 C. Pada masa ini, ia kehilangan 22% dari keseluruhan berat badannya. Sementara manusia akan sekarat jika kehilangan air setara dengan 12% berat badan, seekor unta kurus dapat bertahan hidup kendatipun kehilangan air setara dengan 40% keseluruhan berat badan. Penyebab lain kemampuannya bertahan terhadap haus adalah adanya mekanisme yang memungkinkan unta meningkatkan suhu tubuh-dalamnya hingga 41 C. Dengan demikian, ia mampu meminimalkan kehilangan air dalam iklim panas yang ekstrem di gurun pasir pada siang hari. Unta juga mampu mengurangi suhu tubuh-dalamnya hingga 30 C pada malam yang dingin di padang pasir. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Unit Penggunaan Air Yang Baik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Unta mampu mengonsumsi air hingga 30 liter, yaitu sekitar sepertiga dari berat badannya, dalam waktu kurang dari 10 menit. Di samping itu, unta memiliki struktur selaput lendir dalam hidungnya yang seratus kali lebih besar dari yang ada pada manusia. Dengan selaput lendir hidungnya yang besar dan melengkung, unta mampu menyerap 66% kelembapan yang ada di udara.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pemanfaatan Maksimal Makanan Dan Air&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar binatang mati keracunan ketika urea yang tertimbun dalam ginjal berdifusi ke dalam darah. Akan tetapi, unta menggunakan air dan makanan secara maksimal dengan melewatkan urea ini berkali-kali melalui hati. Struktur darah dan sel unta dikhususkan untuk membuat hewan ini hidup lama tanpa air dalam kondisi padang pasir.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dinding sel hewan ini memiliki struktur khusus yang mampu mencegah kehilangan air secara berlebihan. Di samping itu, komposisi darah mencegah terjadinya pelambatan peredaran darah, bahkan ketika jumlah air di dalam tubuh unta berkurang hingga batas minimum. Selain itu, dalam darah unta terdapat lebih banyak enzim albumin, yang memperkuat ketahanan terhadap haus, dibandingkan dalam darah makhluk hidup lain.Punuk adalah pendukung lain bagi unta. Seperlima dari seluruh berat badan unta tersimpan dalam bentuk lemak pada punuknya. Penyimpanan lemak tubuh hanya pada satu bagian tubuh mencegah pengeluaran air dari seluruh tubuhnya-yang berkaitan dengan lemak. Ini memungkinkan unta menggunakan air secara minimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau mampu mengonsumsi 30-50 kg makanan dalam sehari, dalam kondisi yang keras unta mampu bertahan hidup hingga sebulan hanya dengan 2 kg rumput sehari. Unta memiliki bibir yang sangat kuat dan mirip karet, yang memungkinkannya memakan duri yang cukup tajam untuk menusuk kulit tebal. Di samping itu, unta memiliki lambung berbilik empat dan sistem pencernaan yang sangat kuat, yang mampu mencerna apa pun yang ia makan. Ia bahkan mampu memakan bahan-bahan seperti karet India, yang tidak dapat dianggap sebagai makanan. Sungguh jelas bagaimana pentingnya kualitas ini pada iklim yang sedemikian kering.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Perlindungan Terhadap Angin Tornado&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mata unta memiliki dua lapisan bulu mata. Bulu mata ini saling kait seperti perangkap dan melindungi matanya dari badai pasir yang kuat. Selain itu, unta mampu menutup lubang hidungnya, sehingga pasir tidak dapat masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perlindungan Terhadap Kondisi Cuaca Yang Terik Dan Membekukan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bulu tebal yang tidak tertembus pada tubuh unta mencegah matahari padang pasir yang terik mencapai kulitnya. Bulu ini juga menghangatkan unta dalam kondisi cuaca yang membekukan. Unta padang pasir tidak terpengaruh oleh suhu hingga setinggi 50 C, dan unta Baktria yang berpunuk dua mampu bertahan hidup pada suhu hingga serendah -50 C. Unta jenis ini mampu bertahan hidup bahkan pada lembah-lembah dataran tinggi, 4000 m di atas permukaan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perlindungan Terhadap Pasir Yang Membakar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kaki unta, yang terlalu besar bagi tungkainya, secara khusus "didesain" dan diperlebar untuk membantunya berjalan di atas pasir tanpa terperosok. Kaki ini telapaknya luas dan menggembung. Selain itu, kulit tebal khusus di bawah telapak kaki merupakan perlindungan terhadap pasir yang membakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita berpikir dengan mengingat informasi tersebut: Apakah ia dengan sendirinya menyesuaikan diri dengan kondisi padang pasir? Apakah ia dengan sendirinya membentuk lapisan lendir dalam hidungnya atau punuk di punggungnya? Apakah ia dengan sendirinya mendesain hidung dan struktur matanya agar mampu melindungi diri dari dari angin tornado dan badai? Apakah ia dengan sendirinya mendesain darahnya sendiri dan struktur selnya sendiri berdasarkan prinsip penghematan air? Apakah ia dengan sendirinya memilih bentuk bulu yang menutupi tubuhnya? Apakah ia mengubah dirinya sendiri menjadi "kapal padang pasir"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana makhluk hidup lain, unta sudah pasti tidak dapat melakukan satu pun dari hal-hal tersebut dan membuat dirinya bermanfaat bagi manusia. Ayat di dalam Al Quran "Tidakkah mereka memperhatikan unta; bagaimana ia diciptakan?" mengarahkan perhatian kita kepada penciptaan hewan luar biasa ini dalam bentuk terbaik. Sebagaimana makhluk lain, unta juga dilengkapi banyak kualitas istimewa, lalu ditempatkan di muka bumi sebagai tanda kebesaran sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unta diciptakan dengan ciri-ciri fisik yang luar biasa ini untuk melayani umat manusia. Umat manusia sendiri diwajibkan untuk melihat penciptaan di seluruh jagat raya dan tunduk kepada sang Pencipta segala makhluk: Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-6899409999438332739?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/6899409999438332739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/unta-hewan-yang-khidmat-kepada-umat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/6899409999438332739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/6899409999438332739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/unta-hewan-yang-khidmat-kepada-umat.html' title='UNTA : HEWAN YANG KHIDMAT KEPADA UMAT MANUSIA'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-8889557966686045748</id><published>2009-03-12T19:18:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T19:19:57.095-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sains Dan Iptek'/><title type='text'>LEBAH MADU: SANG ARSITEK DAN PENARI ULUNG</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara makhluk paling memukau di alam ini adalah lebah madu, makhluk mungil yang menghidangkan kita sebuah minuman yang sempurna, yaitu madu yang dihasilkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lebih Hebat dari Ahli Matematika&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lebah madu hidup sebagai koloni dalam sarang yang mereka bangun dengan sangat teliti. Dalam tiap sarang terdapat ribuan kantung berbentuk heksagonal atau segi enam yang dibuat untuk menyimpan madu. Tapi, pernahkah kita berpikir, mengapa mereka membuat kantung-kantung dengan bentuk heksagonal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli matematika mencari jawaban atas pertanyaan ini, dan setelah melakukan perhitungan yang panjang dihasilkanlah jawaban yang menarik! Cara terbaik membangun gudang simpanan dengan kapasitas terbesar dan menggunakan bahan bangunan sesedikit mungkin adalah dengan membuat dinding berbentuk heksagonal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bandingkan dengan bentuk-bentuk yang lain. Andaikan lebah membangun kantung-kantung penyimpan tersebut dalam bentuk tabung, atau seperti prisma segitiga, maka akan terbentuk celah kosong di antara kantung satu dan lainnya, dan lebih sedikit madu tersimpan di dalamnya. Kantung madu berbentuk segitiga atau persegi bisa saja dibuat tanpa meninggalkan celah kosong. Tapi di sini, ahli matematika menyadari satu hal terpenting. Dari semua bentuk geometris tersebut, yang memiliki keliling paling kecil adalah heksagonal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena alasan inilah, walaupun bentuk-bentuk tersebut menutupi luasan areal yang sama, material yang diperlukan untuk membangun bentuk heksagonal lebih sedikit dibandingkan dengan persegi atau segitiga. Singkatnya, suatu kantung heksagonal adalah bentuk terbaik untuk memperoleh kapasitas simpan terbesar, dengan bahan baku lilin dalam jumlah paling sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang mengagumkan tentang lebah madu ini adalah kerjasama di antara mereka dalam membangun kantung-kantung madu ini. Bila seseorang mengamati sarang lebah yang telah jadi, mungkin ia berpikir bahwa rumah tersebut terbangun sebagai blok tunggal. Padahal sebenarnya, lebah-lebah memulai membangun rumahnya dari titik yang berbeda-beda. Ratusan lebah menyusun rumahnya dari tiga atau empat titik awal yang berbeda. Mereka melanjutkan penyusunan bangunan tersebut sampai bertemu di tengah-tengah. Tidak ada kesalahan sedikitpun pada tempat di mana mereka bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebah juga menghitung besar sudut antara rongga satu dengan lainnya pada saat membangun rumahnya. Suatu rongga dengan rongga di belakangnya selalu dibangun dengan kemiringan tiga belas derajat dari bidang datar. Dengan begitu, kedua sisi rongga berada pada posisi miring ke atas. Kemiringan ini mencegah madu agar tidak mengalir keluar dan tumpah.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berkomunikasi dengan Menari&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Untuk mengisi kantung-kantung ini dengan madu, lebah harus mengumpulkan nektar, yakni cairan manis pada bunga. Ini adalah tugas yang sangat berat. Penelitian ilmiah terkini mengungkapkan bahwa untuk memproduksi setengah kilogram madu, lebah harus mengunjungi sekitar empat juta kuntum bunga. Mendapatkan bunga-bunga ini pun adalah pekerjaan berat tersendiri. Oleh karenanya, koloni lebah memiliki sejumlah lebah pemandu dan lebah pencari makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana lebah pencari makan menemukan bunga di wilayah yang begitu luas dibanding ukuran tubuh mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mereka menemukan jalan kembali ke sarang tanpa tersesat? Bagaimana mereka memberitahu lebah-lebah lain tentang arah sumber bunga? Tatkala kita berusaha menjawab beragam pertanyaan ini, kita akan sampai pada kenyataan yang sungguh menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seekor lebah telah menemukan sumber bunga, maka tugas berikutnya dari lebah pemandu ini adalah untuk kembali ke sarang dan memberitahu lebah-lebah lain tentang lokasi di mana ia menemukan kumpulan bunga tersebut. Segera setelah lebah pemandu kembali ke sarangnya, ia mulai memberitahukan lokasi sumber bunga yang ia temukan kepada lebah-lebah lain. Pertama, ia membiarkan lebah-lebah lain mencicipi sedikit nektar yang ia kumpulkan dari bunga untuk memberitahu mereka tentang kualitas nektar tersebut. Lalu ia memulai tugas utamanya, yakni menjelaskan arah menuju sumber bunga. Ia melakukan ini dengan cara yang sangat unik, yaitu dengan tarian. Lebah pemandu mulai menari di tengah-tengah sarang dengan menggoyangkan badannya. Sulit dipercaya, tapi gerakan dalam tarian ini memberikan lebah-lebah lain informasi tentang lokasi sumber bunga. Misalnya, jika tarian berupa garis lurus ke arah bagian atas sarang, maka sumber makanan tepat mengarah ke arah matahari. Jika bunga berada pada arah sebaliknya, lebah akan membuat garis ke arah tersebut. Jika lebah menari ke arah kanan, maka ini menunjukkan bahwa sumber bunga berada tepat sembilan puluh derajat ke arah kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ada satu pertanyaan, lebah menjelaskan arah tersebut berdasarkan posisi matahari, padahal posisi matahari terus berubah. Setiap empat menit matahari bergeser satu derajat ke barat, faktor yang mungkin menurut anggapan orang diabaikan lebah dalam penentuan arah ini. Tapi, pengamatan menunjukkan bahwa lebah-lebah ini juga memperhitungkan pergerakan matahari. Ketika lebah pemandu memberitahu arah lokasi bunga, dalam setiap empat menit, sudut yang mereka beritahukan juga bertambah satu derajat ke barat. Berkat perhitungan yang luar biasa ini, para lebah tidak pernah tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebah pemandu tak hanya menunjukkan arah sumber bunga, tetapi juga jarak ke tempat tersebut. Lama waktu tarian dan jumlah getaran memberi petunjuk kepada lebah-lebah lain tentang jarak ini secara akurat. Mereka membawa perbekalan sari-sari makanan yang sekedar cukup untuk menempuh jarak ini, dan kemudian memulai perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku mengagumkan dari para lebah ini telah diuji dalam sebuah penelitian di California. Dalam penelitian ini, tiga wadah berisi air gula diletakkan di tiga tempat yang berbeda. Sesaat kemudian, lebah-lebah pemandu menemukan sumber makanan tersebut. Lebah pemandu yang mendatangi wadah pertama diberi tanda titik; yang mendatangi wadah kedua ditandai dengan garis, dan yang mendatangi wadah ketiga diberi tanda silang. Beberapa menit kemudian, lebah-lebah dalam sarang tampak mengamati dengan cermat para lebah pemandu ini. Para ilmuwan lalu memberi tanda titik pada lebah-lebah yang mengamati lebah pemandu bertanda titik, dan demikian halnya, mereka juga memberi lebah-lebah lain tanda yang sama dengan yang ada pada lebah pemandu yang mereka amati. Beberapa menit kemudian, lebah-lebah bertanda titik mendatangi wadah pertama, yang bertanda garis tiba di wadah kedua dan yang bertanda silang di wadah ketiga. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, terbukti bahwa lebah-lebah dalam sarang menemukan arah berdasarkan informasi yang sebelumnya telah disampaikan oleh lebah-lebah pemandu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala fakta ini hendaknya direnungkan dengan seksama. Dari mana lebah-lebah memperoleh kemampuan berorganisasi yang menakjubkan? Bagaimana seekor serangga mungil yang tak memiliki kecerdasan atau sarana berpikir mampu bertugas sebagai pencari makanan? Bagaimana ia dapat berpikir untuk mencari sumber makanan dan kemudian memberitahukannya kepada rekan-rekan sesarangnya? Bahkan jika ia dianggap mampu memikirkannya, bagaimana ia dapat menciptakan tarian untuk memberitahu yang lain tentang lokasi dan jarak sumber makanan? Bagaimana lebah-lebah dalam sarang mampu memahami arti gerakan dan getaran rumit dari lebah-lebah pemandu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Evolusi Darwin yang mengklaim bahwa kehidupan di bumi terjadi secara kebetulan, tak mampu menjawab beragam pertanyaan ini. Segala keahlian khusus lebah ini menunjukkan bahwa Penciptanya telah memberikan semua sifat ini kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menciptakan, dan mengilhami mereka untuk melakukan pekerjaan mereka. Fakta ini dinyatakan dalam Alquran:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan ditempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Tuhan, bagi orang-orang yang memikirkan. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;(QS. An-Nahl, 16: 68-69)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-8889557966686045748?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/8889557966686045748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/lebah-madu-sang-arsitek-dan-penari.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/8889557966686045748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/8889557966686045748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/lebah-madu-sang-arsitek-dan-penari.html' title='LEBAH MADU: SANG ARSITEK DAN PENARI ULUNG'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-408715758870172726</id><published>2009-03-12T19:16:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T19:18:20.759-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sains Dan Iptek'/><title type='text'>TAWON BERMADU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah:"Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yanng telah dimudahkan (bagimu)". Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;(QS. An-Nahl 68, 69) &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Banyak orang tahu bahwa madu merupakan sumber gizi yang penting bagi tubuh manusia, namun sedikit sekali orang yang menyadari betapa mengagumkan karakteristik produsen madu itu sendiri yaitu tawon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber makanan tawon adalah nektar (minuman dari sari bunga) yang tidak mungkin didapatkan pada musim dingin. Maka dari itu tawon mencampur nektar tsb dengan sekresi khususnya sehingga menghasilkan sumber makanan baru, yaitu madu yang dapat menjadi persediaan makanan baginya untuk musim dingin yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik perhatian di sini adalah bahwa madu menyimpan persediaan madu jauh lebih banyak dari yang sebenarnya ia butuhkan. Sudah pasti pertanyaan yang muncul adalah mengapa tawon tidak bosan/berhenti dari aktifitas produksi yang berlebihan ini, karena jelas bagi tawon untuk membuang waktu dan tenaga. Jawaban atas pertanyaan ini terletak pada wahyu ilahi yang diterima oleh tawon, sebagaimana disebutkan pada ayat Qur'an di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawon memproduksi madu tidak hanya untuk dirinya saja namun juga bagi manusia. Oleh karenanya, seperti beberapa hewan di muka bumi, tawon juga diciptakan demi khidmat kepada manusia. Sebagaimana ayam bertelor setiap hari meskipun ayam tidak membutuhkan atau sapi yang menghasilkan susu dalam jumlah besar jauh yang dibutuhkan oleh anaknya.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Organisasi kawanan tawon yang sempurna&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kehidupan kawanan tawon dalam sarangnya dan kegiatan produksi madu mempunyai detail yang luar biasa. Tanpa membahas lebih jauh, marilah kita lebih mengenal sifat dan karakteristik "kehidupan sosial" tawon. Tawon memiliki "tugas" banyak yang harus dikerjakan yang mana semuanya diatasi dengan organisasi yang prima.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengaturan kelembaban dan ventilasi udara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kelembaban sarang tawon yang menjadikan madu berkualitas dan terlindungi harus dipertahankan dalam batas tertentu sepanjang waktu. Sedikit berubah tingkat kelembaban menjadi di atas atau di bawah limit, akan dapat merusak kualitas gizi dan hilang proteksinya. Demikian pula, temperatur sarang tawon harus 32°C selama 10 bulan. Untuk menjaga agar konstan tingkat temperatur dan kelembaban dalam batas-batas tertentu ini, "kelompok ventilasi" tawon ditunjuk untuk melaksanakan tugas penting ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama musim panas, sangatlah mudah kita dapat mengamati bagaimana tawon memberikan ventilasi sarangnya. Pintu sarang tawon dipadati oleh tawon. Dengan bertahan hinggap di lantai kayu, tawon mengipasi sarangnya dengan menggunakan sayapnya. Dalam suatu standar sarang tawon, udara yang masuk dari satu sisi dipaksa untuk keluar dari sisi lain. Tawon ventilator tambahan juga bekerja menyebarkan arus udara di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistim ventilasi yang sama dipakai untuk menjagai sarang tawon dari bahaya asap dan polusi udara.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sistim kesehatan &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Usaha tawon untuk menjaga kualitas madu tidak hanya dibatasi pada pengaturan kelembaban dan penkondisian udara saja. Sistim kesehatan yang mengagumkan juga terjadi di sarang tawon untuk menghindari kejadian apapun yang mengkin dapat menghasilkan sumber lahirnya bakteri. Prinsip dasar sistim kesehatan ini adalah untuk menghindari barang asing yang dapat masuk dalam sarang tawon. Karena itu selalu ada dua pengawal di depan pintu masuk sarang. Jika ada barang asing ataupun serangga yang akan memasuki sarang tawon meskipun sudah ada usaha preventif ini, maka semua tawon awas sekali dan mengeluarkannya dari sarangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk barang asing lebih besar yang tidak dapat dibawa keluar sarangnya, mekanisme preventif yang lain dimulai. Untuk keadaan yang demikian ini tawon menghasilkan sesuatu yang disebut "propolis (damar tawon)". Tawon membentuk propolis yang mengumpulkan damar dari pepohonan seperti pohon cemara, poplar, akasia; kemudian menggabungkan ini dengan sekresi khususnya. Kelebihan yang mendasar dari propolis adalah kemampuannya untuk tidak melindungi bakteri di dalamnya. Substansi seperti ini dibungkus dengan propolis setebal 1.5 mm, sehingga terisolasi dari sarang tawon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damar tawon yang sama digunakan untuk menambal sarang yang pecah. Damar bereaksi dengan udara dan membentuk permukaan yang keras setelah mengering dalam waktu yang sangat pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sekali kita dapat menyadari bahwa sistim yang diimplementasikan oleh tawon untuk menjaga sarangnya memerlukan kesadaran dan intelejensi yang tinggi. Yang lebih menarik adalah cairan damar yang dikeluarkan oleh tawon untuk perlindungan dari bakteria. Meskipun kita bisa menganggap bahwa tawon mengeluarkan cairan ini "secara sadar" untuk membungkus partikel asing, namun bagaimana mungkin menyediakan penjelasan atas pertanyaan berikut: 'bagaimana tawon menambahkan kualitas anti-bakteri ke cairan yang dikeluarkan oleh tubuhnya'. Apakah manusia, -yang sudah pasti lebih intelijen dari tawon- memiliki kemampuan untuk memberikan kualitas anti-bakteri ke dalam sekresi tubuh manusia sendiri? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman.Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;(QS. Yaasiin 72, 73) &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-408715758870172726?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/408715758870172726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/tawon-bermadu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/408715758870172726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/408715758870172726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/tawon-bermadu.html' title='TAWON BERMADU'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-7080763390841787066</id><published>2009-03-04T02:56:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T02:59:14.771-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah Saww'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>Surat Al-Baqarah ayat 37 - Nabi Adam (as) bertawasul dengan hak Rasulullah saw dan Ahlulbait</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Posted by Syamsuri Rifai &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;فتلقى آدم من ربه كلمات فتاب عليه&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya,”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(Qur'an surah al Baqarah ayat 37)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jalaluddin As-Suyuthi dalam tafsirnya Ad-Durrul Mantsur ketika menafsirkan ayat ini, mengatakan: Ibn Abbas pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang “Kalimat-kalimat yang diterima oleh Adam dari Tuhannya lalu Dia menerima taubatnya”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah saw bersabda: “Adam memohon kepada Allah dengan hak Muhammad, Ali, Fatimah, Al-Hasan dan Al-Husein (sa), kemudian Allah menerima taubatnya.” (Kanzul Ummal 1: 234).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imam Ali bin Abi Thalib (sa) pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang firman Allah “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya “(Al-Baqara: 36). Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah menurunkan Adam di India, Hawa’ di Jeddah, Iblis di Misan, dan ular di Ashbahan, ular itu berkaki seperti kaki onta. Adam tinggal di India selama seratus tahun menangisi kesalahannya sehingga Allah mengutus Jibril kepadanya dan berfirman: “Wahai Adam, bukankah Aku menciptakanmu dengan tangan-Ku? Bukankah Aku meniupkan ruh-Ku ke dalam dirimu? Bukankah para malaikat-Ku telah sujud kepadamu? Bukankah Aku telah menjadikan Hawa sebagai isterimu? Adam menjawab: Semua itu benar. Kemudian Allah swt bertanya: Mengapa kamu menangis? Adam menjawab: Bagaimana aku tidak menangis sementara aku dikeluarkan dari sisi Yang Maha Pengasih. Kemudian Allah swt berfirman: “Hendaknya kamu bertaubat dengan kalimat-kalimat ini, sesungguhnya Allah akan menerima taubatmu dan mengampuni dosamu. Ucapkan olehmu:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;اللّهم إني أسالك بحق محمّد وآل محمّد، سبُحانك لا إله إلاّ أنت، عملت سوءاً وظلمت نفسي، فتب عليّ إنك أنت التواب الرحيم، اللّهم إني أسألك بحق محمّد وآل محمّد، عملت سوءاً وظلمتُ نفسي فتُب عليّ إنك أنت التواب الرحيم&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad. Maha Suci Engkau tiada Tuhan kecuali Engkau, aku telah melakukan kesalahan dan menzalimi diriku, maka terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Menyayangi. Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad, aku telah melakukan kesalahan dan menzalimi diriku, maka terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Menyayangi.&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah saw bersabda: “kalimat-kalimat inilah yang diterima oleh Adam.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(Kanzul ‘Ummal 1: 234, hadis ke 4237)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hadis tersebut dengan segala macam redaksinya juga terdapat di dalam kitab: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Manaqib Ali bin Abi Thalib, Al-Maghazili Asy-Syafi’i, halaman 63, hadis ke 89. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Yanabi’ul Mawaddah, Al-Qundusi Al-Hanafi, halaman 97 dan 239, cet. Islambul; halaman 111, 112, 283, cet. Al-haidariyah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Muntakhab kanzul ‘Ummal, Al-Muntaqi Al-Hindi (catatan pinggir) Musnad Ahmad bin Hambal, jld 1, hlm 419. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Al-Ghadir, Al-Amini, jilid 7, halaman 300. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Ihqaqul Haqq, At-Tustari, jilid 3, halaman 76.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-7080763390841787066?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/7080763390841787066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/surat-al-baqarah-ayat-37-nabi-adam-as.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/7080763390841787066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/7080763390841787066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/surat-al-baqarah-ayat-37-nabi-adam-as.html' title='Surat Al-Baqarah ayat 37 - Nabi Adam (as) bertawasul dengan hak Rasulullah saw dan Ahlulbait'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-2153157558125525552</id><published>2009-03-04T02:37:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T02:40:50.706-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Ali bin Abi Thalib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>Sabda Nabi saw: “Ali dariku dan aku dari Ali”</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Posted on October 8, 2008 by Syamsuri Rifai &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Shahih Bukhari, kitab Ash-Shalh, bab kayfa yaktub: Hadza mashalaha fulan bin fulan:&lt;br /&gt;Al-Barra’ bin ‘Azib berkata: Pada bulan Dzul Qa’idah Nabi saw melakukan umrah. Penduduk Mekkah enggan mengundang beliau untuk berkunjung ke Mekkah, sehingga beliau memutuskan untuk muqim di Mekkah selama tiga hari. Ketika beliau menyuruh menulis surat: “Ini adalah ketentuan Muhammad Rasul Allah.” Kemudian mereka berkata: Kami tidak menetapkan hal itu, sekiranya kami mengetahui bahwa engkau adalah utusan Allah, apa yang menghalangi kami terhadapmu, engkau hanyalah Muhammad putera Abdullah. Nabi saw bersabda: “Aku adalah utusan Allah dan aku adalah Muhammad putera Abdullah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi saw bersabda kepada Ali (as): Hapuslah kalimat ‘Rasul Allah’. Ali (as) berkata: Tidak, demi Allah, aku selamanya tidak akan menghapusmu. Kemudian Nabi saw mengambil surat itu, lalu menulis: Ini adalah ketetapan Muhammad bin Abdillah: Kami akan datang ke Mekkah bukan untuk peperangan tatapi untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan tidak akan membawa keluar seorang pun penduduk Mekkah yang ingin mengikuti, serta tidak melarang sahabat-sahabatnya yang hendak muqim di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika beliau memasuki Mekkah, berselang beberapa saat, mereka mendatangi Ali (as) lalu berkata: Katakan pada sahabatmu! Keluarlah dari kota kami. Setelah berselang beberapa waktu, Nabi saw meninggalkan Mekkah, kemudian puteri Hamzah mengikuti rombongan Nabi saw sambil memanggil, wahai pamanku wahai pamanku. Kemudian Ali (as) mendekatinya lalu memegang tangannya dan berkata kepada Fatimah (as): Selainmu adalah puteri pamanmu. Kemudian Fatimah (as) membawanya. Lalu terjadi perdebatan antara Ali (as), Zaid dan Ja’far. Ali (as) berkata: Aku lebih berhak terhadapnya, dia adalah puteri pamanku. Ja’far berkata: dia juga puteri pamanku dan bibiknya berada dalam lindunganku. Zaid berkata: dia adalah puteri saudaraku. Kemudian Nabi saw membuat ketetapan dan bersabda: Bibik adalah seperti kedudukan ibu. Dan bersabda kepada Ali (as):&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;أنت مني وأنا منك&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Engkau dariku dan aku darimu.” Kemudian bersabda kepada Ja’far: “Engkau menyerupai keterciptaabku dan akhlakku.” Dan bersabda kepada Zaid: “Engkau adalah saudaraku dan junjunganku.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini juga disebutkan dalam kitab: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Shahih Bukhari, awal penciptaan, bab Umrah qadha’. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Sunan Al-Kubra, Al-Baihaqi, jilid 8 halaman 5, bab 13, hadis ke 15768. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Khashaish An-Nasa’i, halaman 51. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Musnad Ahmad bin Hambal, jilid 1 halaman 98, hadis ke 772. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Mustadrak Al-Hakim, jilid 3 halaman 120. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6. Tarikh Baghdad, Khathib Al-Baghdadi, jilid 4 halaman 140. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;7. Musykil Al-Atsar, Ath-Thahawi, jilid 4 halaman 173.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam Shahih Ath-Tirmidzi 2: 297, kitab manaqib, bab 20:Imran bin Hashin berkata: Pada suatu hari Rasulullah mengirim pasukan di bawah pimpinan Ali bin Abi Thalib (as). Setelah peperangan itu terjadilah musibah pada seorang budak perempuan, lalu mengingkarinya. Empat orang dari sahabat Nabi saw saling berjanji dan berkata: Jika nanti kami berjumpa dengan Rasulullah saw, kami akan memberitakan kepadanya apa yang dilakukan oleh Ali (as). Ketika kaum muslimin kembali dari perjalanannya, mereka menjumpai Rasulullah saw, lalu mengucapkan salam padanya lalu mereka pulang. Kemudian datanglah rombongan pasukan dan mereka mengucapkan salam kepada Nabi saw, lalu berdirilah salah seorang dari empat orang sahabat itu dan berkata: Ya Rasulallah, tidakkah melihat Ali bin Abi Thalib melakukan demikian dan demikian? Kemudian Nabi saw berpaling darinya. Kemudian yang satu lagi berdiri dan berkata seperti yang pertama, kemudian Nabi saw berpaling darinya. Kemudian yang ketiga berdiri dan berkata dengan perkataan yang sama, kemudian Nabi saw berpaling darinya. Kemudian yang keempat berdiri dan berkata dengan perkataan yang sama. Lalu Rasulullah saw menghadap kepada mereka dengan nampak marah di wajahnya dan bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;ما تريدون من عليّ ؟ ما تريدون من عليّ ؟ ما تريدون من عليّ ؟ إن علياً مني وأنا منه ، وهو ولي كل مؤمن بعدي&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Apa yang kalian inginkan dari Ali? Apa yang kalian inginkan dari Ali? Sesungguhnya Ali adalah dariku dan aku darinya, dia adalah pemimpin setiap mukmin sesudahku.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini juga terdapat dalam kitab: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Musnad Ahmad bin Hambal, jilid 4 halaman 437, hadis ke 19426. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Mustadrak Al-Hakim, jilid 3 halaman 110, kitab Ma’rifah Ash-Shahabah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Musnad Abu Dawud, jilid 3 halaman 111, hadis 829. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Hilyah Al-Awliya’, Abu Na’im, jilid 6 halaman 294. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Kanzul Ummal, Al-Muttaqi Al-Hindi, jilid 6 halaman 399: Fadhail Ali (as). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6. Khashaish An-Nasa’i, halaman 23.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Shahih At-Tirmidzi 2: 299, bab 21, hadis ke 3716:Barra’ bin ‘Azib berkata bahwa Rasulullah saw bersabda kepada Ali (as):&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;أنت مني وأنا منك&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Engkau dariku dan aku darimu.” (juga dalam Khashaish An-Nasa’i, halaman19)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam Shahih At-Tirmidzi 2: 299, kitab Manaqib, bab 21, hadis ke 3719:Habasyi bin Junadah berkata bahwa Rasulullah saw:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;عليّ مني وأنا من عليّ ولا يؤدّي عني إلاّ أنا أو علي&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Ali dariku dan aku dari Ali, dan tidak akan mengenalku yang sebenarnya kecuali aku dan Ali.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini juga terdapat dalam: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Sunan Ibnu Majah, halaman 12, Mukaddimah, bab 11, hadis ke 119. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Musnad Ahmad bin Hambal, jilid 4 halaman 164 dan 165, hadis ke 17051, 17052, 17056, 17057, 17058. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Khashaish An-Nasa’i, halaman 19 dan 20. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Ar-Riyadh An-Nadhrah, Muhibuddin Ath-Thabari, jilid 2 halaman 174.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-2153157558125525552?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/2153157558125525552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/sabda-nabi-saw-ali-dariku-dan-aku-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/2153157558125525552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/2153157558125525552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/sabda-nabi-saw-ali-dariku-dan-aku-dari.html' title='Sabda Nabi saw: “Ali dariku dan aku dari Ali”'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-5554782630346973114</id><published>2009-03-04T02:35:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T02:37:30.380-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Ali bin Abi Thalib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>Hadis Nabi saw: “Ali bersama Al-Qur’an dan Al-Qur’an bersama Ali”</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Posted on October 8, 2008 by Syamsuri Rifai &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Mustadrak Al-Hakim 3: 124, manaqib Ali bin Abi Thalib (sa): Ummu Salamah (isteri Nabi saw) berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;عليّ مع القرآن والقرآن مع عليّ لن يتفرقا حتى يردا علي الحوض&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Ali bersama Al-Qur’an dan Al-Qur’an bersama Ali, keduanya tak akan terpisahkan sehingga keduanya kembali kepadaku di telaga surga.” Al-Hakim mengatakan: Hadis ini shahih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini dan semakna juga terdapat dalam kitab berikut: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Faydh Al-Qadir, Al-Manawi, jilid 4 halaman 356. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Kanzul ummal, jilid 6 halaman 153, hadis ke 32912. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Majma’ Az-Zawaid, jilid 9 halaman 134. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Nurul Abshar, Asy-Syablanji, halaman 72.&lt;br /&gt;5. Ash-Shawa’iq Al-Muhriqah, Ibnu hajar, halaman 75&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam suatu riwayat dinyatakan: menjelang wafatnya Rasulullah saw bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;أيها الناس يوشك أن أقبض قبضاً سريعاً فينطلق بي وقد قدمت اليكم القول معذرة اليكم : ألا إني مخلف فيكم كتاب ربي عزوجل ، وعترتي أهل بيتي ، ثم أخذ بيد علي (عليه السلام) فرفعها فقال : هذا عليّ مع القرآن والقرآن مع عليّ لا يفترقان حتى يردا علي الحوض فاسألوهما ما خلفت فيهما&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Wahai manusia, sebentar lagi aku akan meninggalkan kalian, aku akan menyampaikan pada kalian perkataan yang berat bagi kalian: Ingatlah, aku tinggalkan pada kalian kitab Tuhanku Azza wa Jalla dan keturunanku Ahlul baitku.” Kemudian Nabi saw memegang tangan Ali (sa) dan mengangkatnya lalu bersabda: “Ini Ali bersama Al-Qur’an dan Al-Qur’an bersama Ali, keduanya tidak akan pernah terpisahkan sehingga keduanya kembali kepadaku di telaga surga. Maka hendaknya kalian bertanya kepada keduannya tentang apa saja sepeninggalku.”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-5554782630346973114?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/5554782630346973114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/hadis-nabi-saw-ali-bersama-al-quran-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/5554782630346973114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/5554782630346973114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/hadis-nabi-saw-ali-bersama-al-quran-dan.html' title='Hadis Nabi saw: “Ali bersama Al-Qur’an dan Al-Qur’an bersama Ali”'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-3372236905479569441</id><published>2009-03-04T02:26:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T02:34:45.374-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Ali bin Abi Thalib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>Antara cinta dan benci kepada Imam Ali bin Abi Thalib</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Posted on October 8, 2008 by Syamsuri Rifai &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Al-Hakim meriwayatkan dalam kitabnya Al-Mustadrak, dari Ibnu Abbas. Ia berkata bahwa Rasulullah saw memandang Ali lalu bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;يا علي أنت سيد في الدنيا سيد في الاخرة حبيبك حبيبي وحبيبي حبيب الله، وعدوك عدوي، وعدوي عدو الله، والويل لمن أبغضك بعدي&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Wahai Ali, kamu adalah penghulu di dunia dan penghulu di akhirat, kekasihmu adalah kekasihku, dan kekasihku adalah kekasih Allah. Musuhmu adalah musuhku, dan musuhku adalah musuh Allah, celakalah orang yang membencimu sesudahku.” (Mustadrak Al-Hakim 3: 128).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ahmad bin Hanbal meriwayatkan dalam Musnadnya, dari Ali (sa) bahwa Rasulullah saw bersabda kepadanya:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;لا يحبك إلا مؤمن ولا يبغضك الا منافق&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Tidak akan mencintaimu (Ali) kecuali orang mukmin, dan tidak akan membencimu kecuali orang munafik.” (Musnad Ahmad 3: 102).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam kitabnya Al-Mustadrak dari Abu Dzar Al-Ghifari (ra), ia berkata:&lt;br /&gt;“Kami tidak mengenal orang-orang munafik kecuali karena kedustaan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya, meninggalkan shalat, dan kebencian kepada Ali bin Abi Thalib (sa).” (Mustadrak Al-Hakim 3: 102).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam kitabnya Al-Mustadrak, dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwa Nabi saw memandang Ali (sa) lalu bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;يا علي أنت سيد في الدنيا سيد في الاخرة حبيبك حبيبي وحبيبي حبيب الله، وعدوك عدوي، وعدوي عدو الله، والويل لمن أبغضك بعدي&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Wahai Ali, kamu adalah penghulu di dunia dan penghulu di akhirat, kekasihmu adalah kekasihku dan kekasihku adalah kekasih Allah. Musuhmu adalah musuhku dan musuhku adalah musuh Allah, celakalah orang yang membencimu sesudahku.” (Mustadrak Al-Hakim 3: 128).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw juga bersabda:“Barangsiapa yang mati dalam keadaan cinta kepada keluarga Muhammad, maka ia mati syahid. Ingatlah! Barangsiapa yang mati dalam keadaan cinta kepada keluarga Muhammad, maka ia mati dalam keadaan diampuni. Ingatlah! Barangsiapa yang mati dalam keadaan cinta kepada keluarga Muhammad, maka matinya sebagai orang yang bertaubat. Ingatlah! Barangsiapa yang mati dalam keadaan cinta kepada keluarga Muhammad, maka matinya sebagai orang yang beriman, dan imannya sempurna. Ingatlah! Barangsiapa yang mati dalam keadaan cinta kepada keluarga Muhammad, malaikat maut akan menyampaikan kabar gembira tentang surga (sebagai kediamannya) …” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hadis ini terdapat dalam kitab:&lt;br /&gt;1. Tafsir Al-Kasysyaf, Zamakhsyari, jilid 2, halaman 339. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Faraid As-Samthin, Al-Hamawaini, jilid 2, halaman 49. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Arjah Al-Mathalib, Ubaidillah Al-Hanafi, halaman 320.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-3372236905479569441?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/3372236905479569441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/antara-cinta-dan-benci-kepada-imam-ali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/3372236905479569441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/3372236905479569441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/antara-cinta-dan-benci-kepada-imam-ali.html' title='Antara cinta dan benci kepada Imam Ali bin Abi Thalib'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-3622387569845079660</id><published>2009-03-04T02:24:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T02:25:38.119-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>Fatimah Az-Zahra’ (sa) Penghulu semua Perempuan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam Shahih Bukhari, kitab Awal penciptaan, bab tanda-tanda kenabian dalam Islam: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ummul Mukminin Aisyah berkata: Fatimah (as) datang kepada Nabi saw dengan berjalan seperti jalannya Nabi saw. Kemudian Nabi saw mengucapkan: “Selamat datang duhai puteriku.” Kemudian beliau mempersilahkan duduk di sebelah kanan atau kirinya kemudian beliau berbisik kepadanya lalu Fatimah menangis. Kemudian Nabi saw bersabda kepadanya: “Mengapa kamu menangis?” Kemudian Nabi saw berbisik lagi kepadanya. Lalu ia tertawa dan berkata: Aku tidak pernah merasakan bahagia yang paling dekat dengan kesedihan seperti hari ini. Lalu aku (Aisyah) bertanya kepada Fatimah tentang apa yang dikatakan oleh Nabi saw. Fatimah menjawab: Aku tidak akan menceritakan rahasia Rasulullah saw sehingga beliau wafat. Aku bertanya lagi kepadanya, lalu ia berkata: (Nabi saw berbisik kepadaku): “Jibril berbisik kepadaku, Al-Qur’an akan menampakkan padaku setiap setahun sekali, dan ia akan menampakkan padaku tahun ini dua kali, aku tidak melihatnya kecuali datangnya ajalku, dan engkau adalah orang pertama dari Ahlul baitku yang menyusulku.” Lalu Fatimah menangis. Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Tidakkah kamu ridha menjadi penghulu semua perempuan ahli surga atau penghulu semua isteri orang-orang yang beriman? Kemudian Fatimah tertawa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-3622387569845079660?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/3622387569845079660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/fatimah-az-zahra-sa-penghulu-semua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/3622387569845079660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/3622387569845079660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/fatimah-az-zahra-sa-penghulu-semua.html' title='Fatimah Az-Zahra’ (sa) Penghulu semua Perempuan'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-4856221118627386662</id><published>2009-03-04T02:23:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T02:24:06.659-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Hussain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>Al-Hasan dan Al-Husein Penghulu Pemuda Ahli surga</title><content type='html'>Dalam shahih Tirmidzi 2/306, hadis ke 3768:Abu Said Al-Khudri berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;الحسن والحسين سيدا شباب أهل الجنّة&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“Al-Hasan dan Al-Husein penghulu pemuda ahli surga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini juga terdapat dalam:&lt;br /&gt;1. Musnad Ahmad bin Hambal, jilid 3 halaman 3, 62 dan 82, hadis ke 10616.&lt;br /&gt;2. Hilyatul Awliya’, jilid 5 halaman 71.&lt;br /&gt;3. Tarikh Baghdad, jilid 9 halaman 231 dan 232.&lt;br /&gt;4. Khashaish An-Nasa’i, halaman 36.&lt;br /&gt;5. Shahih Tirmidzi, jilid 2 halaman 307.&lt;br /&gt;6. Usdul Ghabah, jilid 5 halaman 574.&lt;br /&gt;7. Mustadrak Al-Hakim, jilid 3 halaman 381, kitab ma’rifah shahabah.&lt;br /&gt;8. Kanzul Ummal, jilid 7 halaman 108, hadis ke 37693.&lt;br /&gt;9. Al-Ishabah, Ibnu Hajar, jilid 1 halaman 266, hadis ke 1251; jilid 6 halaman 186, hadis ke 8479.&lt;br /&gt;10. Kunuz Al-Haqaiq Al-Mannawi, halaman 81, hadis ke 1659.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-4856221118627386662?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/4856221118627386662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/al-hasan-dan-al-husein-penghulu-pemuda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/4856221118627386662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/4856221118627386662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/al-hasan-dan-al-husein-penghulu-pemuda.html' title='Al-Hasan dan Al-Husein Penghulu Pemuda Ahli surga'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-457866865599996277</id><published>2009-03-04T02:21:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T02:42:01.809-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>Mengapa Fatimah (as) digelari Az-Zahra’?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Posted on December 8, 2008 by Syamsuri Rifai &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Abban bin Tughlab pernah bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (as): Mengapa Fathimah digelari Az-Zahra’? Ia menjawab: “Karena Fathimah (as) memacarkan cahaya pada Ali bin Abi Thalib tiga kali di siang hari. Ketika ia melakukan shalat sunnah di pagi hari, dari wajahnya memancar cahaya putih sehingga cahayanya memancar dan menembus ke kamar banyak orang di Madinah dan dinding rumah mereka diliputi cahaya putih. Mereka heran atas kejadian itu, lalu mereka datang kepada Rasulullah saw dan menanyakan apa yang mereka saksikan. Kemudian Nabi saw menyuruh mereka datang ke rumah Fathimah. Lalu mereka mendatanginya, ketika sampai di rumahnya mereka melihat Fathimah sedang shalat di mihrabnya. Mereka melihat cahaya di mihrabnya, cahaya itu memancar dari wajahnya, sehingga mereka tahu bahwa cahaya yang mereka saksikan di rumah mereka adalah cahaya yang terpancar dari wajah Fathimah (as). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika Fathimah (as) melakukan shalat sunnah di tengah hari cahaya kuning memancar dari wajahnya, cahaya itu menembus ke kamar rumah orang banyak, sehingga pakaian dan tubuh mereka diliputi oleh cahaya berwarna kuning. Lalu mereka datang kepada Rasulullah saw dan bertanya tentang apa yang mereka saksikan. Nabi saw menyuruh mereka datang ke rumah Fathimah (as), saat itu mereka melihat dia sedang berdiri dalam shalat sunnah di mihrabnya, cahaya kuning itu memancar dari wajahnya pada dirinya, ayahnya, suaminya dan anak-anaknya, sehingga mereka tahu bahwa cahaya yang mereka saksikan itu adalah berasal dari cahaya wajah Fathimah (as).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika Fathimah (as) melakukan shalat sunnah di punghujung siang saat mega merah matahari telah tenggelam wajah Fathimah memancarkan cahaya merah sebagai tanda bahagia dan rasa syukur kepada Allah Azza wa Jalla. Cahaya itu menembus ke kamar orang banyak sehingga dinding rumah mereka memerah. Mereka heran atas kejadian itu. Kemudian mereka datang lagi kepada Rasulullah saw menanyakan kejadian itu. Nabi saw menyuruh mereka datang ke rumah Fathimah (as). Ketika sampai di rumah Fathimah mereka melihat ia sedang duduk bertasbih dan memuji Allah, mereka melihat cahaya merah memancar dari wajahnya. Sehingga mereka tahu bahwa bahwa cahaya yang mereka saksikan itu berasal dari cahaya wajah Fathimah (as). Cahaya-cahaya itu selalu memancar di wajahnya, dan cahaya itu diteruskan oleh putera dan keturunannya yang suci hingga hari kiamat.” (Bihârul Anwar 43: 11, hadis ke 2)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-457866865599996277?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/457866865599996277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/mengapa-fatimah-as-digelari-az-zahra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/457866865599996277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/457866865599996277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/mengapa-fatimah-as-digelari-az-zahra.html' title='Mengapa Fatimah (as) digelari Az-Zahra’?'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-6119020768320728454</id><published>2009-03-04T02:15:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T02:42:36.569-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Hussain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>Jibril memberitakan kepada Nabi saw tentang terbunuhnya Al-Hussain (as) dan membawa tanah Karbala</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Posted on December 28, 2008 by Syamsuri Rifai &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Mustadrak Al-Hakim 3/176:Ummul Fadhl binti Harits berkata bahwa ia datang kepada Rasulullah saw dan bertanya: Ya Rasulullah, tadi malam aku bermimpi yang menakutkan. Rasulullah saw bertanya: Mimpi apa? Ia berkata: Mimpiku sangat menakutkan. Mimpi apa? Tanya Rasulullah saw. Ia berkata: Aku mimpi seakan-akan bagian tubuhmu kuletakkan di pangkuanku. Rasulullah saw bersabda: Kamu mimpi baik, Fatimah akan melahirkan, dan insya Allah anak itu akan berada dalam pangkuanmu. Lalu Fatimah (as) melahirkan Al-Husein (as) dan ia berada dalam pangkuanku sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari aku datang kepada Rasulullah saw lalu kuletakkan Al-Husein di pangkuannya, kemudian Rasulullah saw menangis. Aku bertanya: Mengapa engkau menangis? Rasulullah saw bersabda: “Baru saja Jibril datang memberitakan kepadaku bahwa ummatku akan membunuh puteraku ini.”Aku bertanya: Ini (Al-Husein)? Rasulullah saw menjawab: “Ya, baru saja Jibril datang kepadaku dengan membawa turbah (tanah) Al-Husein yang berwarna merah.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Al-Hakim berkata: hadis ini shahih menurut persyaratan Bukhari dan Muslim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini dan yang semakna juga terdapat dalam: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Mustadrak Al-Hakim, jilid 4 halaman 398. Diriwayatkan oleh Ummu Salamah. Al-Hakim berkata: hadis ini shahih menurut persyaratan Bukhari dan Muslim, tetapi mereka berdua tidak meriwayatkan dalam kitabnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Dzakhair Al-Uqba, halaman 148. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Musnad Ahmad bin Hambal, jilid 3 halaman 242, hadis ke 13127 dan 13383. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Kanzul Ummal, jilid 7 halaman 106, hd 37669. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Majmaj Az-Zawaid, jilid 9 halaman 187. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6. Ash-Shawa’iq Al-Muhriqah, Ibnu hajar, halaman 115, hadis ke 30.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-6119020768320728454?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/6119020768320728454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/jibril-memberitakan-kepada-nabi-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/6119020768320728454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/6119020768320728454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/jibril-memberitakan-kepada-nabi-saw.html' title='Jibril memberitakan kepada Nabi saw tentang terbunuhnya Al-Hussain (as) dan membawa tanah Karbala'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-4589410200180051939</id><published>2009-03-04T02:13:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T02:42:36.571-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Ali bin Abi Thalib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>Imam Ali bin Abi Thalib - Pembagi Antara surga dan neraka</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;يا علي أنت قسيم الجنة والنار يوم القيامة غيري&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Wahai Ali, selain aku, engkau juga pembagi surga dan neraka pada hari kiamat.” (Maqtal Al-Husein, Al-Khawarizmi, jilid 2, halaman 39).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al-Bashri meriwayatkan dari Abdullah bahwa Rasulullah saw bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;إذا كان يوم القيامة يقعد علي بن أبي طالب على الفردوس وهو جبل قد علا على الجنة وفوقه عرش رب العالمين ومن سفحه تنفجر أنهار الجنة وتتفرق في الجنان، وهو جالس على كرسي من نور يجري بين يديه التسنيم، فلا يجوز أحد الصراط الا ومعه برائة بولايته وولاية أهل بيته يشرف فيدخل محبيه الجنة ومبغضيه النار&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Jika hari kiamat terjadi, Ali duduk di bagian atas surga Firdaus yaitu di suatu gunung yang ada bagian atas surga, yang di atasnya lagi ada Arasy Tuhan alam semesta, dan di kaki gunung itu terpancar sungai-sungai surga dan mengalirlah sungai-sungai di semua surga. Ali duduk di atas kursi dari cahaya dan di depannya mengalir sungai surga, maka saat itulah tidak ada seorang pun yang dapat melintasi shirathal mustaqim kecuali orang yang berwilayah kepadanya dan Ahlul baitnya, sehingga masuklah ke surga orang-orang yang mencintainya dan masuk ke neraka orang-orang yang membencinya.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hadis tersebut juga terdapat dalam kitab: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Faraidus Samthin, Al-Hamuwaini Asy-Syafi’i, jilid 1, bab 54. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Ar-Riyadh An-Nazhrah, Muhibuddin Ath-Thabari, jilid 2, halaman 173, 177-244. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Tarikh Baghdad, Al-Khathib Al-Baghdadi, jilid 3, halaman 161. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tentang hadis tersebut selain diriwayatkan oleh Abu Bakar, Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud, juga diriwayatkan oleh sahabat-sahabat yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-4589410200180051939?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/4589410200180051939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/imam-ali-bin-abi-thalib-pembagi-antara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/4589410200180051939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/4589410200180051939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/imam-ali-bin-abi-thalib-pembagi-antara.html' title='Imam Ali bin Abi Thalib - Pembagi Antara surga dan neraka'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-7848694279362805150</id><published>2009-03-04T01:26:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T02:42:36.572-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Qur&apos;an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>Ulil amri adalah para Imam dari Ahlulbait</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a title="Ulil amri adalah para Imam dari Ahlul bait (as)" href="http://tafsirtematis.wordpress.com/2009/02/28/ulil-amri-adalah-para-imam-dari-ahlul-bait-as/" rel="bookmark"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Posted by Syamsuri Rifai &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Surat AN-NISA’: 59 - Ulil amri adalah para Imam dari Ahlul bait&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَ أَطِيعُوا الرَّسولَ وَ أُولى الأَمْرِ مِنكمْ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Hai orang-orang yang beriman taatlah kamu kepada Allah, dan taatlah kamu kepada Rasul-Nya dan Ulil amri kamu.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud “Ulil-amri” dalam ayat ini adalah Ali bin Abi Thalib (as) dan Ahlul bait Nabi saw.&lt;br /&gt;Dalam Tafsir Al-Burhan tentang ayat ini disebutkan suatu riwayat yang bersumber dari Jabir Al-Anshari (ra), ia berkata: Ketika Allah menurunkan ayat ini aku bertanya: Ya Rasulallah, kami telah mengetahui Allah dan Rasul-Nya, tetapi siapakah yang dimaksud dengan Ulil-amri yang ketaatannya kepada mereka Allah kaitkan dengan ketaatan kepada-Nya dan Rasul-Nya? Rasulullah saw menjawab:Wahai Jabir, mereka itu adalah para penggantiku: Pertama, Ali bin Abi Thalib, kemudian Al-Hasan, kemudian Al-Husein, kemudian Ali bin Al-Husein, kemudian Muhammad bin Ali, kemudian Muhammad bin Ali yang dalam Taurat gelarnya masyhur Al-Baqir. Wahai Jabir, kamu akan menjumpai dia, sampaikan salamku kepadanya. Kemudian Ash-Shadiq Ja’far bin Muhammad, kemudian Musa bin Ja’far, kemudian Ali bin Musa, kemudian Muhammad bin Ali, kemudian Al-Hasan bin Muhammad, kemudian dua nama Muhammad dan yang punya dua gelar Hujjatullah di bumi-Nya dan Baqiyatullah bagi hamba-hamba-Nya yaitu Ibnul Hasan, dialah yang Allah perkenalkan sebutan namanya di seluruh belahan bumi bagian barat dan timur, dialah yang ghaib dari para pengikutnya dan kekasihnya, yang keghaibannya menggoyahkan keimamahannya kecuali bagi orang-orang yang Allah kokohkan keimanan dalam hatinya.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan Kritik Allamah Thabathaba’i terhadap Fakhrur RaziFakhrur Razi mengatakan: Pembatasan kata Ulil-amri dengan kata minkum menunjukkan salah seorang dari mereka yakni manusia biasa seperti kita, yaitu orang yang beriman yang tidak mempunyai keistimewaan Ishmah Ilahiyah (jaminan kesucian dari Allah). Yang perlu diragukan adalah pendapat yang mengatakan: Mereka (Ulil-amri) adalah satu kesatuan pemimpin, yang ketaatan kepada masing-masing mereka hukumnya wajib.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ar-Razi lupa bahwa makna ini sudah masyhur digunakan dalam bahasa Al-Qur’an, misalnya: “janganlah kamu mentaati orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah)” (Al-Qalam: 8), “Janganlah kamu mentaati orang-orang kafir.” (Al-Furqan: 52), dan ayat-ayat yang lain dalam bentuknya yang bermacam-macam: kalimat positif, kalimat negatif, kalimat berita, kalimat perintah dan larangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan Kritik Allamah Thabathaba’i terhadap Tafsir Al-ManarSyeikh Rasyid Ridha mengatakan: Ulil-amri adalah Ahlul hilli wal-Aqdi yaitu orang-orang yang mendapat kepercayaan ummat. Mereka itu bisa terdiri dari ulama, panglima perang, dan para pemimpin kemaslatan umum seperti pemimpin perdagangan, perindustrian, pertanian. Termasuk juga para pemimpin buruh, partai, para pemimpin redaksi surat kabar yang Islami dan para pelopor kemerdekaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Inikah maksud dari Ulil-amri? Pendapat ini dan yang punya pandangan seperti ini telah menutupi makna Al-Qur’an yang sempurna dengan makna yang tidak jelas. Ayat ini mengandung makna yang jelas yaitu Ismah Ilahiyah (jaminan kesucian dari Allah) bagi Ulil-amri. Karena ketaatan kepada Ulil-amri bersifat mutlak, dikaitkan dengan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.Apakah yang mempunyai sifat kesucian (‘ishmah) adalah para pemimpin lembaga-lembaga itu sehingga mereka dikatagorikan sebagai orang-orang yang ma’shum? Yang jelas tidak pernah terjadi para Ahlul hilli wal-‘Iqdi yang mengatur urusan ummat, mereka semuanya ma’shum. Mustahil Allah swt memerintahkan sesuatu yang penting tanpa mishdaq (ekstensi) yang jelas. Dan mustahil sifat ‘ishmah dimiliki oleh lembaga yang orang-orangnya tidak ma’shum, bahkan yang sangat memungkinkan mereka berbuat kezaliman dan kemaksiatan. Pendapat mereka ini jelas salah dan mengajak pada kesesatan dan kemaksiatan. Mungkinkah Allah mewajibkan kita taat kepada orang-orang seperti mereka?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Ahlul Bait (as)Ulil-amri adalah Ali bin Abi Thalib dan para Imam suci (as).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Tafsir Al-‘Ayyasyi tetang ayat ini menyebutkan bahwa:Imam Muhammad Al-Baqir (as) berkata tentang ayat ini: “Mereka itu adalah para washi Nabi saw.”Tentang ayat ini Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) berkata: “Mereka adalah para Imam dari Ahlul bait Rasulullah saw.”Tentang ayat ini Imam Muhammad Al-Baqir (as) berkata: “Mereka adalah para Imam dari keturunan Ali dan Fatimah hingga hari kiamat.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Yanabi’ul Mawaddah disebutkan suatu riwayat dari Salim bin Qais Al-Hilali, ia berkata bahwa Imam Ali bin Abi Thalib (as) berkata: “Yang paling dekat bagi seorang hamba terhadap kesesatan adalah ia yang tidak mengenal Hujjatullah Tabaraka wa Ta’ala. Karena Allah telah menjadikannya sebagai hujjah bagi hamba-hamba-Nya, dia adalah orang yang kepadanya Allah perintahkan hamba-hamba-Nya untuk mentaatinya dan mewajibkan untuk berwilayah kepadanya.Salim berkata: Wahai Amirul mukmin, jelaskan kepadaku tentang mereka (Ulil-amri) itu.Amirul mukminin (as) berkata: “Mereka adalah orang-orang yang ketaataannya kepada mereka Allah kaitkan pada diri-Nya dan Nabi-Nya.” Kemudian ia berkata: “Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kalian kepada Allah, Rasul-Nya, dan kepada Ulil-amri kalian.”Salim bin Qais berkata: Wahai Amirul mukminin, jadikan aku tebusanmu, jelaskan lagi kepadaku tentang mereka itu.Amirul mukminin (as) berkata: “Mereka adalah orang-orang yang oleh Rasulullah saw disampaikan di berbagai tempat dalam sabda dan khutbahnya, Rasulullah saw bersabda: ‘Sungguh aku tinggalkan pada kalian dua perkara, jika kalian berpegang teguh dengan keduanya kalian tidak akan tersesat sesudahku: Kitab Allah dan ‘itrahku, Ahlul baitku’.”&lt;br /&gt;Riwayat hadis ini dan yang semakna dengan hadis tersebut terdapat dalam:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Tafsir Ad-Durrul Mantsur tentang ayat ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Tafsir Ath-Thabari tentang ayat ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Tafsir Fakhrur Razi, jilid 3 halaman 357, tentang ayat ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Yanabi’ul Mawaddah, oleh Syaikh Sulaiman Al-Qundusi Al-Hanafi, halaman 134, cet. Al-Haidariyah; halaman 114 dan 117, cet. Islambul. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Syawahidut Tanzil, oleh Al-Hakim Al-Haskani Al-Hanafi, jilid 1, halaman 148, hadis ke 202, 203 dan 204. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6. Ihqaqul Haqq, oleh At-Tustari, jilid 3, halaman 424, cet. pertama, Teheran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;7. Faraid As-Samthin, jilid 1, halaman 314, hadis ke 250.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-7848694279362805150?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/7848694279362805150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/ulil-amri-adalah-para-imam-dari.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/7848694279362805150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/7848694279362805150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/ulil-amri-adalah-para-imam-dari.html' title='Ulil amri adalah para Imam dari Ahlulbait'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-532948346094311911</id><published>2009-03-04T00:42:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T00:43:37.943-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Ghazali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><title type='text'>Hadits Qudsi Imam Ghazali - 7</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PERINGATAN KETUJUH&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Wahai manusia ! Wahai budak-budak uang ! Aku menjadikan uang agar engkau dapat menikmati rejeki-Ku, mengenakan pakaian-Ku dan agar kalian semua membaca tasbih serta mensucikan diri-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ternyata kalian semua mengambil kitab suci-Ku, lalu engkau taruh di belakangmu dan engkau mengambil uang lalu engkau tempatkan di atas kepalamu. Kau agung-agungkan rumahmu dan kau remehkan rumah-Ku. Sungguh engkau bukanlah manusia-manusia pilihan, bukan orang yang merdeka. Tapi engkau adalah budak dunia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekumpulan manusia semacam dirimu laksana sebuah kuburan yang dibangun dengan tembok. Sepintas, jika dilihat dari luar, nampak cantik-molek, tapi di dalamnya jelek.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan sikapmu, sepintas kalian berbuat bajik, simpatik dan penuh kasih pada orang lain dengan mulutmu yang manis dan perbuatanmu yang indah memikat. Namun itu pula engkau sesungguhnya hatimu keras dan kasar serta budi pekertimu yang nista.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia ! Bersihkan perbuatanmu dari noda, lalu mintalah kepada-Ku !&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Aku akan memberi kepadamu lebih banyak lagi dari apa yang diminta oleh para peminta.”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-532948346094311911?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/532948346094311911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/hadits-qudsi-imam-ghazali-7.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/532948346094311911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/532948346094311911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/hadits-qudsi-imam-ghazali-7.html' title='Hadits Qudsi Imam Ghazali - 7'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-4301161902887715626</id><published>2009-03-04T00:38:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T00:42:12.997-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Ghazali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><title type='text'>Hadits Qudsi Imam Ghazali - 6</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PERINGATAN KEENAM&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Wahai manusia ! Aku tidak menciptakanmu karena Aku menginginkan agar yang sedikit menjadi banyak karenamu, tidak karena Aku ingin menjadikan luluhnya binatang buas karenamu, tidak karena Aku ingin meminta pertolongan dalam urusan yang Aku tak mampu, tidak karena ingin menarik keuntungan bagi-Ku atau pula untuk menolak yang membahayakan bagi diri-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku menciptakanmu, agar tiada henti menyembah-Ku, bersyukur sebanyak mungkin dan mensucikan-Ku pagi dan sore. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia ! Andai manusia yang pertama dan yang paling akhir di antara kalian, seluruh jin dan manusia, baik tua maupun muda, baik yang merdeka maupun hamba berkumpul semua tunduk dan patuh kepada-Ku, setitik tepung pun tidak akan menambah kebesaran singgasana kekuasaan-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa berjihad di jalan Allah, sesungguhnya ia berjuang untuk kebaikan dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah tidak butuh sama sekali terhadap alam semesta. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wahai manusia ! Sebagaimana engkau berbuat, engkau akan diperlakukan.”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-4301161902887715626?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/4301161902887715626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/hadits-qudsi-imam-ghazali-6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/4301161902887715626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/4301161902887715626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/hadits-qudsi-imam-ghazali-6.html' title='Hadits Qudsi Imam Ghazali - 6'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-7728704295963433098</id><published>2009-03-04T00:37:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T00:38:26.610-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Ghazali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><title type='text'>Hadits Qudsi Imam Ghazali - 5</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PERINGATAN KELIMA&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Wahai manusia ! Jangan engkau menjadi orang yang terlambat dalam bertobat, membumbung angan-angan dan mengharap kenikmatan hidup di akhirat tanpa amal. Berkata seperti ahli ibadah, beramal seperti orang munafik. Jika diberi karunia tidak pernah mau menerima apa adanya. Jika tidak diberi, tidak mau bersabar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengajak berbuat baik pada orang lain tapi ia sendiri mengabaikannya. Mencegah orang lain agar tidak berbuat nista, sementara ia sendiri melakukannya. Mencintai orang yang suka berbuat baik, namun ia sendiri tidak termasuk di dalamnya. Membenci orang yang bersikap hipokrit, padahal ia termasuk di dalamnya. Mengatakan sesuatu yang tidak ia perbuat dan melakukan apa yang ia cegah. Menuntut orang lain memenuhi janji, namun ia sendiri mengkhianati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia ! Dalam setiap pergantian hari, sesungguhnya bumi selalu berkata kepadamu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia ! Engkau berjalan di atas punggungku. Kemudian jenazahmu ditaruh di dalam perutku. Engkau makan sesuka hatimu di atas punggungku dan setelah itu ulat-ulat memakan bangkaimu di dalam perutku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia ! Sungguh aku ini adalah sarang binatang buas, rumah saling menuntut, rumah tempat tinggal bersama, rumah kegelapan, sarang ular dan kalajengking. Maka hendaknya engkau membangun diriku, bukan justru memporakporandakan diriku.”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-7728704295963433098?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/7728704295963433098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/hadits-qudsi-imam-ghazali-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/7728704295963433098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/7728704295963433098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/hadits-qudsi-imam-ghazali-5.html' title='Hadits Qudsi Imam Ghazali - 5'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-3525946781376184584</id><published>2009-03-04T00:33:00.002-08:00</published><updated>2009-03-04T00:35:34.432-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Ghazali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><title type='text'>Hadits Qudsi Imam Ghazali - 4</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PERINGATAN KEEMPAT&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Wahai manusia ! Barangsiapa berduka karena persoalan dunia, maka ia hanya akan kian jauh dari Allah, kian nestapa di dunia dan semakin menderita di akhirat. Allah akan menjadikan hati orang tersebut dirundung duka selamanya, kebingungan yang tak berakhir, kepapaan yang berlarut-larut dan angan-angan yang selalu mengusik ketenangan hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia ! Hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak pernah menyadarinya. Setiap hari Aku datangkan rejeki kepadamu, sementara engkau tak pernah memuji-Ku. Dengan pemberian yang sedikit engkau tidak pernah mau lapang dada. Dengan pemberian yang banyak, engkau tidak juga pernah merasa kenyang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia ! Setiap hari Aku mendatangkan rejeki untukmu. Sementara setiap malam malaikat datang kepada-Ku dengan membawa catatan perbuatan jelekmu. Engkau makan dengan lahap rejeki-Ku, namun engkau tak segan-segan pula berbuat durjana kepada-Ku. Aku kabulkan jika engkau memohon kepada-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan-Ku tak putus-putus mengalir untukmu. Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepada-Ku tiada henti.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akulah pelindung terbaik untukmu. Sedangkan engkau hamba terjelek bagi-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kau raup segala apa yang Kuberikan untukmu. Kututupi kejelekan demi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku sungguh sangat malu kepadamu, sementara engkau sedikitpun tak pernah merasa malu kepada-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Engkau melupakan diri-Ku dan mengingat yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kepada manusia engkau merasa takut, sedangkan kepada-Ku engkau merasa aman-aman saja. Pada manusia engkau takut dimarahi, tetapi pada murka-Ku engkau tak peduli.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-3525946781376184584?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/3525946781376184584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/hadits-qudsi-imam-ghazali-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/3525946781376184584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/3525946781376184584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/hadits-qudsi-imam-ghazali-4.html' title='Hadits Qudsi Imam Ghazali - 4'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-1780388943008676731</id><published>2009-03-04T00:31:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T00:33:04.824-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Ghazali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><title type='text'>Hadits Qudsi Imam Ghazali - 3</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PERINGATAN KETIGA&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Wahai manusia ! Terimalah anugerah yang Kuberikan dengan lapang dada, maka engkau tidak akan berharap pada pemberian orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tinggalkanlah rasa dengki, maka engkau akan terhindar dari kegelisahan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hindari perbuatan haram, maka engkau aman dari kerancuan dalam beragama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa mampu menjaga diri dari membicarakan kejelekan orang lain, maka kecintaan-Ku akan Kuanugerahkan kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa mengisolasikan diri dari kerumunan orang, maka ia akan terhindar dari pengaruh jeleknya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa mampu membatasi diri dari berbicara yang tidak ada gunanya, itu menandakan kematangan akalnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa menerima dengan lapang dada atas pemberian Allah yang sedikit, maka ia penuh percaya pada Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia ! Jika engkau tidak melaksanakan ilmu yang telah engkau ketahui, maka bagaimana mungkin engkau akan dapat mencari ilmu yang belum engkau ketahui.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia ! Bekerjalah di dunia seakan engkau tidak akan mati esok.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kumpulkanlah harta seolah engkau akan hidup kekal di dunia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wahai dunia ! Jangan kau beri orang yang memburu dirimu. Carilah orang yang menghindar darimu. Jadilah kamu laksana manisan bagi mata orang yang memandangmu.”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-1780388943008676731?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/1780388943008676731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/hadits-qudsi-imam-ghazali-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/1780388943008676731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/1780388943008676731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/hadits-qudsi-imam-ghazali-3.html' title='Hadits Qudsi Imam Ghazali - 3'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-8009117801403928017</id><published>2009-03-04T00:29:00.001-08:00</published><updated>2009-03-04T00:31:24.405-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Ghazali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><title type='text'>Hadits Qudsi Imam Ghazali - 2</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PERINGATAN KEDUA&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;br /&gt;“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Aku. Tiada sekutu bagi-Ku. Dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa tidak mau menerima suratan nasib yang telah Aku putuskan, tidak bersabar atas segala cobaan yang Aku berikan, tidak mau berterimakasih atas segala nikmat yang Aku curahkan, dan tidak mau menerima apa adanya atas segala yang Aku berikan, maka sembahlah Tuhan selain Aku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang susah karena urusan dunia, sama saja ia marah kepada-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa mengadukan musibah yang menimpa dirinya (pada orang), ia sungguh berkeluh-kesah pada-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa menghadap pada orang kaya dengan menundukkan diri karena kekayaannya, maka lenyaplah dua pertiga agamanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa menampar mukanya atas kematian seseorang, maka ia sama saja dengan mengambil sebuah tombak untuk memerangi Aku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa memecah kayu di atas kubur, maka ia sama saja dengan merobohkan pintu Ka’bah-Ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa tidak peduli terhadap cara mendapatkan makanan, berarti ia tidak mempedulikan dari pintu mana Allah akan memasukkannya ke dalam neraka Jahannam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa tidak bertambah tingkat penghayatan keagamaannya, sungguh ia dalam keadaan selalu berkurang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang terus-menerus dalam keadaan berkurang, kematian adalah jauh lebih baik baginya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa mengamalkan ilmu yang ia ketahui, maka Allah akan menganugerahkan ilmu yang belum ia ketahui.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang angan-angannya membumbung tinggi, maka amal perbuatannya akan keruh.”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-8009117801403928017?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/8009117801403928017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/hadits-qudsi-imam-ghazali-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/8009117801403928017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/8009117801403928017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/hadits-qudsi-imam-ghazali-2.html' title='Hadits Qudsi Imam Ghazali - 2'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-8912028846179889185</id><published>2009-03-04T00:22:00.001-08:00</published><updated>2009-03-04T00:28:49.462-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Ghazali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><title type='text'>Hadits Qudsi Imam Ghazali - 1</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PERINGATAN PERTAMA&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;br /&gt;“Wahai manusia ! Aku heran pada orang yang yakin akan kematian, tapi ia hidup bersuka-ria. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku heran pada orang yang yakin akan pertanggungjawaban segala amal perbuatan di akhirat, tapi ia asyik mengumpulkan dan menumpuk harta benda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku heran pada orang yang yakin akan kubur, tapi ia tertawa terbahak-bahak.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku heran pada orang yang yakin akan adanya alam akhirat, tapi ia menjalani kehidupan dengan bersantai-santai. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku heran pada orang yang yakin akan kehancuran dunia, tapi ia menggandrunginya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku heran pada intelektual, yang bodoh dalam soal moral.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku heran pada orang yang bersuci dengan air, sementara hatinya masih tetap kotor.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku heran pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain, sementara ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku heran pada orang yang yakin bahwa Allah senantiasa mengawasi segala perilakunya, tapi ia berbuat durjana.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku heran pada orang yang sadar akan kematiannya, kemudian akan tinggal dalam kubur seorang diri, lalu dimintai pertanggungjawaban seluruh amal perbuatannya, tapi berharap belas-kasih dari orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tiada Tuhan kecuali Aku dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-8912028846179889185?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/8912028846179889185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/hadits-qudsi-imam-ghazali-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/8912028846179889185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/8912028846179889185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/03/hadits-qudsi-imam-ghazali-1.html' title='Hadits Qudsi Imam Ghazali - 1'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-9067947420158312746</id><published>2009-01-26T18:39:00.000-08:00</published><updated>2009-03-12T19:07:00.173-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sains Dan Iptek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Mahdi'/><title type='text'>Nubuwwah Tentang Bintang Berekor</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanda Ilmiah Kedatangan Imam Mahdi II&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nu’aim bin Hammad dalam kitab Al Malahim wal Fitan meriwayatkan dari Ka’ab, ia berkata, “Sebelum kemunculan Mahdi, akan muncul bintang dari Masyriq yang mempunyai ekor bersinar.”&lt;br /&gt;(Al Burhan fi Alamati Mahdi Akhiruz Zaman ; Syaikh Ali bin Husamuddin ; Terbitan Darush Shahabah li at Turats ; Thanta, Mesir ; 1992 M/1412 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Munculnya bintang itu akan terjadi setelah gerhana matahari dan bulan.&lt;br /&gt;(Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 32)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SX56bfIPnsI/AAAAAAAAANE/2wVfyyjeC0Q/s1600-h/Asteroid+2003+QQ+47+-+Telescope+Photo.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295804824465415874" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SX56bfIPnsI/AAAAAAAAANE/2wVfyyjeC0Q/s200/Asteroid+2003+QQ+47+-+Telescope+Photo.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada 24 Agustus 2003 para Astronom Amerika yang terhimpun dalam lembaga Lincoln Near Earth Asteroid Research Program (LINEAR), menemukan Asteroid yang diberi nama “2003 QQ 47” . Asteroid seperti ini merupakan bongkahan batu yang terhempas dari formasi sistem tata surya 4,5 miliar tahun lalu. Sebagian besar berada pada jarak yang aman dari Bumi di daerah asteroid antara Mars dan Yupiter. Tetapi pengaruh gravitasi dari planet besar seperti Yupiter dapat mendorong asteroid keluar dari orbit aman dan mengirim mereka terjun ke arah Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak yang ditimbulkan oleh asteroid ini apabila menabrak bumi adalah setara dengan 350.000 mega ton bom TNT yang pernah meledak di Legian - Bali. Atau setara dengan 20 juta bom atom Hiroshima – Jepang. Asteroid 2003 QQ 47 ini menempati peringkat 10 dalam skala kerusakan Torino, dimana angka 0 dalam skala ini menerangkan dampak resiko yang disebabkan oleh suatu masalah tidak memberikan pengaruh yang berarti kepada planet Bumi. Sementara angka 10 yang merupakan angka tertinggi dalam skala ini menjelaskan bahwa dampak ledakan yang sangat parah akan mempengaruhi Bumi secara global dan menyebabkan puncak bencana yang tak terbayangkan. Reporter divisi ilmu alam BBC, Christine Mc Gourry mengatakan, “Walaupun kemungkinan terjadinya tabrakan itu sangat kecil, namun hal ini tidak boleh diabaikan. Para Astrolog mengabarkan bahwa ukuran asteroid ini mencapai sepuluh kali dari ukuran meteor yang diyakini telah memusnahkan kehidupan dinosaurus 65 juta tahun yang lalu.” Lebih lanjut dia mengatakan, “Jika benturan ini terjadi, maka satu benua akan musnah.”&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SX57B7gIV7I/AAAAAAAAANM/YxxBh3wZXSs/s1600-h/Torino+Hazard+Scale.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295805484916823986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 203px; CURSOR: hand; HEIGHT: 294px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SX57B7gIV7I/AAAAAAAAANM/YxxBh3wZXSs/s320/Torino+Hazard+Scale.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Asteroid 2003 QQ 47 yang memiliki panjang sekitar 1,7 km dan massa berat 2,6 milyar ton saat ini bergerak menuju bumi dengan kecepatan rata-rata 30 km per-detik. Dr Alan Fitzsimmons, salah seorang staff ahli pada British government's Near Earth Object menyatakan kepada kantor berita Reuters (02 September 2003) dan stasiun berita BBC bahwa potensi tabrakan diperkirakan terjadi pada tanggal 21 Maret 2014. Akan tetapi NASA selaku badan antariksa resmi Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan bahwa kemungkinan asteroid ini menabrak bumi hanya 1 : 909.000 kemungkinan. Hal ini sejalan dengan ungkapan Dr.Sara Russel, salah satu ahli yang meneliti tentang meteor pada London Natural History Museum dalam wawancaranya dengan BBC pada 02 September 2003, menyatakan tidak terlalu khawatir dengan terjadinya tabrakan asteroid 2003 QQ 47 tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi walaupun kemungkinan tabrakan itu kecil, namun peluang asteroid itu untuk menuju bumi masih sangat besar, dalam riwayat disebutkan bahwa Imam Hussain bin Ali ra, ia berkata, “Apabila kalian melihat tanda di langit yaitu api yang besar dari arah masyriq yang muncul beberapa malam, maka ketika itulah manusia terbebas dan itulah kedatangan Mahdi.”&lt;br /&gt;(Al Burhan fi Alamati Mahdi Akhiruz Zaman ; Syaikh Ali bin Husamuddin ; Terbitan Darush Shahabah li at Turats ; Thanta, Mesir ; 1992 M/1412 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan riwayat tersebut kita bisa memahami bahwa asteroid ini hanya akan menyerempet planet kita ini sehingga terjadi gesekan kuat dengan atmosfir yang menimbulkan percikan api sangat besar terlihat di langit. Gambar di samping adalah ilustrasi yang dibuat oleh The Discovery Channel ketika asteroid itu bergesekan dengan atmosfir bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SX6ph13F26I/AAAAAAAAANU/EePLufJaf7I/s1600-h/Simulasi+Tabrakan+Asteroid.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295856610693208994" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 190px; CURSOR: hand; HEIGHT: 210px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SX6ph13F26I/AAAAAAAAANU/EePLufJaf7I/s320/Simulasi+Tabrakan+Asteroid.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sementara itu dalam riwayat yang disampaikan dikalangan keluarga Nabi secara turun-temurun disebutkan dengan lebih jelas, “Akan muncul bintang dari timur yang bercahaya seperti cahaya bulan, kemudian akan berbelok hingga hampir saja kedua sisinya bertemu. Kemudian mega merah akan bertebaran di langit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ahli astronomi berpendapat bahwa meskipun asteroid itu tidak sampai menabrak bumi, akan tetapi masih terdapat dampak yang cukup mengerikan bahwa gesekan kuat antara asteroid 2003 QQ 47 tersebut dengan atmosfir bumi akan mengakibatkan perubahan iklim secara global, dampak dari perubahan iklim ini adalah turunnya hujan yang sangat deras yang mengakibatkan banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Jafar as Shadiq as, Syaikh ke-6 dalam Silsilah Ilmu thariqah Hasan wa Husein meriwayatkan hadits, “Kedatangan Imam Mahdi akan didahului oleh bencana banjir besar dan kehancuran lahan-lahan pertanian. Janganlah kalian mengeluhkan hal itu.”&lt;br /&gt;Sa’id bin Jubair meriwayatkan, “Tahun sebelum kedatangan Imam Mahdi akan terjadi hujan lebat selama 24 hari, kalian akan merasakan dampak sekaligus keberkahannya.”&lt;br /&gt;(Al Bihar ; 52/212)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Katsir bin Murrah al-Hadhari, ia berkata, “beberapa kejadian pada bulan Ramadhan ditandai beberapa tanda di langit. Setelah itu terjadi perselisihan pada manusia. Jika kamu menjumpai hal itu, maka perbanyaklah makanan semampu kamu.” (Diriwayatkan oleh Ibn Hammad ; Al Burhan fi Alamati Mahdi Akhiruz Zaman ; Syaikh Ali bin Husamuddin ; Terbitan Darush Shahabah li at Turats ; Thanta, Mesir ; 1992 M/1412)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tanda-tanda ilmiah dari alam itu semuanya terbukti, maka akan disusul dengan terjadinya peperangan yang terus-menerus berlangsung sampai Imam Mahdi menjadi penguasa, dan memenuhi dunia ini dengan keadilan, kesejahteraan, dan keberkahan. Itulah zaman keemasan dimana kebenaran Islam akan menyentuh seluruh hamparan bumi dan keharumannya semerbak menyebar hingga tujuh lapis langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala Berfirman :&lt;br /&gt;“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).”&lt;br /&gt;(Qur’an surah al Qashash ayat 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik (pemimpin mazhab Maliki yang merupakan murid dari guru kami Imam Ja’far as Shadiq as) berkomentar mengenai Firman Allah (QS. 28:5) Sebagai berikut : "Pembuktian atas ayat ini belum terjadi, dan bahwa umat Islam masih menunggu munculnya manusia (Imam Mahdi) yang akan menjadi sarana bagi terwujudnya ayat tersebut"&lt;br /&gt;(Ath-Thabarsi dalam Majma'ul Bayan fi Tafsir Al-Qur'an jilid V hal 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin yang meyakini dan menanti kedatangan Imam Mahdi akan diselamatkan dengan dua cara. Pertama bagi mereka yang memiliki ketajaman mata hati maka Allah akan memberikan ilham mengenai keberadaan Shahibuz Zaman. Kedua bagi kalangan pengikut yang memiliki ketawadhuan maka Imam Mahdi as akan mengirimkan para pembantunya untuk menjemput dan menyelamatkan orang-orang yang didalam hatinya memiliki kepercayaan kepada beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka penting sekali bagi kita untuk meneguhkan keyakinan dan memperkuat riyadhah dan mujahadah agar bashirah (mata hati) kita terbuka sehingga dapat mengenali keberadaan Imam Mahdi as. Karena Rasulullah Saww telah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mati tanpa mengetahui dan taat kepada Imam zamannya, maka dia mati dalam keadaan jahiliyyah.”&lt;br /&gt;(HR.Muslim ; Shahih Muslim jilid 6, hal.22 ; Sunan al Baihaqi jilid 8 hal.156 ; Tafsir Ibnu Katsir jilid 1, hal.517 ; al Majma al Haitsami jilid 5, hal.218 ; Sunan Abu Daud ; Musnad Ahmad bin Hambal, jilid 3, hal.446 ; dan lain-lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, melalui berkah shalawat kepada Rasulullah Saww dan keluarganya, serta melalui tawasul kepada para Syaikh yang mulia dari Silsilah Mubarakah thariqah Hasan wa Husein, risalah singkat ini selesai ditulis. Semoga dapat menjadi sebab untuk menggugah kesadaran jiwa, dan membuka bashirah (mata hati) kita semua untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan yang didasari oleh kecintaan kepada Rasulullah Saww dan keluarganya, para Sahabatnya, serta kepada para Waliyullah yang dikasihi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma Shalli ‘Ala Muhammad&lt;br /&gt;Wa ‘Ala Alihi Muhammad&lt;br /&gt;Wa Ashabihil Akhyar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, awal November 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Mursyid Thariqah Hasan wa Husein,&lt;br /&gt;Muhammad Jafar Hasan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-9067947420158312746?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/9067947420158312746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/01/nubuwwah-tentang-bintang-berekor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/9067947420158312746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/9067947420158312746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/01/nubuwwah-tentang-bintang-berekor.html' title='Nubuwwah Tentang Bintang Berekor'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SX56bfIPnsI/AAAAAAAAANE/2wVfyyjeC0Q/s72-c/Asteroid+2003+QQ+47+-+Telescope+Photo.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-2128446288818650950</id><published>2009-01-14T00:34:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T00:37:17.654-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kitab Ar Rasul'/><title type='text'>Kitab Ar Rasul - Sa'id Hawwa (Bagian III)</title><content type='html'>1) Kejujuran Rasulullah saw. dalam Canda&lt;br /&gt;Manusia kadang-kadang tidak memegang teguh kejujuran dan kebenaran dalam&lt;br /&gt;candanya,  tetapi  canda  Rasulullah  saw  adalah  jujur  dan  benar,  serta  meme-&lt;br /&gt;rintahkan kepada umatnya untuk memegang teguh kejujuran dalam segala situasi&lt;br /&gt;dan kondisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik, “Seorang datang pada Nabi saw. dan&lt;br /&gt;meminta  pada  beliau  untuk  dinaikkan  kendaraan,  Rasulullah  saw.  menjawab,&lt;br /&gt;‘Aku akan menaikkan kamu pada anak unta.’ Lelaki itu menukas, Wahai Rasu-&lt;br /&gt;lullah, apa yang aku perbuat dengan anak unta?’ Rasulullah menjawab, Tidakkah&lt;br /&gt;unta  hanya  melahirkan  anak  unta  (Maksudnya,  bukankah  anak  unta  itu  juga&lt;br /&gt;unta).’” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaid bin Aslam berkata, “Seorang wanita yang disebut Ummu Aiman datang&lt;br /&gt;kepada  Nabi  saw.  dan  berkata,  ‘Suamiku  mengundangmu.’  Nabi  menimpali&lt;br /&gt;(dengan nada bergurau), ‘Siapakah ia? Apakah ia yang di matanya ada putih-&lt;br /&gt;putihnya?’ Wanita itu berkata, ‘Demi Allah, tidak ada putih-putih pada matanya.’&lt;br /&gt;Beliau menjawab, Thenar, pada matanya ada putih-putihnya.’ Ia berkata, Tidak&lt;br /&gt;demi Allah.’ Beliau menjawab, Tidak ada seorang pun kecuali di matanya ada&lt;br /&gt;putih-putihnya.’” Beliau memaksudkan putih biasa yang melingkari kornea mata,&lt;br /&gt;tetapi wanita itu memahaminya sebagai putih di tengah-tengah mata yang berarti&lt;br /&gt;lelaki tersebut terkena penyakit mata semacam katarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad  meriwayatkan  dari  Anas,  “Seorang  lelaki  dari  Badui  bernama  Zahir&lt;br /&gt;memberi  hadiah  Nabi  dengan  suatu  hadiah  dari  Badui,  maka  Nabi  memper-&lt;br /&gt;hatikannya ketika hendak keluar. Rasulullah bersabda, ‘Zahir adalah orang Badui&lt;br /&gt;kita dan kita adalah orang kotanya.’ Ia adalah lelaki yang kurus dan Rasulullah&lt;br /&gt;menyukainya. Ketika ia sedang menjual barang-barangnya, Rasulullah menda-&lt;br /&gt;tanginya dan mendekapnya dari belakang, saat itu ia tidak melihat Nabi. Zahir&lt;br /&gt;berkata, ‘Lepaskan aku, siapa ini?’ Lalu, ia menoleh dan mengenal Rasulullah. Ia&lt;br /&gt;membiarkan punggungnya melekatpada dada Nabi ketika ia mengetahui bahwa&lt;br /&gt;yang mendekap adalah Nabi. Rasulullah lalu berkata (dengan nada bercanda),&lt;br /&gt;*Siapa  yang  mau  membeli  seorang  hamba?’  Zahir  lalu  menyahut,  Wahai&lt;br /&gt;Rasulullah, jadi, demi Allah engkau menjadikan aku murah tak laku.’ Rasulullah&lt;br /&gt;saw. bersabda, ‘Kamu di sisi Allah tidak murah.’ Atau beliau bersabda, ‘Kamu&lt;br /&gt;mahal di sisi Allah.’” Diriwayatkan oleh orang-orang tsiqah. Dari perbincangan di&lt;br /&gt;atas, beliau memaksudkan hamba adalah hamba Allah, dan kita semua adalah&lt;br /&gt;hamba Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Tirmidzi mengeluarkan dalam bab Syamail bahwa Hasan berkata, “Seorang&lt;br /&gt;nenek-nenek mendatangi Nabi saw. dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, doakanlah&lt;br /&gt;pada Allah agar memasukkan aku ke surga.’ Beliau menjawab, Wahai Ummu&lt;br /&gt;Fulan,  sesungguhnya  perempuan  tua  tidak  masuk  ke  dalam  surga.’  Maka&lt;br /&gt;perempuan tua itu berpaling dan menangis. Beliau bersabda, ‘Beri tahu ia bahwa&lt;br /&gt;ia tidak akan masuk surga dalam keadaan tua. Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung,&lt;br /&gt;dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.”‘ (al-Waaqi’ah: 35-36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Tirmidzi  juga  mengeluarkan  dalam  bab  Syamail  bahwa  Anas  berkata,&lt;br /&gt;“Rasulullah berkata kepadaku, Wahai yang memiliki dua kuping.’” Abu Samar&lt;br /&gt;berkomentar bahwa maksud beliau adalah bergurau, setiap manusia memiliki dua&lt;br /&gt;kuping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda  lihat  dari  contoh-contoh  di  atas  bahwa  canda  beliau  tidak  keluar  dari&lt;br /&gt;kebenaran  dan  kejujuran,  melainkan  menggunakan  cara  yang  halus,  sampai&lt;br /&gt;kadang  tidak  dimengerti  lawan  bicaranya,  sehingga  lawan  bicaranya  tersebut&lt;br /&gt;memahaminya dengan pemahaman yang lucu. Begitulah, semua canda dan gurau&lt;br /&gt;beliau adalah jujur dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata, “Para sahabat berkata,&lt;br /&gt;Wahai Rasulullah. Engkau bergurau dengan kami.’ Beliau bersabda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aku tidak berkata kecuali benar.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang  ada  pada  beliau  itu  adalah  kenabian  yang  jujur  dan  benar.  Tidak  ada&lt;br /&gt;kenabian yang di dalamnya ada kebatilan sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)  Kejujuran Rasulullah dalam Janji&lt;br /&gt;Abu  Dawud  meriwayatkan  bahwa  Abdullah  bin  Abi  Khansa  berkata,  “Aku&lt;br /&gt;melakukan transaksi jual-beli dengan Nabi saw. sebelum beliau diutus, dan ada&lt;br /&gt;sisa barang yang belum aku berikan padanya, lalu aku menjanjikan padanya untuk&lt;br /&gt;memberikannya di tempatnya itu. Di hari yang telah ditentukan itu dan hari se-&lt;br /&gt;telahnya ternyata aku lupa mendatanginya, aku datang pada hari yang ketiga, aku&lt;br /&gt;dapati beliau telah berada di tempat itu. Beliau berkata, Wahai Pemuda, kau telah&lt;br /&gt;menyusahkan aku, aku telah berada di sini selama tiga hari menunggumu.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dan al-Hakim, “Rasulullah sedang duduk membagi&lt;br /&gt;pampasan perang Hawazin di Hunain, seseorang berdiri di hadapan beliau dan&lt;br /&gt;mengatakan,  ‘Engkau  mempunyai  janji  denganku  wahai  Rasulullah.’  Beliau&lt;br /&gt;menjawab, ‘Kamu benar, ambillah yang kamu inginkan.’ Lelaki itu berkata, ‘Aku&lt;br /&gt;ambil delapan puluh domba dan penggembalanya.’ Beliau menjawab, Ya, itu&lt;br /&gt;milikmu.’ Lelaki itu berkata, ‘Engkau memutuskan dengan mudah sekali.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hakim  meriwayatkan  dari  Huwaithib  bin  Abdul  Uzza  dalam  kisah  masuk&lt;br /&gt;Islamnya.  Ketika  masih  musyrik,  ia  memimpin  delegasi  yang  meminta  pada&lt;br /&gt;Rasulullah saw. untuk meninggalkan Mekah dalam Umrah Qadha’ setelah masa&lt;br /&gt;tiga hari yang disepakati. Huwaithib berkata, ‘Ketika Rasulullah datang untuk&lt;br /&gt;Umrah Qadha’ dan kaum Quraisy keluar dari Mekah, aku termasuk orang-orang&lt;br /&gt;yang tetap tinggai di Mekah, yaitu aku dan Suhail ibnul Amru, yang bertugas&lt;br /&gt;untuk mengeluarkan Rasulullah jika waktunya telah lewat Tatkala tiga hari telah&lt;br /&gt;terpenuhi aku dan Suhail ibnul Amru menghadap beliau dan mengatakan, Telah&lt;br /&gt;lewat  syaratmu  maka  keluarlah  dari  negeri  kami.’  Beliau  langsung  berteriak,&lt;br /&gt;Wahai Bilal, jangan sampai ada kaum muslimin yang ikut kita masih berada di&lt;br /&gt;Mekah saat matahari terbenam.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini bagian dari kitab Bathlul Abthal, pengarangnya merinci sebagian sikap&lt;br /&gt;setia pada janji yang diamalkan oleh Rasulullah saw. Ia menuliskan, “Sebelum&lt;br /&gt;tahun  Perjanjian  Hudaibiyah  kaum  Quraisy  telah  mengepung  Madinah.&lt;br /&gt;Persekutuan orang-orang kafir (Ahzab) yang terdiri dari seluruh bangsa Arab baik&lt;br /&gt;Arab  kota  maupun  Badui  telah  bersepakat  untuk  melakukan  hal  itu.  Bani&lt;br /&gt;Quraizhah mencabut perjanjiannya dengan Rasulullah. Dengan adanya hal itu,&lt;br /&gt;bertambahlah penderitaan kaum muslimin, mereka benar-benar digoncang dengan&lt;br /&gt;goncangan yang dahsyat, tetapi Allah menolong hamba-Nya yang beriman, dan&lt;br /&gt;memuliakan  mereka  serta  menanam  ketakutan  dalam  hati  kaum  musyrikin.&lt;br /&gt;Akhirnya, pasukan Islam dengan dipimpin Rasulullah menyerang kota Mekah dan&lt;br /&gt;sampai di Hudaibiyah. Kaum Quraisy lalu mengirim utusannya pada Muhammad.&lt;br /&gt;Coba perhatikan, inilah Urwah ibnul Masud ats-Tsaqafi utusan mereka, kembali&lt;br /&gt;kepada mereka dan menyifati keadaan Muhammad saw. serta tentaranya dengan&lt;br /&gt;kalimat sebagai berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aku telah datang pada Kisra Persia dalam kerajaannya, dan Kaisar Romawi&lt;br /&gt;dalam  kerajaannya  serta  Raja  Najasyi  dalam  kerajaannya,  sungguh  aku  tidak&lt;br /&gt;melihat seorang raja sekali pun di mata rakyatnya seperti Muhammad di mata&lt;br /&gt;sahabat-sahabatnya.’ Muhammad saat itu dalam keadaan mantap dan kuat tetapi&lt;br /&gt;ia tidak ingin perang. Ia bersabda,&lt;br /&gt;‘Jika saat ini Quraisy mengajakku kepada rencana yang isinya memintaku untuk&lt;br /&gt;menjalin silaturahmi, pasti aku penuhi’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhail bin Amru datang sebagai delegasi Quraisy yang membuat Muhammad&lt;br /&gt;saw. dan pasukannya tidak jadi masuk Mekah. Salah satu syarat perjanjian ini&lt;br /&gt;adalah  syarat  yang  secara  zahir  merugikan,  yaitu  bahwa  Muhammad  harus&lt;br /&gt;menyerahkan kepada Quraisy orang yang pergi ke tempat kaum muslimin tanpa&lt;br /&gt;izin walinya, dan mereka tidak dituntut mengembalikan pengikutbeliau yang pergi&lt;br /&gt;ke Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat ini mengagetkan para sahabat Nabi saw., termasuk Umar ibnul Khaththab&lt;br /&gt;r.a..  Sehingga  ia  pergi  menemui  Abu  Bakar  dan  Rasulullah  saw.  seraya&lt;br /&gt;mengatakan, ‘Bukankah kita muslimin! Bukankah mereka musyrikin! Bukankah&lt;br /&gt;engkau  Rasulullah!  Untuk  apa  kita  berikan  kerendahan  pada  agama  kita?’&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda, ‘Aku adalah hamba Allah dan rasul-Nya tidak akan&lt;br /&gt;menyalahi perintah-Nya dan Dia tidak akan menyia-nyiakan aku.’ Abu Bakar&lt;br /&gt;berkata, ‘Aku bersaksi sesungguhnya dia utusan Allah.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerimanya kaum muslimin pada syarat ini adalah menyerahnya mereka pada&lt;br /&gt;perkara yang belum diketahui rahasianya. Hal itu merupakan ujian yang terbesar&lt;br /&gt;bagi kesabaran mereka.&lt;br /&gt;Ketika mereka dalam keadaan bersitegang seperti ini dan Rasulullah saw. telah&lt;br /&gt;selesai bernegosiasi dengan delegasi Quraisy, yaitu Suhail bin Amru, namun akad&lt;br /&gt;belum ditulis dan belum selesai. Tiba-tiba datanglah pada mereka Abu Jandal, ia&lt;br /&gt;berteriak  dan  berjalan  tertatih-tatih  dengan  kaki  terbelenggu.  Abu  Jandal  ini&lt;br /&gt;adalah anak Suhail bin Amru. Begitu Suhail melihat anaknya, ia beranjak ke arah-&lt;br /&gt;nya dan mengambil rantai belenggunya seraya berkata, ‘Wahai Muhammad, per-&lt;br /&gt;soalan  antara  aku  dan  kamu  telah  mengerucut-artinya  negosiasi  telah  selesai-&lt;br /&gt;sebelum  datang  anak  ini.’  Nabi  menjawab,  ‘Kau  benar.’  Dan,  Abu  Jandal&lt;br /&gt;berteriak memanggil-manggil kaum muslimin, ‘Apakah aku akan dikembalikan&lt;br /&gt;pada kaum musyrikin yang merusak agamaku?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkanlah  sikap  itu,  sikap  Muhammad  saw.  yang  berani,  yang  telah  aku&lt;br /&gt;ceritakan pada Anda keberaniannya yang tiada bandingnya. Dialah orang kuat&lt;br /&gt;yang keluar dari Madinah maju dengan tentaranya. Sekarang telah Anda dengar&lt;br /&gt;bagaimana  Urwah  bin  Mas’ud  menyifatinya.  Bayangkanlah  bagaimana  beliau&lt;br /&gt;melihat  sahabat  terdekatnya  (dalam  keadaan  tersiksa),  datang  tertatih-tatih&lt;br /&gt;terbelenggu,  padahal  ia  termasuk  orang  terpandang  di  Quraisy,  ia  berjalan&lt;br /&gt;terbelenggu  karena  ikut  Muhammad  dan  ikut  agama  Muhammad.  Kemudian&lt;br /&gt;lihatlah, beliau tidak goyah dan tidak ragu-ragu sama sekali pada apa yang belum&lt;br /&gt;ditulis dan belum selesai. Beliau berkata pada Suhail, ‘Kau benar, persoalan telah&lt;br /&gt;selesai.’ Dan beliau mengembalikan sahabatnya dalam keadaan menangis pada&lt;br /&gt;musuhnya. Coba lihatlah itu semua. Lantas siapa saja, coba tuliskan padaku satu&lt;br /&gt;keteladanan saja dalam sejarah manusia semua seperti keteladanan yang dicontoh-&lt;br /&gt;kan Muhammad saw. dalam menjaga dan menepati perkataan yang telah ia kata-&lt;br /&gt;kan meski belum ditulis dan belum selesai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis kitab juga menuturkan contoh lain,&lt;br /&gt;“Kemudian lihatlah, kesetiaan beliau juga terhadap musyrikin. Di antara syarat&lt;br /&gt;Perjanjian  Hudaibiyah  adalah  siapa  saja  bisa  masuk  dalam  akad  dan  janji&lt;br /&gt;Muhammad dan siapa saja bisa masuk dalam akad dan janji Quraisy. Masuklah&lt;br /&gt;kabilah  Khuza’ah  dan  sekutunya  pada  akad  dan  janji  Muhammad  saw.  serta&lt;br /&gt;menjadi  sekutu  beliau.  Ketika  Quraisy  merusak  perjanjiannya  dan  membantu&lt;br /&gt;sekutunya, yaitu Bakar dan melibas Khuza’ah. Datanglah Amru bin Salim al-&lt;br /&gt;Khuza’i meminta janji Rasulullah saw. dan meminta beliau menolong sekutunya.&lt;br /&gt;Amru bersimpuh di hadapan Rasulullah saw saat berada di masjid. Ia meratap dan&lt;br /&gt;berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Tuhan, aku meratap pada Muhammad.&lt;br /&gt;Sekutu ayah kami dan ayahnya yang sangat erat&lt;br /&gt;Tolonglah (Muhammad).&lt;br /&gt;Allah menunjukkanmu kemenangan yang pasti.&lt;br /&gt;Ajaklah hamba-hamba Allah, mereka pasti datang memberi bantuan.&lt;br /&gt;Dalam gelombang pasukan seperti samudra&lt;br /&gt;yang berjalan berbuih-buih.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Quraisy mengingkari janji padamu&lt;br /&gt;Dan merusak perjanjianmu yang telah dikuatkan.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka serangan Quraisy terhadap kaum musyrikin bani Khuza’ah yang menjadi&lt;br /&gt;sekutu kaum muslimin itu, menjadi sebab disiapkannya pasukan terbesar yang&lt;br /&gt;dikenal  Jazirah  Arab dan  sejarah  untuk  membantu  sekutu  seseorang  saat  itu.&lt;br /&gt;Dampak  hal  itu  adalah  terbukanya  kota  Mekah  sebagaimana  kita  diketahui&lt;br /&gt;bersama Inilah contoh kesetiaan Rasulullah saw. pada musuh agama yang telah&lt;br /&gt;beliau ikat perjanjian, atau sebelum mereka bersekutu dengan kaum musyrikin&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;selain mereka.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah contoh-contoh dari kejujuran dan kesetiaan beliau dalam menepati janji dan&lt;br /&gt;perjanjian. Tidak pernah terjadi bahwa Rasulullah saw. berjanji atau membuat&lt;br /&gt;perjanjian kemudian beliau ingkar atau berkhianat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari meriwayatkan bahwa ketika Heraklius bertanya pada Abu Sufyan tentang&lt;br /&gt;Muhammad, “Apakah ia berkhianat?” Abu Sufyan menjawab, ‘Tidak.” Setelah&lt;br /&gt;itu, Heraklius mengatakan, “Aku tanyakan kepadamu apakah ia berkhianat maka&lt;br /&gt;kalian anggap bahwa ia tidak berkhianat memang seperti itulah seorang rasul, ia&lt;br /&gt;tidak berkhianat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkhianat tergolong dusta, ingkar janji adalah dusta, dan Rasulullah saw. bersih&lt;br /&gt;dari itu semua. Dari contoh sedikit yang kami sebutkan, Anda melihat bahwa&lt;br /&gt;tidak  ada  seorang  pun  dari  manusia  yang  mencapai  tingkatan  yang  dicapai&lt;br /&gt;Rasulullah saw. dalam kesetiaan menjaga kehormatan perkataan. Kalaupun ada, ia&lt;br /&gt;adalah murid yang mengikuti keteladanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat yang terucap dari Rasulullah saw. adalah jaminan yang tidak ada jaminan&lt;br /&gt;setelahnya.  Sampai-sampai  musuhnya  yang  paling  keras  dan  paling  lama&lt;br /&gt;memusuhi  beliau  dalam  perjalanan  dakwah  beliau  tidak  ragu-ragu  untuk&lt;br /&gt;memasukkan dirinya dalam naungan kaum muslimin, jika telah mereka pastikan&lt;br /&gt;bahwa  yang  menjamin  keamanan  mereka  adalah  Muhammad  saw.  Mereka&lt;br /&gt;percaya bahwa perkataan Muhammad adalah jaminan yang tidak sama dengan&lt;br /&gt;jaminan  lainnya.  Siapa  yang  menelusuri  peristiwa-peristiwa  sirah  pasti&lt;br /&gt;menemukan contoh yang banyak atas hal ini. Itulah sifat shidiq (jujur dan benar)&lt;br /&gt;yang dimiliki para nabi. Tidak pernah berubah sama sekali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-2128446288818650950?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/2128446288818650950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/01/kitab-ar-rasul-said-hawwa-bagian-iii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/2128446288818650950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/2128446288818650950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/01/kitab-ar-rasul-said-hawwa-bagian-iii.html' title='Kitab Ar Rasul - Sa&apos;id Hawwa (Bagian III)'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-970796227536842508</id><published>2009-01-14T00:23:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T00:33:33.148-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kitab Ar Rasul'/><title type='text'>Kitab Ar Rasul - Sa'id Hawwa (Bagian II)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B.  SIFAT-SIFAT ASASI RASULULLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap rasul Allah wajib memiliki empat sifat asasi berikut ini, sehingga pantas untuk&lt;br /&gt;mengemban risalah Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Ash-Shidqul Muthlaq atau kejujuran secara mutlak yang tidak rusak dalam segala&lt;br /&gt;kondisi. Sekiranya setiap perkataannya diuji, pastilah sesuai dengan kenyataan;&lt;br /&gt;baik ketika ia berjanji, serius, bercanda, memberi kabar, maupun ketika bernubuat&lt;br /&gt;Apabila sifat ini rusak sedikit saja, maka risalah yang ia bawa pun secara otomatis&lt;br /&gt;rusak pula karena manusia tidak percaya dengan rasul yang tidak jujur. Seorang&lt;br /&gt;rasul yang jujur, tidak sedikit pun dari perkataannya yang mengandung kebatilan,&lt;br /&gt;dalam kondisi dan situasi apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Al-Iltizamul Kamil atau komitmen dan sifat amanah yang sempurna dengan apa&lt;br /&gt;yang ia serukan, sebagai wakil dari Allah. Tugas rasul adalah menyam-paikan&lt;br /&gt;kepada  manusia  risalah  yang  dibebankan  oleh  Allah  kepada  mereka  Apabila&lt;br /&gt;seorang  rasul  sendiri  tidak  menegakkan  kandungan  risalah  itu,  maka  hal  itu&lt;br /&gt;menunjukkan  bahwa  ia  tidak  berinteraksi  dengan  isi  risalah  tersebut,  dan  itu&lt;br /&gt;menjadi bukti kedustaannya dalam menyampaikan risalah. Seorang rasul yang&lt;br /&gt;mempunyai hubungan langsung dengan Allah, pastilah amat mengerti tentang&lt;br /&gt;keagungan  Allah,  dan  tidak  mungkin  melanggar  perintah  Allah.  Tindakan&lt;br /&gt;melanggar perintah Allah adalah suatu pengkhianatan ke-pada-Nya, dan orang-&lt;br /&gt;orang yang tidak amanah tentunya tidak pantas mengemban risalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  At-Tablighul Kamil atau penyampaian kandungan risalah secara sempurna dan&lt;br /&gt;kontinu, disertai rasa tidak peduli pada kebencian, siksaan, kejahatan, tipu daya,&lt;br /&gt;konspirasi,  atau  sikap  kasar  manusia  yang  menghalangi  dakwah-nya.  Juga,&lt;br /&gt;istiqamah dalam mengerjakan perintah Allah dan tidak menye-leweng darinya,&lt;br /&gt;meskipun menghadapi bujukan apa pun. Tanpa tablig (penyampaian) , niscaya&lt;br /&gt;risalah  Hahi  tidak  akan  muncul.  Tanpa  kontinuitas  serta  kesabaran  dalam&lt;br /&gt;bertablig, niscaya risalah tersebut tidak akan bertahan keberadaannya Adapun&lt;br /&gt;tunduk pada tekanan manusia atau bujukan mereka saat menyampaikan risalah&lt;br /&gt;itu, menjadi bukti kebohongan klaim penyampaian risalah dari Allah. Tidak ada&lt;br /&gt;yang  menyampaikan  risalah  Allah  kecuali  orang  yang  cintanya  pada  Allah&lt;br /&gt;mengalahkan segalanya Hanya Allahlah yang agung di sisinya, dan hanya ridha-&lt;br /&gt;Nya yang menjadi tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Al-AqlulAzhim  atau  intelegensi  yang  cemeriang.  Manusia  tidak  tunduk  dan&lt;br /&gt;mengikuti orang lain kecuali jika orang tersebut lebih cerdas darinya, agarmereka&lt;br /&gt;merasa tenang bahwa ia tidak membawa mereka pada jalan yang salah. Tanpa&lt;br /&gt;intelegensia  yang  cemerlang,  pengemban  risalah  juga  tidak  akan  mampu&lt;br /&gt;meyakinkan orang lain akan kebenaran yang ia bawa, khusus-nya bagi orang-&lt;br /&gt;orang yang memiliki wawasan luas dan intelektualitas yang tinggi. Ia juga tidak&lt;br /&gt;akan mampu menghadapi serangan orang-orang yang memusuhi ajarannya, yang&lt;br /&gt;menolak dakwahnya, dan yang menyimpang dari jalan kebenaran. Oleh karena&lt;br /&gt;itu, seorang rasul seharusnya adalah seorang yang paling cerdik, paling cerdas,&lt;br /&gt;paling berakal, paling bijak, dan paling sem-purna pengetahuannya dibandingkan&lt;br /&gt;manusia  yang  lain,  sehingga  keberada-an  dirinya  sendiri  bisa  menjadi  bukti&lt;br /&gt;kebenaran risalah yang ia sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila keempat sifat ini berkumpul dalam diri seorang manusia yang mengklaim dirinya&lt;br /&gt;seorang rasul Allah, disertai tanda-tanda kerasulan lainnya, tanpa ada hal yang mencegah&lt;br /&gt;klaimnya, maka hal itu dapat menjadi bukti dan dalil kebenaran pengakuannya. Ketika&lt;br /&gt;tidak ada alasan untuk mendustakan kejujuran seseorang yang terkenal jujur, tidak ada&lt;br /&gt;penjelasan  bagi  komitmennya  yang  kuat,  kecuali  ketundukannya  kepada  Allah  swt.&lt;br /&gt;Bertahannya  sang  penyampai  risalah  dalam  bertablig,  meskipun  banyak  faktor  yang&lt;br /&gt;mendorongnya untuk mundur, yang membuktikan keikhlasannya pada dakwah yang ia&lt;br /&gt;bawa, dan pada Tuhan yang ia junjung risalah-Nya, serta adanya dakwah yang disertai&lt;br /&gt;hujjah  yang  sempurna  berikut  pembawa  dakwah  yang  mampu  memberikan  bukti&lt;br /&gt;kebenaran dakwah tersebut dalam segala seginya, menjadi bukti kebenaran dakwah dan&lt;br /&gt;risalah tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sub bab ini kita akan mendapati bahwa Rasulullah saw. adalah teladan yang utama&lt;br /&gt;dalam semua sifat-sifat ini. Anda tidak dapat mempelajari satu sifat dalam diri beliau&lt;br /&gt;kecuali mengakui bahwa pemiliknya adalah benar-benar seorang rasul Allah. Kita akan&lt;br /&gt;mempelajari sifat-sifat ini sesuai dengan urutan yang telah tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Kejujuran Rasulullah&lt;br /&gt;Metode  kami  dalam  menampilkan  sifat  ini  adalah  dengan  mendatangkan  kesaksian-&lt;br /&gt;kesaksian atas kejujuran Rasulullah saw.. Kesaksian ini sebagai berikut&lt;br /&gt;a.  Kesaksian musuh-musuh Rasulullah.&lt;br /&gt;b.  Kesaksian para pengikut Rasulullah.&lt;br /&gt;c.  Kesaksian realitas yang mencakup empat hal: pemberian kabar, berjanji dan&lt;br /&gt;membuat perjanjian, canda, serta dalam nubuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kesaksian Musuh-Musuh Rasulullah&lt;br /&gt;Kesaksian  musuh-musuh  beliau  mempunyai  nilai  yang  besar.  Hal  itu  me-&lt;br /&gt;nunjukkan pada puncak kepercayaan masyarakat terhadap pribadi Rasulullah saw.&lt;br /&gt;Hanya saja, sebagian manusia dikuasai kebodohan dan keangkuhannya, sehingga&lt;br /&gt;mereka  mengingkari  hal  itu’tanpa  alasan  yang  jelas.  Nash-nash  di  bawah  ini&lt;br /&gt;meyakinkan Anda apa yang kami sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Baihaqi meriwayatkan bahwa Mughirah bin Syu’bah berkata, “Hari pertama&lt;br /&gt;aku mengenal Rasulullah saw. adalah tatkala aku dan Abu Jahal berjalan-jalan di&lt;br /&gt;sebuah lorong Mekah, tiba-tiba kami bertemu Rasulullah saw. Selanjutriya,beliau&lt;br /&gt;menyeru Abu Jahal, ‘Wahai Abu Hakam, marilahberiman kepada Allah dan rasul-&lt;br /&gt;Nya. Aku mengajakmu kepada Allah.’ Abu Jahal menjawab, ‘Hai Muhammad,&lt;br /&gt;tidakkah  kamu  berhenti  mencela  tuhan-tuhan  kami?  Tidakkah  yang  kamu&lt;br /&gt;inginkan adalah agar kami bersaksi bahwa kamu telah menyampaikan risalah?&lt;br /&gt;Baiklah kami bersaksi bahwa kamu telah menyampaikan. Demi Allah, seandainya&lt;br /&gt;aku  tahu  apa  yang  kamu  sampaikan  itu  benar,  tentu  aku  mengikuti  kamu.’&lt;br /&gt;Rasulullah saw lantas berlalu, sementara Abu Jahal menghadap padaku, sambil&lt;br /&gt;berkata, ‘Demi Allah, sebenarnya aku tahu apa yang ia katakan adalah benar, tapi&lt;br /&gt;ada sesuatu yang mencegahku, yaitu bani Qushayy pernah mengatakan, ‘Pada&lt;br /&gt;kami kekuasaan menjaga ka bah (hijabah)’ Kami menjawab, Ya.’ Lalu mereka&lt;br /&gt;berkata, ‘Pada kami kekuasaan memberi minum haji (siqayah).’ Kami menjawab,&lt;br /&gt;Ya.’  Lalu mereka berkata, Pada kami kekuasaan memimpin rapat  (nadwah).’&lt;br /&gt;Kami  menjawab,  Ya.’  Kemudian  mereka  berkata,  ‘Pada  kami  kekuasaan&lt;br /&gt;memimpin perang Qiwa ).’ Kami menjawab, Ya.’ Setelah itu, mereka memberi&lt;br /&gt;makan  kendaraan  mereka  dan  kami  memberi  makan kendaraan  kami,  hingga&lt;br /&gt;tatakala kendaraan siap dan berdekatan mereka mengatakan, ‘Dari kami seorang&lt;br /&gt;nabi.’  Maka,  demi  Allah,  aku  tidak  menjawabnya.’”  Ibnu  Abi  Syaibah  juga&lt;br /&gt;mengeluarkan riwayat semisal ini. At-Tirmidzi meriwayatkan dari Ali r.a., “Abu&lt;br /&gt;Jahal berkata pada Nabi saw, ‘Kami tidak mendustakanmu, tetapi mendustakan&lt;br /&gt;apa yang kamu bawa.’” Allah swt berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“... mereka sebenarnya bukanlah mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang&lt;br /&gt;yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allahlah.” (al-An’aam: 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Asakir meriwayatkan bahwa Mu’awiyyah r.a. bercerita, “Abu Sufyan keluar&lt;br /&gt;menuju tanah lapang miliknya, mengiringi Hindun. Aku ikut keluar berjalan di&lt;br /&gt;depan mereka. Saat itu aku masih seorang bocah dan aku menunggang keledaiku.&lt;br /&gt;Tiba-tiba kami mendengar kehadiran Rasulullah saw. Maka Abu Sufyan berkata,&lt;br /&gt;Turunlah,  hai  Mu’awiyah  supaya  Muhammad  menaiki  kendaraanmu!’  Aku&lt;br /&gt;langsung turun dari keledaiku dan Rasulullah saw. menaikinya, beliau berjalan di&lt;br /&gt;depan kami sebentar menoleh kepada kami dan bersabda, Wahai Abu Sufyan bin&lt;br /&gt;Harb dan Hindun binti Utbah! Demi Allah, sungguh kalian pasti mati, kemudian&lt;br /&gt;pasti  dibangkitkan,  lalu  yang  berbuat  kebajikan  pasti  masuk  surga  dan  yang&lt;br /&gt;berbuat keburukan pasti masuk neraka. Aku berkata pada kalian dengan benar,&lt;br /&gt;dan  kalian  sungguh  orang  yang  pertama  aku  beri  peringatan.’  Kemudian&lt;br /&gt;Rasulullah saw membaca,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Haa Miim. Diturunkan dari Tuhan yang Maka Pemurah lagi Maka Penyayang...’&lt;br /&gt;hingga ‘... keduanya menjawab, ‘Kami datang dengan suka hati.’ &lt;br /&gt;(Fushshilat: 1-11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sufyan lalu berkata kepada beliau, ‘Apakah engkau sudah selesai, wahai&lt;br /&gt;Muhammad?’ Beliau menjawab, Ya.’ Rasulullah saw. turun dari keledai lantas&lt;br /&gt;aku menaikinya. Lalu Hindun menghadap Abu Sufyan seraya berkata, ‘Apakah&lt;br /&gt;untuk tukang sihir ini kau turunkan anakku?’ Tidak, demi Allah ia bukan tukang&lt;br /&gt;sihir dan bukan pembohong,’ jawab Abu Sufyan.’” Hadits ini dikeluarkan juga&lt;br /&gt;oleh Thabrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam  Bukhari  dan  Muslim  juga  menceritakan  kisah  Abu  Sufyan  di  hadapan&lt;br /&gt;Heraklius-sebagaimana  diceritakan  Abu  Sufyan  sendiri  pada  Ibnu  Abbas.  Di&lt;br /&gt;antaranya adalah pertanyaan Heraklius pada Abu Sufyan, “Heraklius bertanya,&lt;br /&gt;‘Apakah  kalian  menuduhnya  berbuat  dusta  sebelum  ia  mendakwahkan&lt;br /&gt;ajarannya?’ Aku jawab, Tidak.’” Di akhir kisah itu, Heraklius berkata pada Abu&lt;br /&gt;Sufyan, “Aku tanyakan pada kalian apakah kalian menuduhnya berdusta sebelum&lt;br /&gt;ia mendakwahkan ajarannya, kalian jawab tidak. Maka aku segera tahu bahwa ia&lt;br /&gt;tidak mungkin meninggalkan dusta pada manusia untuk kemudian berdusta pada&lt;br /&gt;Allah swt.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra., ia&lt;br /&gt;mengatakan, “Ketika turun firman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.’&lt;br /&gt;(asy-Syu’araa : 214)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. langsung naik ke bukit Shafa dan memanggil-manggil, Wahai&lt;br /&gt;bani  Fahr,  wahai  bani  Adi,’  kepada  pemuka-pemuka  Quraisy  hingga  mereka&lt;br /&gt;berkumpul dan beliau bersabda, ‘Jawablah, seandainya aku beri kabar bahwa ada&lt;br /&gt;pasukan kuda di balik lembah itu ingin menyerang kalian, apakah kalian percaya&lt;br /&gt;pada  ucapanku?’  Mereka  menjawab,  Ya,  kami  tidak  pernah  menjumpaimu&lt;br /&gt;berdusta.  Hanya  kejujuran  dan  kebenaran  perkataanmu  yang  selama  ini  kami&lt;br /&gt;tahu.’ Beliau melanjutkan, ‘Sesungguhnya aku pemberi peringatan pada kalian, di&lt;br /&gt;antara  kedua  tanganku  terdapat  siksa  yang  pedih.’  Abu  Lahab  langsung&lt;br /&gt;menimpali,  ‘Celaka  kau,  hai  Muhammad!  Apakah  untuk  ini  kau  kumpulkan&lt;br /&gt;kami.’ Maka turunlah ayat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa.’&lt;br /&gt;(al-Lahab: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  nash-nash  ini  jelaslah  bagi  Anda  bahwa  kepercayaan  pada  kejujuran&lt;br /&gt;Muhammad saw. nyata adanya, dan tidak ada keraguan dalam masalah ini sama&lt;br /&gt;sekali. Inilah yang menjelaskan kita pada hal-hal berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Adanya orang-orang yang sebelumnya memerangi beliau, kemudian percaya dan&lt;br /&gt;beriman kepada beliau, satu per satu, taat tanpa paksaan, seperti Khalid ibnul&lt;br /&gt;Walid,  Amru  ibnul  Ash,  dan  Umar  ibnul  Khaththab.  Hal  itu  tak  lain karena&lt;br /&gt;mereka tidak ragu bahwa Muhammad saw. adalah orangyang jujur dan benar&lt;br /&gt;(skadiq), hanya saja mereka dikejutkan oleh sesuatu yang belum pernah mereka&lt;br /&gt;dengar,  juga  bapak-bapak  mereka,  sehingga  mereka  mengingkarinya.  Ketika&lt;br /&gt;keterkejutan  itu  hilang  dan  mereka  memakai  akal  pikirannyayang  jernih,&lt;br /&gt;bertemulah kebenaran pikiran dengan kepercayaan dasar pada pribadi Muhammad&lt;br /&gt;saw., dan lahirlah keimanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Tampaknya keikhlasan kepada beliau, dalam diri orang-orang yang sebelumnya&lt;br /&gt;kafir dan kemudian beriman. Di antara mereka ada yang baru beriman pada masa-&lt;br /&gt;masa  akhir  kehidupan  Rasulullah,  setelah  mereka  tertakluk-kan  oleh  pasukan&lt;br /&gt;Islam, seperti orang-orang Quraisy lainnya. Mereka akhir-nya menyerah pada&lt;br /&gt;Islam,  setelah  sebelumnya  ada  perasaan  membangkang,  dengki,  ragu,  dan&lt;br /&gt;syahwatyang mencegah mereka untuk itu. Ketika mereka masuk Islam karena&lt;br /&gt;tunduk pada kenyataan, mereka ikhlas dan setia pada Rasulullah saw. dengan&lt;br /&gt;keikhlasan  yang  sempurna.  Mereka  pun  berjuang  mati-matian  di  jalan  Islam&lt;br /&gt;setelah penutup kebenaran hilang dari mata mereka. Setelah itu, tampaklah di&lt;br /&gt;mata dan hati mereka bahwa Muhammad saw. adalah saudara dan putra yang&lt;br /&gt;mulia. Pengetahuan dan kepercayaan mereka pada pribadi beliau adalah dasar&lt;br /&gt;pertama yang membuat mereka ikhlas menempuh jalan baru mereka (yaitu Islam),&lt;br /&gt;yang mereka lalui dengan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kesaksian musuh-musuh Rasulullah saw. Sebagian mereka masuk Islam setelah&lt;br /&gt;mengadakan permusuhan sengit, dan sebagian lagi mati dalam kekafirannya. Akan tetapi,&lt;br /&gt;dalam  permusuhan  paling  sengit  sekalipun,  semua  mengakui  dan  meyakini  bahwa&lt;br /&gt;Muhammad saw adalah orang yang jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.  Kesaksian Para Pengikut Rasulullah&lt;br /&gt;Kami  paparkan  kesaksian  para  sahabat  dan  pengikut Rasulullah  saw.  sebagai&lt;br /&gt;berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. senantiasa bergaul dan hidup bersama para sahabatnya dalam&lt;br /&gt;segala hal; makan, minum, bepergian, shalat, dan dalam pertemuan-per-temuan&lt;br /&gt;(majelis). Beliau menyukai kesederhanaan dan keterusterangan, serta membenci&lt;br /&gt;sesuatu  yang  dibuat-buat  dan  dipaksa-paksakan  (takallufi.  Sebagian  sahabat&lt;br /&gt;menemani beliau sebelum dan setelah kenabian selama puluhan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat bukanlah orang-orang yang bodoh dan terbelakang serta terasing dari&lt;br /&gt;perkembangan dunia. Bahkan, sebagian mereka berasal dari Mekah, yang menjadi&lt;br /&gt;tujuan bangsa Arab untuk berhaji setiap tahun, dan seluruh Jazirah Arab tunduk&lt;br /&gt;kepada  penduduknya  karena  keutamaan  dan  kepemimpinannya,  mereka  biasa&lt;br /&gt;bepergian untuk melakukan hubungan dagang dengan Yaman dan Syam yang&lt;br /&gt;merupakan pusat peradaban saat itu. Sebagian lagi berasal dari Madinah, di mana&lt;br /&gt;terjadi  kontak  pemikiran  dengan  bangsa  Yahudi  yang  menye-babkan  mereka&lt;br /&gt;berwawasan luas dan terbuka hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat juga telah membuktikan, di masa hidup Rasulullah saw. dan setelah&lt;br /&gt;wafatnya, mereka adalah manusia paling cemerlang akal pikirannya, paling kaya&lt;br /&gt;taktik  dan  pengalamannya,  serta  paling  banyak  mengetahui  tokoh,  suku,  dan&lt;br /&gt;politik bangsa-bangsa di dunia saatitu. Dengan bukti, meski dengan keterbatasan&lt;br /&gt;sarana,  mereka  berhasil  membuka  sebagian  besar  negara-negara  berperadaban&lt;br /&gt;waktu itu. Mereka juga berhasil mengaturnya, mendapatkan kecintaan dari pen-&lt;br /&gt;duduknya, serta menggabungkannya ke dalam rengkuhan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dua sisi ini bertemu, yakni pergaulan yang intens dan kecerdasan orang yang&lt;br /&gt;digauli, maka kedustaan tidak mungkin disembunyikan dan akan terbuka serta&lt;br /&gt;kejujuran akan tampak terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  fenomena  yang  jelas  dalam  kehidupan  para  sahabat,  yaitu  semakin&lt;br /&gt;bertambah intensitas pergaulan mereka dengan Rasulullah saw., maka semakin&lt;br /&gt;kuatlah keimanan mereka pada beliau. Bahkan, orang yang paling banyak bergaul&lt;br /&gt;dengan Rasulullah saw. yang paling tinggi keimanan dan ketaatannya pada beliau.&lt;br /&gt;Keimanan ini sampai pada satu tingkatan bahwa mati untuk apa yang diinginkan&lt;br /&gt;Rasulullah saw. lebih mereka cintai daripada hidup. Menginfakkan harta lebih&lt;br /&gt;mereka sukai daripada menyimpannya Taat lebih mereka cintai daripada maksiat&lt;br /&gt;Agama Rasulullah saw. lebih mereka cintai daripada harta, anak, tempat tinggal,&lt;br /&gt;istri, dan tanah air. Ini semua adalah bagian dari fenomena adanya rasa percaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan keimanan yang sempurna pada beliau, kalaulah tidak ada rasa percaya tentu&lt;br /&gt;ini semua tidak akan ada Sampai-sampai, di antara mereka ada seorang anak ingin&lt;br /&gt;membunuh ayahnya yang kafir dan seorang ayah ingin membunuh anaknya yang&lt;br /&gt;kafir.  Untuk  apa  ini  semua  mereka  lakukan?  Kalaulah  bukan  karena  puncak&lt;br /&gt;keimanan dan kepercayaan mereka pada Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut  ini  adalah  contoh-contoh  yang  pada  hakikatnya  merupakan  dampak&lt;br /&gt;positif dari kepercayaan dan keimanan yang sempurna, sekaligus merupakan bukti&lt;br /&gt;nyata atas keimanan itu. Dalam setiap contoh terdapat kesaksian dari pemiliknya,&lt;br /&gt;setelah ia membuktikan sendiri bahwa Rasulullah saw. adalah orang yang jujur&lt;br /&gt;tak diragukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Al-Hafizh Abu Hasan ath-Thayalisi meriwayatkan bahwa Aisyah r.a. berkata,&lt;br /&gt;“Ketika para sahabat Nabi saw. berkumpul-mereka berjumlah 38 orang- Abu&lt;br /&gt;Bakar  mendesak  Rasulullah  saw.  untuk  berdakwah  secara  terang-terangan.&lt;br /&gt;Rasulullah saw. berkata, Wahai Abu Bakar, jumlah kita masih sedikit’Tetapi Abu&lt;br /&gt;Bakar  terus  mendesak  hingga  akhirnya  Rasulullah  saw.  berdakwah  terang-&lt;br /&gt;terangan. Kaum muslimin ikut berdakwah dan berpencar dalam sisi-sisi masjid.&lt;br /&gt;Setiap orang bersama kelompoknya. Abu Bakar berdiri menyam-paikan khotbah,&lt;br /&gt;sedangkan Rasulullah saw duduk. Jadi, Abu Bakar adalah khatib pertama yang&lt;br /&gt;mengajak beriman kepada Allah dan rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum musyrikin segera bereaksi. Mereka marah kepada Abu Bakar dan orang-&lt;br /&gt;orang Islam. Mereka memukuli orang-orang Islam di semua sisi masjid dengan&lt;br /&gt;keras, menginjak-injak Abu Bakar dan menganiayanya dengan sadis. Si Fasik&lt;br /&gt;Utbah bin Rabi’ah mendekati Abu Bakar dan me-mukulnya dengan dua sandalnya&lt;br /&gt;yang kasar serta menamparkannya pada muka Abu Bakar. Ia melompat di perut&lt;br /&gt;dan tubuh Abu Bakar sampai tidak bisa dikenali lagi bentuk mukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus  kemudian,  datanglah  bani  Taim  menyerang  kaum  musyrikin  dan&lt;br /&gt;melepaskan  Abu  Bakar.  Bani  Taim  menggotong  Abu  Bakar  dalam  kain  dan&lt;br /&gt;membawanya ke dalam rumahnya. Mereka tidak meragukan lagi kematian-nya.&lt;br /&gt;Lalu, bani Taim kembali masuk ke masjid dan berkata, ‘Demi Allah, jika Abu&lt;br /&gt;Bakar mati maka akan kami bunuh Utbah bin Rabiah!’ Lalu, mereka kembali ke&lt;br /&gt;rumah Abu Bakar. Abu Quhafah dan bani Taim mengajak bicara Abu Bakar&lt;br /&gt;sampai ia bisa menjawab, akhirnya ia bisa berbicara pada petang hari dan berkata,&lt;br /&gt;‘Apa  yang  terjadi  pada  Rasulullah?’  Mereka  langsung  men-cela  Abu  Bakar&lt;br /&gt;dengan perkataan serta menghinanya, lalu mereka berdiri dan berkata pada Ummu&lt;br /&gt;Khair, ‘Iihatlah, dan beri ia makan atau minum.’ Ketika Ummu Khair hanya&lt;br /&gt;berdua dengan Abu Bakar, ia memaksanya untuk berbicara dan berkatalah Abu&lt;br /&gt;Bakar,  ‘Apa  yang  terjadi  pada  Rasulullah?’  Ummu  Khair  menjawab,  ‘Demi&lt;br /&gt;Allah, aku tidak tahu apa yang terjadi dengan sahabatmu.’ Dia berkata, ‘Pergilah&lt;br /&gt;ke Ummu Jamil binti Khathab dan tanya-kan padanya tentang beliau.’ Segera&lt;br /&gt;Ummu  Khair  pergi  menjumpai  Ummu  Jamil,  dan  mengatakan,  ‘Abu  Bakar&lt;br /&gt;menanyakan padamu tentang Muhammad bin Abdillah.’ Ummu Jamil menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aku tidak tahu Abu Bakar juga Muhammad bin Abdillah, bolehkah aku ikut&lt;br /&gt;denganmu menemui anakmu?’ Ya,’ jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjalanlah Ummu Jamil bersama Ummu Khair menjumpai Abu Bakar yang sakit&lt;br /&gt;parah. Ummi Jamil mendekatinya, dan berkata dengan suara keras, ‘Demi Allah,&lt;br /&gt;sungguh,  orang-orang  yang  memperlakukanmu  seperti  ini  adalah  benar-benar&lt;br /&gt;fasik dan kufur, aku mengharap dari Allah agar membalaskan untukmu perbuatan&lt;br /&gt;mereka.’ Abu Bakar bertanya, ‘Apa yang terjadi pada Rasulullah?’ Ummu Jamil&lt;br /&gt;berkata, ‘Ini ada ibumu, ia mendengar.’ Abu Bakar menjawab, ‘la tidak berbahaya&lt;br /&gt;bagimu.’ Ummu Jamil lalu mengabarkan, ‘Rasulullah sehat dan baik.’ Di mana&lt;br /&gt;beliau?’ tanya Abu Bakar. ‘Di rumah Ibnu Arqam,’ jawab Ummu Jamil. Abu&lt;br /&gt;Bakar lalu berkata, ‘Aku bersumpah untuk Allah, aku tidak makan dan minum&lt;br /&gt;kalau  tidak  menemui  Rasulullah.’  Keduanya  menahan  Abu  Bakar,  sampai&lt;br /&gt;keadaan  sepi  dan  manusia  tenang,  mereka  memapahnya  keluar  hingga&lt;br /&gt;memasukkannya menemui Rasulullah saw..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah r.a. berkata, ‘Rasulullah langsung merangkulnya dan menciumnya, hal itu&lt;br /&gt;diikuti kaum muslimin. Rasulullah sangatterharu padanya.’ Abu Bakar berkata,&lt;br /&gt;‘Demi bapak dan ibuku, wahai Rasulullah, aku tidak tertimpa apa-apa kecuali apa&lt;br /&gt;yang  ditimpakan  orang  fasik  itu  pada  mukaku.  Ini  ibuku  sangat  baik  pada&lt;br /&gt;putranya,  dan  engkau  adalah  orang  yang  diberkahi  maka  ajaklah  ia  beriman&lt;br /&gt;kepada Allah dan doakanlah pada Allah untuknya, semoga dengan doamu Allah&lt;br /&gt;menyelamatkan  dia  dari  neraka.’  Kemudian  Rasulullah  saw.  mengajaknya&lt;br /&gt;beriman kepada Allah dan ia pun masuk Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Ibnu Ishaq meriwayatkan bahwa Ibnu Umar r.a. berkata, “Ketika Umar r.a. masuk&lt;br /&gt;Islam, ia mengatakan, ‘Siapakah orang Quraisy yang paling masyhur menukil&lt;br /&gt;perkataan?’ Dikatakan  kepadanya, ‘Jamilbin Mamar  al-Jahmi.’ Maka ia pergi&lt;br /&gt;menemui Jamil. Abdullah bin Umar berkata, ‘Aku juga pergi mengikuti jejaknya&lt;br /&gt;dan  ingin  melihat  apa  yang  ia  perbuat—saat  itu  aku  anak  lelaki  yang  sudah&lt;br /&gt;memahami segala yang aku lihat—hingga ia sampai menemui Jamil, lalu Umar&lt;br /&gt;berkata padanya, ‘Apakah kautahu wahai Jamil bahwa aku telah Islam dan masuk&lt;br /&gt;agama  Muhammad  saw.?’  Abdullah  berkata,  ‘Demi  Allah,  Jamil  tidak&lt;br /&gt;menjawabnya, segera ia berdiri mengulurkan serbannya dan beranjak pergi diikuti&lt;br /&gt;Umar, aku pun mengikuti mereka.’ Ketika sampai di pintu masjid, Jamil berteriak&lt;br /&gt;sekeras-kerasnya,  Wahai  segenap  Quraisy-saatitu  merekasedangberkumpul  di&lt;br /&gt;sekitar  Ka’bah-,  ketahuilah,  Ibnul  Khaththab  telah  murtad!’  Umar  langsung&lt;br /&gt;menyahut, ‘la bohong, aku tidak murtad, tetapi aku telah masuk Islam dan aku&lt;br /&gt;bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah.’ Mereka langsung&lt;br /&gt;bangkit menyerangnya dan terus menyerangnya. Hingga ketika matahari tegak di&lt;br /&gt;atas kepala mereka, Umar berkata, ‘Aduh, tak kuat lagi.’  Lalu ia duduk dan&lt;br /&gt;mereka berdiri di atas kepalanya. Umar menantang mereka, ‘Lakukan apa yang&lt;br /&gt;kalian kehendaki, aku bersumpah jika kami ada tiga ratus orang, maka sungguh,&lt;br /&gt;(yang  akan  terjadi  adalah  adakalanya)  kami  yang  kalah  dan  kami  tinggalkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka’bah untuk kalian atau kalian  yang kalah dan meninggalkan Ka’bah untuk&lt;br /&gt;kami.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah berkata, Tatkala mereka dalam keadaan seperti itu, datanglah seorang&lt;br /&gt;lelaki tua dari Quraisy memakai jubah hitam dan pakaian berbordir, ia berhenti di&lt;br /&gt;depan mereka dan bertanya, ‘Ada apa dengan kalian ini?’ Mereka menjawab,&lt;br /&gt;‘Umar berpindah agama.’ Ia berkata, ‘Lepaskan ia, apa yang kalian inginkan dari&lt;br /&gt;orang yang memilih suatu perkara untuk dirinya sendiri? Apakah kalian kira bani&lt;br /&gt;Adiy  akan  menyerahkan  saudaranya  pada  kalian  seperti  ini?  Tinggalkan  saja&lt;br /&gt;orang itu.’ Abdullah berkata, ‘Demi Allah, mereka langsung melepaskan Umar&lt;br /&gt;seperti pakaian yang terlepas dari Umar.’ Ia berkata, ‘Aku berkata pada ayahku-&lt;br /&gt;setelah hijrah ke Madinah-’Wahai ayah! Siapakah yang menghardik orang-orang&lt;br /&gt;kafir  dan  membebas-kanmu  saat  engkau  masuk  Islam  dan  mereka&lt;br /&gt;menyerangmu?’ Beliau menjawab, ‘Itu, wahai anakku, Ash bin Wail Sahmiy.’”&lt;br /&gt;Riwayat ini isnadnya baik dan kuat-demikian dalam kitab al-Bidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Bukhari  meriwayatkan  dalam  kitab  at-Tarikh bahwa  Mas’ud  bin  Khurasy  r.a&lt;br /&gt;berkata,  Tatkala  kami  berputar  antara  Shafa  dan  Marwa,  tiba-tiba  ada  orang&lt;br /&gt;ramai-ramai mengikuti seorang pemuda  yang tangannya diikat pada lehernya.&lt;br /&gt;Aku bertanya, ‘Ada apa dengannya?’ Mereka menjawab, ‘Itu adalah Thalhah bin&lt;br /&gt;Ubaidillah, ia telah murtad.’ Seorang wanita di belakangnya marah-marah dan&lt;br /&gt;memaki-makinya.  Aku  bertanya,  ‘Siapakah  ia?’  Mereka  menjawab,  ‘Shu’bah&lt;br /&gt;binti Hadhrami, ibunya.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Baihaqi, Ibnu Sa’id, Hants, Ibnu Mundzir, Ibnu Asakir, dan Ibnu Abil Hatim&lt;br /&gt;meriwayatkan bahwa Sa’ad bin Musayyab r.a. berkata, “Saat Shuhaib r.a. hijrah&lt;br /&gt;menghadap Nabi saw., ia diikuti segerombolan musyrik Quraisy, segera ia turun&lt;br /&gt;dari kudanya  dan  memasang  busurnya lantas  berkata,  ‘Kalian  telah  tahu,  hai&lt;br /&gt;orang-orang Quraisy, aku adalah orang yang paling jitu memakai panah. Demi&lt;br /&gt;Allah,  kalian  tidak  akan  sampai  menyentuhku,  sebab  akan  aku  bidik  kalian&lt;br /&gt;dengan seluruh anak panah dalam busurku, lalu akan aku tebas kalian dengan&lt;br /&gt;pedangku selama ia ada dalam genggamanku. Setelah itu terserah kalian, jika&lt;br /&gt;kalian mau aku tunjukkan untuk kalian hartaku di Mekah dan biarkanlah aku&lt;br /&gt;berjalan.’  Mereka  menjawab,  Ya.’  Mereka  berjanji  untuk  itu.  Shuhaib  pun&lt;br /&gt;menunjukkan hartanya pada mereka. Ketika itu Allah menurunkan pada Rasul-&lt;br /&gt;Nya ayat Al-Qur an,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Dan  di  antara  manusia  ada  yang  mengorbankan  dirinya  karena  mencari&lt;br /&gt;keridhaan Allah.’ (al-Baqarah: 207) sampai akhir ayat Ketika Nabi saw. bertemu&lt;br /&gt;Shuhaib,  beliau  bersabda,  ‘Perniagaanmu  telah  untung  wahai  Abu  Yahya,&lt;br /&gt;perniagaanmu telah untung wahai Abu Yahya!’ Dan, beliau membacakan padanya&lt;br /&gt;ayat Al-Qur an itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Hakim meriwayatkan dari Sulaiman bin Bilal r.a., “Ketika Rasulullah berangkat&lt;br /&gt;menuju  Badar,  Sa’ad  bin  Khaitsimah  dan  ayahnya  ingin  berangkat  bersama beliau.&lt;br /&gt;Hal itu disampaikan pada Nabi saw., namun beliau meme-rintahkan agar&lt;br /&gt;yang ikut berperang salah satunya saja. Mengetahui hal itu, keduanya menjadi&lt;br /&gt;bingung. Khutsaimah bin Harits lalu berkata pada anak-nya yaitu Sa’ad, ‘Salah&lt;br /&gt;seorang  di  antara  kita  harus  ada  yang  tinggal,  maka  tinggallah  kau  bersama&lt;br /&gt;istrimu.’  Sa’ad  menjawab,  ‘Seandainya  selain  surga  tentu  aku  mengalah  dan&lt;br /&gt;memberikannya padamu, aku mengharap mati syahid sebentar lagi.’ Akhirnya&lt;br /&gt;mereka berdua mengundi dengan anak panah, dan keluarlah anak panah Sa’ad.&lt;br /&gt;Maka keluarlah Sa’ad bersama Rasulullah saw. menuju Badar. Ia syahid dibunuh&lt;br /&gt;Amru bin Abdu Wudd.’” Hadits ini dikeluarkan juga oleh Ibnu Mubarak dari&lt;br /&gt;Sulaiman dan Musa bin Uqbah dari Zuhri, sebagaimana tertera dalam kitab al-&lt;br /&gt;Ishabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Thabrani meriwayatkan dari Ibnu Umar r.a., “Saat Perang Uhud, Umar ibnul&lt;br /&gt;Khaththab  r.a.  berkata  pada  saudaranya,  ‘Pakailahlah  baju  besiku,  wahai&lt;br /&gt;Saudaraku!’ Saudaranya menjawab, ‘Aku ingin mati syahid sebagaimana engkau&lt;br /&gt;menginginkannya.’  Keduanya  meninggalkan  baju  besi  itu.”  Haitsami  berkata&lt;br /&gt;bahwa rijalnya sahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Ibnu Ishaq meriwayatkan bahwa Qasim bin Abdurrahman bin Rafi’ saudara bani&lt;br /&gt;Adi  bin  Najjar  berkata,  “Anas  bin  Nadhar-paman  Anas  bin  Malik-(di  tengah&lt;br /&gt;berkecamuknya Perang Uhud) bertemu Umar ibnul Khaththab dan Thalhah bin&lt;br /&gt;Ubaidillah yang berada di tengah orang-orang Muhajirin dan Anshar radhiyallahu&lt;br /&gt;‘annum yang saat itu telah membuang senjata yang ada di tangan mereka. Ia&lt;br /&gt;bertanya, ‘Apa yang membuat kalian duduk?’ Mereka menjawab, ‘RasuluUah&lt;br /&gt;telah  terbunuh.’  Ia  berkata,  ‘Apa  yang  kalian  perbuat  dengan  hidup  setelah&lt;br /&gt;kematiannya? Bangkitiah, dan matilah seperti matinya Rasulullah.’ Kemudian ia&lt;br /&gt;menyongsong kaum kafir, dan bertarung sampai terbunuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Hakim menwayatkan bahwa Zaid bin Tsabit r.a. berkata, “Saat Perang Uhud&lt;br /&gt;Rasulullah mengutusku untuk mencari Sa’ad bin Rabi’ r.a. dan beliau berkata&lt;br /&gt;padaku,  ‘Jika  kau  melihatnya  bacakan  padanya  salam  dariku,  dan  katakan&lt;br /&gt;padanya bahwa Rasulullah mengatakan kepadamu, bagaimana kau men-dapati&lt;br /&gt;dirimu?’  Zaid  berkata,  ‘Aku  mulai  berkeliling  di  antara  orang-orang  yang&lt;br /&gt;terbunuh  dan  aku  temukan  Sa’ad  bin  Rabi’  sedang  berada  di  peng-habisan&lt;br /&gt;napasnya, terdapat tujuh puluh luka berupa tusukan tombak, sabetan pedang, dan&lt;br /&gt;bidikan panah pada tubuhnya.’ Aku katakan padanya, Wahai Sa’ad, Rasulullah&lt;br /&gt;mengucapkan salam untukmu dan mengatakan  kepadamu, kabarkan kepadaku&lt;br /&gt;bagaimana kau mendapati dirimu?’ Ia menjawab, ‘Salam bagi Rasulullah dan&lt;br /&gt;salam  bagimu,  katakan  pada  beliau,  Wahai  Rasulullah  aku  mendapati  diriku&lt;br /&gt;mencium bau surga, dan katakan pada kaumku Anshar, jika kalian ikhlas pada&lt;br /&gt;Rasulullah saw. dan masih ada satu jengkal untuk membelanya, maka tidak ada&lt;br /&gt;uzur bagi kalian di sisi Allah (untuk tidak membela Allah dan Rasul-Nya).’ Ia&lt;br /&gt;berkata, ‘Kemudian wafatlah ia rahimahullah.’” Hakim berkomentar, hadits ini&lt;br /&gt;isnadnya  sahih,  dan  keduanya  (Bukhari  dan  Muslim)  tidak  mengeluarkannya.&lt;br /&gt;Adz-Dzahabi berkata, Sahih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim meriwayatkannya melalui jalan Ibnu Ishaq, “Abdullah bin Abdurrahman&lt;br /&gt;bin Abi Sha’sha’ah menceritakan dari ayahnya bahwa Rasulullah saw. bersabda,&lt;br /&gt;‘Siapa  yang  melihat  untukku  apa  yang  terjadi  pada  Sa’ad  bin  Rabi’  r.a.?’  -&lt;br /&gt;kemudian  menuturkan  hadits  seperti  di  atas.  Sa’ad  berkata,  ‘Kabarkan  pada&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bahwa aku termasuk yang mati dan bacakan pada beliau salam&lt;br /&gt;dariku  serta  katakan  pada  beliau,  semoga  Allah  membalas  engkau  dengan&lt;br /&gt;kebaikan, dari kami dan dari semua umatmu.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  Al-Baihaqi  meriwayatkan  dari  Malik  bin  Umair  r.a.,  ia  telah  menemui  masa&lt;br /&gt;jahiliah, ia berkata, “Seorang laki-laki datang pada Rasulullah dan berkata, ‘Aku&lt;br /&gt;berteinu  musuh  dan  bertemu  ayahku  dalam  gerombolan  mereka,  dan  aku&lt;br /&gt;mendengar  darinya  perkataan  kotor  untukmu,  aku  tidak  bisa  sabar  sampai&lt;br /&gt;akhirnya  aku  menusuknya  dengan  tombak  (atau  sampai  aku  bunuh  dia).’&lt;br /&gt;Mendengar itu, Nabi saw. diam saja. Kemudian, datang laki-laki lain dan berkata,&lt;br /&gt;‘Aku bertemu ayahku, aku meninggalkannya, aku lebih suka orang selain aku&lt;br /&gt;yang  menghadapinya.’  RasuluUah  saw.  tetap  diam.”  Al-Baihaqi  berkata,  “Ini&lt;br /&gt;adalah hadits mursal yang baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Al-Bazzar  meriwayatkan  bahwa  Abu  Hurairah  r.a.  berkata,  “Rasulullah  saw.&lt;br /&gt;melewati Abdullah bin Ubay yang sedang berada di bawah tembok benteng dan&lt;br /&gt;berkata, ‘Ibnu Abi Kabsyah melempar debu kepada kita.’ Seketika itu anaknya,&lt;br /&gt;Abdullah bin Abdullah bin Ubay r.a. berkata, Wahai Rasulullah, demi Zat yang&lt;br /&gt;memuliakanmu, jika engkau berkenan pasti aku datangkan kepalanya padamu?’&lt;br /&gt;Beliau menjawab, ‘Jangan kamu lakukan itu, tetapi perlakukan ayahmu dengan&lt;br /&gt;baik  dan  temanilah  dengan  baik.’”  Haitsami  berkata,  “Diriwayatkan  oleh  al-&lt;br /&gt;Barraz dan rijalnya dapat dipercaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Ibnu  Hisyam  menyebutkan  dari  Abi  Ubaidah  dan  dari  para  pakar  tentang&lt;br /&gt;peperangan lainnya. Umar ibnul Khathab r.a. mendekati Sa’id ibnul Ash r.a. dan&lt;br /&gt;berkata  padanya,  “Kurasa,  kamu  mengira  aku  telah  membunuh  ayahmu.&lt;br /&gt;Seandainya pun aku membunuhnya, aku tidak akan meminta maaf padamu karena&lt;br /&gt;aku telah membunuhnya. Aku hanya membunuh pamanku, Ash bin Hisyam bin&lt;br /&gt;Mughirah.  Sedangkan  bapakmu,  aku  temukan  dia  sedang  me  lampiaskan&lt;br /&gt;marahnya, aku menghalanginya, lalu datanglah anak pamannya menyerangnya&lt;br /&gt;mendahuluiku dan membunuhnya.” Riwayat seperti ini ada dalam al-Bidayah,&lt;br /&gt;dan ditambahkan dalam kitab al-lsthab dan al-Ishabah, “Lalu Sa’id ibnul Ash&lt;br /&gt;berkata padanya, ‘Seandainya kaubunuh dia, kamu benar dan aku yang salah.’&lt;br /&gt;Umar langsung takjub mendengar ucapannya itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Ibnu Sa’id meriwayatkan dari Zuhri, ia berkata, “Ketika Abu Sufyan bin Harb&lt;br /&gt;datang  ke  Madinah,  ia  menemui  Rasulullah  saw.,  saat  itu  beliau  hendak&lt;br /&gt;menyerang Mekah. Abu Sufyan minta agar Rasulullah saw. memperpanjang dan&lt;br /&gt;menambah isi Perjanjian Hudaibiyah, tetapi Rasulullah saw. sama sekali tidak&lt;br /&gt;menerimanya. Abu Sufyan lalu beranjak dan masuk ke rumah putrinya, Ummu&lt;br /&gt;Habibah r.a. Ketika ia hendak duduk di kasur Rasulullah saw, Ummu Habibah&lt;br /&gt;melipatnya. Ia berkata, ‘Hai putriku, apakah karena kasur ini kau membenciku&lt;br /&gt;ataukah membenciku karenanya?’ Dia menjawab, ‘Karena kasur itu adalah kasur&lt;br /&gt;Rasulullah dan engkau orang yang najis dan musyrik!’ Abu Sufyan membalas&lt;br /&gt;berkata, ‘Hai putriku, kamu telah ditimpa kejelekan setelah meninggalkanku.’”&lt;br /&gt;Ibnu Ishaq menyebutkan riwayat seperti ini tanpa isnad, sebagaimana dalam al-&lt;br /&gt;Bidayah dan menambahkan, “Aku tidak suka kau duduk pada kasurnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Thabrani meriwayatkan bahwa Anas bin Malik r.a. berkata, “Ketika Perang Uhud,&lt;br /&gt;penduduk  Madinah  membentuklingkaran.  Mereka  berkata,  ‘Muhammad  telah&lt;br /&gt;terbunuh!’ Sehingga menggemalah teriakan-teriakan dari arah Madinah. Maka&lt;br /&gt;keluarlah seorang wanita dari Anshar dan mendapati bapaknya, anaknya, dan&lt;br /&gt;saudaranya-telah mati semua-aku tidak tahu mana yang ia temui lebih dulu. Setiap&lt;br /&gt;kali ia bertemu seorang di antara mereka, wanita itu bertanya, ‘Siapa ini?’ Mereka&lt;br /&gt;menjawab, ‘Bapakmu, saudaramu, anakmu.’ Ia malah bertanya, ‘Apa yang terjadi&lt;br /&gt;dengan  Rasulullah  saw.?’  Para  sahabat  menjawab,  ‘Beliau  ada  di  depanmu.’&lt;br /&gt;Hingga akhirnya ia tiba di hadapan Rasulullah saw dan memegangi ujung pakaian&lt;br /&gt;beliau seraya berkata, ‘Demi bapakku, engkau dan ibuku, wahai Rasulullah, aku&lt;br /&gt;tidak peduli (apa pun yang menimpa pada keluargaku) asal engkau selamat dari&lt;br /&gt;kecelakaan.’”Nash-nash  ini menjelaskan seberapa jauh keimanan para sahabat&lt;br /&gt;dan peng-ikut yang selalu menyertai Rasulullah saw.. Sekaligus menunjukkan&lt;br /&gt;betapa  kepercayaan  mereka  pada  Rasulullah  saw.  sangatlah  kuat  tiada&lt;br /&gt;bandingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.  Kesaksian Realitas&lt;br /&gt;Kesaksian realitas adalah kesaksian paling tinggi dan kuat karena melalui realitas&lt;br /&gt;manusia  bisa  mencapai  keyakinan  yang  tidak  bercampur  keraguan.  Silakan&lt;br /&gt;mengadakan  kajian  yang  rinci  terhadap  segala  sesuatu  yang  datangnya  dari&lt;br /&gt;Rasulullah saw, baik perkataan maupun perbuatan. Jika akhimyayang ia temukan&lt;br /&gt;dalam semua perkataan dan perbuatan beliau hanyalah kebenaran dan kejujuran,&lt;br /&gt;serta tidak keluar sedikit pun darinya, maka di hadapan manusia hanya ada satu&lt;br /&gt;jalan, yaitu mempercayai dan membenarkan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan bisa dapati dalam bab kedua, kajian yang sempurna pada Al-Qur’an men-&lt;br /&gt;jelaskan pada Anda bahwa semua kandungan Al-Qur’an adalah benar, nyata, dan&lt;br /&gt;berasal dari Allah swt. Akan kita dapati dalam bab ketiga-insya Allah-bahwa&lt;br /&gt;pengujian yang sempurna pada nubuat-nubuat beliau menunjukkan pada Anda&lt;br /&gt;bahwa masa depan adalah penyingkap, pembenar, dan penguat nubuat tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami akan menukilkan beberapa contoh dari canda dan gurau beliau. Akan kita&lt;br /&gt;dapati bahwa hal itu tidak keluar dari kebenaran dan kejujuran. Juga contoh janji&lt;br /&gt;beliau, betapa beliau selalu menepatinya dengan benar. Juga, contoh beberapa&lt;br /&gt;hadits  beliau,  yang  manusia  bisa  mengetahui  kejujuran  dan  kebenaran  beliau&lt;br /&gt;melalui  penelitian  dan pengujian.  Kita akan  mendapati  suatu  keajaiban,  yaitu&lt;br /&gt;adanya kesesuaian antara apa yang diketahui manusia zaman sekarang setelah&lt;br /&gt;melakukan hipotesa dan penelitian dengan apa yang diucapkan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;beberapa abad yang silam. Kami akan menutup bagian ini dengan catatan penting&lt;br /&gt;bahwa satu-satunya sumber yang dapat kita ambil untuk mengetahui hal-hal yang&lt;br /&gt;gaib dengan pasti adalah Rasulullah saw, dan sabda beliau adalah dalil melebihi&lt;br /&gt;dalil  lainnya,  disertai  pembahasan  beberapa  persoalan  yang  berkaitan  dengan&lt;br /&gt;masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-970796227536842508?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/970796227536842508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/01/kitab-ar-rasul-said-hawwa-bagian-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/970796227536842508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/970796227536842508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/01/kitab-ar-rasul-said-hawwa-bagian-ii.html' title='Kitab Ar Rasul - Sa&apos;id Hawwa (Bagian II)'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-5885913484343074158</id><published>2009-01-13T23:45:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T00:23:08.408-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kitab Ar Rasul'/><title type='text'>Kitab Ar Rasul - Sa'id Hawwa (Bagian I)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SIFAT-SIFAT RASULULLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami  mulai  bab  ini,  dengan  tujuan  mengenalkan  beberapa  segi  dari  kepribadian&lt;br /&gt;Rasulullah saw., sehingga hal itu nantinya bisa menjadi kunci bagi bab-bab yang lain.&lt;br /&gt;Pembahasan ini dilakukan dengan urutan sebagai berikut&lt;br /&gt;1.  Fisik Rasulullah&lt;br /&gt;Dalam  bahasan  ini,  kami  menjelaskan  sifat-sifat  fisik  Rasulullah  saw.,  sehingga&lt;br /&gt;tampak  jelas  bahwa  susunan  fisik  Rasulullah  saw.  sesuai  dengan  risalah  yang&lt;br /&gt;dibebankan kepada beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Sifat-Shat Utama Rasulullah&lt;br /&gt;Berbicara tentang sifat-sifat utama para rasul dan menjelaskan mengapa Rasulullah&lt;br /&gt;saw. menjadi pihak yang memiliki sifat tertinggi dari sekalian manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Rasulullah Panutan yang Paling Utama&lt;br /&gt;Menjelaskan tentang posisi Rasulullah saw. sebagai panutan utama bagi manusia&lt;br /&gt;dalam seluruh segi kehidupan karena dalam setiap segi, beliau telah mencapai puncak&lt;br /&gt;kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berharap, setelah kami selesai bab ini, maka akan tampak jelaslah bagi pencari&lt;br /&gt;kebenaran bahwa Muhammad saw. adalah utusan Allah yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  FISIK RASULULLAH&lt;br /&gt;Saat seseorang memandang fisik Rasulullah saw., ia segera merasakan bahwa ia sedang&lt;br /&gt;berada di depan keindahan yang meng-agumkan dan tak ada duanya. Penampilan yang&lt;br /&gt;mencerminkan ke-percayaan yang mutlak dan tak terbatas. Berikut ini adalah pendapat&lt;br /&gt;yang disepakati oleh mereka yang bertemu dan melihat langsung Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ad-Darimi dan al-Baihaqi mentakhrij bahwa Jabir bin Samurah berkata,&lt;br /&gt;“Aku melihat Nabi saw. pada malam bulan purnama, dan ketika aku bandingkan antara&lt;br /&gt;wajah  Nabi  saw.  dan  indahnya  bulan,  say  a  dapati  wajah  Nabi  saw.  lebih  indah&lt;br /&gt;dibandingkan rembulan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Tirmidzi dan al-Baihaqi meriwayatkan bahwa Abu Hurairah r.a. berkata,&lt;br /&gt;“Aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih indah dari Rasulullah saw.. Seakan-akan&lt;br /&gt;mentari bersinar dari wajah beliau. Aku tidak pernah dapati seseorang yang lebih cepat&lt;br /&gt;jalannya dibandingkan beliau, seakan-akan bumi melipat sendiri tubuhnya saat beliau&lt;br /&gt;berjalan. Ketika aku ikut berjihad, aku lihat beliau tidak pernah berlindung di balik&lt;br /&gt;perisai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari-Muslim meriwayatkan bahwa al-Barra berkata,&lt;br /&gt;“Rasulullah saw. mempunyai pundak yang lebar, rambutnya mencapai ujung telinga,&lt;br /&gt;dan tidak pernah ada orangyang lebih indah dipandang dibandingkan beliau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim meriwayatkan dari Abu Thufail bahwa ia pernah diminta untuk menceritakan&lt;br /&gt;tentang Rasulullah saw. kepada kami, kemudian ia menjawab,&lt;br /&gt;“Beliau memiliki wajah yang putih dan berseri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari meriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata,&lt;br /&gt;“Rasulullah saw. memiliki dua kaki yang kokoh dan tegap, dan wajah yang indah, yang&lt;br /&gt;belum pernah kutemukan wajah seindah itu sebelumnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Musa Madini meriwayatkan dalam kitab ashShahabah bahwa Amad bin Abad al-&lt;br /&gt;Hadhrami berkata,&lt;br /&gt;“Aku melihat Rasulullah saw., dan tidak pernah melihat wajah seindah itu sebelumnya&lt;br /&gt;maupun sesudahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ad-Darimi meriwayatkan bahwa Ibnu Umar berkata,&lt;br /&gt;“Aku  tidak  pernah  temukan  orangyang  lebih  berani,  dermawan,  dan  lebih  bersinar&lt;br /&gt;wajahnya, dibandingkan Rasulullah saw..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad dan Baihaqi meriwayatkan bahwa Mahrasy Kahti berkata,&lt;br /&gt;“Rasulullah saw. mengambil umrah darijiranah, pada malam hari. Dan, ketika soya&lt;br /&gt;melihat bagian belakang tubuh beliau, say a seperti melihat perakyang menyala.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Imam Ahmad serta al-Baihaqi meriwayatkan bahwa Ali r.a. berkata,&lt;br /&gt;“Rasulullah saw. bukanlah orangyang tubuhnya tinggi menjulang.Jika berjalan bersama&lt;br /&gt;rombongan, beliau tampak menonjol.  Wajahnya putih, kepalanyabesar, alis matanya&lt;br /&gt;panjang dan hitam, danjika ada keringat yang menetes dari wajah beliau, akan tampak&lt;br /&gt;seperti mutiara. Aku tidak pernah melihat wajah seindah wajah beliau, sebelumnya atau&lt;br /&gt;setelahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deskripsi tentang Rasulullah saw. yang diberikan oleh Hindun bin Abi Halah,&lt;br /&gt;“Tubuh Rasulullah saw. menampakkan pribadiyang agung. Wajahnya bersinar seperti&lt;br /&gt;bulan  purnama.  Kepalanya  besar.  Rambutnya  keras.  Kuliatnya  putih  ke-merahan.&lt;br /&gt;Keningnya luas. Alisnya tebal.Jika marah, keningnya meneteskan keringat. Hidungnya&lt;br /&gt;mancung. Tubuhnya diliputi cahaya. Orangyang tidak memperhatikan dengan saksama&lt;br /&gt;menyangkanya  amat  tinggi.Jenggotnya  tebal.  Matanya  hitam.  Kedua  pipinya  tirus.&lt;br /&gt;Mulutnya lebar. Giginya indah. Memiliki bulu halus di atas perut. Lehernya amat halus.&lt;br /&gt;Tubuhnya sedang. Sedikit gemuk dan tegap, dengan perut dan dada yang seimbang.&lt;br /&gt;Dadanya  bidang.  Kedua  pergelangan  tangannya  panjang.  Telapak  tangannya  luas.&lt;br /&gt;Kedua kaki dan tangannya kekar. Jari-jarinya panjang. Jalannya tegap, seperti sedang&lt;br /&gt;turun dari ketinggian. Jika menoleh, dengan seluruh tubuhnya. Pandangannya selalu&lt;br /&gt;tertunduk he tanah, danjarang sekali mendongakkan matanya he langit....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  Rasulullah  menyentuh  seseorang,  orang  itu  akan  merasakan  ketenangan  yang&lt;br /&gt;mengagumkan,  dan  perasaan  ketinggian  ruhani  yang  menakjubkan.  Ahmad&lt;br /&gt;meriwayatkan bahwa Sa’d bin Abi Waqqash berkata, “Suatu  ketika  akujatuh  sakit  di  Mekah.  Kemudian  Rasulullah  saw.  menjenguk,&lt;br /&gt;meietakkan tangan beliau di kening, dan mengusap wajah, dada, sertaperutku. Hingga&lt;br /&gt;saat ini, aku masih merasakan sentuhan tangan beliau dijantung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim meriwayatkan bahwa Jabir bin Samurah berkata,&lt;br /&gt;“Suatu ketika Rasulullah saw. mengusap mukaku dengan tangannya. Aku dapati tangan&lt;br /&gt;beliau  demikian  sejuknya  dan  berbau  wangi.  Seakan-akan  tangan  tersebut  baru&lt;br /&gt;dikeluarkan dari kantong kesturi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Anas r.a. berkata,&lt;br /&gt;“Aku  belum  pernah  menemui  sutra  maupun  beludru yang  lebih  lembut  dari  tangan&lt;br /&gt;Rasulullah saw. Dan, belum pernah mencium bau misik atau minyak anbar yang lebih&lt;br /&gt;harum dari Rasulullah saw..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan  beliau  memberikan  sugesti  kepada  orang  yang  melihatnya  bahwa  orang&lt;br /&gt;tersebut  sedang  berdiri  di  hadapan  seorang  nabi.  At-Tirmidzi  meriwayatkan  bahwa&lt;br /&gt;Abdullah bin Salam berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika Nabi saw. datang ke Madinah, aku menemui beliau. Ketika aku melihat wajah&lt;br /&gt;beliau, aku segera mengetahui bahwa wajah beliau bukan wajah seorang pendusta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ramtsah Tamimi berkata,&lt;br /&gt;“Aku mendatangi Nabi saw. bersama anakku. Ketika aku melihat beliau, hatiku langsung&lt;br /&gt;berkata, ‘Orang ini pastilah nabi Allah.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Rawahah berkata tentang Rasulullah saw,&lt;br /&gt;“Seandainya tidak ada ayat-ayat penjelas pun, yang menerangkan beliau sebagai rasul,&lt;br /&gt;niscaya penampilan dan tubuh beliau sudah cukup menjadi keterangan itu.”&lt;br /&gt;Ini  adalah  sebagian  riwayatyang  menjelaskan  tentang  tubuh  Rasulullah  saw..  Semua&lt;br /&gt;keagungan  postur  tubuh  beliau  itu  kami  ceritakan  kembali,  sehingga  kita  dapat&lt;br /&gt;menangkap dengan jelas kepribadian Rasulullah saw. dari segala seginya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-5885913484343074158?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/5885913484343074158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/01/kitab-ar-rasul-said-hawwa-bagian-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/5885913484343074158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/5885913484343074158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/01/kitab-ar-rasul-said-hawwa-bagian-i.html' title='Kitab Ar Rasul - Sa&apos;id Hawwa (Bagian I)'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-2120282098291183944</id><published>2009-01-08T05:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T05:28:32.082-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Hussain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>Mengenang Imam Hussain (as)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setelah kesyahidan Imam Ali AS, umat Islam telah membai'ah Imam Hasan AS sebagai khalifah. Namun berita perlantikan Imam Hasan AS tidak disenangi oleh Muawiyah. Beliau menulis surat-surat protes kepada Imam Hasan dan menolak Imam Hasan AS sebagai khalifah. Muawiyah segera mengumpulkan pasukan tentara yang besar untuk menentang Imam Hasan AS. Lalu bersiap sedia untuk menyerang Iraq. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;          Setelah berita ini sampai kepada Imam Hasan AS, beliau AS mengirimkan pasukan tentara di bawah pimpinan Qays bin Sa'ad dan Ubaydillah bin Abbas sebanyak 12,000 untuk mengawasi musuh sampai Imam Hasan menyusul kemudian. Keterlambatan Imam Hasan AS berangkat itu disebabkan sikap keberatan orang Kufah untuk pergi bersamanya menentang Muawiyah. Ketika Imam Hasan AS mengajak orang-orang Kufah untuk berangkat bersamanya untuk menghadapi Muawiyah, mereka agak keberatan untuk pergi berjuang bersama Imam Hasan AS. Adi bin Hatim seorang sahabat Rasulullah SAWW kemudian menyampaikan kepada orang-orang Iraq desakan untuk menjawab seruan "Imam mereka anak dari putri Rasul mereka", barulah mereka keluar menuju medan peperangan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;          Imam Hasan AS kemudian meninggalkan Kufah dengan tentaranya dan menuju al-Mada'in. Ketika itu pasukan tentara di bawah pimpinan Qays telah sampai di Maskin berhadapan dengan tentara Muawiyah. Gubenur Syria mencoba menyogok Qays dengan menawarkan uang satu juta dirham jika ia membelot dari barisan Hasan dan bergabung dengannya. Qays menolak tawaran itu. Muawiyah membuat tawaran yang sama kepada Ubaydillah bin Abbas yang segera menerimanya. Beliau bergabung dengan barisan Muawiyah bersama 8,000 orang tentaranya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;         Ketika Imam Hasan AS sampai di Sabat dalam perjalanan ke Mada'in, ia melihat beberapa orang dari pasukannya menunjukkan sikap tidak bersungguh-sungguh, acuh tidak acuh  atau enggan berperang. Imam Hasan AS berhenti di Sabat, mendirikan kemah dan berkhutbah:"Wahai saudara-saudaraku, aku tidak memiliki dendam apa pun terhadap sesama Muslim. Aku tidak lebih dari seorang pengawas atas diri kalian dan diriku sendiri. Kini, aku mempertimbangkan sebuah rencana; janganlah kalian menentangku dalam hal ini. Berdamai tidak disukai oleh sebagian kalian, lebih baik daripadaperpecahan yang lebih disukai dari kalian, lebih-lebih lagi ketika aku melihat kebanyakan dari kalian surut dari perang dan ragu untuk berperang. Kerana itu aku berfikir adalah, tidak bijaksana memaksakan kepada kalian sesuatu yang tidak kalian sukai." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;          Khutbahnya itu telah menyebabkan Imam Hasan AS ditikam oleh seorang Khawarij yang bernama  al-Jarrah bin Sinan al-Asadi yang mendakwa Imam Hasan telah menjadi kafir seperti ayahnya. Imam Hasan AS luka di pahanya dan berita ini telah diekploitasi oleh Muawiyah untuk memecahbelah tentara Imam Hasan di Maskin. Qays kemudian mengerahkan pasukan tentaranya bertempur dengan tentera Muawiyah. Sejumlah besar pasukan tentara Qais mulai membelot kepada Muawiyah. Qays menulis surat kepada Imam Hasan AS dan setelah berita itu sampai ke tangan Imam Hasan AS, beliau segera memanggil para pemimpin Iraq dan berbicara dengan mereka dengan rasa kesal: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Wahai rakyat Iraq, apa yang akan aku lakukan dengan orang-orangmu yang bersamaku ini? Ada surat dari Qays yang mengabarkan kepadaku bahawa bahkan orang-orang mulia dari kalangan kalian telah menyeberang ke pihak Muawiyah. Demi Allah betapa mengejutkan dan buruknya kelakuan pihak kalian! Kalianlah orang yang memaksa ayahku untuk menerima Tahkim di Siffin dan ketika tahkim yang menyebabkannya tunduk (kerana tuntutan kalian), kalian berbalik menentangnya. Dan ketika ia mengajak kalian untuk memerangi Muawiyah sekali lagi, kalian memperlihatkan kekenduran dan kelesuan. Setelah ayahku wafat, kalian sendiri datang kepadaku dan membai'atku dengan hasrat dan keinginan kalian sendiri. Aku terima bai'at kalian dan keluar menghadapi Muawiyah. Hanya Allah yang tahu betapa aku bersungguh-sungguh untuk melakukannya. Kini kalian berperilaku seperti dulu lagi (seperti dengan ayahku). Wahai kaum Iraq, cukuplah bagiku jika kalian tidak memfitnah aku dalam agamaku, kerana sekarang aku akan menyerahkan urusan ini (khalifah) kepada Muawiyah."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;          Setelah itu Imam Hasan AS mengutus Abdullah bin Naufal bin al-Harits menemui Muawiyah tentang hasratnya untuk mengundurkan diri dan membincangkan syarat-syarat pengunduran tersebut. Qays bersama tentaranya kemudian meninggalkan medan pertempuran dan menuju ke Kufah serta bergabung dengan pasukan Imam Hasan AS. Abdullah bin Naufal menuliskan syarat-syarat yang ia pikirkan dan Muawiyah menerima syarat-syarat tersebut dan memberikan kertas kosong kepada Abdullah untuk dibawa kepada Imam Hasan supaya beliau boleh menambah apa sahaja yang ia inginkan namun Imam Hasan AS kemudian menetapkan syarat-syaratnya seperti berikut: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah syarat yang atasnya Hasan bin Ali bin Abi Talib berdamai dengan Muawiyah bin Abi Sufian dan menyerahkan kepadanya negaranya atau pemerintahan Ali Amirul Mukminin:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Bahwa Muawiyah harus memerintah menurut Kitab Allah, Sunnah Rasul dan perangai Khulafa' al-Rasyidin. Muawiyah tidak akan menunjuk atau mengangkat seorang untuk jabatan khalifah sesudahnya;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Bahwa khalifah akan dikembalikan kepada Hasan setelah Muawiyah mati namun jika apa-apa berlaku kepada Hasan, maka Husain akan mengambil alih jabatan khalifah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Bahwa Muawiyah tidak menuntut tindakbalas apapun atas penduduk Madinah, Hijaz, dan Iraq di atas sikap mereka pada masa kekhalifahan Imam Ali AS.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Bahwa gubernur-gubernurnya tidak akan melaknat Amirul Mukminin di atas mimbar atau mencacinya dengan perkataan buruk atau melaknatnya dalam qunut sholat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5. Bahwa rakyat akan dibiarkan dalam aman damai di mana juga mereka berada di bumi Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6. Muawiyah tidak berhak ke atas urusan Baitul Mal di Kufah. Hasan saja yang berhak atas urusannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;7. Bahwa tidak ada gangguan atau bahaya, secara rahasia atau terbuka, akan ditimpakan terhadap Hasan bin Ali dan saudaranya Husain atau  para pengikut dan penyokong mereka atau wanita-wanita mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;          Walau bagaimanapun Muawiyah mempunyai tujuannya sendiri. Beliau kemudian menghasut Jud'ah al-Asy'ats meracun Imam Hasan AS. Peristiwa itu terjadi pada 28 Safar tahun tahun 50 Hijrah. Kemudian dia melantik Yazid sebagai khalifah selepasnya. Pada tahun 50 Hijrah Muawiyah mengarahkan penduduk Syria memberikan bai'ah kepada Yazid sebagai Putera Mahkota. Pada tahun 51 Hijrah Muawiyah pergi Haji ke Makkah untuk mendapatkan bai'ah umat Islam kepada Yazid. Di Madinah Muawiyah memaksa penduduk Madinah memberi bai'ah kepada Putera Mahkota Yazid. Namun terdapat empat tokoh yang tidak memberikan bai'ah kepada Yazid yaitu Husain bin Ali, Abdullah bin Umar Abdur Rahman bin Abi Bakar dan Abdullah bin Zubair. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Muawiyah sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir telah berpesan kepada Yazid:"Wahai anakku aku telah mengatur segalanya untukmu, dan aku telah membuat semua orang Arab sepakat untuk patuh kepadamu. Tidak ada seorangpun kini yang menentang engkau dalam hak khalifahmu tetapi aku sangat cemas akan Husain bin Ali, Abdullah bin Umar Abdur Rahman bin Abi Bakar dan Abdullah bin Zubair. Di antara mereka, Husain bin Ali mempunyai daya tarik cinta dan penghormatan besar kerana hak-hak keutamaannya dan hubungan dekatnya dengan Rasul. Aku kira rakyat Iraq tidak akan meninggalkannya sampai mereka bangkit memberontak menentangmu...."  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Muawiyah meninggal dunia pada tahun 60 Hijrah. Yazid memerintahkan gubernur Madinah untuk memaksakan bai'ah kepada Imam Husain AS atau mengirimkan kepalanya ke Damsyik sekira dia enggan memberikan bai'ahnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Setelah gubernur Madinah memberitahu Imam Husain AS tentang permintaan itu, Imam meminta penundaan waktu untuk memikirkan masalah ini, dan pada waktu malam ia berangkat dengan keluarganya ke Mekah. Dia mencari perlindungan dalam Masjidil Haram. Peristiwa ini terjadi menjelang akhir bulan Rajab dan awal bulan Sya'ban tahun 60 Hijrah. Selama hampir 4 bulan Imam Husain tinggal di Mekah. Berita ini kemudian tersebar luas di seluruh wilayah Islam ketika itu. Di satu pihak ramai orang yang tidak puas hati ketidakadilan peraturan Muawiyah dan bahkan lebih tidak puas hati ketika Yazid menjadi khalifah, menghubungi Imam Husain AS menyatakan simpati kepadanya. Di pihak lain banyak surat mulai diterima oleh Imam Husain AS khususnya dari penduduk kota Kufah, yang mengundang Imam Husain AS ke Iraq dan menerima kepimpinannya dari rakyat di sana dengan tujuan untuk memulai suatu pergerakan untuk mengatasi kezaliman yang berlaku terhadap Imam Husain AS ketika itu. Imam mengetahui bahawa beberapa orang pengikut Yazid telah menyusupi masuk dalam rombongan jemaah haji dengan senjata dalam pakaian ihram dengan tujuan untuk membunuh beliau AS. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Imam Husain terus tinggal di Mekah hingga musim Haji ketika umat Islam dari seluruh dunia datang membanjiri Mekah untuk melaksanakan ibadat Haji. Imam mempersingkat ibadah hajinya dan memutuskan untuk pergi. Di tengah-tengah kerumunan orang ramai itu dia AS berdiri dan dalam pidato yang singkat itu dia juga menjelaskan bahawa dia akan dibunuh dan meminta kaum Muslimin membantunya untuk mencapai tujuannya dan menyerahkan hidup mereka di jalan Allah. Keesokan harinya dia berangkat dengan keluarganya dan beberapa orang sahabatnya ke Iraq. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Imam Husain bertekad untuk tidak memberikan bai'ah kepada Yazid dan sepenuhnya mengerti bahawa dia akan dibunuh. Dia AS sadar bahawa kematiannya tidak dapat dielakkan di hadapan kekuatan tentara Bani Umaiyyah. Beberapa orang tokoh Mekah mencoba menghalangi Imam AS dan mengingatkannya akan bahaya yang akan menimpanya akibat langkah yang diambilnya itu. Imam Husain AS menjawab bahwa dia menolak bai'ah kepada penguasa yang zalim. Dia menambahkan bahawa dia menyedari bahawa ke mana pun dia pergi dia akan dibunuh. Dia akan meninggalkan Mekah demi menjaga kehormatan Baitullah dan tidak menghendaki kehormatan ini dinodai dengan cucuran darahnya di sana. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Ketika dalam perjalanan ke Kufah, dia menerima berita bahwa agen Yazid di Kufah telah membunuh wakil dan utusan  Imam Husain AS di kota itu yatu Hani bin Urwah, Muslim bin Aqil, dan Abdullah bin Yaqtar. Kota Kufah dan sekitarnya telah dikawal dengan ketat dan sejumlah tentara yang besar sedang menanti ketibaannya. Maka tidak ada jalan baginya kecuali terus maju dan menghadapi kesyahidannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Sesampainya di Karbala, Imam Husain AS dan rombongannya telah dikepung oleh tentara Yazid. Selama delapan hari mereka tinggal di tempat ini dan selama itu pula kepungan semakin menghimpit dengan jumlah tentara musuh semakin bertambah besar. Akhirnya Imam Husain AS bersama keluarganya dan sejumlah kecil sahabat-sahabatnya dikepung oleh pasukan musuh sebanyak 30,000 orang. Selama berhari-hari Imam Husain AS mempertahankan kedudukannya. Di malam hari dia memanggil sahabat-sahabatnya dan dalam satu pidato yang singkat menyatakan bahawa tidak ada jalan lain di hadapan mereka kecuali kematian dan kesyahidan. Ditambahkan bahwa karena musuh hanya berurusan dengannya. dia akan membebaskan mereka dari semua kewajiban sehingga setiap orang yang mau, boleh melepaskan diri dalam kegelapan malam dan menyelamatkan diri masing-masing. Kemudian dia memerintahkan untuk memadamkan lampu, dan kebanyakan sahabatnya, yang telah menggabungkan diri dengannya demi kepentingan peribadi telah keluar meninggalkan kelompok tersebut. Yang tinggal hanyalah beberapa orang dari mereka yang mencintai kebenaran kira-kira empat puluh orang dan beberapa orang dari Bani Hasyim. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Sekali lagi Imam mengumpulkan sahabat-sahabatnya dan keluarga Bani Hasyim, dengan sekali lagi mengatakan bahwa musuh hanya mau berurusan dengannya. Namun setiap dari mereka menjawab dengan cara masing-masing menunjukkan kesetiaan mereka kepada Imam Husain AS - bahwa mereka tidak sedetikpun akan menyimpang dari jalan kebenaran yang dipimpin oleh Imam dan tidak akan membiarkannya sendirian. Mereka berkata bahwa mereka akan membela keluarganya selama mereka dapat mengangkat pedang sampai titik darah yang terakhir. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Pada hari kesembilan dari bulan itu tentangan terakhir untuk memilih antara bai'ah atau perang dilakukan oleh musuh Islam. Imam minta penundaan untuk melakukan sholat malam dan memutuskan melakukan pertempuran di hari berikutnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Pada hari kesepuluh bulan Muharram tahun 61 Hijrah, Imam berbaris di depan musuh dengan sekelompok kecil pengikutnya tidak lebih dari sembilan puluh orang yang terdiri dari 40 orang sahabatnya, 30 orang anggota tentara yang bergabung kepadanya, dan keluarganya dari Bani Hasyim yang terdiri dari anak-anak,saudara, anak saudaranya lelaki dan wanita dan sepupunya. Hari itu mereka bertempur dari pagi hingga hembusan nafas mereka yang terakhir, Imam keluarga Hasyim yang muda, dan sahabat-sahabatnya semuanya syahid. Di antara yang terbunuh terdapat dua orang anak Imam Hasan, yang baru berusia tiga belas tahun dan sebelas tahun, serta anak berumur lima tahun dan seorang bayi Imam Husain yaitu 'Ali Asghar. Imam Husain AS menggendong bayi itu untuk mendapatkan air sambil berkata kepada pihak musuh:&lt;br /&gt;"Hai orang-orang! Kalian telah membunuh saudaraku, anak-anak, anak-saudaraku dan para pengikutku. Kini semuanya telah tiada kecuali anak kecil ini yang tersisa. Berilah anak ini sedikit minum agar....."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Ucapan Imam Husain AS ini belum lagi selesai tetapi telah dipotong oleh anak panah yang menembus kepala bayi itu. Imam Husain AS tersentak dengan tindakan musuh itu, sementara darah memancut keluar dari bayi itu membasahi bibirnya yang sejak tiga hari lalu kering kehausan. Al-Husain AS mengangkat tangannya ke atas seraya berdoa: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, saksikanlah bahwa mereka bertekad untuk menlenyapkan seluruh keluarga NabiMu."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Imam Husain AS meneteng bayi itu menuju ke kemah Zainab. Umm Kulthum berlari mendapatkan bayi itu dan mendekapnya yang sudah tidak bernyawa lagi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Imam Husain  AS memacu kudanya menuju ke medan pertempuran seraya berteriak:&lt;br /&gt;"Apa yang membuat kalian bersemangat memerangiku? Adakah sebuah kewajiban yang aku tinggalkan? Atau Sunnah Nabi yang aku ubah?&lt;br /&gt;"Tidak, karana dendam dan kebencian di hati kami padamu dan seluruh keluargamu sejak Badr dan Hunain!"&lt;br /&gt;    Balas mereka dengan lantang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Al-Husain AS menoleh ke kiri dan kanan. Tidak ada seorangpun di sekitarnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    "Kemana semuanya yang telah membantu kami! Siapa yang akan melindungi wanita-wanita Muhammad dari niat jahat mereka! Mana Muslim bin Aqil, Hani bin Urwah, Zuhair, Habib, al-Hurr dan sahabat-sahabatnya? Mana bukti kecintaan kalian? Kini kami datang untuk menyusuli pemergian  kalian semua! Inna Lillah wa Inna Ilahi raji'un. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Imam Husain AS memuji sahabat-sahabatnya dalam sebuah puisi yang indah:&lt;br /&gt;"Mereka adalah kelompok para pemberanimembela kami dengan senjata dan nuraniMereka adalah manusia-manusia ahli tempurbergelut dalam dahaga, kenyang dan lumpurSelamat meneguk air keabadian syurgawimerasakan hangat cinta dan darah alawi" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Ia ke pasukan musuh dan berhasil membunuh 1,500 orang. Kemudian ia kembali ke kemahnya sambil bersyair:&lt;br /&gt;"Mereka orang-orang pandirmendukung para munafiq kafirmenjilat bangkaimendengus-dengus bak keldaimenjajakan fitnah dan dustamenjual agama tak kenal cintamembunuh kekasih demi hartatuli, bisu, mati rasa dan butaSiapakah mereka dan siapa aku?Muhammad adalah datuk abadikuAkulah putera Ali sang Khalifahyang dibunuh orang-orang KufahKami anak-anak Ali sang surya"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Sekali lagi Imam Husain AS  ke arah tentara musuh dan mengibaskan pedangnya dan berhasil mengorbankan sejumlah mereka. Syimr lalu menghampiri Umar bin Sa'ad dan keduanya merancang untuk menyerbu Imam Husain AS secara serentak yaitu dengan pasukan pemanah, pasukan pedang dan pasukan tentera api dan batu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Imam Husain AS kemudian diserang oleh puluhan tombak, panah, batu dan api. Al-Husain AS tidak mampu lagi menghindarinya. Luka di tubuhnya kian bertambah. Namun al-Husain AS tetap melakukan tantangan dengan tenaganya yang masih ada. Khuli bin Yazid melepaskan anak panahnya mengenai dada Imam Husain AS. Imam Husain AS terhuyung-hayang dan kemudian terjatuh dari kudanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Imam Husain AS berusaha menahan luka-luka yang mengenainya sambil berusaha bangkit tetapi si laknat Abu Qudamah al-Amiri melepaskan anak panahnya lalu mengenai dada kanannya. Al-Husain AS terjatuh dan cuba bangkit lagi. Ia mengerang kesakitan di kelilingi lingkaran pasukan berkuda Umar bin Sa'ad la'natullah alaihi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Al-Husain AS mencabut panah yang masih menacap di dada kanannya sekuat tenaga seraya mengigit bibirnya menahan kesakitan. Darah mnyembur keluar dari luka di dadanya. Imam Husain AS mengusap darah di permukaan janggutnya seraya berkata: "Demikianlah kalian mengucapkan terima kasih kalian kepada datukku! Dengan tubuh dan wajah yang berdarah inilah aku akan mengadap datukku, agar beliau tahu betapa kalian sangat membenci kebenaran dan agamanya." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Kemudian Imam Husain AS pengsan seketika. Syabts bin Rabi'i bergegas menuju kepada Imam Husain AS untuk berbuat sesuatu namun ia berhenti dan kembali ke barisannya. Sinan bin Anas mengejek:"Hai mengapa engkau ini menjadi penakut? Mengapa engkau membatalkan niat untuk membunuh al-Husain?" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    "Hai keparat! Tahukan engkau ia tiba-tiba membuka matanya dan seketika aku lihat wajah Muhammad datuknya", bantah Syabts. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Kemudian Sinan pula cuba membunuh Imam Husain AS tetapi mundur juga seperti Syabts. Lalu Syimr mendekati Imam Husain AS dan duduk di atas dada Imam Husain AS. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    "Siapakah engkau? Apa yang membuatkan engkau biadab?" Tanya Imam Husain AS dengan suara terputus. "Aku Syimr al-Dhibabi," Jawabnya singkat sambil menghunuskan pedangnya." Tahukah engkau siapa orang yang sedang kau duduki? Tanya Imam Husain AS."Ya. Aku tahu kau adalah al-Husain putra Ali dan Fatimah binti Muhammad binti Khadijah," Jawabnya."Lalu mengapa kau masih berniat membunuhku?", bantah al-Husain AS yang mulai merasakan sesak di dadanya."Aku mengharapkan balasan dari Yazid," Sahutnya."Tidakkah mengharapkan syafa'at dari datukku Rasulullah?"Tanya al-Husain kemudian."Hai! Sedikit imbalan dari Yazid lebih aku sukai daripada ayahmu, datuk dan nenek-moyangmu," balas Syimr sombong."Kalau memang begitu kau harus membunuhku, maka berilah sedikit air minum terlebih dahulu!" Pinta al-Husain AS. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Namun Syimr enggan menuruti permintaan al-Husain AS itu. Imam Husain AS meminta Syimr membuka penutup wajahnya. Syimr membuka penutup wajahnya."Benar ucapan datukku,"Ujar Imam Husain AS."Apa ucapan datukmu itu?" Tanya Syimr."Datukku pernah memberitahuku bahawa pembunuhku adalah lelaki buruk wajah  penuh bulu tebal di tubuh dan mukanya hingga lebih mirip dengan babi atau anjing hutan daripada manusia," Jawab Imam Husain AS sambil memalingkan wajahnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Terkutuklah kau dan datukmu yang menyamakan aku dengan babi dan anjing. Akan aku sembelih engkau sebagai balasan atau ucapan datukmu itu," Balas Syimr dengan nada benci.&lt;br /&gt;    Syimr lalu bertindak ganas. Ia mulai memotong setiap anggota badan al-Husain perlahan-lahan. Al-Husain AS hanya mampu menjerit parau menahan kesakitan:"Wa Muhammadah! WA Aliyah! Wa Hasanah! Wa Jafarah! Wa Hamzatah! Wa Aqilah! Wa Abbasah! Wa Qatilah!," setiap kali pedih luka dirasakannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;    Akhirnya Syimr memotong leher Imam Husain AS yang memutuskan kepalanya yang suci dari badannya yang suci itu. Al-Husain AS gugur syahid sebagai Abul-Syuhada pada hari Isnin 10 Muharram tahun 61 Hijrah. Inna Lilla Wa inna Ilahi Raji'un. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-2120282098291183944?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/2120282098291183944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/01/mengenang-imam-hussain-as.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/2120282098291183944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/2120282098291183944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/01/mengenang-imam-hussain-as.html' title='Mengenang Imam Hussain (as)'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-2431854198387027086</id><published>2009-01-08T05:08:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T05:31:18.586-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Hussain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahlulbait'/><title type='text'>Muharram......</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamualaikum. Wr. Wb&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bismillahirrahmanirrahiim&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allahumma Shalli 'ala Muhammad wa 'ala Aali Muhammad&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Muharram......Asyura....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam bulan ini sepertinya dimana-mana para penceramah &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;berulang-ulang mengutarakan keistimewaannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tentang kisah Sayyidina Adam (as) yang dipertemukan kembali dengan Sayyidah Hawa &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tentang Nabi Nuh (as) yang diselamatkan dari banjir&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tentang kisah Nabi Yusuf (as) yang selamat dari fitnah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tentang Nabi Ayyub (as) yang disembuhkan dari sakitnya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tentang Nabi Yunus (as) yang dikeluarkan dari perut ikan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tentang keutamaan puasanya yang dapat menghapuskan dosa satu tahun&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Muharram adalah bulan kemenangan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;10 Muharram.....Asyura adalah hari keputusan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;di hari itu seluruh Nabi dan Rasul (as) memperoleh kemenangan yang dijanjikan Allah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan sungguh bagi Rasulullah Muhammad al Musthafa Saww beserta keluarganya,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah telah memberikan yang lebih besar dari semuanya....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;10 Muharram adalah hari syahidnya putera Rasulullah Saww yang tercinta&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;hari dibantainya sang pemimpin manusia di surga........Imam Hussain ibnu Ali (as)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beliau bersama 72 orang pengikut setianya harus melawan 4.000 orang terkutuk&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;pengikut keluarga sufyani, sehingga kebenaran tegak kembali, dan Islam dapat&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;sampai kepada kita saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Hussain (as) berkata :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Kalian semua telah mengetahui apa yang tengah kita hadapi. Kini dunia telah berubah. Kebaikan telah pergi, sehingga dunia tak ubahnya bagai barang yang pecah berkeping-keping. Tak ada yang tersisa kecuali beberapa tetes sebanyak air yang tersisa dalam bejana. Sisa kehidupan yang hina ini bagai rumput yang jelek dan kering. Tidakkah kalian saksikan bahwa kebenaran telah ditinggalkan dan kebatilan tidak lagi dilarang. Kini saatnya seorang insan Mukmin berharap untuk segera bertemu Tuhannya dengan membawa kebenaran besamanya. Aku melihat kematian bagai suatu kebahagiaan dan hidup bersama orang-orang zalim bagai suatu kehinaan yang membosankan."&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ini adalah hari dimana para sufi bersedih, mengenang duka keluarga Nabi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;namun dibalik duka itu, hakikatnya adalah kemenangan besar yang telah diraih&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;oleh Imam Hussain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Asyura adalah hari dimana kelak sang pemimpin akhir zaman, pewaris amanat kenabian,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sayyidina Mahdi as akan muncul !!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semangat Imam Hussain terpatri dalam jiwa para penempuh jalan sufi....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Assalamu'alaika yaa Abu Abdillah al Hussain&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Assalamu'alaika yaa Sayyidu Syuhada&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Inna tawajjahna wastasyfa'na&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;wa tawassalna bika ilallah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yaa wajiihan 'indallah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Isyfa'lana 'indallah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Palestina.....adalah karbala pada masa sekarang.....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;semoga Allah meruntuhkan kesombongan musuh-musuh Islam,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;semoga keimanan dan kesabaran tetap terpatri dalam hati muslim Palestina&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;semoga limpahan anugerah tercurah bagi mereka yang membantu palestina !!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Everyday Is Ashura......Every Land Is Karbala......&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-2431854198387027086?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/2431854198387027086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/01/muharram.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/2431854198387027086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/2431854198387027086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2009/01/muharram.html' title='Muharram......'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-147309481213756465</id><published>2008-12-09T03:22:00.000-08:00</published><updated>2009-03-12T19:08:06.648-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sains Dan Iptek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Mahdi'/><title type='text'>Isu Kiamat Tahun 2012</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/26/02124273/isu.kiamat.tahun.2012.yang.meresahkan"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Sumber Berita ; Koran Kompas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/26/02124273/isu.kiamat.tahun.2012.yang.meresahkan"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/26/02124273/isu.kiamat.tahun.2012.yang.meresahkan"&gt;http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/26/02124273/isu.kiamat.tahun.2012.yang.meresahkan&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Rabu, 26 November 2008  03:00 WIB&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;Yuni Ikawati&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Di internet saat ini tengah dibanjiri tulisan yang membahas prediksi suku Maya yang pernah hidup di selatan Meksiko atau &lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Guatemala&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; saat ini tentang kiamat yang bakal terjadi pada 21 Desember 2012.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Pada manuskrip peninggalan suku yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan yang akurat ini, disebutkan pada waktu itu akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya, menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; oleh Lapan sejak tahun 1975.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Hiroshima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti,” ujar Sri.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;Langkah antisipatif&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, lanjut Bambang, Lapan tengah membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Obyek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari munculnya badai antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Bambang mengimbau PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu akan diambil.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, jelas peneliti dari PPSA Lapan, Effendi, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tak berfungsi lagi.&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Saat ini Lapan telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan tersebut untuk komunikasi radio HF. ”Saat ini tengah dipersiapkan pemodelan yang sama untuk bidang navigasi,” tutur Bambang.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-147309481213756465?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/147309481213756465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/12/isu-kiamat-tahun-2012.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/147309481213756465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/147309481213756465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/12/isu-kiamat-tahun-2012.html' title='Isu Kiamat Tahun 2012'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-5298309792439599496</id><published>2008-12-09T03:09:00.000-08:00</published><updated>2009-03-12T19:15:04.134-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sains Dan Iptek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Mahdi'/><title type='text'>Kiamat Sudah Dekat ''2012'' ?</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Sumber Berita : Koran Suara Media&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="createdate2"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="TEXT-TRANSFORM: uppercase"&gt;&lt;a href="http://suaramedia.com/artikel/2001-kiamat-sudah-dekat-2012-.html"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;http://suaramedia.com/artikel/2001-kiamat-sudah-dekat-2012-.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="createdate2"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="TEXT-TRANSFORM: uppercase;color:#ffffff;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="createdate2"&gt;&lt;span style="TEXT-TRANSFORM: uppercase;font-size:11;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ffffff;"&gt;Senin, 24 November 2008 05:30&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,255,255);font-family:Arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,51);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Tahun 2012 memang penuh dengan kontroversi. Dalam buku ‘Apocalypse 2012’ (Lawrence E.Joseph: 2007), penulis berdarah &lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Lebanon&lt;/st1:country-region&gt; yang menjabat sebagai Ketua Dewan Direksi Aerospace Consulting Corporation di New &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Mexico&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ini dipaparkan dengan sangat jelas dan juga ilmiah tentang kemungkinan terjadinya bencana alam di tahun tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 7.5pt 0cm; COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,51)"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Bencana itu antara lain: siklus aktivitas matahari yang memuncak di tahun 2012 yang menyebabkan panas yang luar biasa di bumi, terlebih atmosfer kita sudah mengalami penipisan dan bolong di beberapa bagian sehingga selain memanaskan bumi dengan radikal juga melelehkan es di kutub dan juga menimbulkan badai serta topan yang dahsyat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,51);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Medan&lt;/st1:city&gt; magnet bumi yang berfungsi sebagai pertahanan utama bumi terhadap radiasi sinar matahari mulai retak bahkan ada yang sampai sebesar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;California&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; di sana-sini. Pergeseran kutub juga tengah berlangsung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 7.5pt 0cm; COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,51)"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Tata surya kita tengah memasuki &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;medan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; awan energi antar bintang. Awan itu mengaktifkan dan merusak keseimbangan matahari serta atmosfer planet-planet. Para ahli geofisika Rusia berpendapat bahwa ketika bumi akan memasuki awan energi tersebut di tahun 20120 hingga 2020 dan akan menimbulkan bencana besar yang belum pernah ada sebelumnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 7.5pt 0cm; COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,51)"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Fisikawan UC Berkeley menyatakan dinosaurus serta spesies lainnya telah punah akibat tumbukan asteroid raksasa 65 juta tahun silam. Menurut siklus yang diperhitungkan secara ilmiah, seharusnya hal itu sudah terjadi lagi di saat-saat sekarang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 7.5pt 0cm; COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,51)"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Supervulkan Yellowstone yang memiliki siklus letusan dahsyat setiap 600 hingga 700 ribu tahun tengah bersiap untuk meletus kembali. Beberapa perhitunmgan ilmiah lainnya turut mendukung pandangan ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 7.5pt 0cm; COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,51)"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Menariknya, ramalan bangsa Maya (juga suku Hopi, Mesir Kuno, dan beberapa suku kuno lainnya) di dalam kalendernya dengan detil mengungkapkan jika tahun 2012 merupakan akhir sekaligus awal zaman baru. Bagaikan kelahiran seorang anak manusia, maka kelahiran zaman baru ini akan dipenuhi dengan darah. Suku Maya merupakan salah satu suku kuno di dunia ini yang dikenal sebagai suku yang sangat detil memperhatikan dan menghitung bintang-bintang dan benda langit lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 7.5pt 0cm; COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,51)"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Kitab kuno dari Cina, I Ching, juga menyatakan akan terjadi bencana besar di tahun 2012. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 7.5pt 0cm; COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,51)"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Beberapa ativitas modern juga terkait dengan tahun 2012, yakni dateline modernisasi besar-besaran Pentagon paska ditubruk rudal dalam peristiwa 11 September 2001, batas akhir pelaksanaan Codex Alimentarius yang berupaya mengurangi populasi manusia di bumi dengan rekayasa genetika dan makanan transgenik, dan sebagainya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 7.5pt 0cm; COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,51);" &gt;Seorang tokoh spiritual Yahudi dunia bernama Titzchak Qadduri jauh-jauh hari sudah menyerukan kaum Yahudi agar sesegera mungkin meninggalkan daratan Amerika Serikat karena menurut perhitungannya, sebuah komet atau asteroid raksasa tengah meluncur di alam semesta dan mengarah serta akan menumbuk menuju daratan Amerika. &lt;img height="196" alt="alt" src="file:///E:/DOCUME~1/ToMaRaLa/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image006.jpg" width="305" border="0" shapes="_x0000_i1025" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 7.5pt 0cm; COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,51)"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Semua itu merupakan ramalan-ramalan para pakar di bidangnya masing-masing.Menurut Islam, kiamat adalah hal yang tidak bias dihindarkan. Hanya saja, kita tidak akan pernah tahu kapan pastinya akan terjadi. Bisa dua jam lagi, bisa besok, atau entah kapan. Umat Islam adalah umat akhir zaman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 7.5pt 0cm; COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,51)"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Hari ini kita tengah menghadapi bencana nyata yakni krisis global yang sebentar lagi akan tiba di Indonesia. PHK massal, ratusan ribu pekerja sangat mungkin terjadi, juga bangkrutnya sejumlah kegiatan usaha. Hal ini ditambah dengan keputus-asaan masyarakat kita yang kian hari kian hidup susah. Kekecewaan ini menumpuk tatkala melihat para tokoh dan pejabat negara hidup dalam kemewahan. Bisa jadi, dalam waktu dekat kita akan menghadapi bencana lain di negeri ini, apalagi Pemilu 2009 kian dekat dan elit politik kita masih saja bagaikan orang-orang autis yang tidak peka terhadap kesulitan hidup dan kemiskinan rakyat di sekelilingnya. &lt;/span&gt;&lt;a title="TANDA-TANDA KIAMAT" href="http://newyorkermen.multiply.com/journal/item/144/TANDA-TANDA_KIAMAT" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,102,153); TEXT-DECORATION: none"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-5298309792439599496?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/5298309792439599496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/12/kiamat-sudah-dekat-2012.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/5298309792439599496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/5298309792439599496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/12/kiamat-sudah-dekat-2012.html' title='Kiamat Sudah Dekat &apos;&apos;2012&apos;&apos; ?'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-2939050174852095773</id><published>2008-12-09T03:03:00.000-08:00</published><updated>2009-03-12T19:08:27.282-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sains Dan Iptek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Mahdi'/><title type='text'>Isu Kiamat Tahun 2012 Semakin Meresahkan</title><content type='html'>&lt;div style="COLOR: rgb(255,255,255); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Sumber Berita Dari Koran Suara Media&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://suaramedia.com/berita-nasional/13/2062-isu-kiamat-tahun-2012-semakin-meresahkan.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RABU, 26 NOVEMBER 2008 23:36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA (Suaramedia) Di internet saat ini tengah dibanjiri tulisan yang membahas prediksi suku Maya yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala tentang kiamat yang bakal terjadi pada 21 Desember 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada manuskrip peninggalan suku yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan ini, disebutkan pada tanggal di atas akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya, menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti,” ujar Sri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Langkah antisipatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, lanjut Bambang, Lapan tengah membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Bandung. Obyek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari munculnya badai antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang mengimbau PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu akan diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, jelas peneliti dari PPSA Lapan, Effendi, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tak berfungsi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Lapan telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan tersebut untuk komunikasi radio HF. ”Saat ini tengah dipersiapkan pemodelan yang sama untuk bidang navigasi,” tutur Bambang. (kmp)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-2939050174852095773?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/2939050174852095773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/12/isu-kiamat-tahun-2012-semakin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/2939050174852095773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/2939050174852095773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/12/isu-kiamat-tahun-2012-semakin.html' title='Isu Kiamat Tahun 2012 Semakin Meresahkan'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-3232193749077544938</id><published>2008-12-02T02:54:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T05:23:14.515-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><title type='text'>KEUTAMAAN MAJELIS DZIKIR DAN LARANGAN UNTUK MENINGGALKANNYA KECUALI KARENA BERHALANGAN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;"Dan bersabarlahkamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di waktu pagi dan sore dengan mengharapkan keridhaan- Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka". &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;(QS.Al-Kahfi,18:28)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;         Dalam Riwayat Bukhari dan Muslim Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah Saww. bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 35.45pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Sesungguhnya Allah Ta'ala mempunyai malaikat-malaikat yang berlalu-lalang di jalan untuk mencari majlis dzikir, di mana bila mereka mendapatkan sesuatu kaum yang berdzikir kepada Allah 'azza wajalla mereka memanggil malaikat-malaikat yang lain dengan berkata: "Marilah ke sini menyaksikan apa yang kamu cari", kemudian para malaikat membentangkan sayapnya sampai ke langit dunia, lantas Tuhan bertanya kepada mereka padahal Tuhan telah lebih mengetahui “Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Malaikat itu berkata&lt;i&gt; “Mereka mensucikan-Mu, memuji-Mu mengagungkan-Mu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tuhan bertanya&lt;i&gt; “Apakah mereka pernah melihat Aku?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; malaikat menjawab&lt;i&gt; “Demi Allah, mereka belum pernah melihat Engkau”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tuhan bertanya&lt;i&gt; “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat Aku?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; malaikat menjawab&lt;i&gt; “Seandainya mereka pernah melihat Engkau niscaya mereka lebih giat beribadah kepada-Mu, lebih giat mengagungkan Engkau, dan lebih giat mensucikan Engkau”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tuhan bertanya&lt;i&gt; “Apakah yang mereka minta?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; malaikat menjawab&lt;i&gt; “Mereka meminta surga kepada-Mu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tuhan bertanya&lt;i&gt; “Apakah mereka pernah melihat surga?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; malaikat menjawab&lt;i&gt; “Demi Allah,wahai Tuhanku merekabelum pernah melihatnya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tuhan bertanya &lt;i&gt;“Bagaimana seandainya mereka pernah melihatnya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; malaikat menjawab&lt;i&gt; “Seandainya mereka pernah melihatnya niscaya mereka lebih bersemangat untuk mencapainya, mereka lebih giat untuk memohonnya, dan mereka sangat mengharapkannya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tuhan bertanya&lt;i&gt; “Dari apakah mereka berlindung diri?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Malaikat menjawab&lt;i&gt; “Mereka berlindung diri dari api neraka”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tuhan bertanya “&lt;i&gt;Apakah mereka pernah melihat neraka?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; malaikat menjawab&lt;i&gt; “Demi Allah, mereka belum pernah melihatnya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tuhan bertanya&lt;i&gt; “Bagaimana seandainya mereka pernah melihatnya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; malaikat menjawab&lt;i&gt; “Seandainya mereka pernah melihatnya niscaya mereka lebih menjauhkan diri daripadanya dan mereka lebih takut terhadapnya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tuhan berfirman&lt;i&gt; “Maka saksikanlah olehmu bahwa Aku telah mengampuni dosa-dosa mereka”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; salah satu malaikat yang berkata&lt;i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;“Di dalam majlis itu ada si Fulan, seseorang yang bukan termasuk ahli dzikir, ia datang di situ karena ada sesuatu kepentingan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tuhan berfirman&lt;i&gt; “Mereka semua adalah termasuk ahli dzikir, di mana tidak ada seorangpun yang duduk di situ akan mendapatkan kecelakaan/siksaan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 163.05pt; text-indent: -127.6pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -35.45pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 35.45pt; text-indent: -35.45pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;        Dalam riwayat Muslim dikatakan, dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., beliau bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 35.45pt; text-indent: 0in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat- malaikat mulia yang selalu berjalan mencari majlis dzikir, apabila mereka mendapatkan suatu majlis yang dipergunakan untuk berdzikir maka mereka duduk di situ dan masing-masing malaikat membentangkan sayapnya sehingga memenuhi ruangan yang berada di antara ahli dzikir dan langit dunia. Apabila ahli dzikir itu telah kembali ke rumah masing-masing maka para malaikat itu naik ke langit dan kemudian ditanya oleh Allah 'azzawajalla padahal Allah telah mengetahui “Darimana kalian datang?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;i&gt;Para&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i&gt; malaikat menjawab “Kami baru saja mendatangi hamba-hambaMu di bumi yang membaca tasbih untukMu, membaca takbir untukMu, membaca tahlil untukMu, membaca tahmid untukMu dan bermohonkepadaMu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Allah bertanya “Apakah yang mereka mohon?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Malaikat menjawab “Mereka memohon surgaMu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Allah bertanya “Apakah mereka pernah melihat surgaKu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;i&gt;Para&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i&gt; malaikat menjawab “Belum pernah wahai Tuhan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Allah bertanya “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat surgaKu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;i&gt;Para&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i&gt; malaikat berkata “Mereka juga mohon diselamatkan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Allah bertanya “Mereka mohon diselamatkan dari apa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;i&gt;Para&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i&gt; malaikat menjawab “Dari nerakaMu wahai Tuhan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Allah bertanya “Apakah mereka pernah melihat nerakaKu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;i&gt;Para&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i&gt; malaikat menjawab “Belum pernah”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tuhan bertanya “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat nerakaKu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;i&gt;Para&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i&gt; malaikat berkata “Mereka juga memohon ampun kepadaMu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Allah berfirman “Aku telah memberi ampun kepada mereka, maka Aku akan memenuhi apa yang mereka mohon dan akan menjauhkan mereka dari apa yang mereka mohon untuk diselamatkan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;i&gt;Para&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i&gt; malaikat berkata “Wahai Tuhan, di dalam majlis itu ada si Fulan seorang hamba yang banyak berdosa, ia hanya lewat kemudian ikut duduk bersama mereka”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 134.7pt; text-indent: -99.25pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Allah berfirman “Kepada Fulanpun Aku mengampuninya. Mereka semua adalah termasuk ahli dzikir, di mana tidak ada seorang yang duduk di situ akan mendapatkan kecelakaan siksaan”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 6pt 163.05pt; text-indent: -127.6pt;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 46.2pt; text-indent: -28.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 46.2pt; text-indent: -28.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 46.2pt; text-indent: -28.2pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Dari Abu Hurairah ra. dari Abu Sa'id ra., keduanya berkata, Rasulullah saw. bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 35.45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;"Tidak ada suatu kaum yang duduk dalam suatu majlis untuk dzikir kepada Allah melainkan mereka dikelilingi oleh malaikat, diliputi rahmat, di turunkan ketenangan, dan mereka disebut-sebut Allah di hadapan malaikat yang ada di sisiNya". (Riwayat Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 35.45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 35.45pt; text-indent: -21.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;     Dari Abu Waqid Al Harits bin 'Auf ra. bahwasanya Rasulullah saw. duduk bersama para sahabat di dalam masjid, kemudian tiba-tiba datanglah tiga orang yang mana dua di antara tiga orang itu menuju Rasulullah saw.dan yang seorang lagi pergi begitu saja. Dua orang itu berhenti di hadapan Rasulullah saw., kemudian salah seorang di antara dua orang itu melihat ada suatu tempat kosong di tengah-tengah majlis lantas ia duduk di tempat kosong itu, dan yang lain dudukdi ujung majlis; adapun orang yang ketiga pergi meninggalkan majlis tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 35.45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Setelah Rasulullah saw. selesai memberi nasihat, beliau bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 35.45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;i&gt;"Maukah kamu sekalian aku beritahu tentang ketiga orang itu?" Adapun salah seorang di antara mereka mendekat kepada Allah maka Allahpun memberi tempat kepadanya, adapun yang kedua merasa malu maka Allah pun menghargai malunya, dan &lt;/i&gt;&lt;i&gt;yang lain berpaling maka Allahpun berpaling daripadanya". (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-3232193749077544938?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/3232193749077544938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/12/keutamaan-majelis-dzikir-dan-larangan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/3232193749077544938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/3232193749077544938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/12/keutamaan-majelis-dzikir-dan-larangan.html' title='KEUTAMAAN MAJELIS DZIKIR DAN LARANGAN UNTUK MENINGGALKANNYA KECUALI KARENA BERHALANGAN'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-4317039673409148082</id><published>2008-11-23T16:53:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T16:55:16.871-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><title type='text'>Ummul Hadits (Islam-Iman-Ihsan)</title><content type='html'>Diriwayatkan dari Umar bin Alkhaththab r.a., :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada suatu ketika kita semua duduk di sisi Rasulullah s.a.vv. yakni pada suatu hari, tiba-tiba muncullah di muka kita seorang lelaki yang sangat putih pakaiannya dan sangat hitam warna rambutnya, tidak tampak padanya bekas perjalanan dan tidak seorang pun dari kita semua yang mengenalnya, sehingga duduklah orang tadi di hadapan Nabi s.a.w. lalu menyandarkan kedua lututnya pada kedua lutut beliau dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua pahanya sendiri dan berkata: "Ya Muhammad, beritahukanlah padaku tentang Islam." Rasulullah s.a.w. lalu bersabda:&lt;br /&gt;"Islam, iaitu hendaknya engkau menyaksikan bahawa tiada piihan kecuali Allah dan bahawa Muhammad adalah utusan Allah, hendaklah pula engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa bulan Ramadhan dan melakukan haji ke Baitullah jikalau engkau kuasa jalannya ke situ."&lt;br /&gt;Orang itu berkata: "Tuan benar."&lt;br /&gt;Kita semua hairan padanya, kerana ia bertanya dan juga membenarkannya. Ia berkata lagi: "Kemudian beritahukanlah padaku tentang Iman."&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;"Iaitu hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab- kitabNya, rasul-rasulNya, hari penghabisan - kiamat - dan hendaklah engkau beriman pula kepada takdir, yang baik ataupun yang buruk - semuanya dari Allah jua."&lt;br /&gt;Orang itu berkata: "Tuan benar." Kemudian katanya lagi:&lt;br /&gt;"Kemudian beritahukanlah padaku tentang Ihsan."&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. menjawab: "Iaitu hendaklah engkau menyembah kepada Allah seolah-olah engkau dapat melihatNya, tetapi jikalau tidak dapat seolah-olah melihatNya, maka sesungguhnya Allah itu dapat melihatmu."&lt;br /&gt;Ia berkata: "Tuan benar." Katanya lagi: "Kemudian beritahukanlah padaku tentang hari kiamat."&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. menjawab: "Orang yang ditanya - yakni beliau s.a.w. sendiri - tentulah tidak lebih tahu dari orang yang menanyakannya - yakni orang yang datang tiba-tiba tadi.&lt;br /&gt;Orang itu berkata pula: "Selanjutnya beritahukanlah padaku tentang alamat- alamatnya hari kiamat itu."&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. menjawab:&lt;br /&gt;"Iaitu apabila seorang hamba sahaya wanita melahirkan tuan puterinya - maksudnya hamba sahaya itu dikawin oleh pemiliknya sendiri yang merdeka, lalu melahirkan seorang anak perempuan. Anaknya ini dianggap merdeka juga dan dengan begitu dapat dikatakan hamba sahaya perempuan melahirkan tuan puterinya - dan apabila engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang-telanjang, miskin-miskin dan sebagai penggembala kambing sama bermegah-megahan dalam gedung-gedung yang besar - kerana sudah menjadi kaya-raya dan bahkan menjabat sebagai pembesar-pembesar negara."&lt;br /&gt;Selanjutnya orang itu berangkat pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya - yakni Umar r.a. - berdiam diri beberapa saat lamanya, kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: "Hai Umar, adakah engkau mengetahui siapakah orang yang bertanya tadi?" Saya menjawab: "Allah dan RasulNyalah yang lebih mengetahuinya." Rasulullah s.a.w. lalu bersabda: "Sesungguhnya orang tadi adalah malaikat Jibril, ia datang untuk memberikan pelajaran tentang agama kepadamu semua."&lt;br /&gt;(Hadits Riwayat Muslim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-4317039673409148082?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/4317039673409148082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/ummul-hadits-islam-iman-ihsan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/4317039673409148082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/4317039673409148082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/ummul-hadits-islam-iman-ihsan.html' title='Ummul Hadits (Islam-Iman-Ihsan)'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-7607188915148251113</id><published>2008-11-17T22:39:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T23:18:54.667-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Mahdi'/><title type='text'>Nasab Imam Mahdi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Menurut pendapat para ahli sejarah dan hadis, Imam Mahdi as dilahirkan pada malam Jumat, 15 Sya’ban 255 atau 256 H. Ayahanda beliau adalah Imam Hasan al-’Askari dan ibunda beliau—menurut beberapa riwayat—bernama Narjis, Shaqil, Raihanah, atau Susan. Akan tetapi, beragamnya nama yang dimiliki oleh ibunda beliau ini tidak mengindikasikan keberagaman diri sebagai seorang wanita. Karena, tidak menutup kemungkinan beliau memiliki nama-nama yang beragam sebagaimana layaknya orang-orang besar lainnya. [1] Tempat kelahiran beliau adalah Samirra`, sebuah &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt; besar di Irak dan pada masa kekhilafahan Bani Abbasiah pernah menjadi ibu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; kerajaan.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Silsilah nasab beliau secara terperinci adalah Muhammad al-Mahdi bin Hasan al-‘Askari bin Ali al-Hadi bin Muhammad al-Jawad bin Ali ar-Ridha bin Musa al-Kazhim bin Ja’far as-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali as-Sajjad bin Husain as-Syahid bin Ali bin Abi Thalib as.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kelahiran beliau adalah sebuah realita yang tidak dapat dipungkiri. Banyak sekali bukti historis dan tekstual yang menegaskan hal itu.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata: “Tidak akan meninggal dunia salah seorang dari kami kecuali ia akan meninggalkan seseorang yang akan meneruskan missinya, berjalan di atas sunnahnya dan melanjutkan dakwahnya.” [2]&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Hakimah, bibi Imam Hasan al-‘Askari as pernah menggendong beliau dan melihat di bahu sebelah kanannya tertulis “Kebenaran telah datang dan kebatilan telah sirna”. (QS. Al-Isrâ`: 81).&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kurang lebih enam puluh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; ulama Ahlussunnah dalam buku-buku mereka juga menegaskan hal itu. Syeikh Najmuddin al-‘Askari dalam bukunya al-Mahdi al-Mau’ûd al-Muntazhar menyebutkan empat puluh nama mereka dan Syeikh Luthfullah ash-Shafi dalam bukunya Muntakhab al-Atsar menyebtukan dua puluh enam nama. [3] Di antara mereka adalah:&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;a. Ali bin Husain al-Mas’udi. Ia menulis: “Pada tahun 260, Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja’far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib as meninggal dunia pada masa kekhilafahan al-Mu’tamid al-Abbasi. Ketika meninggal dunia, ia baru berusia dua puluh sembilan tahun. Ia adalah ayah Mahdi al-Muntazhar.” [4]&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;b. Syamsuddin bin Khalakan. Ia menulis: “Abul Qasim Muhammad bin Hasan al-‘Askari bin Ali al-Hadi bin Muhammad al-Jawad adalah imam Syi’ah yang kedua belas. Julukannya yang terkenal adalah al-Hujjah. Syi’ah menjulukinya dengan al-Muntazhar, al-Qâ`im dan al-Mahdi. Ia dilahirkan pada hari Jumat, 15 Sya’ban 255. Ketika ayahnya meninggal dunia, usianya baru &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; tahun. Nama ibunya adalah Khamth, dan menurut pendapat sebagian ulama, Narjis.” [5]&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;c. Syeikh Abdullah asy-Syabrawi. Ia menulis: “Imam kesebelas adalah Hasan al-‘Askari. Ia lahir di Madinah pada tanggal 8 Rabi’ul Awal 232, dan pada tanggal 8 Rabi’ul Awal 260 meninggal dunia pada usia dua puluh delapan tahun. Cukuplah menjadi sebuah kebanggaan baginya bahwa ia adalah ayah Imam Mahdi al-Muntazhar … Mahdi dilahirkan di Samirra` pada malam nishfu Sya’ban 255, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; tahun sebelum kewafatan ayahnya. Dari sejak dilahirkan, ayahnya selalu menyembunyikannya dari pandangan umum karena beberapa problem (yang menuntut) dan kekhawatiran terhadap ulah para khalifah Abbasiah. Karena Bani Abbas selalu mencari-cari keluarga Rasulullah dan menjatuhkan hukuman terhadap mereka, membunuh atau menggantung mereka. Hal itu dikarenakan mereka berkeyakinan bahwa dinasti kerajaan mereka akan musnah di tangan keluarga Muhammad. Yaitu, di tangan Imam Mahdi as. Dan mereka mengetahui realita ini dari hadis-hadis yang mereka dengar dari Rasulullah SAWW.” [6]&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;d. Syeikh Abd. Wahhab asy-Sya’rani. Ia menegaskan: “Mahdi adalah salah seorang dari putra-putra Imam Hasan al-‘Askari as. Ia dilahirkan pada malam nishfu Sya’ban 255. Ia hidup (hingga sekarang) sehingga ia berjumpa dengan Nabi Isa as (kelak).” [7]&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;e. Syeikh Sulaiman al-Qunduzi al-Hanafi. Ia menulis: “Satu berita yang pasti dan paten di kalangan orang-orang yang dapat dipercaya adalah, bahwa kelahiran al-Qâ`im terjadi pada malam nishfu Sya’ban 255 di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Samirra`.” [8] &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Manipulasi Hadis&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ketika kita merujuk kepada buku-buku referensi hadis dan sejarah, yang kita dapati adalah, bahwa Imam Mahdi as adalah putra Imam Hasan al-‘Askari, sebagaimana hal itu dapat kita simak pada sekilas pembahasan di atas. Akan tetapi, kita akan menemukan satu hadis dalam buku-buku referensi Ahlussunnah yang berlainan dengan hadis-hadis tersebut. Di dalam hadis ini terdapat penambahan sebuah frase yang—mungkin—memang disengaja untuk memanipulasi dan menciptakan keraguan dalam menilai hadis-hadis tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Anehnya, sebagian orang memegang teguh satu hadis ini dan meninggalkan hadis-hadis lain yang lebih dapat dipercaya, mungkin karena hadis itu sejalan dengan ide dan kiprah politik-sosialnya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Hadis itu adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Diriwayatkan dari Abu Daud, dari Zaidah, dari ‘Ashim, dari Zurr, dari Abdullah, dari Nabi saw bahwa beliau bersabda, “Seandainya tidak tersisa dari (usia) dunia ini kecuali hanya sehari, niscaya Allah akan memanjangkan hari itu hingga Ia membangkitkan seseorang dariku (dari Ahlulbaitku) yang namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku . Ia akan memenuhi bumi ini dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi oleh kezaliman dan kelaliman.”&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Hadis di atas tidak dapat kita jadikan pijakan, baik dari sisi sanad maupun dari sisi kandungan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dari sisi sanad, hadis ini diriwayatkan dari Zaidah. Jika kita merujuk kepada buku-buku ilmu Rijal, akan kita dapatkan bahwa semua nama Zaidah memiliki catatan negatif dalam sejarah hidupnya; Zaidah bin Sulaim adalah seorang yang tidak diketahui juntrungannya (majhûl), Zaidah bin Abi ar-Ruqad adalah seorang yang lemah (dha’îf), menurut Ziyad an-Numairi dan hadisnya harus ditinggalkan, menurut Bukhari, dan Zaidah bin Nasyid tidak dikenal kecuali melalui riwayat putranya darinya, menurut Ibnu al-Qatthan. Sementara Zaidah (dengan tidak disebutkan nama ayahnya), hadisnya harus ditinggalkan, menurut Abu Hatim dan hadisnya tidak bisa diikuti, menurut Bukhari, atau ia ahli dalam menyisipkan kata-kata baru ke dalam hadis, menurut sebagian ulama Rijal. [9]&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dari sisi kandungan, tidak hanya Zaidah yang meriwayatkannya dari jalur Zurr. Bahkan, ada beberapa jalur lain selaian Zaidah, dan hadis-hadis itu tidak memiliki tambahan “dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku”. Dari sini dapat diketahui bahwa tambahan frase tersebut adalah ulah tangan Zaidah. Di samping itu, hadis-hadis yang diriwayatkan dari Rasulullah saw mengenai Imam Mahdi as tidak memiliki tambahan frase tersebut. Ditambah lagi ijmâ’ Muslimin yang menegaskan bahwa Imam Mahdi adalah putra Imam Hasan al-‘Askari as.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Al-Hâfizh al-Kunji as-Syafi’i menulis, “Semua hadis yang datang dari saw tidak memiliki tambahan frase ‘dan nama ayahnya sama dengan nama ayahu’. … Tirmidzi telah menyebutkan hadis tersebut dan tidak menyebutkan frase ‘dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku’, dan di dalam kebanyakan hadis-hadis para perawi hadis yang dapat dipercaya hanya terdapat frase ‘namanya sama dengan namaku’. Pendapat penentu dalam hal ini adalah, bahwa Imam Ahmad bin Hanbal dengan ketelitiannya telah meriwayatkan hadis tersebut di dalam Musnadnya di beberapa kesempatan, dan ia hanya menyebutkan frase ‘namanya sama dengan namaku’.” [10]&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Yang perlu kita simak di sini adalah mengapa penambahan frase itu harus terjadi? Adakah tujuan tertentu di balik itu?&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Minimal ada dua kemungkinan di balik penambahan frase tersebut:&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pertama , ada usaha untuk melegitimasi salah satu penguasa dinasti Abbasiah yang bernama Muhammad bin Abdullah. Ia memiliki julukan al-Mahdi, dan dengan hadis picisan tersebut mereka ingin mengaburkan opini umum tentang al-Mahdi yang sebenarnya.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kedua , ada usaha untuk melegitimasi Muhammad bin Abdullah bin Hasan yang memiliki julukan an-Nafs az-Zakiyah (jiwa yang suci). Karena ia memberontak kepada penguasa Bani Abbasiah waktu itu, para pembuat hadis itu ingin memperkenalkannya—sesuai dengan kepentingan politis-sosialnya—kepada khalayak bahwa ia adalah al-Mahdi yang sedang ditunggu-tunggu. [11]&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Kaki&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;[1] Muhammad Kazhim al-Qazwini, al-Imam al-Mahdi min al-Mahd ilâ azh-Zhuhûr, hal. 22-23.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;[2] Ushûl al-Kâfî, jilid 1, hal. 397.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;[3] Untuk telaah lebih luas mengenai hal ini,silakan merujuk ke buku al-Imam al-Mahdi min al-Mahdi ilâ azh-Zhuhûr, karya Allamah Muhammad Kazhim al-Qazwini, hal. 97-100, cetakan pertama, penerbitan an-Nur, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Beirut&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;[4] Murûj adz-Dzahab, jilid 4, hal. 199, cetakan Mesir 1377 M.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;[5] Tarikh Ibnu Khalakan (Wafayât al-A’yân), jilid 3, hal. 316, cetakan Mesir, Maktabah an-Nahdhah al-Mishriyah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;[6] Al-Ittihâf bi Hubb al-Asyrâf, hal. 178, cetakan Mesir 1316 H. menukil dari al-Mahdi al-Mau’ûd al-Muntazhar, karya Syeikh Najmuddin Ja’far al-‘Askari, jilid 1, hal. 200-201, cetakan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Beirut&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; 1397 H.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;[7] Al-Yawâqît wa al-Jawâhir, hal. 145, cetakan Mesir 1307 M.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;[8] Yanâbî’ al-Mawaddah, hal. 452, menukil dari al-Mahdi al-Mau’ûd, jilid 1, hal. 212-213.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;[9] Syamsuddin Ahmad bin Muhammad adz-Dzahabi, Mîzân al-I’tidâl, jilid 2, hal. 52; al-Imam al-Mahdi min al-Mahd ilâ azh-Zhuhûr, hal. 24.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;[10] Al-Imam al-Mahdi min al-Mahd ilâ azh-Zhuhûr, hal. 24 menukil dari al-Bayân fî Akhbâr Shâhib az-Zamân, hal. 93-94.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;[11] Ibid. hal. 25.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-7607188915148251113?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/7607188915148251113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/nasab-imam-mahdi.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/7607188915148251113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/7607188915148251113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/nasab-imam-mahdi.html' title='Nasab Imam Mahdi'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-3120789695729716981</id><published>2008-11-13T01:37:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T01:38:50.311-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Mahdi'/><title type='text'>Imam Mahdi Menurut Syaikh Muhyiddin Ibn ‘Arabi</title><content type='html'>&lt;a title="mahdi2.jpg" href="http://qitori.files.wordpress.com/2007/10/mahdi2.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Syekh al-Akbar Muhyiddin Ibn ‘Arabi qs, di dalam salah satu karya magnum opusnya, Futuhat al-Makkiyyah mengatakan, “Ketahuilah bahwa al-Mahdi as itu pasti keluar, namun ia tidak akan keluar kecuali apabila dunia sudah penuh dengan kezaliman dan dialah yang akan melenyapkan kezaliman itu dan menggantikannya dengan keadilan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imam Mahdi berasal dari keturunan Rasulullah Saw, dari putra Fatimah as. Kakeknya adalah Husain bin Ali as dan ayahnya adalah Imam Hasan al-Askari bin Ali al-Naqi bin Muhammad al-Taqi bin Imam Ali al-Ridha bin Imam Musa al-Kazhim bin Imam Ja’far al-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Husain bin Imam Ali bin Abi Thalib as. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namanya sama dengan nama Rasulullah Saw. Dia dibaiat oleh kaum muslimin di antara Rukun dan Maqam (keduanya ada di dalam lingkungan Masjidil Haram, Makkah). Rupanya mirip dengan rupa Rasulullah Saw dan orang yang paling berbahagia dengan kedatangan Imam Mahdi ini adalah penduduk Kufah. Dia membagi-bagikan harta dengan adil. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Khidir as berjalan di mukanya. Dia hidup (memerintah) selama 5 tahun atau 7 tahun atau 9 tahun. Dia bakal membuka kota Roma dengan 70.000 kaum muslimin. Dengannya Allah mengembalikan kemuliaan Islam yang telah pudar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dia akan menghapus segala macam pajak, dan menyeru ke jalan Allah dengan pedang (dengan tegas). Siapa yang mengikuti seruannya selamat dan siapa yang membangkang akan dibunuh. Dia menghukum dengan hukum agama yang murni. Dalam banyak masalah, dia berbeda dengan mazhab-mazhab yang sudah dikenal.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Muhyiddin Ibn ‘Arabi melanjutkan : “Sesungguhnya apabila al-Mahdi sudah keluar maka seluruh kaum muslimin menjadi gembira, baik para pemuka maupun orang-orang awam. Ia mempunyai pembantu-pembantu yang membantunya menegakkan dakwahnya. Mereka adalah para wazir yang melaksanakan segala urusan pemerintahan dan membantunya dalam segala urusan yang dipercayakan oleh Allah kepadanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada masanya, Allah swt menurunkan Nabi Isa as, yaitu di Menara Putih, arah Timur dari kota Damaskus. Nabi Isa as dibawa oleh 2 malaikat, di sebelah kanan dan di sebelah kirinya. Saat itu orang-orang sedang melaksanakan shalat Ashar…”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di bagian lain kitab Futuhat-nya, Syekh Ibn ‘Arabi mengatakan : “Allah telah mengangkat beberapa orang wazir untuk al-mahdi yang disembunyikan Allah baginya di Alam Ghaib. Maka tidaklah ia mengerjakan sesuatu pekerjaan melainkan lebih dulu ia bermusyawarah dengan mereka. Para wazir itu tidak lebih dari 9 orang dan tidak kurang dari 5 orang.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Juga disebutkan di dalam kitab Futuhat : “Al-Mahdi berpedoman dengan syariat Muhammad Saw yang diilhamkan oleh malaikat kepadanya. Ia menetapkan hukum dengan syariat tersebut, seperti yang disebutkan di dalam salah satu hadis tentang al-Mahdi : “Dia itu mengikuti sunnahku”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(Dikutip dari buku karya ‘Allamah Syaikh Muhammad Ali Shabban: Teladan Suci Keluarga Nabi, hlm. 102, Penerbit Al-Bayan, Cet. IV, 1994) &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-3120789695729716981?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/3120789695729716981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/imam-mahdi-menurut-syaikh-muhyiddin-ibn.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/3120789695729716981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/3120789695729716981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/imam-mahdi-menurut-syaikh-muhyiddin-ibn.html' title='Imam Mahdi Menurut Syaikh Muhyiddin Ibn ‘Arabi'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-7005049138547418511</id><published>2008-11-11T19:43:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T19:48:05.925-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Ilahiyyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadits'/><title type='text'>Cinta Dan Rahmat Allah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;1.) Layak mendapatkan cinta-Ku bagi orang yang saling mencintai karena-Ku. Orang yang saling mencintai karena-Ku(di hari kiamat) akan ditempatkan di menara dari cahaya, tempat yang diingini oleh para nabi, orang-orang yang benar dan para syuhada (Shahih jami)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2.) sesungguhnyha Alloh ta'ala berfirman pada hari kiamat: Mana orang yang saling mencintai karena kebesaran Ku, hari ini Aku akan menaungi mereka pada saat tidak ada naungan selain naungan-Ku (HR muslim)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3.) Siapa yang ingin merasakan lezatnya iman maka cintailah seseorang hanya karena Alloh (HR Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4.) Abu hamzah , anas bin malik ra. menerangkan bahwa rasulullah saw bersabda, "tidak sempurna iman seseorang diantara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri (HR bukhari dan muslim)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rahmat Alloh &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Dari umar bin khathab ra  ia berkata ; beberapa orang  tawanan dihadapkan kepada rasulullah saw , tiba-tiba ada seorang wanita dalam tawanan itu bingung mencari anaknya, setiap ia melihat anak kecil dalam rombongan tawanan itu diangkatn dan disusuinya. Kemudian rasulullah saw bertanya; Apakah kamu berpendapat bahwa perempuan  ini akan melemparkan anaknya ke dalam api ? Kami menjawab; Demi Alloh tidak; beliau bersabda; Alloh lebih sayang kepada hamba-Nya melebihi sayangnya perempuan itu kepada anaknya (Hr Bukhari dan muslim)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Dari abu hurairah ra.  ia berkata ; rasulullah saw bersabda; tatkala Alloh menciptakan makhluk, ia menulis pada suatu  kitab,, kitab itu berada di sisiNya di atas "Arasy, bertuliskan ; Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku (Hr Bukhari dan muslim)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Dari Abu hurairah ra.  ia berkata ; saya mendengar rasulullah saw bersabda; Alloh telah menjadikan rahmat itu seratus bagian. sembilan puluh sembilan ditahan disis- Nya, satu bagian Ia turunkan ke bumi, dari satu bagian itulah semua makhluk saling menyayangi sampai binatang itu mengangkat kakinya karena khawatir menginjak anaknya; Dalam riwayat lain dikatakan rasulullah saw bersabda; sesungguhnya Allah mempunyai seratu rahmat dan ia menurunkan satu di antaranya itu untuk jin, manusia binatang dan serangga. dengan satu rahmat itulah mereka saling menyayangi dan dengan satu rahmat itulah binatang buas mempunya rasa kasih sayang terhadap anaknya. Adapun rahmat yang sembilan puluh sembilan . Alloh menyimpannya untuk diberikan pada hari kiamat, sebagai rasa sayang terhadap hamba-hambaNya (Hr Bukhari dan muslim)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-7005049138547418511?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/7005049138547418511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/cinta-dan-rahmat-allah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/7005049138547418511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/7005049138547418511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/cinta-dan-rahmat-allah.html' title='Cinta Dan Rahmat Allah'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-1972584626995530891</id><published>2008-11-09T23:03:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T23:05:11.628-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sufi'/><title type='text'>Hayati - Ibu Rumah Tangga Yang Sufi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sejak gadis Bibi Hayati lebih mencintai ketenangan, apalagi ketika diperkenalkan dengan sorang sufi oleh kakaknya. Pada akhirnya ia menikah dengan guru sufinya. Perkawinan guru dan murid inilah yang kemudian melahirkan generasi sufi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hasratnya akan tarekat semakin menjadi-jadi setelah Rawnaq memperkenalkan kepada guru sufi (mursyid) Nur Ali Syah dari Tarekat Nikmatullah. Bila dibanding dengan gadis seusianya, Hayati lebih mencintai ketenangan dan kesunyian untuk menemukan momen-momen kontemplatif yang dicarinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rupanya ada cahaya spiritual yang muncul dari Nur Ali Syah, yang membuat perubahan pada diri Hayati. Rentetan kegiatan sampai kepada baiat untuk masuk dalam Tarekat Nikmatullah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kisah sufi Bibi Hayati, si pemuja cinta hidup dari awal abad 19 sampai pertengahannya. Ia lahir dari keluarga bangsawan di Kota Bam, Provinsi Kerman, Persia Tenggara (kini Iran). Sejak kecil Bibi Hayati diasuh oleh saudara laki-lakinya Rawnaq Ali Syah. Berkat Rawnaq, Bibi Hayati menjadi gadis kecil yang cemerlang. Bakat seni terutama sastra/puisi sudah tampak. Karena keluarganya juga tertarik soal kesufian, maka masalah tasawuf ini dikaitkan juga dengan sastra puisi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hubungan murid dan mursyid akhirnya memancarkan daya tarik sebagai insan manusia. Sang guru ataupun sang murid saling tertarik dan melesatlah panah asmara dan jatuh dalam buaian cinta manusiawi. Nur Ali Syah akhirnya meminang Hayati. Justru pernikahan ini menjadikan banyak inspirasi baik sebagai seorang penyair, maupun sebagai seorang sufi. Buah cinta ini membuahkan anak yang diberi nama Tuti.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;SYAIR SUFI&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai seorang ibu ia harus praktis untuk mengatur sebuah rumah tangga. Inilah ciri khas Bibi Hayati yang ditawarkannya artinya harus seimbang, harmonis, dunia yang adil bagi alam spiritual dan kemanusiaan. Dunia laki-laki adalah dunia keberanian. Keterlibatan Hayati dalam Tarekat Nikmatullah ya karena suaminya itu. la ikut menata organisasi apalagi ia seorang wanita yang cakap.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Organisasi berjalan baik dan wacana yang baik masuk. Lewat kemampuannya berekspresi dan berapresiasi secara puistis, Hayati memberikan ruang-ruang perenungan teman, dan anggota tarekat untuk lebih mengenal cinta yang utuh. Sebuah cinta yang hadir dari kesadaran untuk mencari kesempurnaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Suaminya sendiri kemudian melihat keterlibatan terlalu jauh di tarekat akan mengganggu kreativitas puisi-puisi (syair-syairnya). Syair sufi yang meletup-letup akan sia-sia jika tidak dicatat dalam memoar. Nur Ali menganjurkan agar Hayati menjadi pengarang saja sehingga syair yang dihasilkan utuh dan serpihan yang hilang itu bisa terkumpul.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untung saja Hayati mendengarkan saran Nur Ali sehingga banyak diwan-diwan (ontologi-kumpulan puisi) yang tercipta. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata Hayati tentang suaminya, “Suatu saat raja makrifat itu, sang pembimbing dalam ranah dan jiwa, berucap dengan bibirnya yang berhias permata, di tengah-tengah percakapan kami dan mengatakan, “Jika engkau mesti menghiasi dirimu, engkau harus menjadi penyelam di lautan retorika, memecahkan bait-bait tiram yang berisi mutiara di dalamnya, sampai kau bungkus dirimu dengan jubah berhiaskan mutiara.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;GENERASI SUFI&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diwan yang diciptanya jika dikaji boleh dikatakan sempurna. Pengarangnya menguasai ilmu eksoterik dan esoterik (makrifat). Dia berpegang pada prinsip lahiriah agama, maupun prinsip makrifat di jalan sufi. Bahkan oleh beberapa pihak di kemudian hari watak, dan sifat-sifatnya yang paling cocok menjadi pasangan hidup sang wali quthub.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam mendidik anaknya, rupanya sastra dan sufi masih kental diterapkannya. Anak perempuannya memiliki watak peka seperti ibunya namun juga tegas seperti ayahnya. Namun karena kedekatannya dengan ibunya, maka syair-syair sufi mampu pula dicipta oleh Tuti. Bahkan, karya anak Hayati ini mampu mengungkapkan mistik yang pelik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sang anak akhirnya menikah di tahun 1831 dengan Surkh Ali Syah, murid sang ayah. Pernikahan dengan pria asal Hamadan ini menghasilkan anak bernama Sayyid Reza, dan kelak menjadi syaikh dari tarekat Nikmatullah yang terkenal. Sayiid Reza (cucu Bibi Hayati) punya anak Muhammad Said Khusychasm, seorang syaikh yang terkenal di kalangan Nikmatullah. Jadi, Bibi Hayati melahirkan generasi sufi mulai dari anak, cucu dan buyutnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah anak cucu Bibi Hayati itu lahir dan melengkapi Tarekat Nikmatullah. Dalam kesetiaan dan kedamaian cinta kasih, Bibi Hayati hadir melalui hari-harinya di sana. Hingga suatu saat di pertengahan tahun 1853, Allah SWT memanggilnya pulang keharibaan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kepergian Bibi Hayati menjadi berkah tersendiri bagi kalangan wanita. Apalagi pada awal tahun 1850-an pergerakan wanita di Iran tumbuh subur. Syair-syair Bibi Hayati pun bisa menjadi spirit, membahasakan realita kaumnya dalam kacamata kesufiannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nurani 208 (16-22 Desember 2004) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-1972584626995530891?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/1972584626995530891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/hayati-ibu-rumah-tangga-yang-sufi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/1972584626995530891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/1972584626995530891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/hayati-ibu-rumah-tangga-yang-sufi.html' title='Hayati - Ibu Rumah Tangga Yang Sufi'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-7528438374194010787</id><published>2008-11-09T22:10:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T22:11:32.490-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sufi'/><title type='text'>Belajar Kebijaksanaan</title><content type='html'>Seorang darwis ingin belajar tentang kebijaksanaan hidup dari Nasrudin. Nasrudin bersedia, dengan catatan bahwa kebijaksanaan hanya bisa dipelajari dengan praktek. Darwis itu pun bersedia menemani Nasrudin dan melihat perilakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu Nasrudin menggosok kayu membuat api. Api kecil itu ditiup-tiupnya. "Mengapa api itu kau tiup?" tanya sang darwis. "Agar lebih panas dan lebih besar apinya," jawab Nasrudin.&lt;br /&gt;Setelah api besar, Nasrudin memasak sop. Sop menjadi panas. Nasrudin menuangkannya ke dalam dua mangkok. Ia mengambil mangkoknya, kemudian meniup-niup sopnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Mengapa sop itu kau tiup?" tanya sang darwis. "Agar lebih dingin dan enak dimakan," jawab Nasrudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Ah, aku rasa aku tidak jadi belajar darimu," ketus si darwis, "Engkau tidak bisa konsisten dengan pengetahuanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ah, konsistensi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-7528438374194010787?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/7528438374194010787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/belajar-kebijaksanaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/7528438374194010787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/7528438374194010787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/belajar-kebijaksanaan.html' title='Belajar Kebijaksanaan'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-6965005404180444909</id><published>2008-11-09T21:11:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T22:03:35.726-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sufi'/><title type='text'>Yang Tersulit</title><content type='html'>Salah seorang murid Nasrudin bertanya, "Manakah keberhasilan yang paling besar: orang yang bisa menundukkan sebuah kerajaan, orang yang bisa tetapi tidak mau, atau orang yang mencegah orang lain melakukan hal itu ?"&lt;br /&gt; "Nampaknya ada tugas yang lebih sulit daripada ketiganya," kata Nasruddin.&lt;br /&gt; "Apa itu?"&lt;br /&gt; "Mencoba mengajar engkau untuk melihat segala sesuatu sebagaimana adanya."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-6965005404180444909?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/6965005404180444909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/yang-tersulit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/6965005404180444909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/6965005404180444909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/yang-tersulit.html' title='Yang Tersulit'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-4380247170371280842</id><published>2008-11-09T21:10:00.001-08:00</published><updated>2008-11-09T21:10:56.085-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sufi'/><title type='text'>Mimpi Spiritual</title><content type='html'>Nasrudin sedang dalam perjalanan dengan pastur dan yogi. Pada hari kesekian, bekal mereka tinggal sepotong kecil roti. Masing-masing merasa berhak memakan roti itu. Setelah debat seru, akhirnya mereka bersepakat memberikan roti itu kepada yang malam itu memperoleh mimpi paling relijius. Tidurlah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pagi harinya, saat bangun, pastur bercerita: "Aku bermimpi melihat kristus membuat tanda salib. Itu adalah tanda yang istimewa sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Yogi menukas, "Itu memang istimewa. Tapi aku bermimpi melakukan perjalanan ke nirwana, dan menemui tempat paling damai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasrudin berkata, "Aku bermimpi sedang kelaparan di tengah gurun, dan tampak bayangan nabi Khidir bersabda 'Kalau engkau lapar, makanlah roti itu.' Jadi aku langsung bangun dan memakan roti itu saat itu juga."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-4380247170371280842?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/4380247170371280842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/mimpi-spiritual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/4380247170371280842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/4380247170371280842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/mimpi-spiritual.html' title='Mimpi Spiritual'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-2029587721388904219</id><published>2008-11-09T20:38:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T21:09:07.815-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sufi'/><title type='text'>Jatuhnya Jubah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nasrudin pulang malam bersama teman-temannya. Di pintu rumah mereka berpisah. Di dalam rumah, istri Nasrudin sudah menanti dengan marah. "Aku telah bersusah payah memasak untukmu sore tadi !" katanya sambil menjewer Nasrudin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena kuatnya, Nasrudin terpelanting dan jatuh menabrak peti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mendengar suara gaduh, teman-teman Nasrudin yang belum terlalu jauh kembali, dan bertanya dari balik pintu,  "Ada apa Nasrudin, malam-malam begini ribut sekali?"&lt;br /&gt; "Jubahku jatuh dan menabrak peti," jawab Nasrudin.&lt;br /&gt; "Jubah jatuh saja ribut sekali ?"&lt;br /&gt; "Tentu saja," sesal Nasrudin, "Karena aku masih berada di dalamnya."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-2029587721388904219?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/2029587721388904219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/jatuhnya-jubah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/2029587721388904219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/2029587721388904219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/jatuhnya-jubah.html' title='Jatuhnya Jubah'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-8786954337172991912</id><published>2008-11-09T16:54:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T16:58:16.631-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto-Foto'/><title type='text'>Silsilah Mubarakah Thariqah Hasan wa Husein</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SReG2FoEqfI/AAAAAAAAAJU/wMIGshN8osQ/s1600-h/Silsilah+Hasan+wa+Husein.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266826553014397426" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 280px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SReG2FoEqfI/AAAAAAAAAJU/wMIGshN8osQ/s400/Silsilah+Hasan+wa+Husein.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-8786954337172991912?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/8786954337172991912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/silsilah-mubarakah-thariqah-hasan-wa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/8786954337172991912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/8786954337172991912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/11/silsilah-mubarakah-thariqah-hasan-wa.html' title='Silsilah Mubarakah Thariqah Hasan wa Husein'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SReG2FoEqfI/AAAAAAAAAJU/wMIGshN8osQ/s72-c/Silsilah+Hasan+wa+Husein.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-3245607479369191195</id><published>2008-10-31T20:50:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T19:08:42.756-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sains Dan Iptek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Mahdi'/><title type='text'>Tanda-tanda Ilmiah Kemunculan Imam Mahdi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Disusun Oleh : &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Jafar Hasan – Khalifah Mursyid Thariqah Qadiriyyah Hasan wa Husein&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat-riwayat kemunculan Imam Mahdi ini terdapat dalam kitab Al Urf al Wardi fi Akhbar al Mahdi karya Allamah Jalaluddin as Suyuthi pengarang kitab tafsir Jalalain yang terkenal, dan dari kitab Al Burhan fi Alamati al Mahdi Akhir Zaman karya Ulama besar Syaikh Ali bin Hussamuddin yang bergelar Al Muttaqi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanad hadits mengenai Imam Mahdi yang tidak terputus, dan banyak sekali diriwayatkan (mutawatir), menjelaskan mengenai kuatnya hadits-hadits tentang Imam Mahdi ini. Menurut Ibnu Hajar al Asqalani, suatu hadits yang diriwayatkan tiap-tiap generasi yang tak henti-hentinya memimpin ke arah menetapkan kejujurannya, dan suatu tindakan yang diambil didasarkan di atas nya bukanlah suatu takhayul.&lt;br /&gt;(Ibn Hajar al-'Asqalani, Nuzhat al-nazar, hal. 12.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sebuah Tanda Dari Matahari&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nu’aim bin Hammad (Pengarang kitab Hilyatul Auliya) dan Abul Hasan al Harabi dalam bagian pertama dari kitab Al Harabiyat meriwayatkan dari Ali bin Abdullah bin Abbas ra, beliau berkata, “Mahdi tidak akan muncul hingga terlihat suatu tanda dari matahari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Abbas menceritakan sabda Rasulullah Saww, “Mahdi tidak akan muncul hingga terlihat suatu tanda pada matahari.”&lt;br /&gt;(HR. Baihaqi dan al Hafidz Abu Abdillah Nu’aim bin Hammad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQvTlYw2FUI/AAAAAAAAAIU/qd9tkaivoCA/s1600-h/bintik+hitam.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263533228768499010" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 250px; CURSOR: hand; HEIGHT: 250px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQvTlYw2FUI/AAAAAAAAAIU/qd9tkaivoCA/s320/bintik+hitam.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagai pusat peredaran planet-planet di tata surya, matahari merupakan sumber energi bagi makhluk di bumi. Energi itu dihasilkan dari reaksi termonuklir untuk mengubah hidrogen menjadi helium yang terjadi di dekat inti matahari. Suhu di bagian pusat matahari yang terdiri dari gas berkerapatan 100 kali kerapatan air di bumi itu, mencapai 15 juta derajat celsius. Di dalam perut matahari terjadi rotasi dan aliran massa atau konveksi yang memengaruhi gaya magnetnya. Pada aktivitas tinggi, gaya magnet ini bisa terpelintir atau berpusar hingga menembus permukaan matahari membentuk "kaki-kaki", yang tampak bagai bintik hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bintik hitam matahari memiliki diameter sekitar 32.000 kilometer, umumnya terdiri dari dua bagian, yaitu bagian dalam yang disebut umbra, berdiameter 13.000 km atau seukuran diameter rata-rata bumi dan bagian luar disebut penumbra yang garis tengahnya kurang lebih 19.000 km. Suhu penumbra lebih panas dan warnanya lebih cerah dibanding umbra. Suhu gas yang terbentuk di lapisan fotosfer dan kromosfer di atas kelompok bintik hitam itu naik sekitar 800º Celsius di atas suhu normalnya. Akibatnya, gas ini memancarkan sinar lebih besar dibandingkan dengan gas di sekelilingnya. Setelah beberapa hari, pelintiran magnetik ini terpecah menjadi beberapa pelintiran lebih tipis. Masing-masing bergerak melintasi permukaan ke berbagai arah hingga menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti di bumi, di permukaan matahari pun terjadi badai. "Bintik matahari ini adalah sinyal awal badai matahari yang intensitasnya akan terus meningkat dalam tahun-tahun mendatang," tandas ilmuwan Douglas Biesecker dari Space Weather Prediction Center (SWPC) di NOAA. Bintik matahari adalah sebuah aktivitas magnetis di permukaan matahari. Bintik baru temuan NOAA itu diidentifikasi sebagai #10.981 dan menjadi bintik matahari terbaru yang terlihat sejak NOAA menghitungnya mulai tahun 1972. Menurut NOAA, dalam badai matahari, ada materi yang bisa sampai ke bumi dan mengganggu sistem komunikasi, sumber daya, sinyal GPS dan bahkan membahayakan satelit. Pembicaraan via ponsel dan penarikan uang dari ATM juga bisa terganggu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQvULr5LSKI/AAAAAAAAAIc/fS3tyC6wA9g/s1600-h/Badai+Matahari.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263533886738745506" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 188px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQvULr5LSKI/AAAAAAAAAIc/fS3tyC6wA9g/s320/Badai+Matahari.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Badai matahari terjadi di daerah kromosfer dan korona-berada di atas kawasan munculnya bintik-bintik hitam. Beberapa badai matahari juga muncul ketika terjadi ledakan cahaya atau flare. Ketika flare muncul, terjadi pelepasan sejumlah besar energi. Umumnya, kian banyak bintik hitam terbentuk, maka flare pun makin banyak. Flare yang mengeluarkan partikel kecepatan tinggi dalam badai matahari menyebabkan timbulnya tekanan pada magnetosfer bumi hingga mengakibatkan badai magnetik di bumi. Fenomena ini mengganggu komunikasi radio dan membuat jarum kompas berputar liar di bumi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Badai Matahari terbentuk karena terjadinya gejolak di atmosfer Matahari yang dipicu terbentuknya bintik hitam (sunspot). Bintik hitam merupakan daerah yang mempunyai suhu lebih rendah dibanding daerah sekitarnya. Kondisi tersebut memicu lidah api (solar flare) dan coronal mass ejection (CME) atau terlontarnya materi matahari yang juga mencapai Bumi. Partikel-partikel bekecepatan tinggi dalam jumlah besar yang sampai ke atmosfer Bumi menghasilkan aurora dan badai geomagnetik. Inilah yang disebut para astronom solar storm atau badai Matahari. Puncak aktivitas atau disebut solar maximum umumnya terjadi setiap 11 tahun sesuai dengan siklus perubahan medan magnetik Matahari. Aktivitas yang terjadi secara berkala tersebut akan mencapai puncaknya kembali pada periode antara 2011 hingga 2012. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQvU5A_2I_I/AAAAAAAAAIk/t5R23b3Vk-Y/s1600-h/pancaran+lidah+api.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263534665497977842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 319px; CURSOR: hand; HEIGHT: 253px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQvU5A_2I_I/AAAAAAAAAIk/t5R23b3Vk-Y/s320/pancaran+lidah+api.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bintik hitam matahari dan flare, menurut Sri Kaloka, Kepala Pusat Pengamatan Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), telah menimbulkan dampak berarti di beberapa wilayah di bumi-terutama di lintang tinggi-karena meningkatnya elektron di lapisan ionosfer. Tahun 1980-an, misalnya, pembangkit listrik di Quebec, Kanada, padam akibat terpengaruh badai matahari. Gangguan di lapisan ionosfer di ketinggian 60 km-6.000 km dari permukaan bumi ini juga menyebabkan kekacauan dalam penyampaian sinyal komunikasi frekuensi tinggi, yang menggunakan lapisan itu sebagai media pemantul sinyal. Sistem navigasi dengan satelit global positioning system menjadi tidak akurat. “Jumlah dan intensitas noise akan meningkat dan dapat mengaburkan sinyal GPS selama periode ini,” kata Paul Kintner dari Departemen Teknik Elektro Universitas Cornell. Keakuratan GPS akan berkurang hingga 90%, dan dapat rusak. Hal ini sangat membahayakan dunia penerbangan, di mana fungsi GPS sudah seperti “nafas pada Manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran dengan teleskop radio di NJIT (Institut Teknologi New Jersey) memastikan bahwa saat puncaknya badai membawa emisi radio dari Matahari hingga 20 ribu kali lebih besar daripada kondisi normal. Hal tersebut cukup untuk mematikan seluruh penerima GPS yang berhadapan langsung dengan Matahari, ujar Dale Gary dari NJIT. Hal ini pernah terjadi beberapa tahun silam, tepatnya pada akhir oktober 2003. Pada waktu itu, tidak hanya satelit GPS saja yang rusak, tapi juga satelit komunikasi publik. Namun, yang paling bahaya adalah apabila distribusi listrik terganggu. Pada 28-30 Oktober 2003, hampir seluruh pembangkit listrik di dunia dinonaktifkan untuk sementara. Apabila listrik tidak dimatikan, maka akan terjadi kerusakan pada pembangkit-pembangkit listrik di setiap negara. Hal ini disebabkan karena terjadinya ketidakstabilan medan magnet di Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah bintik hitam yang tampak dari pengamatan dari bumi bervariasi, dari 1-100 titik. Bintik ini butuh waktu 11 tahun untuk mencapai jumlah tertinggi, lalu menurun lagi. Periode ini disebut siklus bintik matahari. Sri Kaloka mengingatkan, puncak jumlah bintik hitam dapat terjadi lagi sekitar tahun 2011. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Zaman Es Kecil&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Tsauban ra yang berkata, bahwa telah bersabda Rasulullah Saww. “Akan datang Panji-Panji Hitam (kekuasaan) dari sebelah Timur, hati dan keimanan mereka (Imam Mahdi dan pendukungnya) kokoh layaknya kepingan-kepingan besi (gagah berani). Barangsiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbai'atlah kepada mereka sekalipun kalian harus merangkak di atas salju.&lt;br /&gt;(Hadits ini diriwayatkan oleh Al Hafiz Abu Nu’aim al Isfahani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud ra, , "Ketika kami berada di sisi Rasulullah Saww, tiba-tiba datang sekumpulan anak muda dari kalangan Bani Hasyim (Imam Hasan, Imam Hussein, dan saudara-saudaranya). Apabila menyaksikan mereka, maka kedua mata baginda Rasulullah Muhammad Saww dilinangi air mata dan roman wajah baginda berubah. Aku pun bertanya, "Mengapa kami melihat pada wajah engkau sesuatu yang tidak kami sukai?" Baginda menjawab, "Kami Ahlul Bait telah Allah pilihkan akhirat lebih daripada dunia dan seisinya. Kaum kerabatku akan menerima fitnah dan penindasan selepasku kelak, sampai tiba saatnya datang suatu kaum dari Timur yang dipimpin oleh salah satu dari Ahlulbaitku, membawa bersama-sama mereka Panji-panji Hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikan, maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu tetapi mereka tidak menerima sampai mereka menyerahkannya kepada pemimpinnya, yaitu seorang lelaki dari kaum kerabatku yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan sebagaimana bumi ini dipenuhi dengan kedzaliman sebelumnya. Siapapun yang sempat mendengar ataupun menyaksikanya, maka datangilah mereka, walaupun harus terpaksa merangkak di atas salju. Sesungguhnya dia adalah al-Mahdi."&lt;br /&gt;(HR. Ibnu Majah didalam as Sunan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara langsung maupun tidak langsung, angin dan awan di permukaan bumi terkait dengan matahari. Panas dari matahari memproduksi perbedaan temperatur, yang mengarahkan pada perbedaan temperatur. Dan angin selalu bergerak dari tekanan tinggi ke rendah. Laut menjadi tempat penyimpanan panas matahari, dan arus laut global menggerakkan energi yang tersimpan tersebut, menyebabkan adanya iklim global, dari angin sepoi-sepoi sampai adanya badai lautan. La-nina, el-nino, merupakan salah satu fenomena musiman, yang selalu terjadi setiap tahun, seiring dengan perubahan bumi mengelilingi matahari. Demikian juga dengan interaksi harian antara udara tropis yang hangat-lembab dan udara dingin arktik yang menyebabkan adanya tornado di selatan dan barat-tengah amerika, dan kadang-kadang mengarah ke timur laut. Pergeseran kutub bumi dalam mengelilingi matahari juga merupakan penyebab terjadinya musim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi ekstrem, baik tinggi maupun rendah, bintik hitam matahari atau flare memberi dampak buruk bagi kondisi di bumi. Saat ini kejadian bintik hitam, menurut Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Mezak Ratag, justru dalam titik terendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintik hitam adalah indikator aktivitas matahari. Bila sedikit jumlahnya, energi yang dipancarkan matahari berkurang, yaitu 0,1 persen pada cahaya tampak, tetapi bisa puluhan persen pada ultraviolet. Kejadian bintik matahari bisa berkurang akibat menurunnya aktivitas dinamo matahari, konveksi, dan atau tekanan radiasi dari reaksi nuklir di pusat matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa tahun terakhir terjadi anomali aktivitas matahari itu. "Hanya beberapa hari saja dalam dua tahun terakhir ini terpantau aktivitas bintik matahari," ujar Mezak. Kondisi permukaan matahari hampir tanpa sunspot dalam beberapa tahun terakhir itu dikhawatirkan mengarah pada minimum Maunder kedua setelah kejadian pendinginan global sekitar tahun 1600an. Rendahnya aktivitas matahari berarti berkurangnya suplai panas ke bumi secara rata-rata global dalam skala waktu tahunan-bukan harian atau bulanan. Akan tetapi, pemanasan lokal masih bisa terjadi. Seperti beberapa bulan terakhir, suhu laut di bagian timur agak hangat, urai Mezak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkurangnya suplai energi dari matahari pada bumi menyebabkan berkurangnya pemanasan lautan, berarti pula penguapan air laut yang akan menjadi hujan pun rendah. Menurunnya suplai energi matahari juga melemahkan monsun. Gerakan angin monsun terjadi karena perbedaan panas antarlautan dan benua berdasarkan posisi garis edar matahari. Pengaruh matahari ini tidak berkorelasi dengan peningkatan suhu udara beberapa pekan terakhir. Tingginya suhu udara di bumi disebabkan tingginya uap air, tetapi sedikit yang terbentuk menjadi awan, sedangkan matahari sudah di lintang selatan. Cahaya matahari sampai ke permukaan bumi tanpa halangan awan. Namun, inframerah yang dipancarkan ke bumi tertahan uap air sehingga menaikkan suhu. Uap air banyak dari laut. Itu dijelaskan Mezak selaku Executive Panel Riset Monsun Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada pertemuan WMO di Beijing, Selasa (21/10), berdasarkan laporan sejumlah ilmuwan dari AS, China, dan Australia. Mereka mengatakan, ada tren pelemahan monsun di berbagai tempat di bumi. ”Di Indonesia, kondisi itu mengakibatkan pelemahan monsun rata-rata dalam beberapa tahun terakhir, tetapi variasinya dari tahun ke tahun bisa besar,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin (20/10/2008), Pusat Data Aktivitas Matahari (SIDC) di Belgia menghentikan peringatan "All Quiet Alert", karena peneliti di sana mendeteksi adanya aktivitas di matahari. Namun, laporan ini belum final, mengingat banyak pakar astrofisika matahari meyakini perioda aktivitas rendah ini masih akan berlangsung lama hingga berdampak pendinginan global (global cooling).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi belakangan ini, Cina mengalami musim dingin paling dingin dalam 100 tahun terakhir, Amerika Utara mencatat rekor tinggi salju, Inggris mengalami April terdingin. Kondisi ini bukan pertama kali ini terjadi. Dari catatan sejarah, tahun 1645-1715 matahari hampir tanpa bintik, aktivitasnya sangat lemah. Pada kurun waktu itu, suhu permukaan global sangat rendah sehingga dinamakan zaman es kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jafar Hasan : Bogor, akhir Oktober 2008) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-3245607479369191195?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/3245607479369191195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/10/tanda-tanda-ilmiah-kemunculan-imam.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/3245607479369191195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/3245607479369191195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/10/tanda-tanda-ilmiah-kemunculan-imam.html' title='Tanda-tanda Ilmiah Kemunculan Imam Mahdi'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQvTlYw2FUI/AAAAAAAAAIU/qd9tkaivoCA/s72-c/bintik+hitam.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-565957344776005280</id><published>2008-10-29T21:21:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T21:22:21.007-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Qur&apos;an'/><title type='text'>Keutamaan surat Al-Falaq</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rasulullah Saww. bersabda: “Barangsiapa yang ingin memperoleh penjagaan Allah dari orang yang bermaksud buruk, hendaknya ketika melihat orang itu memohon perlindungan dengan kekuatan Allah Azza wa Jalla dari kekuatan makhluk-Nya, kemudian membaca surat Al-Falaq dan ayat yang difirmankan oleh Allah Azza wa Jalla kepada Nabi-Nya Saww.: Fain tawallaw faqul hasbiyallâhu lâ ilâha illâ Huwa, ‘alayhi tawakkaltu wa Huwa Rabbul ‘arsyil ‘azhîm (At-Taubah: 129), niscaya Allah menyelamatkan ia dari tipu daya setiap penipu, makar setiap pemakar, dan kedengkian setiap orang yang dengki.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/717).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Imam Muhammad Al-Baqir (as) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Falaq dan An-Nas, ia seperti membaca seluruh kitab suci yang diturunkan kepada para Nabi.” (Tafsir Nur Tsaqalayn 5/717)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Imam Musa Al-Kazhim (as) berkata: “Tidak ada seorang pun yang membacakan pada anak kecil setiap malam: surat Al-Falaq dan An-Nas masing-masing (3 kali), dan surat Al-Ikhlash (100 kali) atau (50 kali), kecuali Allah menyingkirkan darinya setiap penyakit atau derita anak kecil: kehausan, penyakit lambung dan darah, sampai ia berusia remaja. Jika sesudah remaja ia membacanya sendiri, maka ia akan dijaga oleh Allah Azza wa Jallah sampai hari wafatnya.” (Tafsir Nur Tsaqalayn 5/717)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Imam Ali Ar-Ridha (as) berkata bahwa beliau pernah melihat orang yang sedang pingsan. Beliau menyuruh mengambilkan gelas yang diisi air. Kemudian beliau membaca surat Al-Fatihah, surat Al-Falaq dan An-Nas, kemudian meludahi/meniup gelas itu, lalu menyuruh menyiramkan/mengusapkan air itu pada kepala dan wajahnya. Orang yang pingsan itu sadar dan bangun. Imam berkata kepadanya: “Insya Allah penyakit itu tidak akan kembali lagi kepadamu selamanya.” (Tafsir Nur Tsaqalayn 5/718)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-565957344776005280?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/565957344776005280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/10/keutamaan-surat-al-falaq.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/565957344776005280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/565957344776005280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/10/keutamaan-surat-al-falaq.html' title='Keutamaan surat Al-Falaq'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-3982135427610901097</id><published>2008-10-29T21:20:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T21:21:14.742-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Qur&apos;an'/><title type='text'>Keutamaan surat An-Nas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Imam Musa Al-Kazhim (as). berkata: “Sangatlah banyak keutamaan surat ini bagi anak kecil jika padanya dibacakan surat Al-Falaq (3 kali), surat An-Nas (3 kali), dan surat Al-Ikhlash (100 kali) dan jika tidak mampu (50 kali). Jika ia ingin memperoleh penjagaan diri dengan bacaan itu, ia akan terjaga sampai hari kematian men-jemputnya. (Mafatihul Jinan 479).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Imam Muhammad Al-Baqir (as) berkata bahwa Rasulullah Saww. mengadu karena sakit yang dideritanya. Kemudian Jibril (as) datang kepadanya, dan Mikail (as) berada di dekat kakinya. Kemudian Jibril memohonkan perlindungan untuknya dengan surat Al-Falaq, dan Mikail memohonkan perlindungan untuknya dengan surat An-Nas.” (Tafsir Nur Tsaqalayn 5/725)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Imam Ja’far Ash-Shadiq (as). berkata bahwa: “Jibril datang kepada Rasulullah SAW. ketika sedang mengadu karena sakit, lalu Jibril meruqiyah (mengobati)nya dengan surat Al-Falaq, An-Nas dan Al-Ikhlash. Jibril berkata: Dengan nama Allah aku ruqiyah kamu, Allah pasti menyembuhkan kamu dari segala penyakit, ambillah surat ini niscaya ia akan memberi kamu ketenangan dan kesembuhan. Kemudian Nabi Saww. membacanya.” (Tafsir Nur Tsaqalayn 5/725)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-3982135427610901097?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/3982135427610901097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/10/keutamaan-surat-nas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/3982135427610901097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/3982135427610901097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/10/keutamaan-surat-nas.html' title='Keutamaan surat An-Nas'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-218533578074203481</id><published>2008-10-29T21:16:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T21:18:43.177-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Qur&apos;an'/><title type='text'>Keutamaan Ayat Qursy</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(Al-Baqarah : 255)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Rasulullah SAW. Bersabda : «Barangsiapa yang membaca empat ayat dari awal surat Al-Baqarah, dan ayat Kursi serta dua ayat sesudahnya, dan tiga ayat dari akhir surat, ia tidak akan melihat pada diri dan hartanya sesuatu yang tidak diinginkan, tidak didekati oleh setan, dan tidak melupa-kan Al-Qur’an. (Kitab Tsawabul A’mal 104).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang membaca ayat Kursi (100 kali), maka nilainya sama dengan orang yang beribadah sepanjang hidupnya.” (Tafsir Ats-Tsaqalayn 1/258).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Rasulullah SAW. bersabda: “Ketika Allah Azza wa Jalla hendak menurunkan surat Al-Fatihah, ayat Kursi, Ali-Imran 18, dan Ali-Imran 26-27, … (lihat keutamaan Surat Al-Fatihah. (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 1/258; Tafsir Majma’ul Bayah).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Rasulullah SAW berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib (as): «Wahai Ali, barangsiapa yang menderita sakit perut, maka tuliskan ayat kursi pada perutnya, dan minumlah air (yang dibacakan ayat kursi), dengan izin Allah ia akan sembuh.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 1/258).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5. Imam Ali Ar-Ridha (as) berkata: “Barangsiapa yang mem-baca ayat Kursi menjelang tidur, insya Allah diselamatkan dari penyakit lumpuh separuh badan; dan barangsiapa yang membacanya setiap sesudah shalat, ia akan terjaga dari bahaya penyakit demam.” (Kitab Tsawabul A’mal 105).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6. Sebagian ulama besar sufi mengatakan: “Jika ayat Kursi dibaca sebanyak jumlah nama-nama Allah, maka akan dibukakan baginya pintu-pintu Futuhat (kemenangan dan pertolongan), menjadi orang yang bahagia dan dijauhkan dari kefakiran.”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-218533578074203481?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/218533578074203481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/10/keutamaan-ayat-qursy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/218533578074203481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/218533578074203481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/10/keutamaan-ayat-qursy.html' title='Keutamaan Ayat Qursy'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-8827752858588532046</id><published>2008-10-29T21:15:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T21:16:47.324-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Qur&apos;an'/><title type='text'>Keutamaan Surat Yasin</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rasulullah Saww. bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Yasin karena Allah Azza wa Jalla, Allah akan mengampuni dosanya dan memberinya pahala seperti membaca Al-Qur’an dua belas kali. Jika surat Yasin dibacakan di dekat orang yang sedang sakit, Allah menurunkan untuknya setiap satu huruf sepuluh malaikat. Para malaikat itu berdiri dan berbaris di depannya, memohonkan ampunan untuknya, menyaksikan saat ruhnya dicabut, mengantarkan jenazahnya, bershalawat untuknya, menyaksikan saat penguburannya. Jika surat ini dibacakan saat sakaratul maut atau menjelang sakaratul maut, maka datanglah padanya malaikat Ridhwan penjaga surga dengan membawa minuman dari surga, kemudian meminumkan padanya saat ia masih berada di ranjangnya, setelah minum ia mati dalam keadaan tidak haus, sehingga ia tidak membutuhkan telaga para nabi sampai masuk ke surga dalam keadaan tidak haus.” (Tafsir Nur Ats-tsaqalayn 4/372).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah Saww. bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi pekuburan lalu membaca surat Yasin, maka pada hari itu Allah meringankan siksaan mereka, dan bagi yang membacanya mendapat kebaikan sejumlah penghuni kubur di pekuburan itu.” (Tafsir Nur Ats-tsaqalayn 4/373).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Imam Ja’far Ash-Shadiq (as): “Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati, dan hati Al-Qur’an adalah surat Yasin. Barangsiapa yang membacanya sebelum tidur atau di siang hari sebelum bepergian, maka hari itu sampai sore hari ia tergolong pada orang-orang yang terjaga dan dikaruniai rizki. Barangsiapa yang membaca di malam hari sebelum tidur, Allah mengutus seribu malaikat untuk menjaganya dari keburukan semua setan yang terkutuk dan dari setiap penyakit; jika ia mati pada hari itu, Allah akan memasukkannya ke surga, tiga ribu malaikat hadir untuk memandikannya, memohonkan ampunan untuknya, mengantarkan ke kuburnya sambil memohonkan ampunan untuknya; ketika ia dimasukkan ke liang lahatnya para malaikat itu beribadah kepada Allah di dalam liang lahatnya dan pahalanya dihadiahkan kepadanya, kuburan-nya diluaskan sejauh batas pandang, diamankan dari siksa kubur, dan dipancarkan ke dalam kuburnya cahaya dari langit sampai Allah membangkitkannya dari kuburnya…” (Kitab Tsawabul A’mal, hlm 111).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-8827752858588532046?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/8827752858588532046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/10/keutamaan-surat-yasin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/8827752858588532046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/8827752858588532046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/10/keutamaan-surat-yasin.html' title='Keutamaan Surat Yasin'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-7918308720574406322</id><published>2008-10-29T17:58:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T21:09:13.024-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ajaran Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Qur&apos;an'/><title type='text'>Tafsir Tasawuf (Sufi): Surah An-Nur ayat 35 - 38</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maksud ayat:&lt;br /&gt;“Allah (memberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti lubang yang tak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca dan kaca itu seakan-akan (bintang yang bercahaya) seperti mutiara yang menyalakan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, iaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah baratnya yang minyaknya sahaja menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis) Allah membimbing kepada cahayanya, siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahka untuk dimulakan dan disebut namanya di dalamnya, pada waktu pagi dan pada waktu petang, lelaki yang tida dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingati Allah dan dari mendirikan solat dan dari membayar zakat. Mereka takut pada suatu hari (yang dihari itu) Hati dan penglihatan menjadi goncang. Mereka yang mengerjaka demikian itu supaya Allah memberikan balsan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan, dan supaya Allah menambahkan kurnianya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki pada siapa yang dikehendakinya.” (An-Nur: 35-38)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.1. Hakikat Cahaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kejelasan, penafsiran dan pengertian ayat misykat memberi bantuan yang amat besar dalam memahami persoalan hati dan perjalanan suluk. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat pertama, komposisi atau komponen manusia diumpamakan dengan lubang yang tidak tembus dengan pelita dan kaca. Misykat adalah suatu lubang di dinding yang tidak tembus ke sebelahnya. Pelita sama dengan lampu, dan kaca adalah dinding yang menghimpun dan melingkupi pelita yang menerangi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan ketiga-tiga komponen ini adalah perumpamaan dari manusia yang beriman yang padanya ada jasadnya, hatinya dan cahaya yang ada di dalam hati. Jasad diumpamakan dengan misykat, hati diumpamakan dengan kaca dan cahaya diumpamakan dengan pelita yang ada dalam kaca.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Allah cahaya langit dan bumi”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bermaksud; Dia adalah pemberi petunjuk (cahaya) kepada langit dan bumi; di mana tiada petunjuk di langit dan di bumi tanpa cahaya-Nya. Selanjutnya Allah mengumpamakan petunjuk-Nya sebahagian petunjuk bagi orang mukmin. Hidayah ditamsilkan dengan perumpamaan-perumpamaan, kebesaran dan kemuliaan hidayah-Nya menjadi jelas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, misykat adalah jasad orang mukmin yang melingkupi hatinya, kaca ialah hati orang mukmin yang melingkupi cahaya hati yang merupakan petunjuk dari penunjuk bagi orang mukmin itu sendiri, sehingga dia mampu melihat hakikat segala sesuatu yang berjalan di atas hidayah dari Tuhannya dengan cahaya tersebut. Ini adalah Tahap Pertama dalam perumpamaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tahap perumpamaan kedua ialah kaca yang melingkupi pelita atau hati yang melingkupi cahaya dan kebenderangan cahaya yang sangat cemerlang diumpamakan dengan bintang yang menerangi, di mana bintang itu diserupakan dengan mutiara kerana sangat cemerlangnya cahaya bintang tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita perhatikan di sini, perbincangan tentang kaca dan semua pelitanya atau tentang hati dan cahayanya, seluruhnya diumpamakan dengan bintang yang mutiara (al-Kaukub ad-Durriy) sehingga pelita itu mampu bersinar. Demikian pula kacanya, ia bersinar kerana cemerlang dan putih bersih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan Tahap Ketiga ialah pelita ada dalam kaca, dari mana dan dengan apa kaca itu dinyalakan? Dari mana cahaya itu didapati? Bagaimana kecahayaan (nuraniyah) mampu berlangsung? Dengan ungkapan lain, cahaya itu ada di dalam hati, dari mana hati itu memperoleh nuraniah? Bentuk pertolongan bagaimana yang yang diberikan kepada hati atau yang diperolehinya hingga ia bernuraniah? Apa yang menimbulkan cahaya rohani tersebut?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman yang dinyalakan, maksudnya yang dinyalakan adalah pelita yang ada dalam kaca atau cahaya yang ada dalam hati orang mukmin dinyalakan, “dengan minyak yang dari pohon yang banyak berkatnya atau yang banyak manfaatnya. Iaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah baratnya”. Sedangkan Zaitun ialah syariat Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Katsir, kejernihan, sinar atau nuraniah yang ada dalam diri seorang mukmin diumpamakan seperti dinding kaca yang jernih lagi murni seperti permata, sedangkan al-Qurán dan syariát diumpamakan seperti minyak jernih, baik, bercahaya dan seimbang tanpa ada sedikit pun keruh. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan terhadap keempat pohon yang penuh berkah merupakan sumber dari cahaya hati, adalah syariat Allah yang penuh manfaat, yang merupakan sumbe dari cahaya kalbu. Dari situlah kalbu mengambil cahaya. Berapa kadar besar minyaknya? Allah befirman: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Yang minyaknya sahaja hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Minyak itu dinyatakan jernih dan bercahaya, kata an-Nasafi kerana kilaunya hampir-hampir bersinar tanpa ada api atau tanpa dinyalakan api. Kadar besar nuraniah syariat yang memberi cahaya pada hati? Dan betapa besar cahaya hati yang diperoleh dari sinaran cahaya syariat?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah adanya, dan kerana itulah Allah berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Cahaya di atas cahaya”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah perumpamaan tahap kelima. Cahaya yang diumpamakan kebenaran itu, kata an-Nasafi, seperti yang bersatu yang berlapis-lapis yang mana di dalamnya terjadi interaksi antara (cahaya) misykat, pelita dan minyak. Sehingga tidak ada satupun yang tinggal untuk memperkuat benderangnya cahaya, kerana pelita yang ada di dalam tempat yang sempit menyerupai lubang yang tidak tembus, di mana ia mampu menghimpun dan memadukan seluruh cahaya. Hal ini berbeza seandainya di tempat yang luas, maka sinar cahayanya akan tersebar dan berserakan. Sedangkan (dinding) kaca merupakan suatu yang paling banyak menambah penerangan, demikian juga dengan minyak dan kebenderangannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Katsir’As-Saddi yang pernah berkata tentang firman Allah tersebut, cahaya di atas cahaya adalah cahaya api dan cahaya minyak bila bersatu akan memancarkan sinar, dan yang satu tidak akan memancarkan cahaya yang lain. Demikian pula cahaya al-Qurán dan cahaya iman bersatu padu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, perumpamaan yang Allah buat untuk menerangkan kebebasan hidayahNya telah sempurna, dan dari penjelasan tentang perumpamaan tersebut, kita tahu bahawa penunaian syariat Allah lah yang mampu memberikan cahaya iman yang abadi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, berdasarkan pendapat Ibnu katsir’As-Saddi juga, cahaya api dan cahaya minyak bila bersatu padu memancarkan sinar, dan tidak akan bersinar satu di antaranya tanpa yang lain. Demikian juga cahaya al-Qurán dan cahaya iman ketika bersatu padu, dan satu di antaranya tidak akan memancarkan cahaya tanpa yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di sini, kita sudah mulai memahami bahawa kewujudan kandungan al-Qurán merupakan makanan yang kekal bagi kalbu, sebab dengan al-Qurán pelita hati akan tetap menyala terang dan akan tetap memperolehi petunjuk. Bertambahnya perpaduan cahaya hati dan pancarannya bergantung kepada kadar penunaian seseoang terhadap kandungan al-Qurán dan misykat atau jasad akan memantulkan cahaya ini sehingga jalan baginya menjadi terang dan juga bagi yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Allah membimbing kepada cahaya-Nya kepada siapa yang dia kehendaki dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya Allah membimbing kepada cahaya syariat-Nya atau Allah memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki dari ahli Iman sehingga mereka memperolehinya dan mengikuti petunjuk yang diberikan kepada mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ayat berikutnya menjelaskan tentang tempat mereka yang hatinya dipenuhi cahaya dan hidayah:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika menerangkan ayat misykat (lubang yang tidak tembus) yang terdapat di sebahagian rumah Allah, iaitu masjid, an-Nasafi mengulas bahawa Misykat adalah jasad orang mukmin yang hatinya adalah mencintai masjid. Dapat disimpulkan bahawa titik tolak kepada pendidikan keimanan yang tinggi adalah masjid dengan cara menyucikan diri di dalam masjid pada waktu pagi dan pada waktu petang dengan melaksanakan solat di dalamnya. Ini adalah kerana mereka adalah lelaki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula dari jual beli dari mengingat Allah, dari mendirikan solat, dan dari membayar zakat. Mereka takut pada satu hari (yang di hari itu) hati penglihatan menjadi goncang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5298076272620446397-7918308720574406322?l=hasanhusein.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hasanhusein.blogspot.com/feeds/7918308720574406322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/10/tafsir-tasawuf-sufi-surah-nur-ayat-35.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/7918308720574406322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5298076272620446397/posts/default/7918308720574406322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hasanhusein.blogspot.com/2008/10/tafsir-tasawuf-sufi-surah-nur-ayat-35.html' title='Tafsir Tasawuf (Sufi): Surah An-Nur ayat 35 - 38'/><author><name>Jafar Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05922828562093713626</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_5Ii66v_sIc0/SQgp8N6PsZI/AAAAAAAAAHM/ETI-zKXKo_E/S220/dams1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5298076272620446397.post-1807863622462765085</id><published>2008-10-29T17:55:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T17:57:52.953-07:00</updated>
