Senin, 26 Januari 2009

Nubuwwah Tentang Bintang Berekor

Tanda Ilmiah Kedatangan Imam Mahdi II



Nu’aim bin Hammad dalam kitab Al Malahim wal Fitan meriwayatkan dari Ka’ab, ia berkata, “Sebelum kemunculan Mahdi, akan muncul bintang dari Masyriq yang mempunyai ekor bersinar.”
(Al Burhan fi Alamati Mahdi Akhiruz Zaman ; Syaikh Ali bin Husamuddin ; Terbitan Darush Shahabah li at Turats ; Thanta, Mesir ; 1992 M/1412 H)

“Munculnya bintang itu akan terjadi setelah gerhana matahari dan bulan.
(Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 32)

Pada 24 Agustus 2003 para Astronom Amerika yang terhimpun dalam lembaga Lincoln Near Earth Asteroid Research Program (LINEAR), menemukan Asteroid yang diberi nama “2003 QQ 47” . Asteroid seperti ini merupakan bongkahan batu yang terhempas dari formasi sistem tata surya 4,5 miliar tahun lalu. Sebagian besar berada pada jarak yang aman dari Bumi di daerah asteroid antara Mars dan Yupiter. Tetapi pengaruh gravitasi dari planet besar seperti Yupiter dapat mendorong asteroid keluar dari orbit aman dan mengirim mereka terjun ke arah Bumi.

Dampak yang ditimbulkan oleh asteroid ini apabila menabrak bumi adalah setara dengan 350.000 mega ton bom TNT yang pernah meledak di Legian - Bali. Atau setara dengan 20 juta bom atom Hiroshima – Jepang. Asteroid 2003 QQ 47 ini menempati peringkat 10 dalam skala kerusakan Torino, dimana angka 0 dalam skala ini menerangkan dampak resiko yang disebabkan oleh suatu masalah tidak memberikan pengaruh yang berarti kepada planet Bumi. Sementara angka 10 yang merupakan angka tertinggi dalam skala ini menjelaskan bahwa dampak ledakan yang sangat parah akan mempengaruhi Bumi secara global dan menyebabkan puncak bencana yang tak terbayangkan. Reporter divisi ilmu alam BBC, Christine Mc Gourry mengatakan, “Walaupun kemungkinan terjadinya tabrakan itu sangat kecil, namun hal ini tidak boleh diabaikan. Para Astrolog mengabarkan bahwa ukuran asteroid ini mencapai sepuluh kali dari ukuran meteor yang diyakini telah memusnahkan kehidupan dinosaurus 65 juta tahun yang lalu.” Lebih lanjut dia mengatakan, “Jika benturan ini terjadi, maka satu benua akan musnah.”

Asteroid 2003 QQ 47 yang memiliki panjang sekitar 1,7 km dan massa berat 2,6 milyar ton saat ini bergerak menuju bumi dengan kecepatan rata-rata 30 km per-detik. Dr Alan Fitzsimmons, salah seorang staff ahli pada British government's Near Earth Object menyatakan kepada kantor berita Reuters (02 September 2003) dan stasiun berita BBC bahwa potensi tabrakan diperkirakan terjadi pada tanggal 21 Maret 2014. Akan tetapi NASA selaku badan antariksa resmi Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan bahwa kemungkinan asteroid ini menabrak bumi hanya 1 : 909.000 kemungkinan. Hal ini sejalan dengan ungkapan Dr.Sara Russel, salah satu ahli yang meneliti tentang meteor pada London Natural History Museum dalam wawancaranya dengan BBC pada 02 September 2003, menyatakan tidak terlalu khawatir dengan terjadinya tabrakan asteroid 2003 QQ 47 tersebut.

Akan tetapi walaupun kemungkinan tabrakan itu kecil, namun peluang asteroid itu untuk menuju bumi masih sangat besar, dalam riwayat disebutkan bahwa Imam Hussain bin Ali ra, ia berkata, “Apabila kalian melihat tanda di langit yaitu api yang besar dari arah masyriq yang muncul beberapa malam, maka ketika itulah manusia terbebas dan itulah kedatangan Mahdi.”
(Al Burhan fi Alamati Mahdi Akhiruz Zaman ; Syaikh Ali bin Husamuddin ; Terbitan Darush Shahabah li at Turats ; Thanta, Mesir ; 1992 M/1412 H)

Berdasarkan riwayat tersebut kita bisa memahami bahwa asteroid ini hanya akan menyerempet planet kita ini sehingga terjadi gesekan kuat dengan atmosfir yang menimbulkan percikan api sangat besar terlihat di langit. Gambar di samping adalah ilustrasi yang dibuat oleh The Discovery Channel ketika asteroid itu bergesekan dengan atmosfir bumi.

Sementara itu dalam riwayat yang disampaikan dikalangan keluarga Nabi secara turun-temurun disebutkan dengan lebih jelas, “Akan muncul bintang dari timur yang bercahaya seperti cahaya bulan, kemudian akan berbelok hingga hampir saja kedua sisinya bertemu. Kemudian mega merah akan bertebaran di langit.”

Beberapa ahli astronomi berpendapat bahwa meskipun asteroid itu tidak sampai menabrak bumi, akan tetapi masih terdapat dampak yang cukup mengerikan bahwa gesekan kuat antara asteroid 2003 QQ 47 tersebut dengan atmosfir bumi akan mengakibatkan perubahan iklim secara global, dampak dari perubahan iklim ini adalah turunnya hujan yang sangat deras yang mengakibatkan banjir.

Imam Jafar as Shadiq as, Syaikh ke-6 dalam Silsilah Ilmu thariqah Hasan wa Husein meriwayatkan hadits, “Kedatangan Imam Mahdi akan didahului oleh bencana banjir besar dan kehancuran lahan-lahan pertanian. Janganlah kalian mengeluhkan hal itu.”
Sa’id bin Jubair meriwayatkan, “Tahun sebelum kedatangan Imam Mahdi akan terjadi hujan lebat selama 24 hari, kalian akan merasakan dampak sekaligus keberkahannya.”
(Al Bihar ; 52/212)

Diriwayatkan dari Katsir bin Murrah al-Hadhari, ia berkata, “beberapa kejadian pada bulan Ramadhan ditandai beberapa tanda di langit. Setelah itu terjadi perselisihan pada manusia. Jika kamu menjumpai hal itu, maka perbanyaklah makanan semampu kamu.” (Diriwayatkan oleh Ibn Hammad ; Al Burhan fi Alamati Mahdi Akhiruz Zaman ; Syaikh Ali bin Husamuddin ; Terbitan Darush Shahabah li at Turats ; Thanta, Mesir ; 1992 M/1412)

Setelah tanda-tanda ilmiah dari alam itu semuanya terbukti, maka akan disusul dengan terjadinya peperangan yang terus-menerus berlangsung sampai Imam Mahdi menjadi penguasa, dan memenuhi dunia ini dengan keadilan, kesejahteraan, dan keberkahan. Itulah zaman keemasan dimana kebenaran Islam akan menyentuh seluruh hamparan bumi dan keharumannya semerbak menyebar hingga tujuh lapis langit.

Allah Ta’ala Berfirman :
“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).”
(Qur’an surah al Qashash ayat 5)

Imam Malik (pemimpin mazhab Maliki yang merupakan murid dari guru kami Imam Ja’far as Shadiq as) berkomentar mengenai Firman Allah (QS. 28:5) Sebagai berikut : "Pembuktian atas ayat ini belum terjadi, dan bahwa umat Islam masih menunggu munculnya manusia (Imam Mahdi) yang akan menjadi sarana bagi terwujudnya ayat tersebut"
(Ath-Thabarsi dalam Majma'ul Bayan fi Tafsir Al-Qur'an jilid V hal 24)

Kaum muslimin yang meyakini dan menanti kedatangan Imam Mahdi akan diselamatkan dengan dua cara. Pertama bagi mereka yang memiliki ketajaman mata hati maka Allah akan memberikan ilham mengenai keberadaan Shahibuz Zaman. Kedua bagi kalangan pengikut yang memiliki ketawadhuan maka Imam Mahdi as akan mengirimkan para pembantunya untuk menjemput dan menyelamatkan orang-orang yang didalam hatinya memiliki kepercayaan kepada beliau.

Maka penting sekali bagi kita untuk meneguhkan keyakinan dan memperkuat riyadhah dan mujahadah agar bashirah (mata hati) kita terbuka sehingga dapat mengenali keberadaan Imam Mahdi as. Karena Rasulullah Saww telah bersabda :

“Barangsiapa yang mati tanpa mengetahui dan taat kepada Imam zamannya, maka dia mati dalam keadaan jahiliyyah.”
(HR.Muslim ; Shahih Muslim jilid 6, hal.22 ; Sunan al Baihaqi jilid 8 hal.156 ; Tafsir Ibnu Katsir jilid 1, hal.517 ; al Majma al Haitsami jilid 5, hal.218 ; Sunan Abu Daud ; Musnad Ahmad bin Hambal, jilid 3, hal.446 ; dan lain-lain)


Demikianlah, melalui berkah shalawat kepada Rasulullah Saww dan keluarganya, serta melalui tawasul kepada para Syaikh yang mulia dari Silsilah Mubarakah thariqah Hasan wa Husein, risalah singkat ini selesai ditulis. Semoga dapat menjadi sebab untuk menggugah kesadaran jiwa, dan membuka bashirah (mata hati) kita semua untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan yang didasari oleh kecintaan kepada Rasulullah Saww dan keluarganya, para Sahabatnya, serta kepada para Waliyullah yang dikasihi-Nya.




Allahumma Shalli ‘Ala Muhammad
Wa ‘Ala Alihi Muhammad
Wa Ashabihil Akhyar

Bogor, awal November 2008



Khalifah Mursyid Thariqah Hasan wa Husein,
Muhammad Jafar Hasan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar