Selasa, 13 Januari 2009

Kitab Ar Rasul - Sa'id Hawwa (Bagian I)

SIFAT-SIFAT RASULULLAH

Kami mulai bab ini, dengan tujuan mengenalkan beberapa segi dari kepribadian
Rasulullah saw., sehingga hal itu nantinya bisa menjadi kunci bagi bab-bab yang lain.
Pembahasan ini dilakukan dengan urutan sebagai berikut
1. Fisik Rasulullah
Dalam bahasan ini, kami menjelaskan sifat-sifat fisik Rasulullah saw., sehingga
tampak jelas bahwa susunan fisik Rasulullah saw. sesuai dengan risalah yang
dibebankan kepada beliau.

2. Sifat-Shat Utama Rasulullah
Berbicara tentang sifat-sifat utama para rasul dan menjelaskan mengapa Rasulullah
saw. menjadi pihak yang memiliki sifat tertinggi dari sekalian manusia.

3. Rasulullah Panutan yang Paling Utama
Menjelaskan tentang posisi Rasulullah saw. sebagai panutan utama bagi manusia
dalam seluruh segi kehidupan karena dalam setiap segi, beliau telah mencapai puncak
kesempurnaan.

Kami berharap, setelah kami selesai bab ini, maka akan tampak jelaslah bagi pencari
kebenaran bahwa Muhammad saw. adalah utusan Allah yang sebenarnya.

A. FISIK RASULULLAH
Saat seseorang memandang fisik Rasulullah saw., ia segera merasakan bahwa ia sedang
berada di depan keindahan yang meng-agumkan dan tak ada duanya. Penampilan yang
mencerminkan ke-percayaan yang mutlak dan tak terbatas. Berikut ini adalah pendapat
yang disepakati oleh mereka yang bertemu dan melihat langsung Rasulullah saw.

Ad-Darimi dan al-Baihaqi mentakhrij bahwa Jabir bin Samurah berkata,
“Aku melihat Nabi saw. pada malam bulan purnama, dan ketika aku bandingkan antara
wajah Nabi saw. dan indahnya bulan, say a dapati wajah Nabi saw. lebih indah
dibandingkan rembulan.”

At-Tirmidzi dan al-Baihaqi meriwayatkan bahwa Abu Hurairah r.a. berkata,
“Aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih indah dari Rasulullah saw.. Seakan-akan
mentari bersinar dari wajah beliau. Aku tidak pernah dapati seseorang yang lebih cepat
jalannya dibandingkan beliau, seakan-akan bumi melipat sendiri tubuhnya saat beliau
berjalan. Ketika aku ikut berjihad, aku lihat beliau tidak pernah berlindung di balik
perisai.”

Bukhari-Muslim meriwayatkan bahwa al-Barra berkata,
“Rasulullah saw. mempunyai pundak yang lebar, rambutnya mencapai ujung telinga,
dan tidak pernah ada orangyang lebih indah dipandang dibandingkan beliau.”

Muslim meriwayatkan dari Abu Thufail bahwa ia pernah diminta untuk menceritakan
tentang Rasulullah saw. kepada kami, kemudian ia menjawab,
“Beliau memiliki wajah yang putih dan berseri.”

Bukhari meriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata,
“Rasulullah saw. memiliki dua kaki yang kokoh dan tegap, dan wajah yang indah, yang
belum pernah kutemukan wajah seindah itu sebelumnya.”

Abu Musa Madini meriwayatkan dalam kitab ashShahabah bahwa Amad bin Abad al-
Hadhrami berkata,
“Aku melihat Rasulullah saw., dan tidak pernah melihat wajah seindah itu sebelumnya
maupun sesudahnya.”

Ad-Darimi meriwayatkan bahwa Ibnu Umar berkata,
“Aku tidak pernah temukan orangyang lebih berani, dermawan, dan lebih bersinar
wajahnya, dibandingkan Rasulullah saw..”

Ahmad dan Baihaqi meriwayatkan bahwa Mahrasy Kahti berkata,
“Rasulullah saw. mengambil umrah darijiranah, pada malam hari. Dan, ketika soya
melihat bagian belakang tubuh beliau, say a seperti melihat perakyang menyala.”

Abdullah bin Imam Ahmad serta al-Baihaqi meriwayatkan bahwa Ali r.a. berkata,
“Rasulullah saw. bukanlah orangyang tubuhnya tinggi menjulang.Jika berjalan bersama
rombongan, beliau tampak menonjol. Wajahnya putih, kepalanyabesar, alis matanya
panjang dan hitam, danjika ada keringat yang menetes dari wajah beliau, akan tampak
seperti mutiara. Aku tidak pernah melihat wajah seindah wajah beliau, sebelumnya atau
setelahnya.”

Deskripsi tentang Rasulullah saw. yang diberikan oleh Hindun bin Abi Halah,
“Tubuh Rasulullah saw. menampakkan pribadiyang agung. Wajahnya bersinar seperti
bulan purnama. Kepalanya besar. Rambutnya keras. Kuliatnya putih ke-merahan.
Keningnya luas. Alisnya tebal.Jika marah, keningnya meneteskan keringat. Hidungnya
mancung. Tubuhnya diliputi cahaya. Orangyang tidak memperhatikan dengan saksama
menyangkanya amat tinggi.Jenggotnya tebal. Matanya hitam. Kedua pipinya tirus.
Mulutnya lebar. Giginya indah. Memiliki bulu halus di atas perut. Lehernya amat halus.
Tubuhnya sedang. Sedikit gemuk dan tegap, dengan perut dan dada yang seimbang.
Dadanya bidang. Kedua pergelangan tangannya panjang. Telapak tangannya luas.
Kedua kaki dan tangannya kekar. Jari-jarinya panjang. Jalannya tegap, seperti sedang
turun dari ketinggian. Jika menoleh, dengan seluruh tubuhnya. Pandangannya selalu
tertunduk he tanah, danjarang sekali mendongakkan matanya he langit....”

Jika Rasulullah menyentuh seseorang, orang itu akan merasakan ketenangan yang
mengagumkan, dan perasaan ketinggian ruhani yang menakjubkan. Ahmad
meriwayatkan bahwa Sa’d bin Abi Waqqash berkata, “Suatu ketika akujatuh sakit di Mekah. Kemudian Rasulullah saw. menjenguk,
meietakkan tangan beliau di kening, dan mengusap wajah, dada, sertaperutku. Hingga
saat ini, aku masih merasakan sentuhan tangan beliau dijantung.”


Muslim meriwayatkan bahwa Jabir bin Samurah berkata,
“Suatu ketika Rasulullah saw. mengusap mukaku dengan tangannya. Aku dapati tangan
beliau demikian sejuknya dan berbau wangi. Seakan-akan tangan tersebut baru
dikeluarkan dari kantong kesturi.”

Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Anas r.a. berkata,
“Aku belum pernah menemui sutra maupun beludru yang lebih lembut dari tangan
Rasulullah saw. Dan, belum pernah mencium bau misik atau minyak anbar yang lebih
harum dari Rasulullah saw..”

Penampilan beliau memberikan sugesti kepada orang yang melihatnya bahwa orang
tersebut sedang berdiri di hadapan seorang nabi. At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa
Abdullah bin Salam berkata,

“Ketika Nabi saw. datang ke Madinah, aku menemui beliau. Ketika aku melihat wajah
beliau, aku segera mengetahui bahwa wajah beliau bukan wajah seorang pendusta.”

Abu Ramtsah Tamimi berkata,
“Aku mendatangi Nabi saw. bersama anakku. Ketika aku melihat beliau, hatiku langsung
berkata, ‘Orang ini pastilah nabi Allah.’”

Abdullah bin Rawahah berkata tentang Rasulullah saw,
“Seandainya tidak ada ayat-ayat penjelas pun, yang menerangkan beliau sebagai rasul,
niscaya penampilan dan tubuh beliau sudah cukup menjadi keterangan itu.”
Ini adalah sebagian riwayatyang menjelaskan tentang tubuh Rasulullah saw.. Semua
keagungan postur tubuh beliau itu kami ceritakan kembali, sehingga kita dapat
menangkap dengan jelas kepribadian Rasulullah saw. dari segala seginya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar