Selasa, 02 Desember 2008

KEUTAMAAN MAJELIS DZIKIR DAN LARANGAN UNTUK MENINGGALKANNYA KECUALI KARENA BERHALANGAN



"Dan bersabarlahkamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di waktu pagi dan sore dengan mengharapkan keridhaan- Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka".
(QS.Al-Kahfi,18:28)

Dalam Riwayat Bukhari dan Muslim Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah Saww. bersabda:

"Sesungguhnya Allah Ta'ala mempunyai malaikat-malaikat yang berlalu-lalang di jalan untuk mencari majlis dzikir, di mana bila mereka mendapatkan sesuatu kaum yang berdzikir kepada Allah 'azza wajalla mereka memanggil malaikat-malaikat yang lain dengan berkata: "Marilah ke sini menyaksikan apa yang kamu cari", kemudian para malaikat membentangkan sayapnya sampai ke langit dunia, lantas Tuhan bertanya kepada mereka padahal Tuhan telah lebih mengetahui “Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku?”

Malaikat itu berkata “Mereka mensucikan-Mu, memuji-Mu mengagungkan-Mu”

Tuhan bertanya “Apakah mereka pernah melihat Aku?”

Para malaikat menjawab “Demi Allah, mereka belum pernah melihat Engkau”

Tuhan bertanya “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat Aku?”

Para malaikat menjawab “Seandainya mereka pernah melihat Engkau niscaya mereka lebih giat beribadah kepada-Mu, lebih giat mengagungkan Engkau, dan lebih giat mensucikan Engkau”

Tuhan bertanya “Apakah yang mereka minta?”

Para malaikat menjawab “Mereka meminta surga kepada-Mu”

Tuhan bertanya “Apakah mereka pernah melihat surga?”

Para malaikat menjawab “Demi Allah,wahai Tuhanku merekabelum pernah melihatnya”

Tuhan bertanya “Bagaimana seandainya mereka pernah melihatnya?”

Para malaikat menjawab “Seandainya mereka pernah melihatnya niscaya mereka lebih bersemangat untuk mencapainya, mereka lebih giat untuk memohonnya, dan mereka sangat mengharapkannya”

Tuhan bertanya “Dari apakah mereka berlindung diri?”

Malaikat menjawab “Mereka berlindung diri dari api neraka”

Tuhan bertanya “Apakah mereka pernah melihat neraka?”

Para malaikat menjawab “Demi Allah, mereka belum pernah melihatnya”

Tuhan bertanya “Bagaimana seandainya mereka pernah melihatnya?”

Para malaikat menjawab “Seandainya mereka pernah melihatnya niscaya mereka lebih menjauhkan diri daripadanya dan mereka lebih takut terhadapnya”

Tuhan berfirman “Maka saksikanlah olehmu bahwa Aku telah mengampuni dosa-dosa mereka”

Ada salah satu malaikat yang berkata

“Di dalam majlis itu ada si Fulan, seseorang yang bukan termasuk ahli dzikir, ia datang di situ karena ada sesuatu kepentingan”

Tuhan berfirman “Mereka semua adalah termasuk ahli dzikir, di mana tidak ada seorangpun yang duduk di situ akan mendapatkan kecelakaan/siksaan”

Dalam riwayat Muslim dikatakan, dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw., beliau bersabda:

"Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat- malaikat mulia yang selalu berjalan mencari majlis dzikir, apabila mereka mendapatkan suatu majlis yang dipergunakan untuk berdzikir maka mereka duduk di situ dan masing-masing malaikat membentangkan sayapnya sehingga memenuhi ruangan yang berada di antara ahli dzikir dan langit dunia. Apabila ahli dzikir itu telah kembali ke rumah masing-masing maka para malaikat itu naik ke langit dan kemudian ditanya oleh Allah 'azzawajalla padahal Allah telah mengetahui “Darimana kalian datang?”

Para malaikat menjawab “Kami baru saja mendatangi hamba-hambaMu di bumi yang membaca tasbih untukMu, membaca takbir untukMu, membaca tahlil untukMu, membaca tahmid untukMu dan bermohonkepadaMu”

Allah bertanya “Apakah yang mereka mohon?”

Malaikat menjawab “Mereka memohon surgaMu”

Allah bertanya “Apakah mereka pernah melihat surgaKu?”

Para malaikat menjawab “Belum pernah wahai Tuhan”

Allah bertanya “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat surgaKu?”

Para malaikat berkata “Mereka juga mohon diselamatkan”

Allah bertanya “Mereka mohon diselamatkan dari apa?”

Para malaikat menjawab “Dari nerakaMu wahai Tuhan”

Allah bertanya “Apakah mereka pernah melihat nerakaKu?”

Para malaikat menjawab “Belum pernah”

Tuhan bertanya “Bagaimana seandainya mereka pernah melihat nerakaKu?”

Para malaikat berkata “Mereka juga memohon ampun kepadaMu”

Allah berfirman “Aku telah memberi ampun kepada mereka, maka Aku akan memenuhi apa yang mereka mohon dan akan menjauhkan mereka dari apa yang mereka mohon untuk diselamatkan”

Para malaikat berkata “Wahai Tuhan, di dalam majlis itu ada si Fulan seorang hamba yang banyak berdosa, ia hanya lewat kemudian ikut duduk bersama mereka”

Allah berfirman “Kepada Fulanpun Aku mengampuninya. Mereka semua adalah termasuk ahli dzikir, di mana tidak ada seorang yang duduk di situ akan mendapatkan kecelakaan siksaan”

Dari Abu Hurairah ra. dari Abu Sa'id ra., keduanya berkata, Rasulullah saw. bersabda:

"Tidak ada suatu kaum yang duduk dalam suatu majlis untuk dzikir kepada Allah melainkan mereka dikelilingi oleh malaikat, diliputi rahmat, di turunkan ketenangan, dan mereka disebut-sebut Allah di hadapan malaikat yang ada di sisiNya". (Riwayat Muslim)

Dari Abu Waqid Al Harits bin 'Auf ra. bahwasanya Rasulullah saw. duduk bersama para sahabat di dalam masjid, kemudian tiba-tiba datanglah tiga orang yang mana dua di antara tiga orang itu menuju Rasulullah saw.dan yang seorang lagi pergi begitu saja. Dua orang itu berhenti di hadapan Rasulullah saw., kemudian salah seorang di antara dua orang itu melihat ada suatu tempat kosong di tengah-tengah majlis lantas ia duduk di tempat kosong itu, dan yang lain dudukdi ujung majlis; adapun orang yang ketiga pergi meninggalkan majlis tersebut.

Setelah Rasulullah saw. selesai memberi nasihat, beliau bersabda:

"Maukah kamu sekalian aku beritahu tentang ketiga orang itu?" Adapun salah seorang di antara mereka mendekat kepada Allah maka Allahpun memberi tempat kepadanya, adapun yang kedua merasa malu maka Allah pun menghargai malunya, dan yang lain berpaling maka Allahpun berpaling daripadanya". (Riwayat Bukhari dan Muslim)

1 komentar:

  1. وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

    " Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (al-'Ankabut: 45)

    BalasHapus