Rabu, 29 Oktober 2008

Beberapa Hadits Mengenai Ahlulbait Nabi (as)

1.) "Perumpamaan ahli bait-ku, seperti perahu Nabi Nuh. Barang siapa yang berada di atasnya ia akan selamat, dan yang meninggalkannya akan tenggelam." (H.R. Thabrani)

2.) "Aku meninggalkan kalian yang apabila kalian pegang teguh tidak akan tersesat. Kitab Allah, dan keturunanku."(H.R. Tirmidzi)

3.) "Umatku yang pertama kali aku beri pertolongan (Syafa'at) kelak di hari Kiamat, adalah yang mencintai Ahli bait-ku."(H.R. al-Dailami)

4.) "Didiklah anak-anak kalian atas tiga hal. Mencintai Nabi kalian. Mencintai Ahli bait- ku. Membaca al-Qur'an.(Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Mardaweih, dan at-Thabrani dalam kitab tafsir-nya)

5 Ketika turun ayat: "Katakanlah wahai Muhammad, Aku tidak meminta balasan apapun dari kalian kecuali mencintai kerabat." Kemudian Ibnu Abbas ra bertanya pada Rasulullah: Wahai Rasulullah, siapakah yang dimaksud dengan kerabat yang wajib kami cintai? Rasulullah SAW menjawab: Ali, Fatimah, dan anak keturunannya.

Demikian sebagian dalil-dalil dari Hadits Rasulullah SAW yang secara jelas menyatakan keutamaan Ahlu Bait. Bagaimana tidak, di dalam jasad mereka mengalir darah yang bersambung kepada makhluk yang paling utama, kekasih Allah, Rasulullah SAW.

Untuk lebih jelasnya lagi, saya persilahkan anda untuk membaca sendiri kitabnya al- Imam as- Suyuthi yang berjudul Ihya' al-Mayt fi Fadlo'il Ahli al-Bait, yg memuat 60 Hadits tentang keutamaan Ahlu Bait.

6.)Dari Yazid bin Hayan, katanya: "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Umar bin Muslim ke tempat Zaid bin Arqam r.a. Ketika kita sudah duduk-duduk di dekatnya, lalu Hushain berkata padanya: "Hai Zaid, engkau telah memperolehi kebaikan yang banyak sekali. Engkau dapat kesempatan melihat Rasulullah s.a.w., mendengarkan Hadisnya, berperang besertanya dan juga bersembahyang di belakangnya. Sungguh- sungguh engkau telah memperolehi kebaikan yang banyak sekali. Cubalah beritahukan kepada kita apa yang pernah engkau dengar dari Rasulullah s.a.w. Zaid lalu berkata: "Hai anak saudaraku, demi Allah, sungguh usiaku ini telah tua dan janji kematianku hampir tiba, juga saya sudah lupa akan sebahagian apa yang telah pernah saya ingat dari Rasulullah s.a.w. Maka dari itu, apa yang saya beritahukan kepadamu semua, maka terimalah itu, sedang apa yang tidak saya beritahukan, hendaklah engkau semua jangan memaksa-maksakan padaku untuk saya terangkan." Selanjutnya ia berkata: "Rasulullah s.a.w. pernah berdiri berkhutbah di suatu tempat berair yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau s.a.w. lalu bertahmid kepada Allah serta memujiNya, lalu menasihati dan memberikan peringatan, kemudian bersabda:
"Amma Ba'du, ingatlah wahai sekalian manusia, hanyasanya saya ini adalah seorang manusia, hampir sekali saya didatangi oleh utusan Tuhanku - yakni malaikatul-maut, kemudian saya harus mengabulkan kehendakNya - yakni diwafatkan. Saya meninggalkan untukmu semua dua benda berat - agung - iaitu pertama Kitabullah yang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya. Maka ambillah amalkanlah - dengan berpedoman kepada Kitabullah itu dan peganglah ia erat-erat." Jadi Rasulullah s.a.w. memerintahkan untuk berpegang teguh serta mencintai benar-benar kepada kitabullah itu.
Selanjutnya beliau s.a.w. bersabda: "Dan juga ahli baitku. Saya memperingatkan kepadamu semua untuk bertaqwa kepada Allah dalam memuliakan ahli baitku, sekali lagi saya memperingatkan kepadamu semua untuk bertaqwa kepada Allah dalam memuliakan ahli baitku."
Hushain lalu berkata kepada Zaid: "Siapakah ahli baitnya itu, hai Zaid. Bukankah isteri- isterinya itu termasuk dari golongan ahli baitnya?" Zaid menjawab: "Ahli baitnya Rasulullah s.a.w. ialah Ahli keluarga keturunan - Ali, Alu Aqil, Alu Ja'far dan Alu Abbas." Hushain mengatakan: "Semua orang dari golongan mereka ini diharamkan menerima sedekah." Zaid berkata: "Ya, benar." (Riwayat Muslim)

28 komentar:

  1. Dlm Al Quran yang menyebut 'ahlulbait', rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

    1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan kebrkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah".

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah isteri dari Nabi Ibrahim.

    2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: 'Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu 'ahlulbait' yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah Ibu Nabi Musa As. atau ya Saudara Nabi Musa As.

    3. QS. 33:33: "...Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu 'ahlulbait' dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya".

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW. Sedangkan sesudah ayar 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. isteri plus anak-anak beliau.

    Coba baca catatan kaki dari kitab: Al Quran dan Terjemahannya, maka ahlulbaik yaitu KELUARGA RUMAHTANGGA RASULULLAH Berarti kel Saidina Muhammad SAW yg seharusnya, kedua orang tua beliau, tapai keduanya belum Muslim dan sudah meninggal, diri saidina Muhammad SAW sendiri, atau saudara kandungnya (tapi beliau anak tunggal), isteri-isterinya, anak-anaknya baik laki-laki maupun perempuan, sayangnya anak beliau yang lelaki tak ada yang sampai besar, tidak meninggalkan anak keturunan. Keturunan Bunda Fatimah, Hasan, Husein dan lainnya yg perempuan ya tidak lagi masuk ahlul bait krn. nasabnya Saidina Ali bin Abi Thalib. Krn Al Quran hanya mengenal nasab dari laki-laki kecuali Isa bin Maryam (QS. 33:4-5)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bgmn dgn turunnya surah Al Kautsar ?

      Hapus
  2. Imanlah pada nabi juga sabda sabdaNya, hasan wa husein adalah anakku.

    BalasHapus
  3. Tidak ada nasab yg putus selain nasab Sayidil wujud. Iman Fa insya Allah Islam

    BalasHapus
  4. elfizonanwar maaf anda sedikit keliru mengenai ahlul bait yang sesungguhnya... AL-Quran adalah kitabullah firman Allah SWT yang tidak ada hubungannya dengan muamalat atau menceritakan keluarga Nabi Muhammad atau anaknya atau istrinya atau cucunya.. yang di firmankan dalam surat yang anda sebutkan itu adalah firman.
    satu lagi anda tidak tau benar apa tiu ahlul bait. ahlul bait artinya keluarga,,
    sedangkan nabi muhammad bin abdullah bin abdul muthalib adalah keturunan ismail bin Ibrahim As .. begitu juga Ali bin abi thalib bin abdul muthalib adalah sepupu kandung Nabi Muhammad.. dalam arti singkat dan jelas nya keturunan darah yang mengalir dalam darah kami bin ali abdul muthalib adalah darah nabi Muhammad SAW dan darah Ibrahim As.. sungguh kamu termasuk orang yang keliru..

    Isa As binti Maryam adalah keturunan Ishak As bin Ibrahim As. dan merupakan ahlul bait dalam bani IsraiL. dah sudah ditentukan pula kepada umat didunia, bahwasanya siapa saja yang mendengan tentang kenabian ku (Muhammad) tetapi dia tidak masuk islam, maka dia termasuk golongan kafir.
    Walaikum salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Anonim6 Juni 2012 13:19
      Ketahuilah, bahwa yang masyhur dan lazim diketahui di antara kalangan terdidik maupun awam, bahwa mencintai keluarga Nabi SAW dan anak keturunan beliau adalah kewajiban seluruh umat Islam. Dalam beberapa ayat Al-Qur’an dna Sunnah Nabi SAW terkandung anjuran mencintai mereka dan perintah untuk mengasihi mereka. Ini diterapkan oleh kalangan sahabat terkemuka dan generasi tabiin serta para imam salaf yang mendapat petunjuk.

      Tanya: Apa ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjukkan kewajiban mencintai mereka?
      Jawab: di antara ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjukkan kewajiban mencintai mereka adalah firman Allah SWT kepada Nabi-Nya SAW,
      “Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku keculi kasih sayang dalam kekeluargaan.” (Asy-Syura [42]: 23)
      Imam Ahmad, Thabaroni, dan Hakim menyampaikan bahwasanya ketika ayat ini turun, mereka bertanya: wahai Rasulullah, siapa keluargamu yang harus kami kasihi? Beliu bersabda, “Ali, Fathimah, dan kedua anaknya.” Said bin Jubair ra mengatakan: keluarga Rasulullah SAW. Dari Ibnu Abbas ra mengenai firman Allah SWT,

      “Katakanlah (Muhammad),”Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.” (Asy-Syura [42]: 23)

      Rasulullah Saw bersabda, “Wahai manusia sesungguhnya aku tinggalkan dua perkara yang besar untuk kalian, yang pertama adalah kitabullah (Al-Quran) dan yang kedua adalah ithrati (keturunan) Ahlulbaitku. Barangsiapa yang berpegang teguh kepada keduanya, maka tidak akan tersesat selamanya hingga bertemu denganku di telaga al-Haudh.” (HR. Muslim dalam Kitabnya Sahih juz. 2, Tirmidzi, Ahmad, Thabrani dan dishahihkan oleh Nashiruddin Al-Albany dalam kitabnya Silsilah Al-Hadits Al-Shahihah)

      Hapus


    2. Marilah kita letakkan segala bentuk fanatisme yang ada di pundak kita selama ini. Tidak dipungkiri lagi bahwa keluarga Nabi Saw yang terkenal dengan sebutan Ahlulbait adalah manusia-manusia yang mempunyai kelebihan dan keutamaan-keutamaan yang tidak dimiliki oleh manusia lainnya setelah Rasulullah Saw. Akan tetapi sangat disayangkan sekali bahwa banyak sekali kaum Muslimin yang melupakan dan bahkan tidak mengetahui eksistensi mereka (keluarga Nabi saw).

      Hadits di atas adalah salah satu dari puluhan bukti otentik yang sangat jelas yang mengisyaratkan kepada kita semua bahwa begitu besar keutamaan mereka hingga Nabi Saw berwasiat kepada para sahabatnya dan kita khususnya sebagai umat Islam agar selalu berpegang teguh kepadanya (Al-Quran & Ahlulbait), jika tidak maka akan tersesatlah mereka yang berpaling dari dua perkara besar tersebut (Ath-Tsaqalain).

      Mengapa keluarga Nabi Saw? Apakah beliau Saw berkata seperti itu hanya dikarenakan faktor kasih sayang beliau terhadap keluarganya dan juga karena hubungan darah semata? Tentu saja tidak, karena segala perkataan yang keluar dari mulut suci beliau pasti atas dasar petunjuk dari Tuhannya, Allah Swt, sebagaimana firman-Nya:

      “Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.” (QS. An-Najm: 3-5)

      Marilah kita bertabarruk dengan mempelajari ayat-ayat Al-Quran maupun hadits-hadits sahih yang berkenaan dengan Ahlulbait Rasulullah kemudian membuka mata dan hati kita untuk melihat kemuliaan-kemuliaan mereka yang selama ini tidak kita ketahui agar kita dapat mencintai mereka dan mengikuti apa yang diajarkan oleh mereka ‘alaihimussalam.

      Hanash Kanani meriwayatkan dari Abu Dzar bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Ahlulbaitku bagaikan bahtera Nabi Nuh, barangsiapa yang menaikinya mereka akan selamat dan barangsiapa yang tidak mengikutinya (meninggalkannya) maka mereka akan tenggelam.” (HR. Al-Hakim dalam Mustadrak Ash-Shahihain, juz 2, Al-Hakim berkata hadis ini Shahih)

      Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, ”Bintang-bintang adalah petunjuk keselamatan penghuni bumi dari bahaya tenggelam di tengah lautan. Adapun Ahlulbaitku adalah petunjuk keselamatan bagi umatku dari perpecahan. Maka apabila ada kabilah Arab yang berlawanan jalan dengan Mereka niscaya akan berpecah belah dan menjadi partai iblis”. (HR. Al-Hakim dalam Mustadrak Ash Shahihain juz 3, Al-Hakim menyatakan bahwa hadis ini Shahih sesuai persyaratan Bukhari & Muslim)

      Rasulullah Saw bersabda, “Belum sempurna keimanan seorang hamba Allah sebelum kecintaannya kepadaku melebihi kecintaannya kepada dirinya sendiri; sebelum kecintaannya kepada keturunanku melebihi kecintaannya kepada keturunannya sendiri; sebelum kecintaannya kepada Ahlibaitku melebihi kecintaannya kepada keluarganya sendiri.” (HR. Thabrani)

      Ibnu `Abbas berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Cintailah Allah atas kenikmatan yang diberikan-Nya kepadamu sekalian dan cintailah aku dengan mencintai Allah dan cintailah Ahlulbaitku karena mencintaiku” (Al-Hadits)

      Hapus
    3. Anonim18 Mei 2014 06.52
      Bahlul ente semua yang ngaku-ngaku keturunan Nabi Muhammad.
      Mana ada kemenakan/keponakan dinasabkan kepada Paman, iya toh ? inikan persoalannya : “KETURUNAN Nabi Muhammad”, itu artinya keturunan itu dihitung START-nya mulai dari Nabi Muhammad, namun sayangnya anak beliau yang lelaki tak ada yang sampai besar, tidak meninggalkan anak keturunan. Keturunan Bunda Fatimah, Hasan, Husein dan lainnya yang perempuan, ya tidak lagi masuk hitungan karena nasabnya Sayidina Ali bin Abi Thalib, dan jelas Al Quran hanya mengenal nasab dari laki-laki.
      Kasus ngaku-ngaku keturunan Nabi Muhammad ini mirip bahlulnya YAHUDI yang dengan seenaknya menasabkan Nabi Ibrahim adalah keturunan YAHUDI.
      Lha…. Mana ada kakek dinasabkan kepada CICIT…..

      Hapus

  5. Ibnu Taimiyah mengemukakan suatu hadits yang berkenaan dengan Ayat Shalawat (Qs. Al-Ahzab ayat 56) mengenai peringatan Rasulullah Saw kepada para sahabatnya, “Janganlah kalian bershalawat untukku dengan shalawat yang terputus.” Para sahabat bertanya “Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan Shalawat terputus?” Baginda menjawab, “Kalian mengucapkan, Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad, lalu kalian berhenti di situ! Ucapkanlah, Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad (Allahumma Shalli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad)” (HR. Bukhari, kitab Tafsir, juz 6; Sahih Muslim Kitab Ash-Shalah juz 2; Tirmidzi juz 1, Sunan An-Nasa’i juz 3; Sunan Ibnu Majah juz 1; Sunan Abu Dawud juz 1, dll)

    Tidakkah kita menyadarinya bahwa begitu tingginya kemuliaan mereka hingga setiap kali kita melakukan shalat baik yang wajib maupun yang sunnah sehari semalam umat Islam dimana saja mereka berada wajib mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad Saw dan keluarganya, sehingga akan menyebabkan tidak sah shalat kita tanpa shalawat tersebut, Subhanallah.

    Marilah kita lihat isyarat besar keagungan keluarga suci Rasulullah dari perspektif Al-Quran, dimana Allah Swt memilih mereka untuk menduduki kursi kepemimpinan dari sisi-Nya, ini bukanlah suatu hal yang baru, karena Allah Swt juga telah memilih keluarga nabi-nabi terdahulu untuk jabatan yang sama, seperti keluarga Ibrahim dan keluarga Imran. Allah Swt berfirman:

    “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Ali Imran: 33-34)

    “Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.” (QS. An-Nisaa: 54)

    Jika sunatullah telah berlaku dalam hal pengutamaan keluarga Ibrahim dan keluarga Imran atas manusia yang lain maka bagaimana mungkin sunatullah itu tidak berlaku pada keluarga Rasulullah Saw?

    Apabila kita mengetahui bahwa Rasulullah Saw adalah seutama-utamanya nabi dan semulia-mulianya rasul maka, keluarganya pun sudah pasti adalah seutama-utamanya manusia dan keturunan para nabi. Logika akal sehat tidak mungkin memungkiri hal ini.

    BalasHapus


  6. Keutamaan dan kemuliaan mereka pun dipertegas oleh Allah di dalam Al-Quran tentang kesucian diri-diri mereka Ahlulbait sebagaimana firman-Nya di dalam Surah Al-Ahzab ayat 33 tentang pensucian Ahlulbait:

    “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlulbait dan mensucikan kalian sesuci-sucinya.” (QS. Al-Ahzab: 33)

    Manusia-manusia suci sudah pasti segala perkataannya suci hingga akhir zaman. Hal inilah yang menjadi wasiat dari Rasulullah Saw untuk kita agar selalu mencintai dan berpegang teguh kepada Al-Quran dan Ahlulbaitnya hingga bertemu dengan beliau di telaga al-Haudh kelak.

    Maha benar Allah dengan segala firmannya, dan shalawat-Nya terlimpah atas Muhammad dan keluarga Muhammad. Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad.

    BalasHapus
  7. Keutamaan Ahlul Bait Rasulullah

    Kitab Ihya'ul Mayyit fii Fadhilati Ahlul Bayt - Karya : Al Hafizh Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakar Asy Syafi'i As Suyuthi (Al Imam Jalaluddin As Suyuthi/ Imam Suyuthi, Mujaddid kurun ke 9).

    Bismillahirrahmanirrahim

    Segala puji bagi Allah dan salam bagi hamba-hambanya yang terpilih.
    Risalah kecil ini adalah kumpulan 60 hadits yang saya beri nama ''Ihya'ul Mayyit bifadhalil Ahlul Bayt''.

    HADITS 1
    Sa'id bin Manshur dalam kitab susunannya meriwayatkan dari Sa'id bin Jubair tentang firman Allah SWT dalam ayat ''Katakanlah, aku tidak meminta dari kalian sesuatu upahpun (atas seruanku) kecuali kasih sayang terhadap keluarga'' QS.42:23.
    Ia berkata, yang dimaksud keluarga dalam ayat itu adalah keluarga Rasulullah SAW.

    HADITS 2
    Ibnu Al Mundzir dan Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Murdawaih meriwayatkan dalam kitab tafsir mereka dan At Thobroni dalam Al Mu'jam Al Kabir dari Ibnu 'Abbas ra berkata: ketika turun ayat ini (QS.42:23) Para shahabat bertanya : wahai Rasulullah, siapakah keluargamu yang wajib atas kita untuk mencintai mereka? Beliau menjawab: ''Ali, Fatimah dan kedua putra mereka''.

    HADITS 3
    Ibnu Hatim meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas tentang firman Allah (QS.42:23) Dan siapa yg mengerjakan kebaikan'', Ia berkata: ''yang dimaksud kebaikan adalah kecintaan kepada keluarga Muhammad saw''.

    HADITS 4
    Diriwayatkan oleh Ahmad dan Turmudzi dan Ia menshahihkannya, An Nasa'i dan Al Hakim dari Al Muthalib bin Robi'ah, Ia berkata: bahwa Rasulullah saw bersabda: ''Demi Allah, iman tidak akan masuk ke dalam hati seorang muslim sehingga ia mencintai kalian (keluarga nabi saw), karena Allah dan karena hubungan keluarga denganku''.

    HADITS 5
    Diriwayatkan oleh Muslim dan Turmudzi dan An Nasa'i dari Zaid bin Arqam bahwa Rasulullah saw bersabda: ''Aku ingatkan kalian tentang ahlul baytku''.

    HADITS 6
    Diriwayatkan oleh At Turmudzi dan ia menggolongkannya sebagai hadits hasan dan Al Hakim dari Zaid bin Arqom, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: ''Sungguh aku tinggalkan padamu apa yang dapat mencegah kamu dari kesesatan setelah kepergianku, selama kamu berpegang teguh kepadanya; Kitabullah dan 'Ithrahku (keluargaku) ahlul bayt. Keduanya tidak akan berpisah sampai keduanya berjumpa denganku di Al Haudh. Maka hati-hatilah dengan perlakuanmu atas keduanya sepeninggalku nanti''.

    HADITS 7
    Diriwayatkan oleh 'Abdu bin Humaid dalam musnadnya dari Zaid bin Tsabit berkata: Rasulullah bersabda: ''Sungguh aku tinggalkan padamu apa yang dapat mencegah kamu dari kesesatan setelah kepergianku, selama kamu berpegang teguh kepadanya: Kitabullah dan 'Ithrahku Ahlul Baytku, dan keduanya tidak akan berpisah sehingga datang kepadaku di Al Haudh''.

    BalasHapus
  8. HADITS 8
    Ahmad bin Abu Ya'la meriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri, sesungguhnya Rasulullah bersabda: ''Aku merasa segera akan dipanggil (Allah swt) dan aku akan memenuhi panggilan itu, maka aku tinggalkan padamu TSAQOLAINI (2 Pusaka) yaitu: Kitabullah dan 'Ithrahku. Dan sesungguhnya Allah yang Maha Mengetahui telah berfirman kepadaku bahwa keduanya tidak akan berpisah sehingga keduanya datang menjumpaiku di Al Haudh. Oleh karena itu perhatikan bagaimana perlakuanmu atas kedua peninggalanku itu''.

    HADITS 9
    Diriwayatkan oleh At Turmudzi dan ia menggolongkan hadits ini hasan dan At Thobrani dan Al Hakim dari Ibnu 'Abbas ra, Ia berkata: Rasulullah bersabda: "Cintailah Allah karena nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan-Nya dan cintailah aku karena kecintaan (kamu) kepada Allah serta cintailah ahlul baytku karena kecintaan (kamu) kepaku".

    HADITS 10
    Bukhari meriwayatkan dari Abu Bakar As Shiddiq, Ia berkata: "Peliharalah Muhammad dengan memelihara keluarganya".

    HADITS 11
    Diriwayatkan oleh At Thobrani dan Al Hakim dari Ibnu 'Abbas ra, Ia berkata: Rasulullah saw bersabda: "Wahai bani Abdul Mutholib, aku mohon kepada Allah buat kalian 3 hal, aku memohon dari-Nya agar meneguhkan orang yang bangkit dari kalian, agar ia mengajari yang bodoh dari kalian dan memberi petunjuk bagi yang sesat dan aku memohon dari-Nya agar menjadikan kalian orang-orang dermawan, pemberani dan berhati belas kasih. Maka sekiranya seseorang berdiri di antara salah satu sudut Ka'bah dan Maqam Ibrahim, lalu ia shalat dan puasa, sedangkan ia adalah pembenci keluarga (Ahlul Bayt) Muhammad, pasti ia masuk neraka".

    HADITS 12
    At Thabrani meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas ra, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : "Kebencian kepada bani Hasyim dan Anshor adalah kufur dan membenci orang-orang Arab adalah kemunafikan".

    HADITS 13
    Ibnu 'Adi dalam kitabnya Al Kamil meriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Barang siapa membenci kami Ahlul Bayt maka ia adalah munafik".

    HADITS 14
    Ibnu Hibban dalam shahih dan Al Hakim meriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Demi yang jiwaku ditangan-Nya tidak seorangpun membenci kami kecuali akan dimasukkan Allah swt ke neraka".

    HADITS 15
    At Thabrani meriwayatkan dari Hasan bin 'Ali kwh, beliau berkata kepada Mu'awiyah bin Khadij : "Wahai Mu'awiyah bin Khadij, hati-hatilah dari membenci kami, karena sesungguhnya Rasulullah bersabda : "Tiada seseorangpun yang membenci dan menghasud kami kecuali akan dihalau dari Al Haudh dengan cambuk dari api".

    HADITS 16
    Ibnu 'Adi dan Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman meriwayatkan dari 'Ali kwh, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Barangsiapa tidak mengenal hak 'ithrahku dan anshornya maka ia salah satu dari 3 golongan, munafik atau anak haram atau anak dari hasil tidak suci yaitu ; dikandung oleh ibunya dalam keadaan haid".

    HADITS 17
    At Thabrani dalam kitabnya Al Awsath dari Ibnu 'Umar, ia berkata: Akhirnya ucapan Rasulullah sebelum wafat adalah : "Perlakuan aku sepeninggalku dengan bersikap baik kepada Ahlul Bayt".

    BalasHapus
  9. HADITS 18
    Diriwayatkan oleh At Thabrani dalam Al Awsath dari Hasan bin 'Ali ra, sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : "Mantapkanlah dirimu pada kecintaan pada kami ahlul bayt sebab barangsiapa menghadap Allah swt sedang ia mencintai kami niscaya ia masuk syurga dengan syafa'at kami. Demi Allah yang diriku / jiwaku berada ditangan-Nya, tidak akan berguna amal seseorang bagi dirinya kecuali bila ia mengetahui hak kami".

    HADITS 19
    At Thabrani dalam Al Awsath meriwayatkan dari Jabir bin 'Abdullah ra, ia berkata: Rasulullah saw berpidato dihadapan kami, maka aku mendengarnya besabda : "Wahai manusia barangsiapa membenci ahlul baytku, Allah swt akan kumpulkan ia pada hari kiamat sebagai orang yahudi".

    HADITS 20
    At Thabrani meriwayatkan dalam Al Awsath dari 'Abdullah bin Ja'far (bin 'AlI bin Abi Tholib ra), ia berkata: aku mendengar Rasulullah saw bersabda : "Wahai bani Hasyim, aku memohon dari Allah swt untuk kalian, agar ia menjadikan kalian pemberani dan pengasih. Aku memohon agar ia memberikan petunjuk bagi yang tersesat, memberi rasa aman bagi yang ketakutan dan mengenyangkan yang lapar dari kalian. Dan demi jiwaku yang berada ditangan-Nya, tiada beriman seseorang dari mereka sehingga mencintai kamu karena aku, apakah kamu mengharapkan untuk masuk ke dalam syurga dengan syafa'atku lalu bani Mutholib tidak mengharapkanya".

    HADITS 21
    Diriwayatkan oleh Ibnu 'Abi Syaibah dan Musaddad dalam musnadnya, Al Hakim, At Turmudzi dalam Nawadirul Ushul, Abu Ya'la dan At Thabrani dari Salamah bin Al Akwa', ia berkata: Rasulullah saw bersabda : "Bintang-bintang di langit adalah petunjuk keselamatan bagi penghuni langit dan Ahlul Baytku adalah penyelamat umatku".

    HADITS 22
    Al Bazar meriwayatkan dari Abi Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda : "Telah ku tinggalkan padamu 2 hal. Kalian tidak akan sesat setelah keduanya; Kitabullah dan 'Ithrahku. Keduanya tiada akan berpisah sehingga datang menemuiku di telaga Al Haudh".

    HADITS 23
    Al Bazzar meriwayatkan dari 'Ali bin 'Abi Thalib kwh, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : "Sungguh aku akan dibawa pergi (wafat) dan telah aku tinggalkan padamu 2 pusaka yang berharga yaitu : Kitabullah dan Ahlul Bayt. Dan kamu tidak akan tersesat setelah keduanya".

    HADITS 24
    Al Bazzar meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : "Perumpamaan ahlul baytku ibarat bahtera Nuh, barangsiapa yang ikut berlayar bersamanya dia akan selamat dan barangsiapa yang enggan dan terlambat, dia akan tenggelam".

    HADITS 25
    Al Bazzar meriwayatkan dari 'Abdullah bin Zubair ra bahwa nabi saw bersabda : "Perumpamaan Ahlul Baytku ibarat bahtera Nuh. Barangsiapa berlayar dengannya dia akan selamat dan barangsiapa meninggalkannya dia akan tenggelam".

    HADITS 26
    At Thabrani meriwayatkan dari Abu Dzar ra, (ia berkata): aku mendengar Rasulullah saw bersabda : "Perumpamaan Ahlul Baytku diantara kamu ibarat bahtera Nuh diantara kaumnya. Barangsiapa iku berlayar bersamanya dia akan selamat dan barangsiapa yang enggan dan terlambat dia akan binasa. Dan perumpamaan Ahlul Baytku diantara kamu seperti pintu pengampunan Bani Israil".

    BalasHapus
  10. HADITS 27
    At Thabrani meriwayatkan dalam Al Awsath dari Abu Sa'id Al Khudri ra (ia berkata) : aku mendengar Rasulullah saw bersabda : "Perumpamaan Ahlul Baytku laksana bahtera Nuh as. Barangsiapa menaikinya dia akan selamat dan barangsiapa meninggalkannya dia akan tenggelam. Dan perumpamaan Ahlul Baytku diantara kamu seperti pintu pengampunan diantara Bani Israil. Barangsiapa memasukinya maka dosa-dosanya akan diampuni".

    HADITS 28
    Ibnu Najjar dalam tarikhnya meriwayatkan dari Hasan bin 'Ali ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : "Setiap segala sesuatu mempunyai azas dan azas Islam adalah kecintaan kepada shahabat Rasulullah dan Ahlul Baytnya".

    HADITS 29
    At Thabrani meriwayatkan dari 'Umar ra bahwa Rasulullah saw bersabda : "Setiap putra seorang perempuan bergabung nasabnya kepada ashabahnya (keluarganya dari pihak ayah) kecuali keturunan Fatimah ra, akulah ashabah mereka dan Akulah ayah mereka".

    HADITS 30
    At Thabrani meriwayatkan dari Fatimah Az Zahra ra, beliau berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Setiap putra ibu akan bergabung dalam nasabnya kepada ashabahnya kecuali anak-anak Fatimah, Akulah wali mereka dan Akulah ashabah mereka".

    HADITS 31
    Al Hakim meriwayatkan dari Jabir ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : "Setiap putra ibu memiliki ashabah yang mereka dinisbatkan kepadanya kecuali kedua putra Fatimah, Akulah wali mereka dan Aku adalah ashabah mereka".

    HADITS 32
    At Thabrani meriwayatkan dalam Al Awsath dari Jabir ra bahwa ia mendengar 'Umar bin Al Khaththab ra mengatakan kepada orang-orang ketika ia menikah dengan salah seorang putri 'Ali ra. Tidaklah kalian mengucapkan selamat atasku ? aku mendengar Rasulallah saw bersabda : "Akan terputus pada hari kiamat semua sebab dan nasab (keturunan) kecuali sebabku dan nasab yang bersambung denganku".

    HADITS 33
    At Thabrani meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : "Semua sebab dan nasab akan terputus pada hari kiamat kecuali sebab dan nasab yang bersambung denganku".

    HADITS 34
    Ibnu 'Asakir dalam Tarikhnya meriwayatkan dari Ibnu 'Umar ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Semua hubungan nasab dan shihr (kerabat sebab hubungan perkawinan) akan terputus pada hari kiamat kecuali nasab dan shihrku".

    HADITS 35
    Al Hakim meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Bintang-bintang adalah petunjuk keselamatan bagi penghuni bumi dari bahaya tenggelam dan Ahlul Baytku adalah penyelamat umatku dari bahaya perselisihan dan perpecahan (dalam urusan-urusan agama). Bila salah satu dari qabilah menyeleweng dan menentang niscaya mereka akan bercerai berai dan menjadi kelompok iblis".

    HADITS 36
    Al Hakim meriwayatkan dari Anas ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Tuhanku menjanjikan untuk Ahlul Baytku, barangsiapa dari mereka yang mengakui ke-Esaan (Allah swt) dan menyaksikan bahwa aku telah menyampaikan risalah, ia tidak akan menyiksa mereka".

    BalasHapus

  11. HADITS 37
    Ibnu Jarir meriwayatkan dalam tafsirnya dari Ibnu 'Abbas ra pada firman Allah swt.. : "Dan kelak tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas (QS:93:5), ia berkata : "Diantara kepuasan Muhammad saw adalah agar tidak seorangpun dari Ahlul Baytny masuk kedalam api neraka".

    HADITS 38
    Diriwayatkan oleh Al Bazzar, Abu Ya'la, Al 'Uqaili, At Thabrani dan Ibnu Syahin dalam As Sunnah dari Ibnu Mas'ud ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Sesungguhnya Fatimah telah menjaga dirinya oleh karena itu Allah swt mengharamkan keturunannya atas api neraka".

    HADITS 39
    At Thabrani meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas ra, ia berkata : Rasulullah saw berkata kepada Fatimah ra : "Sesungguhnya Allah swt tidak akan menyiksamu dan anak cucumu".

    HADITS 40
    At Turmudzi meriwayatkan sebuah hadits dan ia menggolongkannya hadits ini hasan dari Jabir ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : "Wahai manusia, sesungguhnya aku telah tinggalkan padamu apa yang mencegah kamu dari kesesatan selama kamu mengambilkya (berpegang teguh dengannya) yaitu ; Kitabullah dan 'Ithrahku Ahlul Baytku".

    HADITS 41
    Al Khatib dalam tarikhnya meriwayatkan dari 'Ali kwh, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : "Syafa'atku bagi umatku yakni untuk orang yang mencintai Ahlul Baytku".

    HADITS 42
    At Thabrani meriwayatkan dari Ibnu 'Umar ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : "Pertama orang yang akan aku beri syafa'at dari kalangan umatku adalah Ahlul Baytku".

    HADITS 43
    At Thabrani meriwayatkan dari Al Muthalib bin 'Abdullah bin Hanthab dari ayahnya, ia berkata : Rasulullah saw berpidato dihadapan kami di Juhfah, beliau bersabda : "Bukankah diriku ini lebih utama (berhak) untuk memimpin kamu daripada dirimu sendiri? jawab mereka : benar ya Rasulullah. beliau melanjutkan : kalau begitu aku akan meminta pertanggungan jawabmu tentang 2 hal ; Al Qu'an dan 'Ithrah-ku".

    HADITS 44
    Al Thabrani meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : "Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba Allah pada hari kiamat sebelum ia ditanya (dan menjawab) 4 pertanyaan ; tentang usianya, untuk apa ia menghabiskannya, tentang tubuhnya, bagaimana ia telah menggunakan tenaganya, tentang hartanya, untuk apa dibelanjakan dan dari mana ia mendapatkannya serta tentang kecintaannya kepada kami Ahlul Bayt ".

    HADITS 45
    Ad Dailami meriwayatkan dari 'Ali kwh, ia berkata : aku mendengar Rasulullah saw bersabda : "Orang pertama yang mendatangiku di Al Haudh adalah Ahlul Baytku ".

    HADITS 46
    Ad Dailami meriwayatkan dari 'Ali kwh, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Didiklah putra-putramu atas 3 perkara ; kecintaan kepada nabimu, kecintaan kepada Ahlul Baytnya dan (kecintaan) membaca Al Qu'an. Sesungguhnya pengemban Al Qur'an berada dibawah naungan Allah swt pada hari dimana tiada naungan kecuali naungan-Nya bersama para Nabi dan para washi' (orang-orang pilihan)nya ".

    BalasHapus
  12. HADITS 47
    Ad Dailami meriwayatkan dari 'Ali kwh, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Paling teguhnya kamu di atas shirath (jembatan akhirat) adalah orang yang paling gigih kecintaannya kepada Ahlul Baytku dan shahabat-shahabatku ".

    HADITS 48
    Ad Dailami meriwayatkan dari 'Ali kwh, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "4 golongan, akulah pemberi syafa'at bagi mereka di hari kiamat, yaitu ; orang yang menghormati dzurriyat (keturunan)ku, orang yang membantu menutupi kebutuhan mereka, membantu mereka dalam urusan-urusan mereka ketika mereka sangat membutuhkan dan orang yang mencintai mereka dengan hatinya ( yang tulus ) dan dengan kata-katanya ".

    HADITS 49
    Ad Dailami meriwayatkan dari Abu Sa'id ra, id berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Keras kemurkaan Allah terhadap orang yang menggangguku dengan mengganggu 'Ithrahku ".

    HADITS 50
    Ad Dailami meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Sesungguhnya Allah swt membenci orang yang makan di atas kekenyangannya, orang yang lalai melaksanakan keta'atan kepada tuhannya, orang yang mencampakkan sunnah nabinya, orang yang meremehkan dzimmah ( tanggung jawab )nya, orang yang membenci 'ithrah nabinya dan mengganggu tetangganya ".

    HADITS 51
    Ad Dailami meriwayatkan dari Abu Sa'id ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Ahlul Baytku dan orang-orang anshor adalah orang-orang kepercayaanku dan pengemban rahasia ilmuku. Maka terimalah yang baik dari mereka dan ma'afkanlah yang salah dari mereka ".

    HADITS 52
    Abu Nu'aim meriwayatkan dalam Al Hilya dari 'Utsman bin 'Affan ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Siapa yang memberikan kepada salah seorang dari keturunan 'Abdul Muthalib suatu ( hadiah ) kebaikan lalu ia tidak mampu membalas kebaikannya maka Akulah yang akan membalasnya kelak di hari kiamat ".

    HADITS 53
    Al Khatib meriwayatkan dari 'Utsman bin 'Affan ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Barangsiapa berbuat kebaikan kepada salah seorang dari keturunan 'Abdul Muthallib lalu ia tidak mampu membalas kebaikannya di dunia, maka Akulah yang akan membalas kebaikan itu jika ia berjumpa denganku ".

    HADITS 54
    Ibnu 'Asakir meriwayatkan dari 'Ali kwh, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Siapa yang memberikan jasa kepada salah seorang dari Ahlul Baytku, maka Akulah yang akan membalasnya pada hari kiamat ".

    HADITS 55
    Al Bawardi meriwayatkan dari Abu Sa'id ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Aku akan tinggalkan padamu apa yang dapat mencegah kamu dari kesesatan yaitu kitabullah, ia adalah suatu sebab yang satu ujungnya ditangan Allah swt dan ujung yang lain pada tanganmu dan 'ithrah ahlul baytku, dan sesungguhnya keduanya tidak akan berpisah, sampai bersama-sama mengunjungiku di telaga Al Haudh ".

    HADITS 56
    Imam Ahmad dan At Thabrani meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Kutinggalkan padamu kedua penggantiku Kitabullah, tali penghubung yang terbentang antara langit dan bumi dan 'Ithrahku Ahlul Baytku. Sungguh keduanya takkan berpisah sehingga berjumpa denganku di telaga Al Haudh ".

    BalasHapus


  13. HADITS 57
    At Turmudzi, Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman meriwayatkan dari 'Aisyah ra dari Nabi saw : "Ada 6 kelompok yang dilaknat Allah swt, aku dan semua Nabi yang doanya dikabulkan. mereka adalah ; orang yang menambah-nambah kitabullah, orang yang mengingkari taqdir Allah, orang yang berkuasa dengan kekerasan lalu memuliakan orang yang dihinakan oleh Allah swt dan menghinakan orang yang dimuliakan oleh Allah swt, orang yang menghalalkan (sesuatu) yang diharamkan oleh Allah swt, orang yang memperlakukan 'ithrahku dengan perlakuan yang diharamkan oleh Allah swt dan orang yang meninggalkan sunnahku ".

    HADITS 58
    Diriwayatkan oleh Ad Daruquthni dalam Al Ifrad dan Al Khatib dalam Al Mutaffaq dari 'Ali ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "7 kelompok yang dilaknat Allah dan dilaknat oleh setiap Nabi yang doanya dikabulkan, mereka adalah ; orang yang menambah-nambah kitabullah, orang yang mengingkari taqdir Allah, orang yang menolak sunnahku dan mengambil yang bid'ah, orang yang memperlakukan 'ithrahku dengan perlakuan yang diharamkan Allah, orang yang berkuasa dengan kekerasan atas umatku lalu memuliakan yang dihinakan Allah dan menghinakan yang dimuliakan Allah dan orang yang murtad dengan melarikan diri ke dusun-dusun setelah hijrah ( sebagai 'Arab baduwi ) ".

    HADITS 59
    Al Hakim meriwayatkan dalam tarikhnya dan Ad Dailami dari Abu Sa'id ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "3 hal, barangsiapa memeliharanya maka Allah akan memelihara agamanya dan siapa yang menyia-nyiakannya maka Allah tidak akan memelihara apapun baginya, yaitu ; kehormatan islam, kehormatanku dan kehormatan keluargaku ".

    HADITS 60
    Ad Dailami meriwayatkan dari 'Ali kwh, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : "Sebaik-baik maunusia adalah orang-orang 'Arab, sebaik-baik orang 'Arab adalah suku quraisy dan sebaik-baik suku Quraisy adala Bani Hasyim ".


    BalasHapus
  14. Bahlul ente semua yang ngaku-ngaku keturunan Nabi Muhammad.
    Mana ada kemenakan/keponakan dinasabkan kepada Paman, iya toh ? inikan persoalannya : “KETURUNAN Nabi Muhammad”, itu artinya keturunan itu dihitung START-nya mulai dari Nabi Muhammad, namun sayangnya anak beliau yang lelaki tak ada yang sampai besar, tidak meninggalkan anak keturunan. Keturunan Bunda Fatimah, Hasan, Husein dan lainnya yang perempuan, ya tidak lagi masuk hitungan karena nasabnya Sayidina Ali bin Abi Thalib, dan jelas Al Quran hanya mengenal nasab dari laki-laki.
    Kasus ngaku-ngaku keturunan Nabi Muhammad ini mirip bahlulnya YAHUDI yang dengan seenaknya menasabkan Nabi Ibrahim adalah keturunan YAHUDI.
    Lha…. Mana ada kakek dinasabkan kepada CICIT…..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kasian mereka ug hatinya tertutup walaupun mata terbuka bs membaca tp tetap gak mengerti ap it Ahlul Bait, padahal ROSULULLOH SAW telah menjelaskan dalam Hadist Shohih Beliau
      Semoga Dapat Hidayah
      Amin

      Hapus
    2. Kasian mereka ug hatinya tertutup walaupun mata terbuka bs membaca tp tetap gak mengerti ap it Ahlul Bait, padahal ROSULULLOH SAW telah menjelaskan dalam Hadist Shohih Beliau
      Semoga Dapat Hidayah
      Amin

      Hapus
  15. maaf mo tanya ahlul bait smpai skarang ada perbedaan dngan yg bukan dihadapan AllAh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada perbedaan slama hati kita slalu bershalawat kpda nabi, dan islam tak ada perbedaan karna semua mukmin adalah saudara , yg membuat kita merasa ada perbedaan adalah oknum dari setiap golongan nya, coba seandainya kita teliti lagi islam adalah ajaran tauhid, apa arti sebuah golongan kalau kita memandang secara ketauhidan.. Allah maha pngasih lagi maha penyayang smoga kita salalu dalam limpahan rahmad dan hidayahnya amin ya robb

      Hapus
    2. Tidak ada perbedaan slama hati kita slalu bershalawat kpda nabi, dan islam tak ada perbedaan karna semua mukmin adalah saudara , yg membuat kita merasa ada perbedaan adalah oknum dari setiap golongan nya, coba seandainya kita teliti lagi islam adalah ajaran tauhid, apa arti sebuah golongan kalau kita memandang secara ketauhidan.. Allah maha pngasih lagi maha penyayang smoga kita salalu dalam limpahan rahmad dan hidayahnya amin ya robb

      Hapus
  16. Saya juga sebelumnya tidak percaya atau yakin saya penasaran tentang ahlulbait apa keistimewaan mereka sama aja seperti manusia biasa dan saya coba ikutin para habib ceramah, dan ternyata subhanalloh ilmu mereka sangat mendalam tentang islam dan prilaku mereka luar biasa jauh dr fitnah, dan banyak hal lain lagi yg membuat kesimpulan bahwa habib atau ahlulbait memang manusia yg istimewa dan kalaupun tidak ada hadis yg menjelaskan ahlulbait pun rasanya sangat pantas kita mencintai menghormati mereka karena ilmunya dan prilaku mereka

    BalasHapus
  17. Setidaknya kita berterimakasih kepada ahlul bait yg kini mnyelamatkan kita khususnya indonesia.. Karna beliau lah (wali songo) mereka adalah keturunan dari pada hasan wa husein, (ahlul bayt)
    Dan mereka yg membawa islam ke indonesia, sungguh berbahagianya kita kepada wali allah karena membawa kita kpada keselamatan (islam)

    BalasHapus