Rabu, 22 Oktober 2008

Ali bin Abi Thalib (as) pewaris ilmu Nabi saw


Pewaris ilmu Nabi saw bukanlah sembarang manusia, tetapi ia adalah pilihan Allah dan Rasul-Nya. Tidaklah mudah mengemban samudera ilmu Ilahi yang sangat luas kecuali orang yang memiliki legalitas dari Allah dan Rasul-Nya.At-Tirmidzi Al-Hanafi meriwayatkan dalam Al-Kawkab Ad-Durri bahwa Umar bin Khaththab berkata: Ketika Rasulullah saw menjalin persaudaraan di antara sahabat-sahabatnya, beliau bersabda:

هَذَا عَلِيٌّ أَخِي فِي الدُّنْيَا وَالاَخِرَةِ، وَخَلِيْفَتِي فِي أَهْلِي، وَوَصِيِّي فِي أُمَّتِي، وَوَارِثُ عِلْمِي، وَقَاضِي دِيْنِي، مَالَهُ مِنِّي وَمَالِي مِنْهُ، نَفْعُهُ نَفْعِي وَضُرُّهُ ضُرِّي، مَنْ أَحَبَّهُ فَقَدْ أَحَبَّنِي وَمَنْ أَبْغَضَهُ فَقَدْ أَبْغَضَنِي
“Inilah Ali saudaraku di dunia dan di akhirat, khalifahku dalam keluargaku, washiku bagi ummatku, pewaris ilmuku, pemutus hukum dalam agamaku, apa yang dimilikinya dariku dan darinya apa yang kumiliki, manfaatnya adalah manfaatku, dan mudharratnya adalah mudharratku; barangsiapa yang mencintainya ia mencintaiku, dan yang membencinya ia membenciku.”

Hadis ini terdapat di dalam kitab:
1. Al-Kawkab Ad-Durri, halaman 134.
2. Yanabi’ul Mawaddah, halaman 251.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar