Rabu, 04 Juni 2008

Salah Satu Adab Haji

Sufyan Bin Umayah berada di Makkah ia berkata : "Aku datang ke Makkah dan aku melihat Abu Abdullah Musa Bin Ja’far Bin Muhammad (Imam Musa al Kazhim) turun dari kendaraannya disebuah tanah lapang, lalu menghadap beliau sambil bertanya : "Wahai cucu Rasulullah! Mengapa Muwaqif (tempat wukuf = padang Arafah) ditempatkan jauh dari Baitullah, bukannya di Masy’aril Haram?"
Imam Musa al Kazhim menjawab: Ka’bah adalah Baitullah (rumah Allah), dan tanah haram adalah pelatarannya, sedangkan Muwaqif adalah depan pintunya. Ketika para pendatang (jamaah haji) berdatangan, mereka diberhentikan didepan pintunya untuk merendahkan diri didepan pintu, setelah mereka mendapat izin masuk, mereka ditempatkan lebih dekat lagi didepan pintu kedua yaitu Muzdalifah, ketika Allah melihat banyaknya hamba-Nya yang merendahkan diri dan kesungguhan mereka maka Allah berkenan memberikan rahmat dan kasih-Nya dan memerintahkan agar mereka menyampaikan hewan-hewan kurban mereka sebagai amal pendekatan diri mereka kepada Allah SWT, dan merekapun telah melaksanakan manasik, mereka juga telah mensucikan diri mereka dari dosa-dosa yang menjadi penghalang antara mereka dengan Allah SWT, maka Allah berkenan agar mereka datang berziarah ke “rumah”-Nya yang agung dengan kesucian penuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar