Selasa, 03 Juni 2008

Jawaban Untuk Mereka Yang Menyudutkan Kaum Sufi

Syekh Abu Nashr as Sarraj rahimahullah berkata: "Tak ada perselisihan di kalangan para imam, bahwa Allah swt. telah menyebutkan dalam Kitab suci Nya tentang orang orang jujur, baik laki-laki maupun perempuan (ash-Shadiqin dan ash-Shadiqat), orang-orang yang merendah di hadapan Allah (al-Qanitin dan al-Qanitat), orang-orang yang khusyu' (al-Khasyi'in), orang-orang yang sangat yakin (al-Muqinin), orang-orang yang ikhlas (al-Mukhlishin), orang-orang yang berbuat baik (al-Muhsinin), orang-orang yang takut akan siksa Allah (al-Kha'ifin), orang-orang yang berharap rahmat Allah (ar-Rajin), orang-orang yang takut (al-Wajilin), orang yang tekun beribadah (al-'Abidin), para pengembara (as-Saihin), orang-orang yang bersabar (ash-Shabirin), orang-orang yang ridha (ar-Radhin), orang-orang yang bertawakal (al-Mutawakkilin), orang-orang yang tawadhu' (al-Mukhbitin), para kekasih Allah (al-Auliya), orang-orang yang bertakwa (al-Muttaqin), orang-orang pilihan (al-Mushthafin dan al-Mujtabin), orang-orang baik (al-Abrar) dan orang-orang yang dekat dengan Allah (al-Muqarrabin).Allah telah menyebutkan tentang orang-orang yang sanggup "menyaksikan" (musyahadah), sebagaimana Dia firmankan dalam al Qur'an:
"... atau orang yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya".
(Q.s. Qaf. 37).
Sementara itu Allah juga menyebutkan orang-orang yang thuma'ninah (tenang damai):"Ingatlah! hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (Q.s. ar Ra'd: 28). Allah juga menyebutkan orang yang terdepan dalam mencari ridha Nya (as-Sabiqun), orang-orang yang tengah-tengah (al-Muqtashidun), dan orang yang bersegera dalam melakukan kebaikan. (Q.s. Fathir: 32).Rasulullah saw. bersabda:"Ada di antara umatku orang-orang yang diajak bicara Tuhan (mukallamin) dan orang-orang yang dibisiki (muhaddatsin). Dan sesungguhnya Umar termasuk salah seorang dari mereka."
Sementara Hadis dan Atsar yang semisal sangatlah banyak.Dan tak perlu diperdebatkan, bahwa mereka adalah umat Muhammad saw. Sebab jika mereka tidak termasuk dalam umat Muhammad, dan mustahil kemungkinan adanya di setiap zaman, tentu Allah tidak akan menyebutkannya dalam al Qur'an dan Rasulullah saw. tidak akan menerangkannya dalam Hadis-hadis beliau.Ketika kita perhatikan bahwa kata, "Iman" adalah mencakup seluruh orang mukmin. Kemudian di antara mereka memiliki nama dan ciri khusus, sehingga dengan demikian menunjukkan adanya kekhususan mereka dari orang orang mukmin secara umum.Sementara itu, tidak seorang pun dari para imam yang memperselisihkan, bahwa para nabi a.s. lebih tinggi derajatnya dari mereka, dan memiliki kedudukan yang lebih dekat dengan Allah, meskipun mereka adalah manusia sebagaimana lazimnya manusia lain yang perlu makan dan minum.Kekhususan ini terjadi pada para nabi dan orang-orang yang saya sebutkan, karena adanya suatu rahasia antara mereka dengan Dzat Yang mereka sembah (al-Ma'bud), dan karena kelebihan mereka dalam masalah keimanan dan keyakinannya, terhadap apa yang Allah serukan. Hanya saja para nabi memiliki kekhususan yang tidak dimiliki oleh mereka (kaum Sufi) dengan adanya wahyu, risalah (kerasulan) dan tanda tanda kenabian. Dimana tidak seorang pun bisa menandinginya dalam hal itu. --- Dan hanya Allah Yang Mahatahu.
---(ooo)---

4 komentar:

  1. Mohon ijin ingin saya bagikan di facebook

    BalasHapus
  2. menurut anda paham wahdatul wujud itu gmn?
    tlg jelaskan juga ttg tawassul?

    BalasHapus
  3. alhamdulillah walaailahaillalloh huwallohuakbar.
    laahaulaawalaaquwwata illa billah..

    BalasHapus